NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar Bos

Menikahi Adik Ipar Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu

~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.

Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.

BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menahan Diri dari Godaan

Essa kembali ke apartemen. Sesuai apa yang dikatakan Essa, dia ingin pisah kamar. Apartemen Alex hanya memiliki satu kamar, sehingga Alex hanya menambah satu kasur kecil di dalam kamarnya untuk tidurnya.

Alex, tidak akan membiarkan gadis kancil itu tidur di kasur yang kecil, itu sebabnya ia yang mengalah. Walaupun dalam satu kamar tidur mereka tetap terpisah karena Arek memberi pembatas dengan sebuah lemari kecil sebagai penghalang tempat tidur mereka.

Alex pun memerluas lemari, yang menggantinya dengan ukuran yang besar sehingga muat untuk banyak baju. Terutama pakaian Essa yang begitu banyak.

Alex, juga menambah satu meja rias di kamarnya, atas permintaan Essa. Biarlah ia menuruti semua kemauan gadis itu agar tetap di apartemen tidak kabur lagi. Anggap saja, jika Essa adalah putrinya.

Dan benar saja Essa, terlihat senang. Pagi ini dia menghias meja itu dengan kosmetiknya, tidak lupa dua gantungan yang berdiri kokoh di samping jendela, dulu Alex hanya menggantung jasnya sekarang—seragam sekolah dengan tag name Vanessa Aneth terpajang rapih di sana.

Alex membuang nafas kasar, lantas beranjak yang pergi dari sana. Alex, berjalan ke arah dapur, mengambil gelas kosong lalu mengisinya dengan air putih. Alex meminumnya dengan perasaan hampa, entah apa yang dia rasakan haruskah Alex bahagia sekarang.

Seharusnya dia biarkan saja Essa pergi dari apartemennya, mengakhiri pernikahan sebelum terlambat seharusnya ia menyetujui itu. Tapi, kenapa hatinya lain, Alex malah membawanya kembali.

Alex menghela pelan nafasnya, menaruh kembali gelas kosong itu lantas berjalan ke arah balkon yang terdapat di samping jendela ruang tamunya. Apartemennya berada di lantai 15 tentu saja bisa kalian tebak pemandangan seperti apa yang terlihat.

Alex membungkukkan tubuhnya, menopang kedua tangan pada sisi pagar. Sambil melihat-lihat pemandangan indah ibu kota di malam hari, cahaya yang berwarna-warni menghiasi gelapnya kota itu.

"Om, sedang apa di sini? Wah ... indah sekali."

Essa, tiba-tiba muncul gadis itu awalnya mencari Alex, untuk meminta sesuatu tetapi ia dibuat takjub dengan pemandangan malam.

Alex, menoleh ketika Essa mendekatinya, dan berdiri di sampingnya.

"Wah, ini indah sekali. Om bisa fotokan aku."

Kening Alex mengerut. Aneh, bocah itu sangat aneh. Pagi tadi ia sangat marah tapi malam ini ia terlihat biasa saja, semudah itukah suasana hatinya berubah.

"Om, ayo fotokan aku kenapa hanya diam." Essa memberikan handphonenya.

"Untuk apa?"

"Untuk pamer pada teman-temanku, biar mereka juga tahu aku tinggal di apartemen mewah. Walaupun kamarnya hanya satu."

"Mulai lagi," gumam Alex lalu memotret asal Essa dengan handphone itu.

"Ih, Om kau tidak bisa memotret ya, aku terlihat pendek dan gemuk."

"Memang kau pendek."

"Ih, dasar Om tua," ejeknya membuat Alex terbelalak. "Seharusnya Om itu bangga punya istri semuda aku, cantik, imut, bisa membawamu menjadi muda."

"Ck, menjadi muda," decak Alex menyunggingkan bibirnya. "Yang ada aku cepat tua, karena emosian menghadapimu," balas Alex dengan jengkel.

