NovelToon NovelToon
Jodoh Ku Mas Kades

Jodoh Ku Mas Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Romansa pedesaan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Anggika Rosalia, gadis cantik berusia 27 tahun, baru kembali dari Jakarta dan harus menerima kenyataan dijodohkan dengan calon kepala desa. Luka hatinya belum sembuh setelah ditinggal menikah sang kekasih, ditambah gosip kejam yang melabelinya perawan tua. Demi kepentingan masing-masing, Rosalia akhirnya menikah kontrak dengan Mario Langit Pradana, pria tampan yang membutuhkan pasangan untuk maju sebagai lurah. Lalu, bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka? Saksikan kisah selengkapnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fiting Baju pengantin

“Sembarangan mulut kamu,Maryono!” desis Anggika sambil menyikut pelan perut Mario.

Mario meringis tipis, tapi senyumnya nggak hilang.

“Lembut dikit dong, Gi. Ini perut, bukan samsak tinju.”

Pramuniaga itu tersenyum kikuk, tetap menjaga sikap profesional.

“Hehe… mohon maaf ya.”

“Bapak dan Mbak mau mencari apa? Kami punya beberapa model kebaya Solo, ada basahan klasik, juga semi modern.”

Anggika baru mau membuka mulut, tapi Mario keburu menyela.

“Boleh dicoba semuanya, Mbak.”

Anggika menoleh tajam.

“Heh! Semua apanya?! Kamu pikir aku manekin?”

Pramuniaga itu tertawa kecil.

“Silakan, Mbaknya ikut saya ya, sayang.”

Ia cepat membetulkan ucapannya. “Eh—maksud saya, Mbak.”

“Kami tunjukkan beberapa model kebayanya. Masnya bisa duduk di sana.”

Mario langsung mengangguk santai.

“Sana, aku tunggu di sini.”

Ia melangkah ke sofa lounge mewah dan duduk dengan nyaman, menyilangkan kaki.

Pramuniaga lain menghampiri.

“Mau minum apa, Mas? Kopi atau teh?”

“Kopi aja, Mbak. Yang pahit sekalian,” jawab Mario santai.

Anggika yang sudah dibawa berkeliling rak kebaya melirik ke arah Mario sekilas.

“Enak banget hidupnya… aku yang capek dia yang ngopi.” gumamnya.

Pramuniaga menunjuk satu per satu kebaya.

“Kalau yang ini kebaya Solo klasik, bahannya brokat Prancis. Yang ini semi modern, lebih ringan dan jatuh.”

Anggika memegang label harga, lalu matanya langsung membelalak.

“Mbak… ini serius? Harga sewanya segini? Nggak salah kan?”

Pramuniaga mengangguk mantap.

“Iya, Mbak. Memang segitu. Sudah termasuk fitting dan penyesuaian ukuran.”

Anggika menelan ludah.

“Astaga…”

Ia berbisik sendiri. “Ini kebaya apa cicilan motor, sih?”

Dari kejauhan, Mario berseru sambil mengangkat cangkir kopi.

“Pilih yang paling mahal aja, Gi!”

Anggika langsung menoleh dengan wajah kesal.

“DIAM! UANGNYA BUKAN DARI POHON!”

Mario tertawa kecil.

“Tenang, aku punya banyak uang untuk membiayai pernikahan kita yang sekali seumur hidup ini.”

“Aku denger loh!” teriak Anggika.

Pramuniaga itu tersenyum menahan tawa.

“Hehe… kelihatannya Mbak cocok sama yang ini.”

“Mau langsung dicoba di ruang fitting?”

Anggika menghela napas.

“Boleh, Mbak… tapi yang paling murah aja ya.”

Mario langsung menoleh.

“Nggak ada yang murah, Gi.”

Ia berkata santai tapi tegas. “Calon suami kamu ini calon kepala desa. Jangan bikin aku malu-maluin.”

Anggika mendengus.

“Iya, iya… mentang-mentang kaya raya.”

Pramuniaga tersenyum sopan.

“Baik, Mbak. Silakan masuk ke ruang fitting dulu.”

Anggika masuk ke ruang ganti. Beberapa menit kemudian, tirai terbuka.

Ia melangkah keluar dengan kebaya yang sudah dikenakan.

Pramuniaga menoleh ke Mario.

“Bagaimana, Mas? Sudah sesuai?”

Mario mengamati sekilas, lalu berdehem.

