NovelToon NovelToon
Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:13.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Keegoisan istrinya, yang bersikeras menolak untuk hamil. Membuat Sam terpojok dengan permintaan neneknya. Satu sisi wanita yang dia cinta sepenuh hati menolak untuk hamil, satu sisi, wanita yang Sam cinta, yaitu nenek dan ibunya. Sangat menginginkan akan kehadiran penerus keluarga Ozage. Sam terpaksa menyetujui, untuk menikah lagi, demi membahagiakan neneknya dan ibunya.

Pernikahan kedua pun terjadi. Seorang wanita bernama Moresa Haya. Menjadi istri kedua Sam. Apakah Sam akan berpaling hati pada istri keduanya? Atau dia tetap setia dengan perasaannya pada Vania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Dua Cincin

Selama dalam perjalanan, Resa hanya membisu, dia hanya bisa diam, sambil mendengarkan wanita yang ada di sampingnya, yang terus memaki-maki seseorang di ujung telepon sana, yang dia panggil 'Sam.'

Resa mengasihani dirinya sendiri, laki-laki yang akan menjadi suaminya, samar, terdengar suaranya kalau dia menolak pernikahan ini, kesimpulan ini muncul, karena menyimak makian wanita di sampingnya ini pada laki-laki yang di panggil Sam itu.

Entah kapan wanita yang berada di samping Resa ini, berhenti mengomel, sebenarnya, Resa ingin menutup kupingnya, dengan telapak tangannya, karena gendang telinganya seakan pecah. Namun, dia takut, membuat wanita yang berada di sampingnya ini tersinggung.

Ramida terus berbicara di telepon. "Temui ibu di alamat yang ibu kirimkan, kalau kau telat datang! Apalagi tidak datang! Kamu ingat bahwa hak waris, masih bisa berpindah, selama nenek masih hidup, nenek bisa memindah pada siapapun! Ibu akan pastikan kamu ibu pecat jadi anak! Jika kamu tidak datang!" Ramida memaki orang yang tengah berbicara di telepon dengannya.

Dipecat jadi anak? memang bisa? Gumam hati Resa.

Ramida terus mengomel. "Kalau kau bukan Tuan muda Ozage Cryton Group, kita lihat, apakah wanita kebanggaanmu itu mau bertahan di sampingmu, jika kamu miskin!" Tanpa menunggu jawaban dari Sam, Ramida langsung memutuskan panggilan telepon mereka. Ramida langsung menyimpan benda pipih persegi itu, kedalam tasnya. Dia mengukir senyuman manis, untuk wanita yang duduk di sampingnya.

"Aku barusan bicara dengan anakku, Sam. Dia sangat mencintai istrinya, entahlah, bagaimana nanti dia bisa membuat kamu hamil, secara Sam tidak tertarik dengan perempuan lain, selain istrinya." Ucap Ramida, suaranya terdengar begitu lemah.

Resa berusaha menarik kedua ujung bibirnya, hingga bibir itu melengkung menjadi sebuah senyuman. Perjalanan mereka terus berlanjut, hanya wanita itu yang tahu kemana tujuan mereka.

Akhirnya mereka sampai di tujuan, setelah sopir Ramida membukakan pintu mobil untuk mereka, Resa dan Ramida turun dari mobil.

"Pak, tolong ambilkan paper bag, yang ada di bagasi," pinta Ramida pada sopirnya.

Ramida menerima paper bag yang diberikan sopir padanya. Ramida tersenyum memandang kearah Resa. "Kamu belum mandi dan belum sarapan bukan? Ayoo kita kedalam, kamu mandi dulu, ganti bajumu dengan ini, setelah itu kita sarapan bersama," seru Ramida. Dia menarik Resa masuk kedalam Villa itu.

***

Gedung Ozage Cryton Group.

Samuel terlihat terus memijat kepalanya dengan kedua tangannya, sikunya bertumpu di meja kerjanya, sedang jemari tangannya terus memijat kulit kepalanya. Setelah berbicara dengan ibunya di telepon barusan, Sam sungguh dilema.

"Aku sangat mencintai Vania, bagaimana mungkin aku harus menyakiti wanita yang sangat aku cinta." Sam bergumam sendirian. Sebelah tangannya melonggarkan dasinya, sedang tangannya yang satu mengusap layar ponselnya.

Akhirnya nomer yang dia hubungi langsung mengangkat panggilannya.

"Roman! Batalkan semua rapat hari ini, aku harus segera pergi, saat ini nenekku masih sakit, dan ibu memanggilku, kamu handle semua urusan kantor, selama aku tidak bekerja." Ucap Sam.

"Baik, Pak!" Sahut di ujung telepon sana.

Setelah selesai bicara dengan Roman, Sam meraih kunci mobilnya, melangkahkan kakinya begitu cepat meninggalkan ruangannya, tujuannya adalah tempat yang di janjikan ibunya. Dia harus segera sampai di sana, sebelum ibunya marah, dan memecatnya jadi anak.

"Ibu benar, kalau aku kere, mana mungkin Vania mau denganku," gumam Sam.

