NovelToon NovelToon
Setiap Malam Bermimpi Panas dengan Suami Koma

Setiap Malam Bermimpi Panas dengan Suami Koma

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Fantasi / Suami Hantu / Tamat
Popularitas:227
Nilai: 5
Nama Author: Nguyệt Cầm Ỷ Mộng

Sari Wulandari dibawa dari desa ke keluarga Pratama bukan sebagai putri yang disayangi, melainkan sebagai calon istri untuk Arga Pratama, pewaris kaya raya yang sudah dua tahun terbaring koma. Semua orang mengira ia hanya akan menjadi perawat di rumah megah itu.
Namun kamar Arga menyimpan rahasia yang tidak masuk akal: tirai bergerak tanpa angin, jimat tersembunyi di bawah seprai, dan sosok tak terlihat selalu mengawasi Sari. Setiap malam, pria koma itu datang ke dalam mimpinya dengan hasrat yang terlalu nyata.
Di balik pernikahan mendadak itu, keluarga elite lain menyembunyikan ritual penahan nasib yang mengorbankan hidup Arga. Sari yang polos hanya ingin merawat calon suaminya dengan baik, tanpa tahu bahwa sejak ia masuk ke rumah itu, sang hantu telah menganggapnya sebagai miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nguyệt Cầm Ỷ Mộng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

# Bab 20: Istri Kecil yang Lugu dan Polos

Sari tidak berani memandang pria di sampingnya lagi. Dalam hati ia merasa dirinya benar-benar sudah jatuh, sampai tergila-gila pada kecantikan calon suami koma sejauh ini.

Namun Sari merasakan semakin sering ia mengalami mimpi panas dengan Arga, semakin ia merasa sayang setiap kali melihat pria itu.

"Kamu harus bangun, ya."

Hantu tertentu yang tidak perlu tidur dan sejak tadi berputar di sampingnya, mendengar Sari berkata begitu dan tatapannya melembut.

Namun sedetik kemudian, ketika melihat Sari kembali dengan lancar menyentuh tubuhnya, ia benar-benar ingin menindih gadis itu dan melakukannya sampai mati.

Kadang hantu pun tidak memahami sifat istri kecilnya.

Dibilang lugu dan polos, memang benar. Tetapi gadis lugu dan polos mana yang setiap hari menyentuh pria seperti itu?

Saat bercinta pun ia tidak tahu malu, begitu panas sampai Arga tidak bisa berhenti.

Meski Arga tahu Sari menganggapnya mimpi, hal itu tetap tidak bisa menutupi sisi dirinya tersebut.

Benar-benar membuatnya benci sekaligus cinta sampai mati.

Sari tidak tahu ia baru saja merangsang calon suaminya lagi. Ia tetap melakukan apa yang harus dilakukan. Kalau dilihat dengan teliti, sebenarnya ia hanya terlalu cermat dan teliti. Saat menyentuh tubuh pria itu, matanya sangat jernih, tanpa sedikit pun warna kotor. Tidak ada orang yang akan mengira tindakannya punya maksud buruk.

"Tangan dan kakimu panjang sekali. Ini karena keturunan? Tinggi Tante Pratama biasa saja, jadi kamu mirip ayahmu? Ngomong-ngomong, aku belum pernah bertemu beliau."

Sari sambil berbicara kepada Arga seperti kebiasaan, sambil rajin memijat tangan dan kaki. Seluruh tubuh Arga tidak ia lewatkan. Setelah setengah jam, pekerjaannya baru selesai, memastikan tubuh calon suaminya tetap lentur dan tidak kaku.

Benar. Tindakan yang dianggap seseorang sebagai meraba-raba itu sebenarnya hanya kebutuhan pekerjaan. Sari selalu mengingat pesan Bu Pratama, setiap hari membantu Arga memijat otot. Ia juga sangat rajin. Setidaknya dua kali sehari, pagi dan malam. Ketika punya waktu luang, ia juga akan memijat tangan dan kaki Arga.

"Mungkin saat kita menikah nanti aku bisa melihat ayahmu. Entah seperti apa beliau. Entah beliau akan menyukaiku atau tidak. Lihatlah, aku belum apa-apa sudah berpikir jauh. Syaratnya aku harus lulus pemeriksaan Tante Pratama dulu."

Hantu yang sejak tadi berada di sana terkejut saat mendengar ucapan itu.

Dia belum tahu pernikahan sudah ditetapkan?

Berpikir begitu, ia langsung melesat ke kamar Bu Pratama untuk menanyakan hal ini.

Memang Bu Pratama belum memberi tahu Sari.

"Arga, Ibu tahu kamu sangat menyukainya. Pilihanmu terhadapnya mungkin sudah membuktikan banyak hal, bahwa dia gadis yang baik. Kesan pertama Ibu kepadanya juga sangat baik. Tapi Ibu tetap punya kekhawatiran sendiri. Kamu harus memahami Ibu."

Seorang ibu selalu khawatir untung rugi, memikirkan segala hal demi memberi yang terbaik untuk anaknya. Meski tahu Sari baik, Bu Pratama tetap ingin menguji sedikit lagi, melihat lebih banyak kebaikan gadis itu dengan matanya sendiri baru hatinya tenang. Anggap saja ini demi dirinya sendiri. Demi memberi dirinya tempat tenang setelah semua penderitaan yang ia lewati. Juga demi memberi dirinya lebih banyak kekuatan untuk melihat ke depan, menuju masa depan yang lebih baik.

"Nak, Ibu mengujinya tidak bertentangan dengan pernikahanmu. Tenang saja. Apa pun hasil akhirnya, beberapa hari lagi dia tetap akan menjadi istrimu. Setelah itu Ibu juga akan memperlakukannya dengan baik."

Mendengar penjelasan ibunya, sang hantu merasa itu masuk akal. Ia tidak lagi mempermasalahkannya dan kembali.

Begitu tiba, ia mendengar Sari berkata, "Tapi aku pikir sikap Tante Pratama kepadaku sangat baik. Seharusnya aku akan lulus."

"Sebenarnya aku tidak perlu berpikir terlalu banyak. Aku hanya perlu merawatmu dengan baik."

Hantu itu menatapnya lekat-lekat. Sekali lagi ia merasa istrinya terlalu lugu dan polos, tidak tahu betapa jahatnya dunia.

Tidak apa-apa. Setelah masuk ke rumah ini, ia sudah menjadi miliknya. Polos pun tidak masalah. Ia akan menjaganya, tidak membiarkan orang lain menipunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!