NovelToon NovelToon
Second Chance, Merubah Takdir

Second Chance, Merubah Takdir

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Obsesi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Tamat
Popularitas:657.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: waya520

Apa yang akan Luna lakukan jika dia memiliki kesempatan untuk kembali ke tiga tahun sebelumnya?.

Luna: "Aku akan menjauh dan menghindari pria brengsek seperti Julian."

...

Di pemakaman yang sudah sunyi, seorang wanita menatap kosong tiga nisan milik keluarganya, Ayah, ibu dan kakaknya. Semua telah pergi, meninggalkannya sendiri.

Ini semua karena Julian. Obsesinya pada pria itu menghancurkan segalanya. Ia menyakiti Kirana, tunangan Julian, hingga pria itu membalas dengan menghancurkan hidupnya.

"Ini balasan karena menyakiti Kirana," ucap Julian sebelum pergi.

Luna terisak. Julian benar. Dialah yang salah. Dia mencoba membunuh Kirana demi mendapatkan Julian, tapi sekarang, dia kehilangan segalanya, dan itu semua karena dirinya yang membuat Julian murka hingga pria itu membunuh keluarganya.

Bodoh. Aku bodoh, ratapnya dalam hati.

....

Hai jangan lupa beri like dan dukungan kalian untuk cerita ini ya. 😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan Yang Berbeda

"Seharusnya pertunangan itu tidak ada." gumam Luna sembari berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Seingatnya dulu tidak ada rencana pertunangan antara dirinya dan Julian.

Wanita itu duduk diujung ranjang. "Apa jalan hidupku sudah berubah?" tanyanya pada dirinya sendiri.

Dulu, Julian tidak mau datang saat keluarganya mengadakan pesta untuk peluncuran cabang hotel milik ayahnya, lalu dia menyusul pria itu hingga Julian marah lalu menceburkan dirinya di kolam renang.

Seharusnya hari ini pria itu tidak datang, tapi kenapa Julian tiba-tiba datang dan juga, dia mendengar tentang pertunangannya dengan pria itu.

Aneh kan?

"Jika seperti ini bisa berantakan rencanaku." kesal Luna yang takut jika dirinya gagal menjauh dari sisi pria itu.

"Apa aku akan mati untuk ke dua kalinya." ini yang paling dia takutkan. Di masa lalu, Julian itu yang membunuh semua anggota keluarganya.

Dan tentang Kirana. ah dia lupa dengan wanita itu.

"Sial." dia baru ingat jika nanti di pesta keluarga Wijaya, wanita itu akan muncul dan mulai mengambil perhatian Julian sepenuhnya.

....

Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan Wijaya dan Yuri yang ke 20 tahun.

Acara dirayakan di hotel utama milik keluarga David. makanya, Luna tidak bisa kabur dari acara ini.

David dan Wendy ikut menyambut tamu-tamu penting yang mulai berdatangan. Sedangkan Luna, wajah wanita itu terlihat murung, rencananya benar-benar gagal, dan itu semua ulah dari kakaknya.

Deon melirik ke arah Luna yang melayangkan tatapan sinis padanya. Tapi dia tidak perduli.

"Lepas." Luna berusaha untuk melepaskan genggaman tangan kakaknya. Dia ingin kabur sebelum Julian muncul.

"Kalau ada masalah, hadapi, jangan kabur, cupu."

Jleb....

Kata-kata singkat tapi menusuk dari Deon. Luna menggeram kesal. "Siapa yang mengindari masalah, sok tahu sekali." jawabnya ketus.

Deon tidak memperdulikan balasan adiknya itu. Dia semakin mengeratkan genggamannya, jangan sampai anak nakal itu lepas, atau siap-siap ATM nya di sita.

....

Julian tersenyum ramah pada orang-orang yang menyapanya, meskipun dia tidak mengenal beberapa dari mereka, tapi dia yakin tamu ayahnya adalah orang-orang penting.

