Nigista, seorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang tak biasa, harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah caci maki orang-orang sekitarnya. Dia hanya ingin hidup normal, seperti manusia lainnya, tapi takdir sepertinya tak berpihak padanya.
Nigista Kanaya Putri, nama yang indah, tapi ironisnya, di rumahnya dia lebih sering dipanggil "Si pembawa Sial" oleh ibunya sendiri. Setiap musibah yang menimpa keluarga selalu saja dia yang disalahkan.
Tapi, Nigista memiliki kemampuan unik - dia bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang butuh pertolongan, sebuah kelebihan yang membuatnya sering merasa terjebak. Di sekolah, dia menjadi target bully-an teman-temannya karena sering menjerit-jerit ketika bisikan itu datang, membuatnya dicap sebagai "gadis aneh"
Yok ikuti kisah Nigista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Nya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nigista Dan Dunianya
Plak
"Anak gak tau diri, kamu pikir motor itu belinya dengan kertas hah?" Arabella terlihat sangat marah, dia menarik Gista. "Sini kamu.."
Gista meringis kesakit saat tangannya di genggam Mamanya, seperti biasanya ia di bawa ke gudang tempat dimana cambuk kesayangan mamanya berada.
"Sakit ma, lepas ma."
Bruk
Arabella mendorong Gista ke dalam gudang hingga jidat Gista membentur tembok yang keras
"Aghkk.. Sakit ma, kepala Gista sakit."
Gista memejamkan matanya, kepalanya benar-benar sakit bahkan pelipisnya juga mengeluarkan darah.
Ctas
Cambuk ke sayangan mamanya mulai menyentuh kulitnya, meninggalkan bekas kemerahan di sana.
"Gista minta maaf ma, ampun ..."
"Maaf kamu bilang hah? Beli motor itu pakai uang bukan daun!"
"ANAK SIALAN!"
"TIDAK BERGUNA!"
"DASAR BENCANA!"
Kata makian terus keluar dari mulut wanita paru baya itu, dengan tangan yang tak berhenti mencambuk Gista yang sudah tak berdaya lagi.
Di celah pintu, Adara berada. Air mata sudah mengalir derah dari matanya, ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Gista mengingat janjinya pada mamanya.
"Maaf sta lagi-lagi gue cuman bisa liatin lo aja." gungam Adara, matanya sembab oleh air mata.
"Kau cari motor itu sampai ketemu, sebelum ketemu jangan harap saya akan kasih makan lagi!" pekik Arabella tepat di depan wajah Gista, setelah mengatakan itu ia pergi meninggalkan Gista begitu saja.
Bruk!
Tubuh Gista merosot kelantai, ia memeluk tubuhnya sendiri dengan air mata yang sudah mengalir deras. Tulang-tulang di tubuhnya terasa remuk saat cambuk kesayangan mamanya kembali mengenai tubuhnya.
"Aku harus cari kemana?"
_______
"Aghkk kesiangan!" Gista bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tak berlama-lama setelah itu ia langsung turun tentunya setelah memakai pakaian seragam sekolahnya yang lengkap
"Gista sini kita sarapan dulu sebelum berangkat." ucap Adara yang berada di meja makan
Gista tersenyum, ia melangkah menuju meja makan. Baru saja Gista hendak duduk di samping saudarinya namun perkataan mamanya membuatnya seketika urung duduk.
"Hari ini dan seterusnya gak ada makan untuk kau, sampai motor itu dapat baru boleh makan di rumah." ucap Arabella penuh penegasan
Mendengar hal itu membuat mata Adara melebar. "Ma, mama yang benar aja dong masa Gista gak di kasih makan. Nanti Gista sakit gimana?"
"Mama gak perduli, cepat habisin makananmu setelah itu mama hantar ke sekolah."
"Gak mau, kalo Gista gak makan Dara juga gak mau makan." Adara menyingkirkan piring makannya dari hadapannya.
"Ouh kamu berani ngancem mama Dara? Mau mama cabut janji mama yang waktu itu?"
