NovelToon NovelToon
Not Our Time

Not Our Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Keluarga
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku lahir dari puncak sebuah ego yang membara, Tapi aku dikunci rapat oleh darah dan rahasia maut di malam badai.
Aku membuat dua orang yang saling mencintai menatap dengan tatapan es,
Dan aku terukir abadi sebagai garis pucat di perut sang wanita. Siapakah aku?"

Enam tahun lalu, ego memisahkan mereka.
Sebuah kecelakaan maut yang merenggut nyawa Amara, sahabat dari Vexana Valerio Dan Landon Dasmon—mengubah cinta membara menjadi kebencian pekat yang saling menyalahkan.

Kini, takdir memaksa Vexana dan Landon kembali berhadapan di koridor kampus yang sama.

Di antara dendam yang membakar dan penyesalan yang terlambat, mampukah mereka mengungkap kebenaran malam badai itu, atau justru hancur bersama puing-puing masa lalu?

~~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Rasa dingin dari air toilet dosen UCLA perlahan menguap dari kulit wajah Landon Desmon, namun dingin yang menjalar di dalam relung hatinya justru semakin membeku.

Di belahan koridor yang berbeda, Vexana Valerio melangkah dengan tubuh yang terasa seringan kapas namun seringkih kaca. Mereka berjalan menjauh, memunggungi satu sama lain, memisahkan raga yang sebenarnya masih berteriak histeris ingin saling merengkuh.

Mereka adalah dua jiwa yang dikunci oleh satu kebenaran mutlak yang tak kasat mata: mereka masih saling mencintai dengan intensitas yang sama persis seperti enam tahun lalu.

Rasa itu tidak pernah mati; ia hanya terkubur di bawah puing-puing kesalahpahaman, ego, dan manipulasi waktu yang kejam. Namun, di atas semua rasa yang membuncah itu, sebuah kesadaran pahit mulai merayap di dada masing-masing—bahwa mungkin, dari ratusan ribu skenario takdir di alam semesta, tidak ada satu pun lembaran yang menuliskan nama mereka untuk ditakdirkan bersama.

Mereka adalah garis sejajar yang dipaksa bersilangan oleh tragedi, hanya untuk saling menjauh kembali ke arah yang berlawanan.

Vexana mengembuskan napas panjang, mencoba mengusir bayangan sepasang mata legam Landon yang basah dari benaknya. Dia memaksakan langkah kakinya untuk menaiki tangga menuju lantai tiga Gedung Fakultas Bisnis.

Hari ini adalah jadwal kelas Manajemen Strategis tingkat akhir—kelas yang seharusnya dia jalani dengan penuh fokus jika saja dunianya tidak jungkir balik sejak kemarin.

Cklek.

Vexana mendorong pintu aula kelas bisnis yang megah dan ber-AC dingin. Suasana di dalam kelas sudah sangat riuh.

Mahasiswa semester akhir berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, berdiskusi dengan raut wajah campur aduk antara antusias dan frustrasi. Vexana memilih untuk berjalan menunduk, mengambil tempat duduk di barisan paling belakang, mencoba menenggelamkan dirinya agar tidak menjadi pusat perhatian. Otaknya masih terlalu penuh dengan pertanyaan tentang dua tahun hidupnya yang menguap tanpa bekas.

Tepat pukul sepuluh pagi, Profesor Robert, dosen senior yang terkenal dengan metode mengajarnya yang luar biasa tidak tebak, melangkah masuk ke dalam kelas.

Pria tua berambut perak itu tidak membawa laptop atau buku diktat tebal seperti biasanya. Di tangannya, dia hanya membawa sebuah kotak kayu berukir kuno dan sebuah senyuman misterius yang langsung membuat seluruh mahasiswa di dalam ruangan mendadak bungkam.

Profesor Robert berdiri di balik podium, menatap seisi kelas dengan pandangan jenaka.

"Selamat pagi, para calon pemimpin masa depan. Hari ini, kita tidak akan membahas teori dari Philip atau Michael Porter. Hari ini, kalian akan memulai proyek akhir semester yang akan menentukan kelulusan kalian."

Beliau mengetuk kotak kayu di atas meja. Tok! Tok!

"Dunia bisnis modern bukan lagi tentang bagaimana kalian mengelola perusahaan besar yang sudah mapan. Ini tentang bagaimana kalian membaca strategi adaptasi makro dari para profesional muda di sekitar kalian," papar Profesor Robert dengan suara lantang. "Oleh karena itu, proyek akhir semester ini saya beri nama: The Micro-Career Analysis Project."

Profesor Robert menjeda kalimatnya, menikmati ekspresi bingung yang mulai tercetak di wajah para mahasiswanya.

