NovelToon NovelToon
RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Heniff

Luna, seorang gadis berusia 19 tahun. Gadis Desa yang merantau ke kota bersama Ibunya. Gadis yang anggun, lembut, ayu, tangguh serta mandiri. Dia hamil tanpa suami dan belum pernah sekalipun melakukan hubungan dengan laki-laki. Berawal dari kejadian yang tidak terduga. Luna mengalami sakit perut lalu melakukan pemeriksaan di rumah sakit PERMATA DOA. Dari situlah awal kehamilan Luna hingga membuat malu keluarga.

Dapatkah Luna dan keluarganya menerima kehamilannya? Atau kejadian di luar dugaan malah dialami oleh keluarga Luna?
Dan bayi siapa yang Luna kandung? Apakah bayi Luna adalah keturunan pertama pewaris perusahaan terbesar di Kota J. Yuk langsung simak ceritanya.

*Mohon dukungan para Readers tersayang..*

Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Heniff, Isi Konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heniff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Orang tua Arka masih belum tau kalau rumah tangga arka dan Selena seperti neraka, Papa Mama Arka memahami kalau Selena dan Arka adalah pasangan yang menyayangi seperti yang sering mereka lihat, karena di depan mereka Selena sangat pintar menyembunyikan keaslian rumah tangga mereka, sehingga Pak Hari dan Bu Hari masih percaya kalau Arka dan Selena hidup bahagia.

Selang beberapa menit, pelayan datang sambil membewa bebek goreng nyami lengkap dengan minum dan makanan penutupnya. Sambil menyantap makan siang mereka yang sangat terlambat, Pak hari membuka obrolan tentang rencana mencari wanita yang telah dititipi benih dari Arka. Tanpa Pak Hari tau kalau wanita itu adalah gadis yang baru menginjak usia 20 tahun, jauh lebih muda 7 tahun dari pada Arka putra tunggalnya.

“Papa akan mengerahkan anak buah Papa untuk mencari wanita itu, kita harus bergerak cepat sebelum hal buruk terjadi. Papa sudah menyuruh Borne untuk bertindak. Papa tidak mau nama baik RS. Permata Doa tercemar, apalagi keluarga kita, kalau sampai kejadian ini terbongkar, maka pihak medis akan sangat malu karena kecerobohan hal yang sepele tapi sangat fatal!”

“Iya Papa, Arka akan ikut apa yang Papa sudah putuskan.”

Ahirnya proses makan mereka selesai. Arka membayar di kasir sedangkan Pak Hari dan Bu Hari menunggu di meja makan mereka. Setelah selesai, Arka kembali ke meja makan dan bersiap untuk mengantarkan Pak Hari dan Bu Hari pulang ke rumah.

Di dalam mobil Pak Hari meminta Arka untuk menginap di rumah saja, karena jarak dari Apartemen Arka, ke rumah Pak Hari sekitar 30 Km atau bisa 2 jam jika terjebak macet.

“Arka, kamu menginap di rumah saja nak.., Mama tidak tega kalau kamu harus nyetir sendiri pulang ke Apartemenmu, kita sambil berbincang panjang, Mama kangen sama kamu, oiy bagaimana kabar Selena sampai Papa sama Mama lupa tidak menanyakan kabar istrimu itu.”

Selena baik Ma.., dia ada temu teman-temannya hari ini, jadi tidak bisa ikut jemput Mama dan Papa, Selena titip salam untuk Mama dan Papa,” Arka menarik nafas panjang sesaat setelah menjawab pertanyaan Mamanya, sepertinya Bu Isti mempunyai firasat yang tidak baik dari hubungan Arka dan Selena.

Tanpa terasa mereka sudah sampai di kediaman Pak Hari, Gerbang besar nan kokoh terbuka secara otomatis, penjaga rumah lari tergopoh-gopoh untuk menyambut Pak Hari dan keluarganya.

“Maaf tuan, saya tidak tau kalau tuan akan datang malam ini, kalau tau saya akan memberi tau mak Iyem supaya masak-masak untuk tuan,” Pak Bejo berlari kecil untuk mengangakat semua barang pak Hari dan Bu Hari yang ada di bagasi mobil.

“Tidak apa Pak Bejo, memang saya yang mendadak pulang dari Korea, jadi tidak sempat mengabari Pak Bejo dan Mak Iyem.”

