NovelToon NovelToon
Love Me, Please

Love Me, Please

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Aluna sweet

Hana seorang kariawan biasa yang harus menerima perjodohan dengan anak atasannya yang bernama Rico. Hana pun menyanggupi meski tak ada cinta antara mereka berdua. Ia rela berkorban asalkan atasannya bisa sembuh dan mau di operasi.

Namun, harapan tak selalu sesuai kenyataan. Sang atasan meninggal dunia di saat pernikahannya yang belum genap 24 jam.


Karena merasa tak ada lagi alasan untuk bertahan, akhirnya Rico memutuskan secara sepihak untuk bercerai.

Hana merasa terluka dan di campakkan. Namun, ia juga tak bisa memaksa untuk mencoba menjalani pernikahan mereka. Putusan perceraian keluar. Hana harus menjadi janda perawan.


Tiga bulan setelah perceraian, nasib buruk menimpa Hana hingga membuatnya hamil dan pergi sejauh mungkin.


Mampukah Rico menemukan Hana dan bertanggung jawab. Atau hanya penyesalan yang menghantuinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aluna sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian Enam

Setelah kepergian Anton, Hana melanjutkan pekerjaannya seperti biasa. Dia tidak ingin terlalu larut dalam pikiran tentang masalah pribadinya, terlebih lagi tentang Rico yang beberapa kali membuat hatinya bergetar tak menentu. Ia tahu, terlalu banyak memikirkan hal itu hanya akan melemahkannya. Maka setiap pagi, Hana berusaha menata hati, menata diri, dan mengenakan senyuman terbaiknya seperti baju kerja yang wajib dipakai setiap hari.

Hari-hari berjalan dengan ritme yang sama. Pagi dengan secangkir kopi hangat di meja kerja, siang dengan tumpukan berkas, dan sore yang selalu diakhiri dengan napas lelah namun puas. Hana bekerja dengan giat dan profesional. Ia menepis segala rasa canggung yang dulu sempat membuatnya gugup setiap kali berhadapan dengan Rico. Sekarang, meski masih ada debar halus di dadanya, ia sudah mampu mengendalikan diri.

Namun hidup kadang punya cara mengejutkan untuk mengguncang keseimbangan yang sudah susah payah dibangun.

Malam itu, Dirgantara Company mengadakan pesta besar. Gedung mewah itu dipenuhi orang-orang penting, tawa, dan denting musik elegan yang mengisi udara. Hana hadir mendampingi Rico dan Anton seperti biasa—rambutnya disanggul sederhana, gaun hitam panjangnya menambah aura anggun sekaligus tegas.

Rico hadir dengan pesona khasnya; senyum ramah, tatapan berwibawa, dan sikap yang tak berlebihan namun tetap memikat. Tak butuh waktu lama hingga banyak perempuan di ruangan itu mulai mencari perhatian darinya.

Hana memperhatikan dari jauh. Ia sudah terbiasa melihat hal seperti itu. Rico memang punya daya tarik yang sulit dijelaskan. Namun malam ini, ada sesuatu yang berbeda.

Seorang perempuan dengan gaun merah mencolok menghampiri Rico sambil membawa dua gelas minuman. Ia tersenyum, begitu percaya diri.

“Mari bersulang,” ucapnya lembut.

Gelas mereka saling beradu, menimbulkan suara ting kecil yang nyaris tertelan oleh riuh musik. Rico meneguk setengah gelasnya tanpa curiga.

“Kenalkan, nama saya Felisa,” katanya sambil tersenyum genit.

“Rico,” jawab Rico singkat. Ia mencoba ramah, walau jelas tidak tertarik. Namun Felisa tak menyerah, terus mengajaknya mengobrol dengan tatapan yang menyimpan niat lain.

Tak lama, Rico mulai merasa aneh. Kepalanya berputar, tubuhnya panas, dan dadanya terasa sesak. Ia mengerutkan dahi, menahan diri agar tidak mempermalukan diri di depan umum.

Felisa tersenyum samar, menoleh sekilas ke arah teman-temannya. Tatapan penuh kepuasan terpancar di matanya—seolah apa yang ia rencanakan mulai berhasil.

“Kenapa, Ric? Kamu kelihatan pucat,” katanya pura-pura cemas.

Rico menepis tangannya kasar. “Saya tidak apa-apa.” Langkahnya terhuyung saat ia menuju ke arah Anton dan Hana.