Mata Adara membulat, jika mamanya mencabut janjinya maka Gista tak akan bisa bersekolah lagi. "Jangan ma.."
"Yaudah makan,"
"I-iya dara makan.." Adara menatap Gista dengan mata berkaca-kaca
Gista tersenyum seolah berkata 'tak apa. "Gue tunggu di luar ya dar, selamat makan mama Adara." ucap Gista sebelum berlalu
Cukup lama Gista menunggu di luar hingga tak lama dari itu mama dan saudari kembarnya datang, Gista bangkit saat Adara menghampiri.
"Ayo sta kita berangkat," ajak Adara pada Gista
Gista mengangguk, ia mengikuti langkah Adara menuju mobil.
"Masuk mobil dara, dan kau.." Arabella menggantung ucapannya membuat Gista menunggu kelanjutannya, Gista harap mamanya mengizinkannya ikut mobilnya ke sekolah. "Jalan kaki saja ke sekolah, nanti mobil saya terkena sial."
"Mama kok ngomongnya kayak gitu sih, sekolah jauh ma kasihan Gista."
"Kamu sekarang suka membangkang ya Dara, mama bilang masuk ke mobil ya masuk. Kamu mau mama cambuk juga hah?!"
"Jangan ma, jangan cambuk Adara nanti dia gak bisa tidur nyenyak lagi." ucap Gista. "Buruan Adara masuk mobilnya jangan sampai mama cambuk lo juga."
"Tapi sta ..."
"Jangan pikirin gue, gue suka lari kok 'kan lari pagi itu sehat itung-itung sebagai olahraga." ucap Gista dengan cengiran khasnya
"Sekolahan jauh jauh Gista, ayo ikut mobil aja." ucap Adara. "Mama kalo mau cambuk Dara cambuk aja asalkan Gista berangkat bareng dara."
Arabella menghela napas berat, nama mungkin ia akan menyakiti putri kesayangannya. "Yasudah, kau boleh ikut mobil ini."
"Makasih ma," Adara langsung memeluk Mamanya saat wanita itu mengizinkan Gista ikut tanpa ia tahu jika wanita itu melayangkan tatapan tajam pada Gista
"Eum dar, gue mau jalan kaki aja deh ke sekolahnya." ucap Gista membuat Adara melepaskan pelukannya pada mamanya
"Gista!" pekik Adara saat melihat kepergian saudari kembar tak identiknya
Bell sekolah sudah di bunyikan sejak beberapa menit yang lalu, Adara mondar mandir di depan kelasnya. Rasa takut menghantam dadanya.
"Dar, lo ngapain sih dari tadi mondar mandir pusing gue liatnya." ucap Anita
"Gue—"
"Eh, ngapain masih diluar cepet masuk!" salah satu guru menegur Adara dan sahabatnya yang masih berada di luar kelas
"Eh iya bu, ini kita mau masuk, permisi." Anita menarik pergelangan tangan Adara, membawa gadis itu masuk ke dalam kelas sebelum terkena masalah
"Ck, lepas nit gue bisa sendiri."
"Kalian berdua baru datang juga?" ujar Pipit yang baru tiba di kelas
Mendengar suara itu membuat Adara dan Anita seketika menoleh kebelakang.
"Enak aja, gue udah dateng ke sekolah ini dari tadi subuh." ujar Adara
"Yeh biasa aja dong, gue kan tanya baik-baik. Ngapai juga lo ke sekolah subuh-subuh gak takut?"
"Cari setan!" ucap Adara sebelum berlalu, ia duduk ke bangkunya.
"Adara kenapa sih nit? Pagi-pagi udah marah-marah aja.." bisik Pipit
"Pms kali,"
Adara membenamkan wajahnya di lipatan tangannya.
'Gista udah tiba di sekolah belum ya? Atau jangan-jangan dia sekarang lagi dapat hukuman ya?'
Maaf gue ga bisa ngasih bintang ga ada koin 😭😭