NovelToon NovelToon
Setelah Tunangan Dan Kakakku Mengkhianatiku

Setelah Tunangan Dan Kakakku Mengkhianatiku

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / Janda / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor / Wanita Karir
Popularitas:67.3k
Nilai: 5
Nama Author: AgviRa

Dikhianati tunangan dan kakak kandung, bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AgviRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Malam pun tiba. Jam menunjukkan pukul 19.30 WIB. Ayu akhirnya sampai di kontrakannya, dia berdiri di depan pintu kontrakan, memandang ke sekeliling dengan mata yang terasa sedikit lelah namun bahagia. Dia kembali ke tempat kontrakannya yang telah menjadi rumahnya selama beberapa bulan ini.

Dia memandang ke atas, melihat jendela kontrakan yang sudah terbiasa dia lihat. Dia merasa sedikit ber nostalgia, karena baru saja meninggalkan kedua orang tuanya di kampung halamannya yang indah dan damai.

Namun, ketika dia memasuki kontrakan, dia merasa kembali ke zona nyamannya. Dia melihat barang-barang yang sudah teratur dan rapi, dan merasa bahwa dia sudah kembali ke kehidupan normalnya.

Ayu mengambil napas dalam-dalam, merasa bahwa dia sudah kembali ke tempat yang familiar. Dia merasa siap untuk kembali ke rutinitasnya, dan menikmati kehidupan di kota besar ini.

Ayu tidak membuang waktu lagi, dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Badannya terasa lelah sekali. Tapi sebelum tidur dia melaksanakan kewajibannya dahulu sebelum tidur.

*****

Doni dan Dina baru saja sampai di Kota M. Doni mengajak Dina ke rumah kedua orang tuanya.

Dan betapa kagetnya Dina ketika sampai dirumah Doni.

Rumah kecil yang berdiri di tengah-tengah lingkungan yang tenang dan damai. Dindingnya berwarna putih. Rumah Doni memiliki halaman yang kecil dan sederhana, dengan beberapa tanaman yang hijau dan rapi.

"Ini rumah siapa? Kok kecil banget. Lebih besar dan bagusan rumah aku. Apa kamu ngontrak di sini?" Ucap Dina. Tanpa Dina sadari Doni mengepalkan tangannya, dengan tak sengaja Dina menghina dirinya.

"Ini rumahku, rumah orang tuaku, kita akan tinggal di sini." Sahut Doni dengan nada kesal.

"Hah, kamu bohong kan?" Ucap Dina tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar.

"Kamu mau diam dan tidur diluar silahkan, aku mau masuk, aku lelah. Lagian jadi orang tidak bersyukur banget." Jawab Doni datar.

Sepertinya disini Doni juga tidak bercermin pada dirinya sendiri.

Doni masuk ke dalam rumah, Dina mengikutinya dari belakang. Ketika masuk, Dina memindai isi dalam rumah tersebut.

Ruang tamu dihiasi dengan perabotan yang sederhana dan minimalis. Dindingnya yang putih dihiasi dengan beberapa foto keluarga dan dekorasi yang sederhana.

Dan dapat Dina lihat jika di rumah Doni hanya memiliki dua kamar tidur dan dapat Dina duga tempat tidurnya juga kecil.

Di dalam mereka berdua disambut oleh Sinta, Ibu Doni. Sinta hanya sekedar mempersilahkan masuk dan pergi meninggalkan mereka berdua. Dina mengikuti Doni kemana kakinya melangkah, ternyata Doni menuju ke kamar. Dina sedikit merinding ketika masuk ke dalam kamar suaminya. Begitu sempit dan panas. Tapi, karena badannya begitu lelah, dia hanya diam saja. Mungkin jika akan protes itu akan dia lakukan besok pagi.

*****

Keesokan harinya.

Pagi itu cerah dan hangat, dengan sinar matahari yang lembut dan menyenangkan. Langit biru yang cerah dan tidak berawan membuat hari itu terasa seperti hari yang baru dan penuh harapan.

Ayu bangun dari tidurnya, meregangkan tubuhnya dan memandang ke luar jendela. Sebenarnya tadi dia sudah bangun untuk melaksanakan kewajibannya, namun karena dia masih merasa mengantuk, akhirnya dia tidur kembali.

Dia merasa segar dan siap untuk memulai hari baru. Dia memulai rutinitasnya dengan mandi dan berpakaian.

Sementara itu, sinar matahari yang cerah memasuki kamar, membuat semuanya terasa lebih hidup dan berenergi. Ayu merasa bahagia dan siap untuk menghadapi hari baru, dengan semangat dan antusiasme yang tinggi.

Setelah itu, Ayu mempersiapkan diri untuk berangkat bekerja. Dia memakai sepatu yang nyaman, mengambil tasnya, dan memeriksa jam tangannya untuk memastikan bahwa dia tidak terlambat. Dengan senyum yang cerah dan hati yang bahagia, dia berangkat bekerja, siap untuk menghadapi tantangan-tantangan baru di hari itu. Namun, sebelum Ayu ke kantor, dia akan mampir ke sebuah rumah makan untuk sarapan.

