NovelToon NovelToon
Kesayangan Tuan Sempurna

Kesayangan Tuan Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Paksa
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nikma

Ellia Naresha seorang gadis kecil yang harus menjadi yatim piatu diusianya yang masih sangat muda. Setelah kepergian orang tuanya, Ellia menjalani masa kanak-kanaknya dengan penuh siksaan di tangan pamannya. Kehidupan gadis kecil itu akan mulai berubah semenjak ia melangkahkan kakinya di kediaman Adhitama.

Gavin Alvano Adhitama, satu-satunya pewaris keluarga Adhitama. Dia seorang yang sangat menuntut kesempurnaan. Perfeksionis. Dan akan melakukan segala cara agar apa yang diinginkannya benar-benar menjadi miliknya. Sampai hari-hari sempurnanya yang membosankan terasa lebih menarik semenjak Ellia masuk dalam hidupnya.

Cinta dan obsesi mengikat keduanya. Benang takdir yang sudah mengikat mereka lebih jauh dari itu akan segera terungkap.

Update tiap hari jam 08.00 dan 20.00 WIB ya😉🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang-Orang Baik

Hari itu juga Yunus segera menemui majikannya untuk meminta izin menampung Ellia. Karena memang rumahnya saat itu adalah rumah sementara yang ia dapatkan dari majikannya. Sebenernya semua pelayan dianjurkan untuk tinggal di rumah susun yang sudah disediakan. Namun, khusus untuk Yunus ia diberi sedikit perlakuan berbeda dengan menempati rumah kayu kecil dibelakang rumah susun.

Alasannya, waktu itu sempat tersiar kabar bahwa rumah itu berhantu dan cukup horor karena lama tak di tempati. Rumah kayu itu akan di robohkan pada awalnya. Namun, karna sayang akhirnya Yunus mengajukan diri untuk menempatinya dan sampai sekarang. Yunus juga sudah membuktikan bahwa rumor rumah itu berhantu hanyalah sebuah cerita belaka.

"Apa yang ingin kamu katakan padaku Yunus? Tumben sekali kamu ingin langsung bertemu denganku?" Tanya Irene nyonya rumah itu.

Saat ini Yunus sedang menghadap majikannya. Saat itu Irene sedang bersantai di balkon lantai dua dengan beberapa makanan ringan dan teh hangat di atas meja.

"Maaf mengganggu waktu anda nyonya. Saya hanya ingin meminta izin anda. Hari ini anak kerabat jauh saya datang dan meminta izin untuk tinggal bersama saya. Dia sebatang kara, karena orang tuanya sudah meninggal dan tidak ada kerabat lain yang bisa mengurusnya, nyonya. Jika, anda mengizinkan saya ingin membiarkannya untuk tinggal bersama saya beberapa waktu ini." Pinta Yunus sopan setengah berharap.

Irene dengan santai mendengarkan permintaan Yunus sembari menyesap tehnya.

"Berapa usia anak itu?"

"Namanya Ellia Naresha, ia berusia 12 tahun nyonya. Saya jamin dia tidak akan mengganggu pekerjaan saya." Jawab Yunus meyakinkan.

"Hm, baiklah terserahmu saja. Asal tidak mempengaruhi keseharian, pola dan aturan yang sudah berjalan aku tidak masalah." Ucap Irene memutuskan.

"Baik nyonya. Saya jamin tidak akan ada perubahan setelah kedatangannya. Terima kasih banyak nyonya."

Setelah mendapatkan izin Yunus menjadi lebih lega. Ia segera kembali menuju rumahnya tempat Ellia berada. Tadi, setelah makan ia meminta Ellia untuk beristirahat di sana.

Saat sudah mendekati rumahnya ia melihat seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba berlari ketakutan dengan wajah pucat.

"Kau kenapa Dona? Kenapa lari-lari ketakutan seperti itu?" Tanya Yunus keheranan.

"Ha ... Hantu!! Di rumahmu ada hantu!!" Seru Dona ketakutan.

"Mana ada hantu? Aku sudah tinggal di sana bertahun-tahun dan tidak ada hantu. Dan ini bukan kali pertama kau ke rumahku juga kan?!"

"Tapi sunggguh aku melihat hantu di rumahmu! Aku tadi ingin mengantarkan beberapa kue kering sisa buatanku tadi pagi padamu. Tapi, disana aku melihat hantu anak kecil dengan rambut hitam panjang." Seru Dona menjelaskan kronologi kejadian yang baru saja ia alami.