"Mana Luna?" tanya Yuri yang celingukan mencari calon menantunya.

"Ah itu di ujung." jawab Wendy yang baru datang dengan suaminya, mereka tadi sibuk menerima tamu didepan hingga belum bertegur sapa dengan pemilik acara.

Deon yang melihat keberadaan keluarganya langsung menarik kasar tangan adiknya, hingga Luna hampir jatuh. Untung saja genggaman pria itu kuat, jadi tubuh adiknya itu bisa dia tahan.

"Kau ingin mempermalukan ku ya." tuduh wanita itu kesal. Tidak lupa raut wajahnya yang sudah cemberut.

"Berhenti bertindak bodoh, lihat kedepan." ucap Deon sambil berbisik. Luna mengikuti ucapan kakaknya.

Deg...

Matanya tidak sengaja bertemu pandang dengan tatapan tajam Julian. sial.

Dengan terpaksa dia mengikuti langkah kakaknya, lebih tepatnya dia diseret karena tangannya masih berada digenggaman Deon.

Awas saja nanti kalau sudah sampai rumah. Akan dia balas.

Yuri langsung memeluk tubuh Luna yang langsung mematung. "Astaga cantiknya anak ibu." jika dulu Luna akan senang, tapi berbeda untuk sekarang. Dan kenapa wanita itu tiba-tiba memanggilnya anak?. dia kan anaknya ibu Wendy yang paling cantik.

"Sudah-sudah, ayo sekarang kita naik ke atas panggung." ajak Wijaya yang langsung menggandeng tangan istrinya dan membawanya ke atas panggung yang sudah disiapkan.

Sementara itu, Julian sesekali mencuri pandang ke arah Luna yang sama sekali tidak melihat ke arahnya.

Aneh sekali.

Jujur saja dia merasa tidak nyaman dengan sikap wanita itu sekarang.

"Lihat kedepan atau ku colok matamu sekarang." ucap Deon yang membuat Luna dan Julian kaget.

Luna melirik ke arah kakaknya dengan tatapan bingung. Sedangkan Julian yang ketahuan pura-pura tidak tahu dan langsung mengalihkan pandangannya ke depan, dimana Orangtuanya sudah siap untuk memotong kue ulang tahun pernikahan mereka.

Wendy dan David memandang haru teman mereka, semoga mereka juga bisa mempertahankan hubungan pernikahan ini selamanya hingga maut memisahkan.

"Dimana wanita itu." disaat orang-orang melihat proses pemotongan kue, berbeda dengan Luna celingukan mencari keberadaan Kirana. seharusnya wanita itu sudah muncul.

Dulu wanita itu datang dengan ayahnya yang bekerja sebagai sekertaris ayahnya Julian.

Julian sesekali melirik ke samping, dia melihat Luna yang celingukan mencari sesuatu disini.

Apa ada seseorang yang ditunggu wanita itu?.

Prok... Prok....

Lamunan Julian buyar saat semua orang mulai bersorak dan bertepuk tangan. sangking fokusnya dia pada Luna, hingga tidak sadar jika orangtuanya sudah memotong kue itu.

Yuri turun dengan membawa sebuah piring yang sudah berisi potongan kue.

wanita paruh baya itu berdiri didepan anaknya. Putra tunggal yang paling dia sayangi. "Terimakasih sudah hadir di hidup kami nak." ucapnya sebelum menyuapi sepotong kue pada Julian.

Pria itu tersenyum lalu memeluk ibunya. "Seharusnya aku yang berterimakasih kepada ibu, sudah melahirkanku di keluarga yang sempurna ini."

Luna cukup terharu mendengar ungkapan Julian, meskipun pria itu jahat, tapi tetap saja Julian itu terlihat sempurna dimatanya.

Yuri mengecup kening anaknya sebelum kembali berjalan dan sekarang dia berhenti didepan Luna yang mematung kebingungan. Kenapa ibunya Julian mendatanginya.

