Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 06
Clarissa memperhatikan penampilannya yang normal-normal saja, Clarissa lalu berdiri dan menatap Zayn Austin, lalu berkata dengan penuh percaya diri, "Kak Zayn, penampilanku ini sudah sempurna, wajahku cantik dan bodi ku bagus, serta dadaku cukup besar... Jangan-jangan matamu tidak normal."
Zayn Austin terkejut ia segera menarik Clarissa untuk kembali duduk, "Apa kau tidak malu berkata seperti itu di hadapan ku? " ujar Zayn Austin dengan tegas, Zayn Austin merasa jika Clarissa sedang menggodanya.
Clarissa justru bersedekap merasa telah di hina oleh Zayn Austin. Namun tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu, lalu menatap Zayn Austin, "Kak Zayn, apa kamu pria normal?" ujar Clarissa lalu pandangannya turun ke bawah menatap ****.
Zayn Austin sangat kesal dengan ucapan Clarissa, dan ia lebih kesal lagi saat Clarissa dengan berani menghina dan menatap ke arah di mana barang berharganya berada .
"Apa kau ingin mencobanya?! " ujar Zayn Austin menyeringai.
Otak Clarissa langsung nyambung, wanita itu membayangkan tubuh atletis Zayn Austin di hadapannya, Clarissa tersenyum bodoh membayangkan hal itu.
Zayn Austin mendorong kepala Clarissa dengan jari telunjuknya, "Lebih baik kamu segera pulang dan jangan lupa cuci otakmu," ujar Zayn Austin dengan nada menyindir.
"Ish! kamu jahat sekali! Awas nanti justru jatuh cinta padaku," ujar Clarissa lalu segera kabur sebelum Clarissa benar-benar pergi, wanita itu kembali berbalik dan tersenyum indah pada Zayn, "Aku akan datang di mimpimu."
"Wanita gila... " gumam Zayn Austin.
.
Clarissa dengan senyum bahagia membuka pintu, senyumannya langsung sirna saat melihat tatapan ibunya, yang menatap tajam dirinya.
"Apa kamu lembur? " ujar bu Mulan menatap tajam Clarissa.
Clarissa benar-benar takut jika sudah melihat tatapan tajam ibunya, karena tidak akan ada yang bisa menolong dirinya saat ibunya mengamuk.
"Cuih! dasar anak liar, kau tidak lembur! Tapi berani pulang malam," bu Mulan menghardik marah pada Clarissa.
Pak Malik segera ke ruang tamu saat mendengar teriakan istrinya, "Ada apa Bu? " ujar pak Malik menatap istrinya lalu menatap putrinya.
"Lihat putrimu! berani sekali dia melanggar peraturanku," ujar bu Mulan menatap tajam Clarissa.
"Sudah lah bu, mungkin Clarissa habis lembur," ujar pak Malik berusaha menenangkan.
"Aku sudah menelpon orang caffe, dan mereka bilang jika Clarissa sudah keluar sejak sore, sedangkan ini sudah Jam sembilan," ujar bu Mulan berkata dengan penuh emosi.
Pak Malik menatap putrinya, yang terus menunduk bertanda ia bersalah, lalu pak Malik kembali bicara, "Sudah lah bu, Clarissa sudah dewasa, yang penting dia pulang dengan selamat dan masih ingat waktu, ini juga belum terlalu malam. "
"Terus saja bela dia! setelah dia jadi wanita liar baru kamu menyesal," ujar bu Mulan yang kini marah pada suaminya, yang telah membela Clarissa.
Clarissa tidak tega jika bapaknya harus kena amukan hanya karena dirinya, karena ibunya jika sudah marah akan berlarut-larut, Clarissa lalu berkata pada pak Malik, "Pak, sudah bapak istirahat saja."
Pak Malik hanya menghela nafas, lalu menatap istrinya, "Sudah Bu, malu sama tetangga."
Bu Mulan menatap Clarissa, "Malam ini kamu tidur tanpa makan," ujarnya lalu pergi ke kamar meninggalkan Clarissa dan pak Malik.
Pak Malik menepuk-nepuk pundak putrinya, "Sa, kamu tahukan seperti apa sifat ibumu? ibumu sangat menghawatirkan keselamatanmu. Jadi lain kali pulang tepat waktu ya, " ujar pak Malik yang sangat menyayangi putrinya.
Clarissa menatap bapaknya, wajah pak Malik sangat menenangkan dan matanya sangat teduh, di sana terlihat cinta yang sangat besar untuknya, air mata Clarissa mengalir, pak Malik mendekat memberikan pundaknya untuk Clarissa.
Clarissa menangis tanpa suara di pundak pak Malik, sosok ayah yang tak pernah menghakimi meski Clarissa melakukan kesalahan, sejak kecil bapak dan ibunya selalu berbeda pendapat, ibunya sangat menyayangi anak laki-lakinya, dan selalu mengutamakan anak laki-laki, sedangkan pak Malik sangat menyayangi putrinya, bahkan sebelum Clarissa bekerja, pak Malik selalu memberikan uang jajan pada Clarissa dengan sembunyi-sembunyi.
Clarissa mengusap air matanya lalu tersenyum pada pak Malik, lalu berkata, "Pak, Jika ibu sedang memarahiku, bapak jangan ikut campur, karena Aku sangat sedih melihat ibu yang tidak memperdulikan bapak. "
"Sudah tidak apa-apa jangan di fikirkan, ibumu memang keras. Tapi ia sangat menyayangi mu," ujar pak Malik tidak ingin putrinya berpikir macam-macam pada ibunya.
Clarissa mengangguk, lalu pergi ke kamar, ia tersenyum pahit saat mendengar bapaknya yang mengatakan jika ibunya sangat menyayangi dirinya.
"Sejak kapan dia menyayangiku...? gumam Clarissa, bayangan bayangan pahit tentang dirinya saat kecil hingga sampai sekarang terus berputar, dalam bayangan itu bu Mulan dengan penuh amarah mencaci bahkan memukul Clarissa kecil.
Tubuh Clarissa bergetar menangis dalam diam, dadanya sangat sesak saat bayangan menakutkan itu kembali datang tanpa bisa ia tolak.
Halo guys selamat membaca.
Like
komen
vote
Terimakasih sudah mampir.