Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.
Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.
Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6 MENGHADAPI LONG WEI
Steve Lim dan Ruolan Tan terus memantau Long Wei dan tamunya dari jauh, sambil mencoba untuk merekam percakapan mereka. Mereka berdua berusaha untuk memahami apa yang sedang dibicarakan oleh Long Wei dan tamunya.
Tiba-tiba, Ruolan Tan menarik lengan Steve Lim dan menunjuk ke arah sebuah layar monitor yang terletak di sudut restoran. "Lihat, itu adalah rekaman CCTV yang menunjukkan tamu Long Wei," bisiknya.
Steve Lim memandang ke arah layar monitor dan terkejut ketika melihat wajah tamu Long Wei. "Itu adalah Wong, orang yang telah saya cari selama ini," kata Steve Lim dengan suara yang keras.
Long Wei dan Wong melihat ke arah Steve Lim dan Ruolan Tan, dan mereka berdua tahu bahwa mereka telah ditemukan. "Kita harus pergi dari sini sekarang juga!" kata Steve Lim, sambil menarik Ruolan Tan menuju pintu keluar.
Tapi sudah terlambat, Long Wei telah memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Steve Lim dan Ruolan Tan. Mereka berdua dikejar oleh anak buah Long Wei di seluruh restoran.
Steve Lim dan Ruolan Tan berlari secepat mungkin, sambil mencoba untuk menghindari anak buah Long Wei. Mereka berdua berhasil keluar dari restoran, tapi mereka tahu bahwa mereka harus terus berlari jika ingin tetap aman.
"Kita harus ke markas kita sekarang juga!" kata Steve Lim, sambil menarik Ruolan Tan menuju mobilnya.
Mereka berdua melompat ke dalam mobil dan Steve Lim langsung menginjak pedal gas. Mereka berdua melaju dengan kecepatan tinggi, sambil mencoba untuk menghindari anak buah Long Wei yang mengejar mereka.
"Kita harus berhati-hati," kata Ruolan Tan, sambil memandang ke arah belakang. "Long Wei tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan."
Steve Lim mengangguk, sambil terus mengemudi. "Aku tahu, kita harus siap untuk apa pun yang akan terjadi."
Mereka berdua terus melaju dengan kecepatan tinggi, sambil mencoba untuk tetap satu langkah di depan Long Wei dan anak buahnya. Tapi mereka tahu bahwa mereka tidak bisa terus tinggal di kota Macau.
Mereka berdua harus terus bergerak dan mencari bantuan jika ingin selamat dari kejaran Long Wei dan anak buahnya.
Steve Lim dan Ruolan Tan terus melaju dengan kecepatan tinggi, sambil mencoba untuk tetap satu langkah di depan Long Wei dan anak buahnya. Mereka berdua tahu bahwa mereka harus berhati-hati, karena Long Wei tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
Setelah beberapa saat melaju, Steve Lim dan Ruolan Tan akhirnya tiba di sebuah gudang yang terletak di pinggiran kota. Mereka berdua keluar dari mobil dan memasuki gudang tersebut.
Di dalam gudang, mereka berdua menemukan beberapa orang yang mereka percayai. Mereka adalah anggota tim yang telah bekerja sama dengan Steve Lim selama ini.
"Apa yang terjadi?" tanya salah satu anggota tim, sambil memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan khawatir.
"Long Wei telah menemukan kita," kata Steve Lim, sambil menarik napas dalam-dalam. "Kita harus pergi dari sini sekarang juga."
Anggota tim lainnya mengangguk, sambil mulai mengumpulkan peralatan mereka. "Kita akan pergi ke tempat yang aman," kata salah satu anggota tim. "Tapi kita harus berhati-hati, Long Wei pasti akan mengirimkan anak buahnya untuk mengejar kita."
Steve Lim mengangguk, sambil memandang Ruolan Tan. "Kita harus siap untuk apa pun yang akan terjadi," kata Steve Lim.
Mereka berdua dan timnya kemudian meninggalkan gudang tersebut, sambil menuju ke tempat yang aman. Tapi mereka tahu bahwa mereka tidak bisa tinggal di satu tempat terlalu lama, karena Long Wei pasti akan menemukan mereka.
Setelah beberapa jam perjalanan, mereka berdua dan timnya akhirnya tiba di sebuah rumah yang terletak di pinggiran kota. Mereka berdua masuk ke dalam rumah tersebut, sambil merasa sedikit lebih aman.
Tapi, ketika mereka berdua sedang beristirahat, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dari luar rumah. "Apa itu?" tanya Ruolan Tan, sambil memandang Steve Lim dengan khawatir.