“O..,” Pak Bejo tetap menundukkan kepala, dia tidak berani menatap Pak Hari setiap berbiacara dengan keluarga Pak Hari.

Sampai di dalam rumah Arka langsung menuju kamarnya.

“Ma Pa, Arka ke kamar dulu ya, mau istirahat sambil menelepon Rama, karena tadi Rama sama Arka mau ketemuan di Apartemen Arka.”

“Iya silahkan,” Pak Hari dan Bu Hari serentak menjawab bersama-sama.

“Hallo Rama, Assalamu”alaikum, kamu sekarang di mana? Aku di rumah Graha Mulya sekarang.”

“Wa’alaikum salam Ar, ini masih di kantor, ternyata besok pihak Angkasa Pura minta klarifikasi di kantor HJG. Kamu besok sudah bisa masuk kantor kan? Saya sudah menentukan waktu pukul 09.00 kita akan mengadakan rapat direksi kemudian lanjut klarifikasi.”

“Siap! Besok aku sudah bisa masuk, beri tau pihak Angkasa Pura bahwa kita siap untuk klarifikasi.”

“Ok, aku akan segera konfirmasi pihak Angkasa Pura.”

Arka bersiap mandi untuk menyegarkan badannya yang seharian belum tersentuh segarnya air.

Guyuran air membasahi badan Arka yang berkulit sawo matang, badannya yang tinggi kekar dan terdapat bulu halus di bagian dada, semakin menunjukkan kejantanannya.

“Ahirnya tubuhku terasa lebih segar setelah beraktivitas seharian.”

Setelah selesai mandi, Arka ke bawah menuju ruang keluarga. Di sana sudah ada Orang tua Arka yang siap dengan hidangan santap malam keluarga HJG.

"Hai nak! Ayo kita makan bersama, sudah lama Mama tidak makan bersama kamu. hari ini pasti akan terasa lengkap kalau ada Selena.

“Tidak usah bahas Selena Mam, kita bertiga sudah cukup, kalau ada waktu pasti aku akan ajak Selena main dan makan bareng di sini bersama Mama dan Papa.”

“Iya.., Papa juga kangen sama Selena lama tidak ketemu,” Pak Hari mencoba menghidupkan suasana yang terasa garing, dan belum tercipta kehangatan.

Keluarga HJG mengmang hanya punya putra tunggal Arka Jaya Kusuma, tapi sejak kecil Arka sering ditinggkal rapat atau pergi oleh Pak Hari dan Bu Hari karena meng sibuk dengan perusahaan yang di kelola secara mandiri oleh Pak Hari. Sehingga kedekatan Arka dengan orang tuanya seperti ada jarak.

Pak Hari dan Bu Hari selalu berusaha mengontrol perusahaan di bawah kendali mereka berdua. Pak Hari sebagai pimpinan utama dan Bu Hari sebagai Sekretaris yang selalu mendampingi ke mana pun Pak Hari pergi.

Setelah Pak hari merasa bahwa Arka Putra tunggalnya sudah dewasa dan mampu meminpin perusahaan HJG. Pak Hari mundur dari Pimpinan utama HJG dan fokus membuka jaringan luar negeri untuk lebih mengembangkan sayap kejayaan perusahaan HJG. Karena kemunduran Pak Hari itulah Pak hari menikahkah Arka dengan Selena, berharap Arka punya Orang spesial yang akan selalu menemani Arka dalam suka dan duka. Pak Hari tidak tau rumah tangga putra tunggalnya tidak harmonis sampai tiga tahun pernikahannya.

“Hai...! Kenapa kita semua jadi terdiam,” Bu Hari mencair suasana yang terasa kaku.

“Eh Mama. Bikin kaget saja.”

“Kalian berdua ini jarang-jarang ketemu saja malah diam-diaman."

“Iya, Mama ini bikin kaget saja. Biasa lah Mam.., sebagai laki-laki itu lebih mempesona kalau lagi diam.”

“Ah Papa ini paling pintar buat cari alasan.”

Saat mereka sedang membuka suasa yang sudah mau mencair. Tiba-tiba telepon Pak Hari berbunyi.

“Hallo. Iya Borne apa kamu sudah menemukan titik terang, di mana wanita itu?”

“Maaf tuan besar. Kami belum mendapat satu pun informasi yang mengarah ke wanita yang kita cari.”