Beberapa menit menempuh perjalanan, dengan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, akhirnya, Sam sampai di sebuah Villa. Villa itu nampal sepi, tapi, di sana terlihat mobil ibunya terparkir tepat di halaman Villa itu. Sam juga segera memarkirkan mobilnya, di samping mobil ibunya.

Setelah posisi mobil itu terparkir sempurna, Sam segera turun, kakinya melangkah begitu cepat memasuki Villa itu. Sam sungguh tidak menduga ibunya seserius ini, untuk menikahkan dirinya lagi, di sana terlihat beberapa orang, yang pasti orang itu sangat di percaya ibunya, hingga ikut terlibat dalam urusan pernikahan rahasia ini.

Satu lagi yang menarik perhatian Sam. Seorang gadis yang terus mundukkan wajahnya, gadis itu tampak anggun mengenakan gaun bewarna biru muda, gaun itu sungguh pas di tubuh gadis itu, dia terlihat begitu risih dengan gaun yang dia kenakan, berulang kali dia berusaha menarik ujung gaun itu, agar ujung gaun itu menyentuh lututnya. Bagian atas gaun yang gadis itu pakai, nampak terbuka, memperlihatkan sedikit bagian dada yang nampak berisi, juga memperlihatkan bahu yang indah, dan leher jenjang yang dimiliki gadis itu, pemandangan menakjubkan menyapa mata Sam.

Ramida tersenyum, melihat Sam yang memandangi gadis pilihannya tanpa berkedip. Tidak sia-sia usahanya membelikan Resa gaun, meminta Resa menyegarkan diri, dan sedikit merias wajah Resa.

"Ayoo sayang, kita selesaikan urusan kita." Ucapan Ramida membuat Sam terlonjak dari lamunannya memandangi gadis itu.

Sial! Aku tidak boleh mengagumi wanita manapun selain Vania, istriku. Gerutu hati Sam. Dia memasang expresi datar pada wajahnya, segera bergabung dengan orang-orang yang sedari tadi menunggunya.

Tidak perlu waktu lama, akhirnya sumpah dan janji pernikahan terucap di lisan Moresa dan Samuel, dengan berat hati, Samuel terpaksa melepas dan menyimpan cincin nikahnya dengan Vania, untuk sementara, karena tidak mungkin jari manisnya memakai dua cincin sekaligus, dia harus merelakan jari manisnya, untuk memakai cincin nikahnya dengan Resa, saat ini.

Setelah selesai tukar cincin, acara pernikahan rahasia itu selesai. Beberapa orang yang terlibat segera pergi dari villa itu, karena urusan mereka sudah selesai. Hanya tinggal Sam, Resa dan Ramida.

"Resa sayang, simpan cincinmu, atau jangan mengenakan di jari manis tangan kananmu, jangan sampai orang mengira itu cincin nikah," pinta Ramida.

"Iya Nyonya," jawab Resa, dia segera melepas cincin yang baru beberapa menit di sematkan Sam di jari manisnya. Resa menyimpan cincin itu, kedalam dompetnya.

Sam juga langsung melepaskan cincin nikah yang baru di sematkan Resa, dia memberikan cincin nikahnya dengan Resa, pada ibunya.

"Bu, ibu simpan cincin ini, aku tidak mau Vania melihat cincin itu ada padaku," ucap Sam. Dia memakai kembali cincin pernikahannya dengan Vania.

"Baiklah, urusan kita sudah selesai, Sam … mana kunci mobil dan ponsel kamu?" Tanya Ramida.

Sam menunjuk kearah meja, dengan isyarat gerakan bola matanya.

"Ponsel kamu mana sayang?" Ramida bertanya pada Resa.

"Saya tidak punya ponsel, Nyonya." Jawab Resa.

Ramida tersenyum, dia segera meraih dua benda milik Sam yang dia cari. "Kamu boleh pergi setelah besok pagi." Ramida langsung menyimpan dua benda itu kedalam tas nya. Dia melangkahkan kakinya menuju kearah luar.

Sam baru sadar, kalau ibunya ingin meninggalkannya dengan gadis ini berduaan di Villa ini, Sam sungguh tidak rela, dia segera mencegat langkah kaki ibunya, dia berdiri tepat di hadapan ibunya.

"Ibu! Aku tidak mau, tolong berikan kunci mobil dan ponselku," pinta Sam.

Ramida mendekatkan wajahnya ke telinga Sam. "Semakin cepat kau buat dia hamil, semakin cepat pula kau bisa melepaskan dia, bukankah kau sama sekali tidak menginginkan dia?" Bisik Ramida.

Sam pasrah, dia tidak mau berdebat dengan ibunya, dia segera melangkah kesamping ibunya, mempersilakan ibunya, melanjutkan langkahnya. Ramida menghentikan langkah kakinya, perlahan merubah arah tubuhnya, dia menghadap kearah Sam dan Resa.