Alex memalingkan tatapannya, Essa menatapnya cemberut. Namun, detik kemudian wajahnya menjadi datar, Essa menghela nafas panjang lantas berkata, "Om, terimakasih," ucapnya membuat Alex menoleh menatapnya heran.

"Terima kasih sudah membeli semua keinginanku. Maaf jika aku merepotkan."

"Ya, kau selalu merepotkan," gumamnya tapi tidak terdengar oleh Essa.

"Mulai hari ini kita berteman—jangan bertengkar lagi Om aku lelah. Kita teman," ucapnya mengulurkan tangan untuk dijabat oleh Alex.

Alex hanya diam. Menatapnya dengan bingung, bocah itu memintanya menjadi teman apa ini pertanda bagus, awal dari kedekatan mereka? Mungkin iya, semua berawal dari teman, menjadi dekat, dan sahabat, lalu menjadi cinta. Haruskah Alex, memikirkan itu? Tidak.

Dia tidak boleh mencintai gadis itu, entah berapa lama pernikahan itu berjalan, Alex tidak sanggup lama apalagi harus selamanya.

Essa, punya masa depan ia tidak boleh merenggut masa depannya, impiannya masih panjang. Mungkin mereka harus bertahan untuk beberapa tahun, sebelum akhirnya berpisah—walau tidak ada kesepakatan itu saat menikah.

"Om, kau ini kenapa? Hanya jabat tanganku saja." Essa menarik tangan Alex, agar menjabatnya. Seketika tawa gadis itu merekah, Essa terlihat begitu anggun malam ini tidak seperti sebelumya yang hanya memasang wajah muramnya.

"Sudah malam, sebaiknya kau masuk. Ayo, masuklah kau harus sekolah besok." Alex, mendorong Essa supaya masuk ke dalam, Essa hanya pasrah ketika di dorong olehnya.

Alex, membuang nafas segera, entah kenapa ia merasakan hal yang berbeda pada hatinya. Entah, getaran apa itu tapi ketika kedua tangan mereka menyatu saat saling menjabat, detak jantungnya merespon aneh. Tentu saja Alex langsung melepasnya dan menyuruh Essa pergi dari hadapannya.

"Apa ini? Kenapa hatiku berdebar. Mungkin karena akhir-akhir ini aku stres, terlalu banyak pekerjaan jadinya seperti ini."

Alex, hendak berbalik yang kembali masuk meninggalkan balkon. Akan tetapi langkahnya tiba-tiba harus berhenti, ketika sebuah getaran terasa dibalik saku celananya.

Alex, merogoh ponselnya—matanya menyipit menatap nomor tidak dikenal yang tertera pada layar. Hanya beberapa menit sambungan itu pun terputus dan mati karena Alex tidak menjawabnya. Alex, mematikan ponselnya lalu masuk ke dalam.

Keesokan paginya, Alex bangun lebih awal. Ia akan menggunakan kamar mandi sebelum Essa, sudah bisa dipastikan kenapa harus Alex, lebih dulu karena wanita selalu membutuhkan waktu lama saat berada dalam kamar mandi.

Alex, langsung mengenakan baju dinasnya, celana navy dan kemeja blue sea, Alex belum memakai dasi dan jasnya, karena ia harus membangunkan gadis kancil sebelum membuatkan sarapan.

"Essa bangunlah, Es ..."

Dugh

Spontan tubuh Alex, terhuyung lantas terjatuh ke atas kasur. Hendak membangunkan Essa, tapi kakinya tersandung boneka bear yang membuat tubuhnya oleng dan harus mendarat di atas kasur milik Essa.

Matanya seketika membulat saat wajahnya hampir saja mencium bibir ranum gadis itu. Aneh, bukankah Alex, terjatuh tepat di bibir ranjang tidur tapi kenapa wajah Essa yang hampir tercium bukan kakinya.

Ya, begitulah Essa. Gadis comel itu tidak pernah tidur dengan benar, dia akan menjelajahi kasur seperti sedang menjelajahi dunia, berguling seolah itu rotasi bumi yang berputar 360 derajat hingga kepalanya berada di ujung ranjang tidurnya.

