Sinopsis
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kurosawa Ren (6)
Kurosawa Ren (6)
Ren berlatih seperti biasa, kali ini dia sendirian karena Naruto berada di Akademi.
Banyak waktu ia habiskan untuk latihan fisik.
Terkadang Guy datang untuk melihat perkembangannya.
Ketika ada waktu luang, Ren akan pergi ke toko untuk mendapatkan pekerjaan memindahkan barang dan memperoleh upah yang layak.
{Kau terlalu keras pada dirimu sendiri,} suara seorang gadis terdengar.
Hyuuga Ayane muncul dari balik pohon.
Ayane tidak seberuntung Neji yang bisa masuk Akademi ninja.
Ayane sering menghabiskan waktu latihan di kediaman Hyuuga dan ketika memiliki waktu luang, dia lebih memilih untuk berdiam diri.
Kali ini, dia ingin pergi melihat Ren yang juga tidak masuk Akademi.
{Kekuatan tempur 12 poin...} gumam Ren pada dirinya sendiri.
{Apa?} Ayane menyipitkan mata.
{Ah, tidak. Aku hanya bicara sendiri. Ngomong-ngomong, kenapa kau di sini? Bukankah harusnya mengawasi Nona-mu?}
{Hanya saat Nona tidak masuk Akademi...} jawab Ayane tenang.
Ren merenggangkan kedua tangannya.
{Lalu, ada keperluan apa? Pasti ada sesuatu, kan?}
{Tidak ada. Hanya bosan...}
Ren menghela napas.
Gadis ini datang hanya karena bosan, benar-benar membuatnya menebak-nebak alasan Ayane datang.
{Kalau begitu, maukah kau bertanding denganku? Tidak serius... aku hanya penasaran sejauh mana hasil latihanku...} Ren tersenyum ramah.
{Hmm... hasilnya sudah jelas. Aku tidak mau menindas yang lemah.}
{Apa aku terlihat menyedihkan sampai seperti itu...?}
Ayane melangkah hingga mereka saling berhadapan pada jarak yang cukup jauh.
Ayane memasang kuda-kuda, sementara Ren tersenyum dan ikut bersiap untuk memulai.
{Kau duluan. Tidak adil kalau aku yang mulai lebih dulu,} ucap Ayane tanpa mengubah ekspresi wajah.
{Bukannya gadis duluan? Tidak sopan kalau aku yang menyerang lebih—}
{Banyak bicara. Mau bertanding atau mau ngobrol?} Ayane menatap tajam.
{Oke, oke! Aku mulai!} Ren langsung berlari menyerang, dan Ayane memusatkan perhatian untuk menilai langkah Ren selanjutnya.
Ayane berhasil menghindari tinju kanan Ren, namun Ayane terkejut melihat kekuatan serangan Ren cukup besar.
Jika saja Ayane tidak berlatih sejak usia dini, ia yakin akan langsung kalah.
(Mustahil?! Dia cepat?) pikir Ayane.
Kekuatan fisik Ren terlalu kuat untuk melawan gadis usia 8 tahun.
Meski Ayane berasal dari klan Hyuuga, perbedaan kemampuan tetap terlihat jelas.
{Byakugan!} seru Ayane.
(Kekuatan tempurnya 5, aku harus menyesuaikan...) pikir Ren.
Ayane berhasil menepis pukulan dan tendangan Ren.
Ayane merasa sakit pada tangannya, serangan Ren jauh lebih kuat dibandingkan pukulan Neji.
(Kenapa bisa seberat ini? Kami seumuran!) Ayane menggertakkan gigi.
Jelas mereka sama-sama berusia 8 tahun, namun kekuatan pukulan yang diterimanya terasa seperti melawan orang dewasa di klan.
{Kau kalah...}
{Huh? Aku kalah? Belum! Kita baru saja mulai!}
{Kau kelihatan kesakitan. Aku sudah mengurangi kekuatan, tapi tetap saja sulit untukmu menerima bebannya.}
{Kau meremehkanku!}
Telapak tangan Ayane menghantam tubuh Ren lebih dari sepuluh kali.
Ren sengaja menerima serangan itu karena ia penasaran seberapa kuat daya tahan tubuhnya.
Ayane terdiam melihat Ren terjatuh.
Keringat menetes di pelipisnya, dan ia langsung cemas karena tadi ia menggunakan seluruh kekuatannya, yang bisa membuat orang biasa mengalami cedera parah.
{Hiss… sakit sekali~} Ren tersenyum main-main.
Ekspresi Ayane langsung muram.
Tadi ia sempat khawatir, tetapi kini berubah ingin menghajar Ren sampai babak belur sampai semua orang tidak bisa mengenalinya lagi.
Ren bangkit, melakukan salto ke belakang beberapa kali, lalu melompat kecil.
{Fiuh, aku kira aku tidak akan bisa bangun lagi. Untung aku punya fisik luar biasa…}
{Kau…} Ayane tak mampu berkata-kata. Yang ia lihat benar-benar tidak normal.