NovelToon NovelToon
Kalau Memang Serius Lamar Aku Pada Ayahku.

Kalau Memang Serius Lamar Aku Pada Ayahku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:145
Nilai: 5
Nama Author: DP aja

perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab6

Setalah dani menunggu kurang labih 30 menit akhirnya asri selesai juga,dan dani jadi melongo melihat penampilan asri yg sangat cantik di balut dengan jaket jean dan celana kulot  dan jilbab hijau muda,sangat cantik dengan riasan tipis di wajahnya.

"Aku udah siap mas, mari berangkat,keburu siang!" kata asri setelah keluar pintu,dan dani jadi melongo melihatnya,sampai asri memanggilnya lagi.

"Mas,mas dani."lanjut asri sambil mengibaskan tangan di depan muka dani.

Dani masih tetap terpesona menatap wajah cantik Asri.

"Sangant cantik."satu kata yang spontan keluar dari mulut dani.

Asri tampak kaget mendengar perkataan Dani,bahkan dia sampai mengulangi untuk memastikan apa yang dia dengar tadi.

"Hah,apa mas?"tanya asri memastikan pendengarannya. karena mendengar pujian dari dani,seketika kupu kupu beterbangan di perutnya,dan semburat merah nampak di kedua pipinya.

Setelah Dani sudah dapat menetralkan perasaannya baru dia berdehem untuk menetralkan perasaannya.

"Eeem,ayok kita berangkat sekarang aja, keburu siang,sekalian cari sarapan di mana?"lanjut sahut dani karena malu ketahuan asri karna dia memuji asri.

"Sarapan di nasi soto depan gang sana aja ndak papa kan mas?" sahut Asri selanjutnya.

"Oke deh yuk,"dan mereka berangkat berboncengan dengan motor dani menuju warung soto langganan asri.

Tak berapa lama setelah berkendara akhirnya mereka sudah sampai di warung yang di maksud oleh Asri. Setelah turun dari motor Dani,mereka segera masuk ke dalam warung tersebut.

"Mbak asri sering makan di sini?"tanya dani membuka obrolan sambil menunggu pesanan.

"Iya mas,kalau lagi males masak,paling cuma masak nasi,trus beli lauknya mas biar irit." jawab Asri yang di tanya oleh Dani." oiya mas jangan panggil mbak,aku kan keliatannya lebih muda dari mas dani,masak di panggil mbak." lanjut Asri yang merasa tak nyaman di panggil mbak oleh Dani.

Dani tampak langsung menoleh ke arah Asri,dia tersenyum.

"Trus panggil apa dong? masak panggil sayang?"sahut Dani sambil menggoda Dani.

Di tanya Dani seperti itu malah membuat Asri jadi bingung untuk menjawab apa.

"Ya terserah,nama aja ndak papa nggak usah pakai mbak." jawab Asri salanjutnya.

Dani malah tersenyum mendengar jawaban dari Asri, hingga Dani memiliki ide untuk mengerjai Asri.

"Masak nama aja,yaudah dek,sayang,atau bebeb?" balas dani sambil tersenyum dan memainkan alisnya.

Belum sempat asri menjawab bu parsi sudah datang mengantar pesanan mereka.

"Ini pesanannya mbak asri,wah sekarang bawa pasangan ya?"tanya bu parsi penjual soto dengan selidik.dan di balas senyuman oleh asri dan dani.

"Mbak asri sebenarnya kamu mau aku jodohkan sama anakku,dia kerja di pelayaran,pulang seminggu lagi,kan kalau pelayaran uangnya banyak."timpal bu parsi panjang lebar sambil melirik dani dengan sinis mengejek,karna dilihat penampilan dani yang sederhana dan naik motor  tidak naik mobil,dan yakin kalau dani cuma buruh biasa,beda sama bobi anaknya yang seorang pelayaran,yang sudah punya mobil,walau belinya bekas.

