NovelToon NovelToon
Paman, I Love You

Paman, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.

Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Manekin Hidup

Wajah Nika pagi ini laksana mentari yang begitu cerah menyinari bumi. Langkah kakinya menuju ruang makan di mana setiap pagi Ezra selalu ada di sana. Senyumnya melengkung indah ketika lelaki yang hobi memakai pakaian hitam sudah duduk di sana.

Segelas susu putih hangat sudah Ezra sodorkan. Dahi Ezra mengkerut karena gadis cantik itu tak menerimanya. Namun, matanya membola ketika pemilik tangan putih mengambil gelas yang ada di atas meja. Setengah gelas Susu hangat yang sisa Ezra teguk. Nika dengan santai meminumnya tanpa rasa jijik.

Nika pun tersenyum dan meraih gelas yang masih mengambang di udara. Lalu, mendekatkan wajahnya ke arah telinga lelaki yang masih duduk mematung akibat syok terapi di pagi hari.

"Lebih enak susu bekas Paman."

Mata Ezra membulat. Dan gadis itu segera berlari menjauhi lelaki yang kembali diberi syok terapi oleh gadis nakal. Kepalanya menggeleng karena tak habis pikir dengan kelakuan Nika.

Anehnya, gadis itu memasang wajah biasa ketika sudah berada di dalam mobil. Seperti tak ada malu. Malah fokus pada ponsel di tangan. Ujung mata Ezra menangkap senyuman yang begitu manis yang melengkung di wajah Nika dengan mata yang tertuju pada benda pipih.

"Pulangnya saya jemput di tempat biasa."

"Hem."

Atensinya beralih tatkala mendengar jawaban yang paling dia benci. Sedangkan gadis cantik itu masih asyik menatap layar ponsel. Hembusan napas kasar pun dikeluarkan.

Lelaki yang selalu berpakaian formal sudah melajukan mobil menuju perusahaan yang dia kelola. Tugasnya mengantarkan Nika sudah selesai. Dan kembali ke pekerjaan utamanya.

Sapaan yang diberikan oleh para karyawan tak direspon sama sekali. Langkahnya terus membawanya menuju ruangan yang ada di lantai lima. Di depan pintu seorang wanita cantik sudah menunggu. Menyebutkan jadwalnya hari ini sambil memberikan beberapa berkas penting. Hanya dengan satu gerakan tangan, wanita cantik itu kembali ke tempatnya. Sedangkan Ezra masuk ke ruangannya.

Pikirannya tertuju pada berkas-berkas, tapi tangannya meraih ponsel yang baru Saja bergetar. Dia pun mulai mengalihkan pikiran serta pandangan ke layar ponsel karena sebuah pesan dari seseorang.

Nayanika

Pulangnya mau teh susu hangat 😍

Hanya dibaca tanpa dibalas sama sekali. Dan kembali matanya terfokus ke lembaran berharga yang harus diperiksa.

Ponsel kembali bergetar ketika sudah memasuki jam makan siang.

Jangan lupa makan siang Paman

Dan lagi, Ezra tak menggubris. Sedangkan gadis cantik itu tengah menunggu balasan. Bibirnya mulai mengerucut ketika pesannya tak jua dibalas.

"Enggak punya tangan apa buat balas," gerutunya.

Hembusan napas kasar keluar dari bibir Nika. Dia terdiam sambil berpikir. Ezra itu tak jauh beda dengan para jantan di keluarga besarnya. Walaupun ada kesamaan sedikit dingin.

"Goda dia sama aja kayak goda manekin,* ocehnya lagi.

Ketika melihat gadis yang dijemput sudah keluar gerbang, kaca mobil mulai diturunkan. Nika segera menuju mobil dengan wajah yang datar. Hingga segelas teh susu hangat Ezra berikan.

Nika tak berekspektasi lebih perihal teh susu hangat yang diinginkan. Ternyata dibelikan oleh Ezra. Padahal kedainya cukup jauh dari kampus.

"Makasih."

Manusia itu bagai patung. Tak menjawab ataupun merespon dengan gerakan apapun. Nika tak mengindahkan yang paling penting teh susu hangat yang diinginkan sudah didapat. Bibir Ezra terangkat sedikit melihat wajah Nika yang kembali ceria setelah minum teh susu hangat.

.

Di tengah damainya suasana rumah, tetiba langkah orang berlari terdengar. Ezra menoleh ke asal suara di mana Nika sudah berlari ke arahnya.

"Nonton yuk!"

Kedua alis Ezra beradu mendengar ucapan yang terlontar begitu tiba-tiba. Ditatapnya Nika dengan penuh tanya. Namun, sang gadis malah menggoyang-goyangkan lengan Ezra dengan manja.

"Ayo, Paman! Ayo!"

Begitu berani sekali gadis di sampingnya ini. Tanpa ragu dan malu menyentuh lengan Ezra tanpa permisi. Belum ada perempuan seberami Nayanika Gentari Addhitama..

"Ganti bajunya."

Teriakan penuh kegirangan memekik gendang telinga. Ezra menggelengkan kepala melihat tingkah Nika yang lain dari yang lain.

Gadis itu tak memberitahu film apa yang akan ditonton. Ezra pun hanya mengikutinya saja. Kini, Nika dibuat terkejut akan sikap Ezra. Lelaki yang seperti manekin hidup itu memberikannya popcorn dan juga minuman bersoda. Sontak senyumnya melebar.

"Makasih, Gege (Kakak)"

Tubuh Ezra mematung mendengarnya. Dia menatap Nika yang sudah tersenyum begitu manis. Dan dalam hatinya terbahak melihat wajah penuh salah tingkah yang dibalut dalam wajah tenang.

