"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6.
Lima teman Flo yang ada di situ kaget mendengar pengakuan Flo barusan soal pria tegap di sebelahnya sebagai kekasih.
Seorang pria yang tadi duduk tampak kaget, dia berdiri menghampiri Flo.
“Flo jangan bercanda, sejak kapan lo punya pacar?” tanya Pria itu menarik pelan Flo.
Flo yang tadi menatap Ares kini beralih menatap pria tersebut.
“Sejak gue di Amerika, kenapa Marco?’ jawab Flo, dan dia balik bertanya dengan sorot tajamnya.
“nggak mungkin, bukannya waktu lo di America lo ngehubungin gue pengen balikan karena lo kesepian” Marco seperti tak percaya dengan ucapan Flo barusan.
“Hah, kapan? Gue perasaan nggak ingat. Udah lepasin, cowok gue nanti marah” Flo melepaskan tangan Marco dari lengannya lalu dia menggandeng lengan Ares.
“Kalian semua dengar, gue Florencia sudah move dari Marco dan gue nggak jomblo. Ini pacar gue Ares Mahendra” ucap Flo lantang memperkenalkan Ares pada teman-temannya itu.
“Kau gila, siapa pacar mu. Saya argghh..” bisik Ares, tapi Flo langsung menyikut perut Ares membuat pria itu mengaduh kesakitan.
Teman-teman Flo terlihat bingung dan suasa di antara mereka saat ini terkesan canggung. Bagaimana tidak niat mereka mengajak Flo berkumpul agar Flo bisa balikan dengan Marco tapi siapa sangka Flo malah datang dengan kekasih baru.
“Ini kita mau diem-diem man atau mau senang-senang. Kalau mau diem, gue pulang” ucap Flo bersuara karena teman-temannya malah seperti kikuk.
“Emm, jelas senang-senang dong. Ini kan ulang tahun gue, masa kita nggak hapy-hapy” Anggun yang saat ini Tengah berulang tahu menghampiri Flo Kembali, dia mengajak Flo.
“oke, ayo kita senang-senang. Dan lo Marco, biasa saja tidak usah sok sedih atau galau.” Tukas Flo, lalu dia pergi dengan Anggun dan Tifanka. Tapi sebelum pergi, dia bicara pada Ares.
“Terserah lo mau ngapain, lo duduk di sana juga bisa. Gue mau senang-senang dulu” ucap Flo lalu dia pergi Bersama dua temannya. Sedangkan tiga lelaki yang ada di situ juga menatap penuh tanya pada Ares setelah itu mereka juga ikut pergi Bersama Flo dan dua Perempuan tadi.
Ares diam menatap mereka semua,
“pergaulan macam ap aini, kenapa aku terperangkap dengan tugas ini” gumamnya, lalu dia melihat sofa kosong yang di duduki mereka tadi dan memilih duduk di sana mengabaikan minuman berakohol di meja.
Setengah jam berlalu, Ares sudah merasa bosan dia berdiri ingin menyusul Flo dan mengajak Perempuan itu pulang. Tapi baru berdiri dia sudah di hampiri salah satu teman Flo tadi.
“Bang, bang, tolong bang Flo..flo dibawa paksa Marco..” panik Anggun
“Apa? Pergi kemana?” kaget Ares, dia buru-buru memasukkan ponsel yang ia pegang.
“nggak tahu bang, itu masih disana. .” Anggun seperti orang bingung lalu dia pergi duluan. Ares yang mendengar itu langsung menyusul.
Benar saja saat dia sampai di tempat Flo, Flo sudah di Tarik-tarik oleh pria Bernama Marco tadi. Marco saat ini sudah begitu mabuk. Dan dua temannya yang lain berusaha menghalangi Marco yang sedikit mengambuk sedangkan Flo tampak syok tapi ia masih di tempatnya ditenangkan oleh Tifanka.
“Apa yang terjadi?” tanya Ares saat dia datang.
Marco yang melihat Ares mendadak mengamuk, dan ingin memukul.
“Beraninya kau mengambil Flo dariku, berani kau denganku..” teriak Marco akan menghampiri Ares tapi di tahan oleh dua temannya.
Ares tak memperdulikan itu, dia menatap Flo dan mencengkram pergelangan tangan Flo.
“Ayo pulang” dia langsung menariknya mengajak Flo pulang. Jelas Marco tidak terima Flo di ajak pergi tapi dia tidak bisa berkutik karena di tahan oleh dua rekannya.
…………….