“Bisa dibantu dirapikan bagian atasnya, Mbak.”

Nada suaranya datar. “Jangan terlalu turun.”

Anggika langsung menoleh tajam.

“Hei! Jadi dari tadi kamu merhatiin ke situ? Dasar!”

Mario mengangkat alis.

“Aku merhatiin kebayanya, bukan kamu.”

“Alasan!” semprot Anggika.

“Atau jangan-jangan kamu emang mesum?”

Mario terkekeh kecil.

“Mesum apanya?”

Ia menatap Anggika sekilas lalu membuang muka. “Tenang aja. Yang kamu pikirin itu juga nggak ada yang spesial.”

“KURANG AJAR!”

Anggika refleks melempar bantal kecil sofa ke arah Mario.

Pramuniaga itu buru-buru menengahi sambil menahan senyum.

“Hehe… baik, Mbak. Nanti kami sesuaikan ya.”

Pramuniaga itu tersenyum canggung sambil mencatat.

“Baik, Mbak. Nanti bagian atasnya kami naikkan sedikit, biar lebih sopan dan nyaman.”

Anggika menarik napas panjang.

“Iya, Mbak. Tolong yang rapi aja. Aku nggak mau jadi bahan omongan sekampung.”

Mario menyahut santai dari sofa.

“Tenang, kalau ada yang ngomongin, bilang aja calon lurah yang jaga.”

Anggika melirik tajam.

“Sok jago.”

Pramuniaga menunjuk ke cermin besar.

“Kalau untuk warnanya, Mbak cocok dengan krem atau broken white. Kelihatan anggun.”

Anggika menatap bayangannya sendiri, sedikit terdiam.

“Yang ini… nggak terlalu tua, kan?”

“Nggak sama sekali, Mbak. Justru kelihatan elegan.”

Mario mengangguk pelan.

“Iya.”

Ia berkata jujur. “Kamu kelihatan… beda.”

Anggika menoleh cepat.

“Beda gimana?”

Mario terdiam sepersekian detik.

“Lebih cocok jadi istri orang.”

“HAH?!”

Anggika refleks menoleh ke pramuniaga. “Mbak, tolong catat… calon suami saya ini kebanyakan ngomong.”

Pramuniaga tertawa kecil.

“Hehe… baik, Mbak.”

Mario bangkit dari sofa, mendekat satu langkah.

“Serius, Gi.”

Nada suaranya lebih rendah. “Kalau mau pura-pura jadi pasangan, minimal kelihatan meyakinkan.”

Anggika mengalihkan pandangan ke cermin lagi.

“Jangan GR. Ini cuma kebaya.”

Mario tersenyum tipis.

“Kebaya yang nanti bikin satu desa percaya kamu milik aku.”

Anggika mengepalkan tangan.

“Jangan kebanyakan mimpi.”

Pramuniaga itu berdeham halus.

“Kalau begitu, Mbak mau lanjut coba model lain atau yang ini kita ukur ulang?”

Anggika menghela napas.

“Coba satu lagi aja, Mbak.”

Ia melirik Mario sekilas. “Biar orang itu nggak merasa menang sendiri.”

Mario tertawa pelan.

“Santai. Aku siap nunggu.”

Pramuniaga itu mengangguk.

“Baik, Mbak. Silakan masuk lagi. Saya ambilkan model basahan yang satunya.”

Anggika kembali masuk ke ruang fitting. Tirai tertutup, menyisakan Mario yang kembali duduk di sofa sambil menyeruput kopi.

Beberapa menit kemudian, tirai terbuka lagi.

Anggika keluar dengan kebaya berbeda—lebih sederhana, potongannya klasik.

Ia melangkah ragu.

“Yang ini… gimana?”

Mario mendongak. Sekilas ia terdiam.

“Ini lebih… kamu.”

Anggika menyipitkan mata.

“Kamu ngeremehin yang tadi?”

“Bukan.”

Mario berdiri. “Yang ini kelihatan kalem. Nggak terlalu mencolok, tapi anggun.”

Pramuniaga ikut menimpali.

“Iya, Mbak. Model ini biasanya dipilih pengantin yang mau tampil sederhana tapi berkelas.”

Anggika menatap bayangannya di cermin.

“Kalau ini dipakai pas akad… nggak aneh, kan?”

Mario menggeleng.

“Nggak.”

Nada suaranya lebih serius. “Justru pas.”