Steve Lim memandang ke arah jendela, dan dia melihat bahwa rumah tersebut telah dikepung oleh anak buah Long Wei. "Kita harus pergi dari sini sekarang juga!" kata Steve Lim, sambil menarik Ruolan Tan menuju pintu belakang.
Mereka berdua dan timnya kemudian melarikan diri dari rumah tersebut, sambil dikejar oleh anak buah Long Wei. Mereka berdua tahu bahwa mereka harus berjuang untuk tetap hidup.
Steve Lim dan Ruolan Tan terus melarikan diri dari anak buah Long Wei, sambil mencoba untuk menemukan tempat yang aman. Mereka berdua berlari dengan kecepatan tinggi, sambil menghindari tembakan dan serangan dari anak buah Long Wei.
Tiba-tiba, Steve Lim melihat sebuah mobil yang terparkir di dekatnya. "Masuk!" teriak Steve Lim, sambil membuka pintu mobil.
Ruolan Tan langsung masuk ke dalam mobil, sementara Steve Lim langsung menginjak pedal gas. Mereka berdua melaju dengan kecepatan tinggi, sambil mencoba untuk menghindari anak buah Long Wei yang mengejar mereka.
Setelah beberapa saat melaju, Steve Lim dan Ruolan Tan akhirnya berhasil kehilangan anak buah Long Wei. Mereka berdua menarik napas lega, sambil memandang ke arah belakang.
"Tapi kita tidak bisa tinggal di sini terlalu lama," kata Steve Lim, sambil memandang Ruolan Tan. "Long Wei pasti akan menemukan kita lagi."
Ruolan Tan mengangguk, sambil memandang Steve Lim dengan tekad. "Kita harus menghentikan Long Wei sekali dan untuk semua," kata Ruolan Tan.
Steve Lim mengangguk, sambil memandang ke arah depan. "Aku punya rencana," kata Steve Lim. "Kita akan menggunakan informasi yang kita miliki untuk menghancurkan Long Wei."
Ruolan Tan tersenyum, sambil memandang Steve Lim dengan percaya diri. "Aku percaya padamu," kata Ruolan Tan.
Mereka berdua kemudian mulai merencanakan strategi untuk menghancurkan Long Wei. Mereka berdua tahu bahwa itu tidak akan mudah, tapi mereka berdua siap untuk melakukan apa saja untuk menghentikan Long Wei.
Setelah beberapa jam perencanaan, Steve Lim dan Ruolan Tan akhirnya siap untuk melaksanakan rencana mereka. Mereka berdua keluar dari mobil, sambil memandang ke arah bangunan yang terletak di depan mereka.
"Itu adalah markas Long Wei," kata Steve Lim, sambil memandang bangunan tersebut dengan tekad. "Kita harus siap untuk apa saja."
Ruolan Tan mengangguk, sambil memandang Steve Lim dengan percaya diri. "Kita akan berhasil," kata Ruolan Tan.
Mereka berdua memasuki bangunan tersebut dengan hati-hati, sambil memandang ke sekeliling untuk memastikan bahwa tidak ada anak buah Long Wei yang mengintai. Mereka berdua kemudian menuju ke arah lift, sambil menekan tombol untuk menuju ke lantai atas.
Ketika lift berhenti di lantai atas, mereka berdua keluar dan memandang ke sekeliling. Mereka berdua melihat bahwa koridor tersebut sepi, tapi mereka tahu bahwa Long Wei pasti memiliki banyak anak buah yang menjaga markasnya.
Mereka berdua kemudian menuju ke arah ruangan yang diyakini sebagai kantor Long Wei. Mereka berdua memasuki ruangan tersebut dengan hati-hati, sambil memandang ke sekeliling untuk memastikan bahwa Long Wei tidak ada di sana.
Tapi, ketika mereka berdua sedang memeriksa ruangan tersebut, tiba-tiba mereka mendengar suara dari belakang mereka. "Selamat datang, Steve Lim dan Ruolan Tan," kata suara tersebut.
Mereka berdua berbalik dan melihat Long Wei berdiri di belakang mereka, sambil tersenyum sinis. "Kalian berdua tidak akan pernah meninggalkan markas ini hidup-hidup," kata Long Wei.
Steve Lim dan Ruolan Tan memandang Long Wei dengan tekad, sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi. "Kita tidak akan pernah menyerah," kata Steve Lim.
Long Wei tertawa, sambil memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Steve Lim dan Ruolan Tan. "Ambil mereka!" teriak Long Wei.
Anak buah Long Wei kemudian menyerang Steve Lim dan Ruolan Tan, sementara Long Wei memandang mereka dengan senang hati.