Ketika sudah sampai di rumah makan, Ayu mencari tempat duduk yang masih kosong. Dan berakhirlah dia duduk di meja samping jendela.

"Selamat datang, silahkan!" Seorang pelayan rumah makan datang menyapa dan memberikan buku menu.

"Saya pilih ini sama ini ya Mbak, minumnya ini." Ayu menunjuk pesanan yang di pilihnya yang berada di dalam menu.

Lalu pelayan pun mengangguk dan berlalu pergi.

Ayu menunggu pesanannya datang. Dia melihat jam tangannya, ternyata dia masih memiliki banyak waktu. Tiba-tiba dia mendengar percakapan antara dua manusia.

"Jadi, kamu hanya seorang kuli bangunan dan kamu bukan orang kaya? Lalu bagaimana kamu bisa menuruti semua kemauan aku? Seleraku ini tinggi, kamu gak akan mampu menurutinya, aku juga gak mau punya pasangan seperti kamu yang miskin ini." Ucap seorang wanita yang kelihatan sedang marah-marah.

"Aku bisa menurutinya, asal kamu mau bersabar." Sahut laki-laki tersebut.

"Hallah, sudahlah, laki-laki kere saja mau melamar ku, kita putus." Ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan si laki-laki.

Pandangan Ayu pun segera dia alihkan ke pelayan yang datang membawa pesanannya.

"Silahkan dinikmati." Ucap pelayan tersebut.

"Terima kasih." Jawab Ayu.

Ayu pun menikmati sarapannya. Namun, laki-laki yang tadi duduk di meja depan Ayu tiba-tiba pindah ke kursi depan Ayu.

"Maaf, apa saya boleh mengganggumu?" Ucap laki-laki tersebut.

Uhuk Uhuk.

Tiba-tiba Ayu tersedak.

Ayu pun segera mengambil minum dan meminumnya hingga habis.

"Aduh, maaf maaf, saya mengagetkan kamu ya?" Ucap laki-laki tersebut.

"Tidak, tidak, saya saja yang terlalu fokus dengan makanan saya, jadi saat Anda menyapa saya menjadi kaget." Jawab Ayu sopan.

"Nona, apakah saya boleh meminta tolong?" Ucap si laki-laki.

"Anda mau minta tolong apa? Sekiranya saya bisa menolong akan saya usahakan." Jawab Ayu.

"Nona, saya benar-benar sedang membutuhkan pertolongan, ibu saya sedang sakit Nona, dan beliau meminta saya untuk segera menikah, hari ini juga saya harus membawa calon untuk menemuinya, saya bingung Nona, apakah Nona bisa membantu saya? Saya akan membayar berapapun yang Nona minta." Ucap laki-laki tersebut.

"Bukannya pacar Anda tadi memutuskan Anda karena Anda seorang kuli bangunan ya? Kenapa Anda bisa bicara akan membayar saya berapapun yang saya minta?" Ucap Ayu heran.

"Em, itu saya hanya membohonginya saja Nona. Eh, apakah Nona menguping pembicaraan saya tadi?" Ucap laki-laki.

"Em anu, tadi tidak sengaja mendengar. Iya. Tidak sengaja mendengar, hehe." Jawab Ayu sedikit salah tingkah.

"Lalu bagaimana, Nona? Apakah Nona bisa membantu saya?"

"Maaf, jika Anda membutuhkan saya sekarang, saya tidak bisa, karena pagi ini saya harus bekerja. Mungkin sepulang kerja, saya bisa membantu Anda." Ucap Ayu jujur.

"Baiklah, saya tidak masalah. Kalau begitu, bisakah kita bertukar nomor, Nona? Anda bekerja dimana? Kenalkan, nama saya David." Ucap David memperkenalkan diri.

"Panggil saya Ayu, ini nomor saya, saya bekerja di PT MERINDU." Jawab Ayu memperkenalkan diri.

'Ternyata dia karyawanku. Bagus, ini menarik.' Batin David.

"Baiklah, Nona. Saya akan menghubungi Nona nanti. Terima kasih. Saya pamit dulu, silahkan dilanjutkan sarapannya." David pun berlalu pergi meninggalkan Ayu.

"Hm, orang aneh." Gumam Ayu.

Ayu pun mengangguk saja dan memilih melanjutkan sarapannya yang tertunda tadi.

Setelah selesai dengan sarapannya, Ayu pun gegas menuju ke kantor. Sesampainya di kantor, sahabatnya sudah menunggunya di Lobi.

"Haih, bakal diberondong banyak pertanyaan nih aku." Gumam Ayu ketika melihat Desi sahabatnya.

Lalu Ayu pun melambaikan tangan pada sahabatnya tersebut.