"Tugas kalian adalah melakukan penelitian mendalam, analisis finansial pribadi, manajemen waktu, dan strategi penetapan pasar karier dari para dosen muda di universitas ini. Kalian harus meneliti bagaimana profesi para dosen muda dalam berkarir, bagaimana mereka mengelola portofolio mereka di usia muda, dan hambatan strategis apa yang mereka hadapi."

Mendengar penjelasan tersebut, seisi kelas langsung riuh oleh gumaman tidak percaya. Vexana yang duduk di barisan belakang spontan mengernyitkan keningnya dalam-dalam.

Tugas proyek gila apa itu? batin Vexana, menopang dagunya dengan tangan yang lemas. Meneliti profesi dan karier dosen muda di kampus sendiri? Apakah Profesor Robert sudah kehabisan ide untuk menyiksa mahasiswanya? Ini benar-benar proyek gila yang tidak masuk akal!

"Tenang, para mahasiswa sekalian!" Profesor Robert mengangkat kedua tangannya, menenangkan keriuhan. "Kalian tidak bisa memilih sendiri objek penelitian kalian. Di dalam kotak kayu ini, terdapat puluhan kartu eksklusif. Setiap kartu terdiri dari nama-nama dosen muda dari semua jurusan di seluruh fakultas UCLA. Dan yang terbaik dari semuanya... di balik kartu itu, sudah tertera nomor kontak pribadi mereka yang sah, agar kalian bisa langsung menghubungi mereka untuk membuat janji temu dan melakukan wawancara eksklusif selama Dua bulan penuh."

Beberapa mahasiswi di barisan depan mulai berbisik antusias, membayangkan kemungkinan mereka akan mendapatkan kartu nama dosen-dosen muda berwajah tampan dari Fakultas Kedokteran atau Hukum.

Namun bagi Vexana, ini adalah bencana. Pikiran dan jiwanya sedang tidak berada di tempat yang tepat untuk mengemis waktu pada dosen muda mana pun demi sebuah proyek kuliah.

"Sekarang, silakan maju satu per satu berdasarkan absensi untuk mengambil kartu takdir kalian!" seru Profesor Robert sembari membuka tutup kotak kayu tersebut.

Satu demi satu mahasiswa maju dengan perasaan berdebar, mengambil selembar kartu marmer hitam tipis dari dalam kotak. Ada yang bersorak gembira, ada pula yang mendesah kecewa saat melihat nama dosen yang mereka dapatkan.

"Vexana Valerio, silakan maju."

Nama Vexana menggema melalui pengeras suara kelas. Vexana mengembuskan napas pasrah. Dia berdiri, merapikan blus putihnya, lalu melangkah anggun menyusuri undakan tangga aula menuju meja Profesor Robert.

Dia memasukkan tangan kanannya ke dalam kotak kayu tanpa melihat, mengambil selembar kartu hitam yang berada di sudut paling pojok, lalu membungkuk hormat sebelum kembali berjalan ke kursinya.

Vexana duduk kembali di kursinya di barisan paling belakang. Kartu marmer hitam itu berada di atas telapak tangannya dalam posisi terbalik.

Vexana memejamkan matanya sejenak, berdoa di dalam hati agar dia setidaknya mendapatkan dosen wanita yang tidak banyak menuntut dari Fakultas Sastra atau Seni, agar tugas ini bisa diselesaikannya dengan cepat tanpa menguras emosinya yang sudah terkuras habis.

Dengan perlahan, Vexana membalikkan kartu hitam tersebut di bawah sorotan lampu aula.

Mata Vexana seketika membelalak lebar. Jantungnya seolah berhenti berdetak selama beberapa detik, dan seluruh pasokan udara di dalam paru-parunya menguap begitu saja. Tubuhnya mendadak kaku, laksana disengat oleh aliran listrik bertegangan tinggi.

Di atas permukaan kartu hitam tipis itu, tertulis sebuah nama dengan cetakan huruf perak yang sangat tegas dan rapi:

LANDON DESMON, Ph.D.

Department of Electrical Engineering & Robotics

Contact: +1 (310)******

Vexana merasakan tangannya bergetar begitu hebat hingga kartu di genggamannya nyaris terjatuh ke atas lantai. Pandangan matanya terkunci pada deretan angka nomor telepon yang tertera di sana.

Nomor ini... Batin Vexana menjerit, air mata kebingungan dan kepedihan kembali menggenang di pelupuk matanya. Dan gilanya, nomor yang tertulis di sini masih nomor yang sama...

Itu adalah nomor telepon pribadi Landon yang tidak pernah berubah sejak enam tahun lalu. Nomor yang sama yang dulu selalu Vexana hubungi setiap malam hanya untuk mendengar suara tawa pria itu sebelum tidur.