“Dasar!! Kalian begitu To***! Mencari satu wanita satu saja tidak becus! Gimana kalau 1000 wanita.”

“Iya Tuan. Kami akan berusaha mencari dan mengumpulkan segala informasi yang kami punya,” Borne mencoba meyakinkan Pak Hari agar percaya dengan tugas yang diberikannya.

“Ya sudah! Cari sampai ketemu! Kalau tidak! kalian akan tau akibatnya!” Pak Hari dengan muka yang seperti mancan mau menerkam mangsa segera menutup telepon dari Borne.

“Dasar tidak becus! Mencari satu wanita di kota yang sudah secanggih ini masih saja kesulitan.”

Arka dan Bu hari terdiam sambil melihat Pak Hari yang sudah naik darah.

“ Gimana Pa? Apa ada kabar tentang Wanita itu?”

Seperti paduan suara, Bu hari dan Arka serentak bertanya pada Pak Hari yang masih tegang sambil meremas telepon genggamnya. Pak Hari masih terdiam sambil menarik nafas dalam dalam.

“Belum Ada kabar dari si Borne, semua masih dalam pencarian. Aku heran siapa wanita itu hingga sulit dicari? seperti siluman saja.”

“Astaghfirullah Pa.., Papa ngomong apa! Masak manusia dikata siluman,” Bu hari mengingatkan suaminya agar tidak mengada ada.

Tanpa permisi Arka langsung beranjak dari tempat duduknya. Dia tidak jadi ikut makan malam dan langsung masuk ke kamarnya. Ke dua orang tua Arka sangat mengerti sifat Arka yang terkadang persis seperti Papanya yang pendiam, dingin, tanpa ampun, tegas dan tidak ada basa basi. Semua hal yang dia kehendaki psti akan diraih dengan usaha yang kuat. Dan satu yang paling istimewa Arka sangat taat pada orang tuanya, karena dia tau surga dunia dan ladang pahala ada di orang tuanya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Suasana kediaman Pak Hari masih diselimuti rasa hawatir dan penuh tanda tanya. Pak Hari dan Bu Hari mencoba menetralisir keadaan yang tegang dan menguras emosi itu. Sedangkan Arka karena terlalu capek dia tertidur selesai makan malam yang gagal.

1
fanny tedjo pramono
mampir baca guys
heniff: siap kk, lagi off dulu ini
total 2 replies
fanny tedjo pramono
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys
heniff
nunggu lebaran Kak
fanny tedjo pramono
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys
Soraya
gak slh masa CEO perusahaan ngasih mahar cuma seperangkat alat sholat
heniff: dadakan kali ya Kak, jadi mahar pada umumnya sajah...😍
total 1 replies
nuraeinieni
kalau merasa panas di tubuh mu,mending masuk kamar mu arka,lagi pula ada luna yg bisa atasi.
heniff: gercap ya kak
total 1 replies
nuraeinieni
bagus luna datang,supaya aurora nggak macam2.
heniff: Author tidak akan membiarkan Arka digoda
total 1 replies
nuraeinieni
lanjut thor
heniff: siap kk
total 1 replies
nuraeinieni
belah duren zaki sama sisi
heniff: iya kak...makasih udah mampir di RSP
total 1 replies
heniff
siap kk
heniff
makasih readers yang sudah mampir lagi ke RSP, Maaf setelah sekian purnama baru up lagi
heniff
makasih sudah baca2 RSP terus kak...
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
semangat up nya kak...
heniff: ok kk
total 1 replies
nuraeinieni
luar biasa
heniff
makasih atas give, vote serta dukungan2 yg lain Kakak...
heniff
makasih kk iyaaa semoga Arka lekas sadar
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
cepat sadar arka, banyak yang nungguin kamu sadar dan banyak yang doain kamu cepat pulih. kasihan Luna masa hpl itu sangat tegang dan butuh kamu arka😭😭
heniff
hahaha
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
si rama sempat²nya nge-charge dulu bangun tidur🙈🙈😂😂 ciiaa....
cepat sadar arka aku kangen eh salah Luna yang kangen🤭🤭
heniff: ok ok author juga ikut senang Arka sudah sadar di Bab depan ya
total 1 replies
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
kagak Ade neng indah lagian mas Rama Aya Aya Bae🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!