"Hai, sudah dari tadi kamu di sini?" Ucap Ayu.

"Ah tidak, baru saja kok." Jawab Desi.

Mereka berdua pun berjalan ke ruangan mereka dan sesekali terlihat bercanda.

*****

Terdengar suara gedoran pintu.

Dur! Dur! Dur!

"Doni, Dina, bangun. Ini sudah siang, apa kalian tidak mau sarapan?"

Sinta menggedor pintu kamar Doni agar sepasang pengantin baru itu cepatlah bangun.

"Eugh!! Apaan sih, berisik banget." Gerutu Dina.

Dina menoleh Doni yang masih sangatlah pules.

Dina pun beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu.

Ceklek.

"Ada apa sih, Bu? Kenapa berisik sekali?"

Dina sedikit kesal karena tidurnya terganggu.

"Heh, ada apa ada apa, cepat bangun, sudah jam berapa ini? Jam 9 dan kamu bilang ada apa? Kamu itu hanya numpang di sini, jangan malas-malasan kamu ya." Sahut Sinta kesal karena punya menantu pemalas seperti Dina.

"Bu, aku itu capek, sudah tahu kan semalam aku baru dateng. Baru juga semalam doang di sini sudah diperlakukan seperti ini." Kesal Dina.

"Wah, berani juga ya kamu. Kamu kalau mau tinggal di sini harus ikut peraturanku, setidaknya membantuku untuk beres-beres rumah, kalau tidak mau silahkan angkat kaki dari sini." Ucap Sinta begitu emosi.

"Enak saja, aku kesini tuh diajak Doni, jadi kalau aku harus pergi, anakmu itu juga harus pergi, dia kan suamiku." Ucap Dina tak kalah emosi.

Menantu yang tidak patut kita contoh ya gays.

"Itu kamu tahu kalau Doni suamimu, bukannya kamu bangunin terus dibuatkan kopi, dilayani malah enak-enakan tidur, dasar menantu tidak berguna." Ucap Sinta.

"Kan sudah aku kasih tahu, Bu. Aku ini lelah. Begitu saja dibuat ribut dan tidak perlu menghina aku. Sudah aku masih mengantuk dan juga lelah, mau tidur lagi. Lagian Ibu ini tidak lihat apa kalau Doni masih terlelap dengan pulas nya. Mengganggu saja." Ucap Dina tiba-tiba menutup pintu dengan kencangnya hingga membuat Sinta terlonjak kaget.

"Eh dasar wong gendeng, tidak ada sopan santunnya sama orang tua, awas ya akan aku adukan kamu sama Doni nanti kalau dia sudah bangun." Teriak Sinta di balik pintu.

Dina kembali ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya kembali dan menutupi telinganya menggunakan bantal. Pagi-pagi sudah dibuat kesal.

1
Desy Ratnasari
karya yg bagus gk bnyk typo cerita simple GK muter-muter mudah di simak
AgviRa: Terima kasih, kak. Jangan lupa baca novel saya yang lain ya. 😊🙏
AgviRa: Terima kasih, kak. Jangan lupa baca novel saya yang lain ya. 😊🙏
total 2 replies
Suparmin N
Luar biasa
AgviRa: Terima kasih.😊🙏
total 1 replies
niktut ugis
ih si ayu kenapa dia tepok tangannya bukan pas mereka masih main kan jd seru tuch paniknya
AgviRa: Wah, nanti ganggu dong, Kak.😅
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Desmeri epy Epy
lanjut
AgviRa: Ok Kakak
total 1 replies
Ma Em
Doni punya istri si Dina kelakuannya sama orang tua tdk ada sopan2nya sama mertua berani Dina lawan dasar menantu kurang ajar .
Ma Em: Bagusnya si Dina smack down aja 🤭😄
AgviRa: Iya, Kak. bagusnya diapakan itu, Kak?
total 2 replies
Yuni Ngsih
Thooooor kok dipotong update dulu kamu mah ska lama nyambungnya ....yaccccch sedih deh ....teruskan Thor😠😠😠👍👍👍💪💪💪
AgviRa: Hehe, sebenarnya ceritanya sebentar lagi akan tamat. Sabar ya, Kak. 🙏
total 1 replies
Yuni Ngsih
selamat ayu & David smg SaMaWa....🤲🤲🤲🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Yuni Ngsih
huuuuuh dasar perempuan gatel hati " tu ulat keketnya sangat berani ,cepet tinggalkan Rumah ,langsung pindah ke Rumah David azah biar tidak di ganggu ....😡😡😡💪💪💪
Yuni Ngsih
Thooooor baru nongol bikin aku marah ,greget& kezel Thor tentang ceritra ini 😠😠😠
AgviRa: Waduh! Kenapa, Kak? Apa salah saya?😭😭
total 1 replies
Galuh Setya
Luar biasa
AgviRa: Terima kasih, Kak. Semoga suka ya.🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!