Anton yang melihat kondisi itu langsung tahu ada yang tidak beres. Tatapan matanya tajam seperti pisau.

“Sialan kau, Felisa. Kau pasti menaruh sesuatu di minumannya,” gumamnya pelan tapi penuh amarah.

Anton segera mendekati Hana.

“Hana!” panggilnya.

“Ya, Tuan?” Hana segera menghampiri.

“Kamu dan Rico pulang duluan. Sopir akan mengantar kalian. Pastikan dia sampai apartemen dengan selamat.”

“Tapi bagaimana dengan Anda, Tuan?” tanya Hana pelan.

“Aku masih ada urusan,” jawab Anton singkat, suaranya dingin tapi sarat makna. Ia melirik tajam ke arah Felisa, membuat perempuan itu menunduk ketakutan.

Hana menuruti perintah. Ia menuntun Rico menuju mobil dengan hati-hati. Tubuh Rico terasa panas, dan wajahnya merah seperti menahan sesuatu yang tak bisa dijelaskan.

Selama perjalanan, Hana berulang kali menatapnya dengan cemas. “Tuan, apa Anda baik-baik saja?”

Rico hanya diam, rahangnya mengeras. “Aku baik, Hana. Jangan khawatir.” Tapi suara itu terdengar berat, penuh tekanan, seolah ada badai yang sedang ia tahan di dalam dirinya.

Tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di apartemen Rico. Hana turun lebih dulu, lalu membukakan pintu mobil.

“Tuan, saya bantu naik ke atas,” katanya lembut.

“Tidak perlu. Aku bisa sendiri.”

“Tapi wajah Anda memerah. Sepertinya demam.”

“Hana, tolong dengarkan aku. Aku tidak sakit.” Rico menatapnya, dalam dan serius. Tapi Hana salah paham—ia kira Rico hanya keras kepala seperti biasa.

“Sudahlah, ayo. Saya tidak tenang kalau meninggalkan Anda begini,” kata Hana sambil menarik tangannya masuk ke lift.

Rico menarik napas panjang. Tubuhnya terasa semakin panas. Ia menunduk, berusaha menahan diri. Sementara Hana terus menatapnya penuh khawatir, tanpa menyadari betapa berat perjuangan Rico untuk tetap waras malam itu.

Dalam diam, lift bergerak naik. Hening, hanya suara mesin dan detak jantung yang saling berkejaran di dada mereka.

Begitu pintu lift terbuka, Rico langsung melangkah cepat ke arah pintu apartemen dan membukanya.

Ia hendak masuk ke kamar mandi, tapi Hana menahan pergelangan tangannya. “Bapak tidak boleh mandi air dingin kalau sedang panas.”

Rico berhenti. Ia menunduk, memejamkan mata. Napasnya berat. “Hana… aku bilang aku tidak sakit. Aku butuh waktu sendiri. Tolong, pergi sebelum aku kehilangan kendali.”

“Tapi kenapa?”

Rico menatapnya, matanya merah menahan pergolakan. “Hana, aku tidak ingin menyakitimu. Tolong, mengertilah.”

Namun Hana tetap bertahan. Ia menatap Rico dengan kebingungan dan ketakutan bercampur. Dalam pandangan itu, Rico melihat sosok perempuan yang begitu polos, begitu tulus. Dan di situlah, semua pertahanannya mulai runtuh.

Rico melangkah mundur, tapi Hana malah mendekat. Ia memegang lengan Rico, dan sentuhan itu membuat darah Rico berdesir hebat.

“Hana, jangan—” suaranya serak, tapi sudah terlambat.

Hana sempat melihat wajah Rico berubah; matanya kehilangan kejernihan, digantikan tatapan yang asing dan dalam. Lalu dalam sekejap, jarak di antara mereka lenyap.

Waktu seperti berhenti. Hanya ada detak jantung yang bergemuruh dan napas yang saling bertubrukan. Hana sempat berusaha melepaskan diri, tapi Rico yang tak lagi bisa menguasai kesadarannya terus menariknya ke dalam pusaran yang tak diinginkan.

Ruang itu menjadi saksi bisu dari malam penuh kabut yang menelan kewarasan dan batas.

Entah berapa lama waktu berjalan. Ketika kesadaran Hana mulai kembali, yang terdengar hanyalah suara angin dari celah jendela. Tubuhnya terasa lemah, dan air mata mulai mengalir tanpa bisa ia hentikan.