"Anak itu bukan hantu. Dia manusia yang masih bernafas. Namaya Ellia." Jelas Yunus yang akhirnya paham siapa hantu yang dibahas oleh Dona rekannya itu. Belum sempat Dona bertanya, Ellia yang sedang dibicarakan itu keluar dari rumah dan berlari menghampiri mereka.

"Paman!!" Panggil Ellia dengan antusias.

"Kau sudah bangun?" Tanya Yunus setelah Ellia ada dihadapannya.

"Iya aku terbangun karena aku mendengar seseorang yang mencari paman. Tapi, saat aku membuka pintu orang yang mencari paman, malah berteriak dan lari. Aku gak tau kenapa. Ini bukan salahku paman, aku tidak melakukan apapun." Seru Ellia menjelaskan, ia berusaha meyakinkan Yunus kalau ia tak bersalah.

"Kau memang tak bersalah. Hanya saja kau habis dikira hantu olehnya." Tunjuk Yunus ke Dona dengan dagunya.

"Ah, apa bibi yang mencari paman tadi?" Tanya Ellia yang baru menyadari ada wanita paruh baya di belakang Yunus.

"Kamu sungguh manusia yang masih bernafas?" Tanya Dona mendekati Ellia yang kebingungan. Ia menyentuh pipi Ellia dan memastikan nafasnya.

"Wah, ternyata kamu manusia. Aku kira tadi kamu hantu nak. Mangkannya aku teriak dan lari." Jelas Dona yang sudah bisa merasa lega.

"Maafkan saya bibi, kalau saya mengejutkan bibi."

"Tidak-Tidak ... Aku yang salah karna langsung ketakutan tanpa memastikan dulu. Oh ya, perkenalkan aku Dona asisten dapur di rumah ini." Ucap Dona ramah.

"Halo bibi Dona. Saya Ellia Naresha, saya anak yang menumpang di rumahnya paman Yunus mulai hari ini."

Dona cukup terkejut dan ia hanya bisa menatap Yunus dengan pandangan bertanya. Dibenaknya sudah mulai menari-nari kemungkinan liar. Seperti apakah Ellia anak tersembunyi Yunus, tapi mereka sama sekali tak terlihat mirip.

"Jangan berpikir macam-macam. Nanti aku jelaskan detail ceritanya. Yang jelas mulai hari ini Ellia akan tinggal bersamaku sampai aku sudah memutuskan akan kemana dia pergi. Aku juga sudah mendapat izin dari nyonya. Kau akan sering bertemu dengannya begitu juga yang lain. Jadi, jangan menganggapnya hantu lagi."

Dona mengangguk mengiyakan. Kemudian mereka bertiga beriringan menuju kembali kerumah Yunus. Di sana Ellia dengan tenang menceritakan kondisinya termasuk alasannya menumpang di rumah Yunus.

"Kamu sangat hebat nak. Bagaimana bisa anak sekecil ini bisa melewati itu semua sendirian?! Dasar pamanmu itu uda gila! Gak punya otak! bajing*n!" Seru Dona yang terus mengeluarkan sumpah serapah setelah mendengar cerita Ellia.

"Dona jaga perkataanmu. Ellia masih anak-anak!" Seru Yunus tegas.

Ellia hanya bisa terkikik mendengarnya. Walaupun ia cukup sedih harus mengingat semua kenangan buruk saat menceritakan kondisinya tadi, tapi ia juga merasa senang karna kali ini ia dikelilingi oleh orang baik dan peduli padanya.

"Hehe. Aku baik-baik saja paman, bibi. Terima kasih." Ucap Ellia dengan senyum manis. Dona tak tahan lagi dan langsung memeluk Ellia erat.

"Tenang saja sayang. Di sini kamu aman. Kalau Yunus mengusirmu datanglah pada bibi. Bibi yang akan menjagamu." Ucap Dona dengan sayang. Ellia membalas pelukan Dona dengan erat. Hangat. Sudah lama sekali sejak ia merasakan kehangatan dipeluk seseorang.

Karna pamannya yang begitu kasar, bahkan bibi Dea sebelumnya pun tak bisa leluasa menunjukkan kasih sayangnya. Tanpa terasa air mata kembali mengalir dari kedua mata Ellia.