Asri tampak tak nyaman dengan perkataan bu Parsi. meski hubungannya dengan Dani belum mendapat restu dari ayahnya, tapi Asri berharap agar ayahnya mau merestui mreka.

"Maaf bu,yang namanya jodoh itu sudah suratan allah bu,saya cuma memohan di beri jodoh yang bisa jadi imam bagi kami nanti,yang soleh dan tulus mau menerima saya apa adanya."jawab asri bijak.seketika membuat dani berbunga.

bu Parsi yang mendengar perkataan dari Asri yang berarti penolakan secara halus,tapi masih tetap berusaha mencari celah.

"Iya,tapi kan tetep butuh materi mapan,apa cukup makan tulus dan cinta aja?kita jadi perempuan juga harus realistis juga lo!mas kamu kerja apa sih?"tanya bu parsi dengan sinis kepada dani.

Dani yang di tanya bu Parsi tentang kerjaan, Dani masih tetap menjawab dengan santai.

"Saya montir bu."jawab dani merendah,soalnya ndak mungkin dani jujur kalau dia pengusaha karna dia sedang menyamar.

mendengar jawaban dari Dani,membuat bu Parsi jadi terbahak

"Ha.ha.ha,cuma montir to?ya jauh di banding anak saya yang pelayaran,ejek bu parsi.

Dan ucapan bu parsi membuat asri tersinggung, dan memilah mengajak dani pergi sebelum menghabiskan makannya,karna ndak enak sama dani.

"Maaf bu parsi, soal jodoh udah urusan allah,saya hanya menjalani saja,kalau saya nyaman dan cinta kepada mas dani emang kenapa?ini hidup saya yang menjalani juga saya,ayo mas dani kita langsung aja."sembari mengajak dani keluar,dani pun menuruti asri sekalian membayar sarapan mereka yang belum habis dengan menyerahkan uang satu lembar uang seratus ribu.

"Makasih bu masukannya,mungkin ini bisa jadi motivasi saya untuk lebih giat bekerja untuk membahagiakan asri nanti,ini uangnya ambil aja kembaliannya." ucap Dani sembari menyerahkan uang seratusan ribu rupiah.

Asri dan dani pun melesat membelah jalanan kota "S" di hari minggu menuju kampung asri.di perjalanan asri membuka obrolan dengan dani untuk mengurangi kecanggungan.

"Mas,maaf omongan bu parsi tadi ya!"kata asri agak keras biar dani dengar.tapi dani malah menghentikan motornya di pinggir jalan lalu memasang intercom pada helm asri agar enak ngobrolnya ndak perlu teriak.

"Nah gini kan enek ngomongnya supaya kamu ndak perlu teriak."jawab dani uang seperti tau pertanyaan asri yang masih di dalam hati.dan melajukan motornya lagi.

"Dek kenapa diem,tadi dek asri mau tanya apa?" tanya Dani ketika merasa Asri hanya diam saja.

Asri yang di tanya Dani tampak salah tingkah,dan benar kata Dani,bahkan Asri bisa mendengar suara Dani dengan jelas.

"Oh,ini mas maaf tadi omongan bu parsi yang kurang enak di dengar."jawab asri sedikit gugup dan tersipu sipu karena di panggil dek oleh dani.

"Oh itu santai aja dek mas udah biasa,tapi dek Asri ndak masalah sama mas yang seorang montir dan hasil paspasan,dan cuma naik motor jambret?"tanya dani balik ke asri.

Asri yang tahu maksud dari pertanyaan Dani tampak langsung cemberut.

"Mas emang aku seistimewa apa?kok berani mematok macem macem,bagi aku yang penting mas tanggung jawab,menyayangi aku tulus dan bisa membimbing aku lebih baik,dan lebih takut tuhanya dari apapun.itu cukup buatku,soal materi bisa kita cari bersama."jawab asri penuh keyakinan.