"Ibu sudah persiapkan baju ganti kalian, bahan makanan juga ada dalam lemari es, oh, satu lagi, kamar di sini hanya ada satu. Selamat bekerja sayang, ibu pergi," Ramida mengukir senyuman yang begitu lebar di wajahnya, seakan senyuman itu sampai ketelinganya.

Setelah Ramida pergi keadaan menjadi canggung. Resa masih dalam posisi duduknya, jari-jarinya meremas ujung gaun yang hampir menyentuh lututnya. Sam hanya mengehela napasnya begitu dalam, sambil memandangi gadis itu.

"Siapa namamu tadi? Maaf aku lupa," ucap Sam.

Sial, aku punya suami yang menderita penyakit alzheimer! Baru beberapa menit lalu dia mendengar dan menyebut namaku, sekarang dia lupa. Gerutu hati Resa.

"Apa kau tuli!" Suara Sam terdengar lebih keras.

"Resa. Namaku Resa, Tuan."

"Bagus, kau harus mahir memanggilku Tuan, karena kau nantinya adalah pembantu di rumah kami, kau tahu posisi kamu di mana, bukan?"

"Iya Tuan, itu perjanjian saya dengan Nyonya Ramida,"

"Berapa banyak yang uang ibuku berikan padamu, hingga kau mau menjadi istriku? Aku akan memberimu berkali lipat, agar kau mau pergi dari hidupku."

"Saya tidak tahu, Tuan."

"Apakah sangat banyak, hingga kau tidak bisa menghitungnya?"

"Semua yang Nyonya berikan pada saya, saya tidak pernah melihat total keseluruhan jumlahnya, saya hanya melihat total biaya operasi mama saya, yang lainnya, saya tidak tahu. Nyonya membayar semua biaya pengobatan mama saya, dan menjamin akan membayar semua perawatan lanjutan yang akan mama saya jalani, bahkan Nyonya menyewa seorang perawat, untuk menjaga mama saya, mama saya sangat butuh pertolongan, sebab itu saya menerima tawaran Nyonya. Andai keadaan tidak menyudutkan saya, saya tidak akan mau menerima tawaran ini." Tangan mulus itu terlihat menyentuh wajahnya.

Sam sadar, gadis itu menangis, karena tuduhannya. Sam segera duduk di sofa lain, dia meraih salahsatu botol air mineral yang bersusun di atas meja itu. "Maaf, aku tidak tahu-menahu masalahmu, aku hanya kecewa pada diriku, kau tahu, aku sangat mencintai istriku, menikah lagi di belakang dia, pastinya hal ini menorehkan luka besar di hatinya, dan ini adalah pengkhianatan terbesarku pada istriku."

"Saya faham, Tuan."

***

Bersambung ....

****

Iklan,

Ingat kata 'dua cincin,' kok rasa pengen nyanyi lagu Hello Band "Dua Cincin" 🤣

1
Surati
bagus ceritanya 👍
Nori Hapsah
pasti sam posirip hamil. /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nori Hapsah
awal bertemu benci setelah ber kali jali jadi bucin.
Aprilia Hadiwasana
Kek nya bukan anak nya sam, soal nya waktu itu sam di villa sm resa sedangkan vania dia hbs dr luar negri…
deandra syahfitri
Luar biasa
Wulhan Agustyna Ismail
laki laki bodoh jabatannya aja CEO
ratnaayunsari@yahoo.com
Luar biasa
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
mantul ceritanya 👍🏻👍🏻👍🏻
fatimatus zahro
sam kq bego tenan seh sebel aqw.. pernh aqw tuh cinta bgt sm cow.. tp yh gg sebego sam.. aqw tegesin diri.. kalo aqw mw bahgiain diri itu pntg bukn bahagian org lain..
fatimatus zahro
sumpah ini kerakter cowx ter ter pokokx.. gg tegas mbulettttt ae n gg jelas.. aslix bagus in novel.. cuma kurang mateng aja.
Zhafira Ndriani
menarik sekali cerita nya
Maya Sari Niken
bnyak yg ga masuk akal,resa ttp mmksa sam bertahan sama istri yg begitu,kedua sam kurang tegas
pokoknya serba ga masuk akal
Nori Hapsah: /Grin//Grin//Grin/ biar rame
total 1 replies
Maya Sari Niken
terganggu dg kata2 merengek
seolah2 semua org suka merengek
bukannya merengek itu bearti seperti manja
Oktavia
yg terlantar cuma anak vania, kok penylis tega bgt ya ? resa jadi perawat anak vania… enak di dia nanti suatu saat bisa aja datang
Oktavia
enak bgt si vania anaknya di rawat tesa nanti. emang baby sitter
Oktavia
alasan tapi kamar ga pernah di kunci. emang tesa juga sengaja
Oktavia
resa cuma cadangan ya ? egois bgt, ingin bahagia sendiri dan lebih utama vania. kasihan resa
Maya Kurnia
Sam trllu BuCin... jd bersikap sangat BODOH
Bagus Slayer
lanjut thorrr
Amelia Syharlla
ceritanya bagus banget Thor aku suka semangat thor untuk karya barumu❤️❤️❤️❤️🌟🌟🌟🌟🌟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!