arif dan Erika sudah menikah selama 3 tahun. Namun, Erika harus melepaskan pernikahan dan orang yang sangat dia cintai karena arif lebih memilih sepupunya, Lanni. Arif Wistan berhutang budi pada Lanni Baswara karena telah menyelamatkan nyawanya hingga gadis itu jatuh koma selama 3 tahun. Dibalik sikap lemah lembutnya, tidak ada yang tahu apa yang telah direncanakan Lanni selama ini, kecuali Erika. Erika bertekad akan membalaskan dendamnya pada keduanya karena telah menghancurkan hidupnya. Ada apakah sebenarnya diantara mereka bertiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ENAM
Erika menatap Yulia dengan ekspresi heran. Apa nenek benar-benar sudah tahu semuanya?
Yulia menarik Erika agar duduk di sampingnya dan berkata dengan sungguh-sungguh. "Jangan khawatir! Jika nanti malam dia tidak pulang lagi, aku akan menghukumnya untukmu dan mematahkan kakinya!"
Bulu mata Erika sedikit bergetar. Ternyata nenek hanya tahu penderitaan yang selama ini aku alami. Dia masih belum tahu soal perceraian kami.
Yulia memperhatikan ekspresi Gardan yang merengut, lalu mengomelinya, "Ada apa dengan ekspresimu? Kenapa? Kau marah karena aku menyuruhmu membawa istrimu kemari untuk makan malam?
Gardan mengendalikan ekspresi wajahnya dan menoleh pada Yulia. "Aku tidak berani.
"Hmph! Apa ada lagi yang tidak berani kau lakukan? Kau sudah tidak muda lagi! Kapan kau akan memberiku cucu? Tidakkah kau tahu, itu tugasmu untuk meneruskan garis keturunan keluarga kita?"
Erika bergegas membantu Yulia saat dia berdiri.
Gardan mengernyit dan melihat sekilas ke arah Erika.
Sementara itu, para pembantu menyadari bahwa Gardan sudah kembali dan segera menyiapkan meja untuk makan malam.
Jadi, Yulia menarik Erika menuju ke meja makan. "Kemarilah! Ayo kita makan malam! Jika dia tidak suka dengan makanan di sini, dia bisa pergi dan tidak perlu kembali lagi!"
Ekspresi wajah Gardan semakin menggelap. Dia tidak mengatakan apapun, dan hanya duduk di kursi di depan mereka.
Yulia menyajikan setumpuk makanan di piring Erika. Terlihat seperti Erika adalah cucu kandungnya, sedangkan Gardan adalah cucu menantunya.
Erika makan dengan lahap dan berbincang dengan Yulia.
Gardan yang berada di ujung meja tampak diabaikan. Dia meletakkan garpu dan beralih pada Yulia, "Nenek, kenapa tiba-tiba memintaku... Meminta kami untuk makan malam di sini?"
"Apa kau tahu sudah berapa lama kalian tidak menemuiku di sini?" Yulia menatap Gardan dan bahkan menjadi lebih marah saat dia melihat Gardan tidak peduli padanya. "Apakah sangat sulit untuk menghabiskan waktu denganku? Kakekmu sering bepergian untuk bisnis dan meninggalkanku sendirian di sini. Bagaimana bisa kau mengajukan pertanyaan semacam îní?"
Gardan terdiam.
Dia melanjutkan makannya dan tidak mengatakan apapun.
Di sisi lain, Yulia menjadi semakin gelisah dan menggebrak meja dengan tangannya. "Bagaimanapun juga, Erika adalah istrimu, dan kau harus membahagiakannya. Kenapa kau terus menerus pergi ke rumah sakit dan menghabiskan waktu dengan wanita licik itu? Masih belum cukup kah kau mempermalukan keluarga Wistam?"
Ekspresi wajah Gardan menjadi cemberut. "Nenek, Lanni menyelamatkan hidupku."
"Dia menyelamatkan hidupmu? Semua orang juga bisa melihat kalau dia itu menipumu!"
Gardan mengernyit dan menatap Erika dengan marah.
Erika melihatnya dan tersenyum mengejek.
Dia tahu Gardan pasti mengira dia sudah membeberkan rahasianya.
Sebelumnya, aku pasti khawatir Gardan akan salah paham, tetapi sekarang... Hah!
Siapa yang peduli jika dia salah paham?
Aku tidak akan rugi apapun.
"Berhenti menatapnya! Erika tidak mengatakan apapun padaku! Apa kau pikir aku tidak tahu? Kau pergi ke rumah sakit setiap hari dan tidak pulang ke rumah!
Gardan mengerutkan bibirnya dan tetap diam.
Makan malam mereka kini dipenuhi dengan omelan Yulia pada Gardan. Yulia tidak menggunakan kata-kata yang halus ataupun memberinya belas kasihan.
Erika merasa puas mendengar Gardan diomeli. Rasanya seperti seseorang telah membalaskan penghinaan yang sebelumnya dia derita.
Setelah mengobrol sedikit lebih lama dengan
Yulia, Erika dan Gardan akhirnya keluar dari mansion.
Namun, Erika masih merasa dilema.
Yulia masih belum tahu jika mereka berdua sudah bercerai. Dengan begitu, mereka masih harus berpura-pura sebagai pasangan dan berbagi mobil yang sama.
Namun tetap saja, Erika tidak ingin berhubungan lagi dengan Gardan. Amarahnya sudah mendidih hingga dia merasa frustrasi saat dalam perjalanan ke mansion tadi.
Di sisi lain, Gardan tetap berdiri di tempatnya dengan ekspresi masam. Tetapi Yulia tidak peduli dan mengomelinya, "Kenapa kau tidak membukakan pintu untuk istrimu? Nak, dimana sopan santunmu?"