Sejak hari itu, keberadaan Ellia sudah menyebar ke seluruh pekerja di rumah itu. Satu persatu mereka menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah Yunus untuk menyapa dan memberikan sesuatu pada Ellia, baik itu camilan atau baju-baju yang masih layak pakai. Semua orang menyambut kedatangan Ellia dengan sangat baik. Dan Ellia juga bisa beradaptasi dengan mudah di sana.

Terkadang kalau sedang tak membantu Yunus, Ellia akan pergi ke rumah susun dan bermain dengan kakak-kakak pelayan wanita yang sedang libur. Ellia merasa punya banyak keluarga baru. Di sana juga Ellia tau bahwa kediaman itu adalah milik keluarga Adhitama. Keluarga paling terpandang, paling kaya dan paling disegani di daerah itu.

Ellia juga mengetahui, bahwa kepala keluarga Adhitama meninggal dalam sebuah kecelakaan empat tahun lalu bertepatan dengan kecelakaan orang tuanya. Dan saat ini semua aset keluarga dikelola oleh istrinya Nyonya Irene Zelva Adhitama dan juga anak laki-laki semata wayangnya, tuan muda Gavin Alvano Adhitama yang baru menginjak usia 17 tahun.

Ellia hanya mendengar nama-nama itu saja, namun ia belum pernah bertemu secara langsung dengan kedua majikan rumah itu.

.

.

.

Bersambung ...

1
Bunda'nya Alfaro Dan Alfira
nah vin pelan² aja luluh kan hati el jangan tergesa² coba ganti panggilan nya jadi sayang vin lebih enak loh baca dan dengar nya kalau istri ku kaku sekali jadi ny.😁
semangat thor
Nikma: wah makasih sarannya kak. siap😁🥰
total 1 replies
+62 88
huaaaaaaaaaaa 😭 al ga rela kalo cuma 1 episot
Nikma: Besok ya 2 chapter😁
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor
simta dila
Gavin liat tuh istrimu jadi pesuruh, balikin ke Ares aja ya? tapi aku ga rela juga sih 😭🤣
Nikma: ciee, yg terombang ambing kapal Ares ato Gavin😂🤭
total 1 replies
simta dila
Karena kamu selalu buat dia marah dan merasa gak berarti Elia. andai kamu bisa nahan ucapanmu, pasti Gavin ga murka begitu melakukannya 😤
spiderela
quite satisfying
Nikma: Makasih buat penilaiannya kakak🥰❤️
semoga chapter² selanjutnya tetap bisa memuaskan yaa.. Kalau memang ada saran perbaikan bisa langsung tinggalkan komentar ya kak😊🙏
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
+62 88
LAMAAAAA 🦖🦖🦖 buru putusin ah, al sebel
+62 88: aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.. kasian gapin lama2
Nikma: Sabar kakak. Masih ada bbrp chaptee lagi.. Ellia masih belum mau kebongkae hubunganya dengan Gavin. Takut jantung pamannya tak kuat🥺🥺
total 2 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
+62 88
apa elia masi lama buat merindukan gapin? jangan ada anemia diantara kita kaka nikma 🦖🦖🦖
+62 88: amnesia.. m nya tipo tadi 😑
Nikma: Gimana nih maksudnya kak? Aku agak kurang paham😅✌️
total 2 replies
simta dila
kasian Ares ya 😭
Nikma: Iya huhu, dia masih belum tau apa²😭
total 1 replies
Bunda'nya Alfaro Dan Alfira
gavin sebenar nya sayang sama el tapi cara nya aja yang salah coba sedikit bersabar dan lembut sedikit aja vin biar luluh hati nya el
Nikma: Gavin be like : Akan ku usahakan🙃
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
+62 88
kaka otor.. al berharap clara masuk penjara 😏
Nikma: Haha. siap 45😁🔥
+62 88: deal. panjangin aja, al ga bosen 😁
total 3 replies
simta dila
tinggal berdua dong thor
Nikma: Hehe, belum bener-bener bisa tinggal berdua kak. karena Ellia gak bisa ninggalin pamannya. kan pernikahan mereka masih di rahasiakan😅🙄
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Nikma: siap kakak. Besok lagi yaa😁🙏
total 1 replies
simta dila
Gavin kamu kok blm putus sama clara
Reni Anjarwani
doubel up thor
Bunda'nya Alfaro Dan Alfira
semangat el
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!