Dan alhasil apa? Alex, jatuh tepat di atas wajah gadis itu. Hembusan nafasnya terasa hangat, membuat Essa menggeliat tetapi tidak dengan Alex, yang tercengang, jantungnya mendadak berdebar ketika belahan indah menguji imannya.

Belahan apa?

Tentu saja, belahan dibalik dada datar milik Essa. Alex, langsung berdiri sebelum semuanya terlambat. Terlambat karena dia akan menyentuhnya, mungkin menyesap dua buah bakpao lembut dan kenyal itu.

Alex berdiri lantas berbalik memunggungi Essa.

Bagaimana kondisi jantungnya?

Jangan tanyakan lagi, tentu saja terpompa lebih cepat dari biasanya.

"Essa, bangun! Ini sudah pagi." Akhirnya Alex, bicara tanpa menatap gadis itu.

"Essa!"

"Hmm ... Lima menit lagi."

"Aku tidak akan mengantarkanmu jika kamu terlambat."

Setelah mengatakan itu Alex keluar, sementara Essa, gadis itu terbangun dalam keadaan rambut acak-acakan.

Alex, berjalan menuju dapur mengambil gelas kosong yang langsung diisinya. Tubuhnya butuh banyak cairan pagi ini. Setelah, hatinya tenang Alex melanjutkan aktifitasnya memasak sarapan pagi untuk mereka.

Alex menyiapkan dua buah sandwich dengan telur dadar dan sayuran. Segelas kopi untuk dirinya dan satu gelas susu untuk Essa. Alex benar-benar sudah seperti seorang pria duda yang hidup bersama satu putri dan ditinggal istrinya, ia harus menggantikan peran ibu menyiapkan sarapan pagi untuknya dan Essa.

"Sarapan apa pagi ini?"

Essa, sudah keluar dengan seragam sekolahnya. Lagi-lagi Alex dibuat terpaku, dengan kemolekan gadis imut di depannya. Essa, menguncir rambutnya di kedua sisi, membiarkan leher jenjangnya itu terlihat, rok selutut membuat paha mulusnya terekspos, yang kembali menggetarkan jantung Alex.

Oh shit, ada apa denganku ini. Alex hanya bisa mengumpat dalam hati.

Lagi-lagi ia dibuat tergoda, entah kenapa melihat bibir sexy yang manis dan mengkilap karena Liptin membuat Alex, semakin ingin melahap bibir mungil itu apalagi ketika bibir itu bergerak naik turun saat mengunyah sandwich.

Alex kau sudah gila! Buang pikiranmu itu, ingat! Dia hanya gadis SMA setiap lengkuk tubuhnya tidak ada yang menggoda.

"Om, kenapa diam? Apa tidak sarapan?"

"Ehm ... ya, aku sarapan," jawab Alex gugup.

...----------------...

Jangan lupa dukungannya buat aku dong, biar semangat update. Tinggalkan jejak dong walau hanya hi, hello. Like, Vote, dan hadiahnya selalu, ya.

Terimakasih

1
Khoirun Nisa
lanjutkan kakak ceritanya,
Inez Putri
sudah 3hari gak up, kok cm 1 up nya thour..
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.
Inez Putri
semangat thour
panjul man09
uh , cerita yg sama
panjul man09
jangan tumbuhkan rasa suka alex pada essa, tunggulah sampai essa tamat smu ,beri kesempatan essa kuliah dulu.
panjul man09
jangan terlalu banyak konflik seperti cerita di novel lain , alex harus lebih sabar menghadapi essa ,selalu mengalah , walaupun tidak saling cinta ,alex harus memperlihatkan keromatisannya pada essa
Dini_Ra
Jangan lupa komentar like dan Vote 💪🙏
Dini_Ra
Jangan lupa like dan Vote komentarnya🙏
Dini_Ra
Ayo dong like dan komentarnya 🙏
Dini_Ra
Tinggalkan jejak sedikitlah 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!