"Iya dek maafin mas ya mas ndak bisa menjanjikan yang lebih,mas cuma bisa berusaha.kita sama sama berusaha untuk yang terbaik."jawab dani.

Dan setelah perjalanan 45 menit akhirnya mereka sampai di depan rumah yang sederhana yang pintunya masih tertutup,sepertinya pemiliknya sedang pergi.

"Kita sampai mas,mari mas kita turun."ajak asri ke dani.

"Iya,bentar dek,"jawab dani memarkirkan motor dan melepas helmnya dan menyusul asri ke teras rumah.

"Kosong dek?ayah sama ibukmu kemana?"tanya dani kepada asri.

"Iya mas,kayaknya lagi peda ke sawah,soalnya biasanya jam segini ayah sama ibuk di sawah,tapi kalau adikku kalau ndak sekolah ya paling membantu di sawah,mas tunggu sini aku tanya tempat lik gimin dulu."jawab asri sambil berjalan ke rumah sebelah yang di batasi kebun yang di tanami aneka sayuran.ya di kampung jarak rumah satu sama yang lain di batasi tanah yang biasanya di tanami sayuran.dan tak lama asri kembali dan mengambil kunci yg di taruh di bawah pot bunga,kebiasaan orang di kampungnya asri yang kunci rumah di taruh di bawah pot.dan membuka pintu dan menyuruh dani masuk.

"Masuk dulu mas sambil nunggu ayah dan ibu pulang dari sawah,lagi di panggil sama anaknya lek gimin,oya mau minum apa?" kata asri mengajak dani mesuk dan membuka pintu lebar agar tidak terjadi fitnah,dan dani masuk lalu duduk di sofa.

"Apa aja deh,tapi kalau boleh pilih kopi pahit aja deh."jawab dani sambil tersenyum.

Asri yang mendengar permintaan dari Dani tampak terkejut, pasalnya Dani hanya meminta kopi pahit.

"Pahit?ndak pakai gula  sama sekali?wah irit dong tuan rumah ndak perlu sedia gula,"jawab asri sambil berkelakar dan masuk ke dapur untuk membuatkan minuman untuk dani.

"Iya,biar besuk kalau kita berumah tangga,jatah buat beli gula bisa buat beli susu untuk anak kita!"balas dani sambil tersenyum

Asri yang mendengar perkataan Dani tampak tersipu,bahkan bayangannya sudah kemana mana.

"Kejauhan mas,emang yakin ayah kasih restu ke kita,kalau iya,belum tentu orang tua mas dani setuju dengan saya,dan keadaannya seperti ini."balas asri yang agak pesimis tentang restu orang tua dani,kalau orang tuanya sendiri dia yakin,yang penting tanggung jawab.

"Optimis aja dapat restu dek."balas dani lagi untuk meyakinkan asri.tak lama asri keluar membawa secangkir kopi dan cemilan yang tadi di beli asri pas perjalanan pulang dengan dani dan singgah ke minimarket.

"Ini mas di minum dulu sambil nunggu ayah ya."perintah asri sambil meletakkan secangkir kopi dan cemilan.

"Makasih ya dek."jawab dani dengan senyum manisnya.dan asri cuma bisa mengangguk dan menahan senyum malu malu.

Tak berapa lama dari arah luar terdengar suara seseorang menyapa mereka.

"Wah ada tamu to." seru sepasang suami istri yaitu ayah dan ibuk asri bersamaan dan masuk dari belakang setelah membersihkan diri dari belakang.

1
Merpati Putih
jangan pernah memandang sesuatu dari luarnya,pasti tertipu
Merpati Putih
menerima kekurangan masing masing
Merpati Putih
lanjut tor
Merpati Putih
contoh cowok jentle,langsung datangi orang tuanya ,dan minta secara baik baik
Merpati Putih
👍
Merpati Putih
menginspirssi,kehidupan nyata
Merpati Putih
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!