Anggika meliriknya cepat.

“Jangan sok ngerti.”

Mario tersenyum kecil.

“Calon suami wajib ngerti.”

“Berisik!”

Anggika menoleh ke pramuniaga. “Mbak, yang ini aja deh. Tapi jangan mahal-mahal ya.”

Pramuniaga tersenyum lega.

“Baik, Mbak. Yang ini memang lebih terjangkau dibanding tadi.”

Mario mengangguk setuju.

“Nggak apa-apa. Yang penting kamu nyaman.”

Anggika terdiam sesaat, lalu mendengus pelan.

“Tumben.”

Mario meliriknya sambil setengah bercanda.

“Aku juga bisa perhatian, asal nggak kamu cubit.”

“Itu refleks.”

Anggika melipat tangan. “Kamu nyebelin.”

Pramuniaga menutup buku catatan.

“Kalau begitu, kami ukur ulang ya, Mbak.”

“Pengambilannya bisa minggu depan.”

Anggika mengangguk.

“Iya.”

Mario menatap Anggika sejenak, lalu berkata pelan, hampir seperti gumaman.

“Sedikit demi sedikit, kamu mulai kelihatan cocok berdiri di samping aku.”

Anggika menoleh cepat.

“Mimpi.”

Tapi kali ini, ia tidak langsung pergi ke ruang fitting lagi.

1
Ayu
lanjut
Ayu
lanjut kak
wagiyah baru
lanjut
Nabila Nabil
promagh kok pedes... 🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: oh iya lupa 😭 efek lapar kayanya kak gagal fokus padahal aku punya asam lambung😭
total 2 replies
Anonymous
lanjut
Nabila Nabil
seneng lu ye tiap malam gempur si anggi mulu... 🤣🤣🤣🤣
Nabila Nabil
harus sehat banget ya... di kampungku yg 2 orang aku ceritain itu perempuannya gendut semua... makanya orang bilang pada bilang "diet nak menowo iso meteng" tapi ya gak didepan orang banyak bilanginnya,,, bisa bicara dari hati ke hati,,, itu mah namanya ngeledek, aku kalo ada yg bilang gitu mulutku rasanya gatal pengen belain tapi suami ku selalu bilang jangan ikut campur urusan orang.... hiiiihhh gatel mulutku.....
sundusiyah86
lanjut Thor lanjut
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
sundusiyah86
wkwkw cuma semcama aja Mario 🤣... lanjut Thor lanjut
sundusiyah86: hayuu gass keun Thor....jangan sampai berhenti 🤭🤭
total 2 replies
Nabila Nabil
pingit aja seminggu.... walau udah nikah tapi jangan diketemuin dulu🤣🤣
Prettyies: Sulit sepertinya😂
total 1 replies
Nabila Nabil
pukul pukulan mulut mereka... 🤣🤣🤣
Prettyies: Belum tahap berantem diranjang😅
total 1 replies
Nabila Nabil
dasar buaya... semua laki mah sama ngomongnya gitu.... eh tapi ada lho tetanggaku nikah udah lama ada 2 pasangan malahan,, lama banget gak punya anak... nah ada yg bilang suruh ganti jago atau ganti pasangan... ya gak mau lah.... edan aja... tapi respek sih pada setia banget....
Prettyies: Aamiin Terima kasih doaanya😊
total 3 replies
sundusiyah86
lanjut Thor lanjut keyen ceritanya....semoga Anggi SM Mario cepet nikah
Prettyies: Terima kasih Kak. Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Ayu
lanjut kak
Ayu
lanjut thor
wagiyah baru
lanjut
wagiyah baru
lanjut thor
Nabila Nabil
othornya pinter,, jadiin si tasya tumbal... padahal kan yak yg bikin marah nggak itu.... 🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Daripada nyalahin Pak Huda gak lucu banget kak😭
total 1 replies
Nabila Nabil
kasihan banget Anggika.... makanya terbuka Anggika.... terbuka sama Mario.... mario kalo dilihat tipe tipe sengklek tapi setia..... 🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Anggika masih trauma Kak. Semoga bisa luluh dengan perjuangan Mario. Mario memang setia.
total 1 replies
Nabila Nabil
perbaiki lagi ya kakak othor banyak yg typo... tapi tetep semangat... mungkin efek lapar.... 🤭🤭🤭
Prettyies: Siap Kak nanti aku revisi lagi🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!