Nomor yang sama yang dulu selalu mengiriminya pesan singkat berisi pengingat agar dia tidak melewatkan sarapannya. Nomor yang tetap dipertahankan Landon, nomor yang menjadi saksi bisu dari janji masa depan mereka yang kini telah hancur lebur.

Vexana meremas kartu tersebut di dadanya, menundukkan kepalanya dalam-dalam di atas meja. Rasa sesak kembali menghimpit jantungnya dengan begitu kejam. Mengapa takdir seolah sedang mempermainkannya dengan cara yang begitu brutal?

Baru setengah jam yang lalu dia mengucapkan kata perpisahan yang mutlak di koridor Teknik Elektro. Baru setengah jam yang lalu dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah lagi mengusik hidup pria itu demi mencari kedamaian atas dua tahun hidupnya yang hilang.

Namun sekarang, selembar kartu hitam di tangannya justru memaksanya untuk kembali melangkah ke dalam dunia Landon Desmon.

Tugas proyek gila dari Profesor Robert ini menuntutnya untuk berinteraksi, mewawancarai, dan meneliti kehidupan pria yang baru saja dia tangisi di bawah naungan langit kampus.

"Bagaimana aku bisa menghadapinya lagi, Tuhan...?" bisik Vexana lirih, air matanya menetes membasahi sudut kartu marmer hitam di genggamannya.

Di tempat yang berbeda, takdir gila ini telah resmi melemparkan dadunya. Dua insan yang masih saling mencintai namun dikutuk untuk tidak bersama, kini dipaksa oleh keadaan untuk kembali saling berhadapan, membuka lembar demi lembar luka lama yang belum sempat mengering.

1
Mei TResna Rahmatika
ngakak bangett🤣dady maximilian ada aja idenya ngerjain landon🤣
Ros 🍂: susuai reques pembaca 🤭😭😭😭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
satu kata buat pak Desmon"MAMPUSSS" ketawa jahat dulu aku Thor hahahahaha aduh sampai kering ini gigi ketawa Mulu dari tadi🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: huhuhu terharu loh aku kak, Kalo Cerita bikin ketawa 🤭🤣🤣🤣
btw ini kenapa pada musuhan sama bapak Desmon 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru bogem daddy max nihh,,, mana nih grandpa kensingtone,, gk mau kasih salam bogem jg,, 😌
Ros 🍂: entah kenapa Saya sulit menghadirkan para Tetua kak 🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
belum puas cuma tiga kali doang harusnya sampai masuk UGD🤭🤣🤣
Ros 🍂: kak astagaaa 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Vibesnya kayak ketemu musuh bebuyutan waktu masa kcil lihat mommy Eleanor dan daddy max,, 🤣
Ros 🍂: Udahlah kak Author nggak tanggung-jawab sama mereka 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Hukumannya ringan itu,, harusnya larinya pake baju balet warna pink,,,!!
Ros 🍂: kak😭 ngakak aku kak🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aaah cuma sepuluh kali doang harusnya hukumannya yg lebih berat misal nyapu halaman mansion,nyabutin rumput mansion🤭🤣🤣🤣🤣🤣 itu terlalu ringan Thor mohon tambahkan hukuman pak Desmon🤭🤣
Ros 🍂: hahaha sesuai request para Reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
emaknya Mr. Desmon kocak asli🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader suka nggak ?🤭😅
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
akhirnya😍 gak sia" perjuangan landon🤣
Ros 🍂: Wkwkw 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nunggu daddy max ngasih bogem dan khotbah sama landon,, 😌
Ros 🍂: wah ide bagus itu kak🤭 sesuai request 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh landon siap bertarung ngadepin daddy max
Ros 🍂: semangatin kak🤭🤣
total 1 replies
Agus Hidayat
jreng jreenngggg akhirnya pak Desmon bisa liat jagoannya juga😍😍😍
Ros 🍂: Yahoooo🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya bomnya meledak juga
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yunie
akhirnya mulai terungkap
Ros 🍂: iya kak🫶
total 1 replies
Yunie
ada apa selama 2 tahun?
Vanni Sr: ohh Aj ank ny vexa dn london , tp daddy ny nutupin seolah itu makam ank mereka , mkny london benci vexa.
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
pliss thorr abis ini bkin mereka sama" mengakui masih cinta😭 nyesek bangett baca dr bab 1 nangisin mereka mulu
Ros 🍂: huhuhu Maafkan author yaa kak 🤭🙏🏻 nanti dibuat sesuai request 😅
total 1 replies
N I S
kak ceritamu bagus banget😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🫶🥰
total 1 replies
Thee-na Tooth
ayoo kak up maraton 🤭
Ros 🍂: siap ya kak🫶
total 1 replies
Kristina NellaWara
semngt up thorrr
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Kristina NellaWara
lnjut thor
Ros 🍂: siap kak 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!