“Kenapa lo diam saja hah?, aturan lo ngehajar pria tadi. Kenapa lo diam?” teriak Flo tepat di depan wajah Ares. “Katanya lo ajudan gue, seharusnya lo ngelindungin gue. Gue di lecehkan barusan” bentak Flo sekali lagi.
Ares mendengar itu sedikit kaget, tapi ia menyembunyikan kekagetannya tersebut. Wajahnya masih Nampak datar menatap Flo yang emosi.
“Salah mu sendiri kenapa kau dilecehkan, kau sendiri yang mengumbar semuanya” ucapnya dingin. Flo melebarkan matanya, ia tak terima dengan ucapan Ares barusan.
“Maksud lo gue sengaja ngejual diri gue gitu, lo bilang gue..”
“Saya nggak bilang, kau sendiri yang bilang. Tapi dengan pakaianmu yang begini membuatmu seperti menjual diri sendiri secara gratis”
PLakkkk
Tamparan keras mendarat di wajah tampan Ares,
“Lo bilang, barusan lo bilang kurang ajar” maki Flo kesal.
Wajah Ares memerah, dia menahan emosinya agar tidak meledak.
“Ayo pulang, saya tidak ingin rebut. Masuk kedalam mobil, dan saya ingatkan kedepan tolong patuhi peraturan yang saya tulis. Pakaian mu seperti ini bukan membuatmu cantik malah menambah pekerjaan saya, merepotkan” cibir Ares lalu dia berjalan cepat masuk lebih dulu kedalam mobil.
Flo menatap kesal Ares yang main masuk mobil, dia belum selesai bicara tapi pria itu malah sudah pergi.
Meskipun begitu Flo belum juga masuk kedalam, dia malah melihat kearah Club.
“Marco..berani sekali kau mengancamku, kau pikir aku takut dengan ancaman murahanmu” geram Flo, dia mengepalkan tangannya. Mengingat Kembali dengan ancaman Marco tadi dan pelecehan yang di lakukan Marco padanya tadi.
Tinnnnnnn….
Flo di buat kaget dengan bunyi klakson mobilnya, dia menatap nyalang Ares yang berada di dalam mobilnya saat ini.
“Kurang ajar lo….” Kesal Flo, lalu dia langsung membuka pintu mobilnya dan duduk di sebelah Ares yang diam memilih focus kedepan.
Ares lalu menjalankan mobilnya pergi dari parkiran, dia mengabaikan saja tatapan Flo padanya. Ia tak perduli dengan tatapan Perempuan gila di sebelahnya.
…………………
Pagi harinya, Flo belum bangun dia sudah di bangunkan oleh orang-orang rumah tapi tak bangun sama sekali. Akhirnya mbok Jah meminta tolong Ares.
Ares kini berdiri di depan tempat tidur Flo, Dimana Perempuan itu masih tidur nyenyak.
“Untung dia tidak menggunakan pakaian aneh” batin Ares,
“Bangun, sudah siang” ucap Ares tegas,
Dengan terpaksa Ares menarik tangan Flo, karena dia bicarapun Perempuan itu tidak bangun.
“Nona Flo ayo bangun sudah siang, bukannya hari ini anda di suruh ke kantor. Bangun sekarang” Ares menarik tangan Flo,
“Apasih, gue nggak mau bangun. Gue ngantuk”
“Bangun sekarang atau saya paksa?” Ares masih bersihkeras membangunkan Flo yang melepas paksa tangannya.
Ares yang kalau berhdapan dengan Flo selalu memiliki kesabaran setipis tisu, dia tak bicara tapi kini mendekat pada Flo dan langsung mengangkat Perempuan itu.
Jelas Flo langsung terbangun saat ini karena merasa di bopong, dia kaget melihat wajah Ares.
“Apa yang kau lakukan hah?”
“Salah sendiri anda tidak mau bangun, masih mengantukkan. Saya punya Solusi agar anda tidak ngantuk” ucap Ares lalu membawa Flo keluar, dia tak perduli dengan Flo yang terus meronta minta di turunkan.
Dengan Langkah cepatnya Ares menuruni anak tangga dan menuju kolam renang, dan saat sudah sampai di tepi kolam renang ia langsung melempar Flo.
“Brengsek, lo gila ya..lo mau bunuh gue” teriak Flo dari dalam kolam renang. Ares tak perduli, dia melangkah pergi.
“Tiga puluh menit saya tunggu di depan,” ucapnya sambil berjalan pergi mengabaikan teriakkan dan makian dari Flo. Perempuan itu marah-marah di dalam kolam renang.
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