Tawa lepas Nika mampu mengalihkan pandangan lelaki yang duduk anteng tepat di samping gadis cantik itu. Film yang mereka tonton memang film komedi tanpa ada bumbu romansa.

Kefokusan Nika sedikit terganggu ketika Ezra mengeluarkan ponsel dari dalam jas. Ujung matanya mampu melihat ada panggilan masuk ke ponsel lelaki yang tengah menemaninya. Dia sudah siap jika akan ditinggalkan di mall ini. Namun, dugaannya salah. Panggilan yang masuk malah ditolak.

"Tumben," gumamnya sambil makan popcorn..

Ketika sudah keluar dari bioskop, Nika berjalan mendahului Ezra. Dia tak memiliki niatan untuk pergi ke tempat lain. Perjanjian mereka hanya untuk nonton film. Langkah Nika mendadak terhenti karena cekalan dari belakang. Tanpa kata lelaki yang menjaganya membawa Nika masuk ke sebuah restoran yang ada di mall.

"Makan dulu sebelum pulang."

Perlakuan Ezra membuatnya bahagia. Rasa kesepian mulai menguar. Apalagi act of service-nya luar biasa.

"Paman, udah punya pacar belum?"

Tetiba Ezra tersedak dan Nika segera mengambilkan minum untuk lelaki yang berada di seberangnya.

"Apa Paman enggak suka perempuan?"

Tatapan tajam dilayangkan membuat mimik wajah Nika berubah. Cengiran bagai kuda mulai ditunjukkan.

"Kan cuma nanya," ujarnya dengan kepala yang menunduk.

Ternyata menghadapi manekin hidup lebih melelahkan dibandingkan manusia kulkas. Memang tak ada kalimat pedas, tapi begitu irit dalam berucap. Harus bisa menerka pikiran bagai cenayang.

.

Ponsel yang biasanya begitu sepi kini sering bergetar. Ulah Nayanika yang terus mengiriminya pesan. Bahkan beberapa karyawan pun mulai saling pandang karena selama rapat berlangsung ponsel sang direktur sering bergetar. Dan sedikit aneh lelaki yang terbilang dingin dan kejam tak membiarkan ponsel itu bergetar. Segera meraihnya dan melihatnya.

Nika menghembuskan napas kasar. Menyandarkan punggungnya di kursi yang dia duduki. Sudah dua Minggu mengirim pesan kepada Ezra, tapi tak satupun pesannya yang dibalas.

Pintu mobil penumpang ditutup dengan cukup kencang membuat Ezra menoleh ke arah Nika. Bibir gadis cantik itupun mulai terbuka.

"Tangannya udah gak berfungsi?" Seketika dahi Ezra mengkerut. Belum paham dengan apa yang dikatakan Nika. "Sampe bales chat aja enggak bisa," omelnya sambil memasang seatbelt.

Ada kelegaan di hati Ezra ketika tahu maksud dari perkataan Nika. Dan hanya satu kata yang menjadi jawabannya, sibuk.

"Sibuk kok berkepanjangan," sahutnya dengan begitu judes.

Ezra tersenyum kecil ketika ujung matanya melihat wajah kesal Nika yang begitu lucu. Namun, sebuah perkataan membuat senyum itu menghilang berubah jadi tatapan tajam.

"Dasar manekin hidup!"

...**** BERSAMBUNG ****...

Coba atuh dikomen, perasaan sepi amat 🤧

1
Kasih Sklhqu
kasihan paman gantatr
kasihan paman ganteng di tinggal Nika
nonaleutik
bahhh kabur ke mana lagi nihh si niknik
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
NadiraDira
nikaaaa.....mau kemana....
Salim S
dua orang yg sama-sama saling mencintai tapi sama-sama terluka
Wiwin Winarsih
elang bukan nih yg bawa nika terbang...
Yeni Yeni123.
rasain tuh....ga tegas sih jd cowok , di tinggal deh....
Lusi Hariyani
ternyata nika bs bersikap dewasa
sum mia
laahhh..... Nika beneran pergi . entah seperti apa nanti kecemasan , kepanikan , dan kekecewaan yang Ezra rasakan . barulah dia akan sadar bagaimana perasaan yang sebenarnya pada Nika .
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Diana Nur
jd melow nih😭😭😭😭😭
Tanti Retno Wati
ah sedih nya
El Dzaky
kok jadi sedih sih/Sob//Sob/
Nurminah
ah meleyot hati ku
Tanti Retno Wati
ya ampun zra kmu ko GK peka banget
Tanti Retno Wati
lanjut
Rahmawati
gimana sih paman jd bingung sm sikapnya
Gaishan Ahzar
dah Nika jangan mau terus bertahan disituasi begini,mending berhenti ngejar c Ezra fokus ma pendidikan za cuekin balik c Ezra...ternyata c Ezra masih gamon ma masa lalunya yg jelas2 dah pernah nyakitin dia/Smug//Smug/
sum mia
sumpah.....aku geregetan banget sama si Ezra . yang terlena dengan masa lalunya . pengen tak getok aja tuh kepalanya biar gegar otak sekalian . nanti setelah Nika menjauh dan pergi baru tau rasa , baru menyesal dia .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia: di tunggu double up nya kak.....😍😍😍
total 1 replies
Riris
mudah2n kesalahpahaman ini cepat berlalu ya nika😔
Lusi Hariyani
beneran tunangan apa vm sandiwara nich
ria rosiana dewi tyastuti
jangan2 ni akal2an tua bangka bangkotan itu siapa tu.....kakek siapa tu....namanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!