Grep...

Semakin bingung Luna saat wanita itu memeluknya. "Luna, anak cantiknya ibu, terimakasih sudah lahir nak, dan ibu harap kamu mau menemani anak ibu selamanya." bisik Yuri yang membuat Luna merinding seketika.

seharusnya dia senang, tapi entah kenapa hatinya jadi was-was.

Sama seperti Julian tadi, Yuri menyuapi sepotong kue untuk calon menantunya itu.

Deon yang bersiap untuk mendapatkan kue seketika kecewa saat Yuri kembali ke atas panggung.

"Ehem." dia melirik ke segala arah untuk membuang rasa malunya. Semoga tidak ada yang melihat kelakuannya tadi.

Selesai memberikan sambutan, Wijaya dan istrinya segera turun untuk ikut berkumpul dengan keluarga David.

Mereka sedang duduk dan mengobrol di satu meja khusus yang disiapkan David.

Luna sendiri tidak memperdulikan obrolan-obrolan para orang tua yang membosankan itu. Dirinya sibuk meminum jus jeruk yang memang tersedia disini.

"Kau mau mencobanya?" tawar Deon yang mengulurkan gelas miliknya yang berisi wine pada adiknya.

Dari tampilannya saja terlihat sangat menarik.

"Tapi aku masih 18 tahun." kata Luna yang menolak tawaran kakaknya.

"Minum ini saja." tiba-tiba Julian datang dan memberikan Luna gelas yang berisi minuman soda.

"Eh." Luna bingung haruskah dia menerima tawaran pria itu.

Deon menarik kembali wine miliknya, dia sibuk mengawasi gerak-gerik adiknya dan juga Julian.

Canggung sekali.

"Em terimakasih." Julian tersenyum saat wanita itu menerima pemberiannya dan Luna langsung mematung saat melihat senyum manis pria itu.

Senyum yang tidak pernah ada di kehidupannya yang dulu.

Tapi senyum itu tidak berlangsung lama. Julian kembali mendatarkan wajahnya.

1
Ashesllyenne♡
FINALLYY💓😭
Ashesllyenne♡
omg!!! aku thanks god sesuai angan2 ku😭🤏 , honestly aku dari awal cerita sampek sekarang aku masih stay ke Julian and Luna mereka tuh couple goals bgtt lohh😭🫵💓
Ummee
kirana kah?
Ummee
Luna... gk nyangka ternyata kamu bisa melakukan perundungan yg kejam
Ummee
ternyata kakaknya Kirana itu Johan...
brarti memang dari smp johan punya rencana buruk ke Julian
Ummee
siapa lagi ini?
Ummee
apa johan itu justin? hehe
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur menurutku itu jahat nya ngejahat banget sampe ngorbanin bayi yg seharusnya masih hidup hanya gara2 dendam, trus dokternya kata aku mah harusnya di pecat bisa2 nya mau di bayar buat bikin info palsu kan itu menyalahi kode etik dokter 🥲
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oiya orang jepang kan ga bisa huruf L 😆
Haidar_ kun
bagus GK
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
konsep nya begimane johan kok kangen di bully wkwk lu naksir luna apa gimana 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
isi otak ku juga sama ini wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
curiga ini si johan 😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"Kirana memang pernah berencana menjebak Kirana" jd siapa yg menjebak siapa ini wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oooh ternyata balik juga si jul wkwk pasti bawa penyesalan segebok ya
Ummee
jangan² justin dan kirana saudara kandung yg hidup terpisah krn broken home?
Ummee
ehh... ternyata Romi penghianat
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
BODO AMAT, MAKAN TUH KIRANA DIKASITAU BAPAKNYA MALAH TERIAK2 🫵🏻😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yaelah kirain udah pinter ternyata masih bodo aja ngulangin kesalahan dia yg terlalu ada buat kirana 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAAHHH 😱😲 ternyata pemain si kirana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!