Ia menatap langit-langit apartemen Rico dengan mata kosong. Perasaannya hancur. Di sampingnya, Rico sudah terlelap, napasnya berat dan teratur, seolah tidak terjadi apa-apa.

Hana menarik selimut, menutupi tubuhnya yang gemetar. Dadanya sesak, pikirannya penuh pertanyaan dan ketakutan. Ia ingin marah, tapi suaranya tak sanggup keluar.

Lalu perlahan, ia duduk. Menatap wajah Rico yang tertidur dengan dahi berkerut. Air matanya menetes lagi.

“Kenapa, Tuan... kenapa harus begini?” bisiknya parau.

Ia tahu, Rico bukan sepenuhnya bersalah malam itu. Ada sesuatu dalam dirinya yang dipaksa melampaui batas. Tapi luka di hati Hana tetap nyata.

Ketika akhirnya ia berdiri dan melangkah ke arah jendela, bulan menggantung pucat di langit, seolah ikut menyaksikan kesedihannya. Hana menatap keluar dengan mata sembab.

Hening. Tapi di dalam dadanya, badai baru saja dimulai.

Ia tahu, setelah malam itu, tidak ada yang akan sama lagi.

Bersambung.

1
Rosdiana Azwar
Luar biasa
Arumi
lengah dikit tiba tiba koma aja 😁
ione
/Good/
ayu cantik
suka
stevany indri
klo Ryan baik, knp mesti keberadaannya dihilangkn. knp g dibuat sj hana amnesia ll Ryan berjuang dg kekuatan cintany u menyembuhkn hana.
sprtny author ingin mmbuat hana kembali pd org lama yg justru menyakiti Hana. sedih.....
stevany indri
klo Ryan baik, knp mesti keberadaannya dihilangkn. knp g dibuat sj hana amnesia ll Ryan berjuang dg kekuatan cintany u menyembuhkn hana.
sprtny author ingin mmbuat hana kembali pd org lama yg justru menyakiti Hana. sedih.....
viemah
mcm mna Ryan boleh bersatu sma istri di syurga kalo Hana menikah lelaki lain
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
huh gt ya thor, ini lapaknya hanariko, okla makasih....
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
aku ga nangis pas Riko ngejar ngejar Hana, aku malah senyum😈😈😈😈 lebih nangis pas Hana ngunjungi makan Ryan, semoga s2 sesuai harapan aku ya thor, Riko biarin aja
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
aku suka banget bagian ini, udahlah thor biarin Hana sama Ryan aja selama lamanya Tampa harus campur tangan Riko, manusia egois jahat kesel😡😡😡
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
Riko jahat Riko jahat Riko jahat😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
masalah rahim aja udah segininya Hana, apalagi masalah semuanya kalo udah tau, jahat bngt Riko, manusia paling egois yang pernah aku temuin SE novel ini😡😡aku benci riko
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
kesel thor bacanyaaa, kesellll bangettttt hik mau nangis saking kesellnyaa😭😭😭💔💔💔aku ngerasa di bohongin, bertahun tahun di kasi omongan palsu, dipaksa buat ga inget, kalo inget sesuatu pun di kasi tau itu cuma hayalan, gausa di pikirin, jahat sejahat jahatnya, padahal Hana cinta banget sama Ryan tapi di bohongin mati Matian sama Riko😭😭💔💔💔💔💔
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
ya thor aku geli sendiri, masii belum terima 💔 Riko jahat egois hik
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
aku kadang bacanya gak bener kalo bagian rikohana, gasuka bngt ngebayangin riko, jahat
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
aku beneran rada gasuka si thor heheh maaf ya, kurang srek gitu bacanya, soalnya Riko jahat bngt, aku ga ngebayangin di nikahin orng pas lagi hilang ingatan, apalagi suami sebelumnya bahagia bngt saling cinta
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
Riko egois, harusnya jangan memulai hubungan atau ngedeketin Hana dulu selagi Hana belum inget, nanti kalo udah nikah terus Hana tbtb inget ya tambah depresi, hihh aku gasuka bngt sama Riko #hattersrikowalaupunceritanyaudah5tahunlalu
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
riko egois bngt si kata aku, hus hus riko
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
langsung nangis aku thor hik hik sedihnyaaa, tetap fans #hanaryan garis keras
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
pls jangan sama Riko lagi hik.hik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!