Klara Arga Dirgantara adalah seorang gadis yang pada akhirnya akan berpacaran dengan seorang manusia yang dingin, misterius dan gila. Pria itu menjadi malapetaka bagi Klara, sedangkan Klara bagi pria itu adalah malaikat, yang dapat perlahan-lahan mengubah hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyekapan
Setelah beberapa jam berada di kafe Alfi berpamitan untuk pulang duluan, bilangnya sih ada urusan penting. Asal kalian tau sahabat Alfi tak tau rumah sebenarnya Alfi itu ada di mana, mereka hanya tau apartemen Alfi saja.
"Gue pulang dulu yah, ada urusan, " pamit Alfi sambil berdiri.
"Mau kemana sih Fi? " tanya Aurel sambil menatap Alfi dengan tatapan sinis.
"Pokoknya penting aja, " balas Alfi sambil tersenyum dan pergi dari hadapan mereka.
Tanpa menunggu jawaban dari ketiga temannya itu Alfi langsung berjalan menuju pintu keluar, tapi sebelum keluar ia sempat menyimpan uangnya untuk membayar semua makanan dan minuman yang dirinya dan sahabatnya pesan.
Setelah itu saat ini Alfi sudah berada di mobil menuju rumahnya untuk mengambil Klara dari sana, ada hal yang ingin ia tunjukkan pada Klara.
Sementara itu di rumah Klara masih menangis sambil tidur di lantai, semua pelayan di sana sudah mencoba bicara pada Klara agar gadis itu mau makan. Tapi sayangnya Klara tetap tak mau makan, bahkan bangkit saja ia tidak mau.
Semua hidupnya saat ini sudah berakhir, sampai seseorang datang dan menarik menggendong Klara. Orang itu lalu menidurkan Klara di kasur, "Kalian pergi saja, biarkan dia aku yang urus, " ucap pria itu para pelayannya.
Yah dia adalah Alfi, ia mengambil piring makanan yang berada di meja samping tempat tidur Klara. Sedangkan Klara hanya dapat menatap kesal Alfi, pria di depannya ini adalah orang yang telah menghancurkan kehidupannya.
"Kau mau makan atau mau aku hukum? " tanya Alfi tajam.
Klara hanya terdiam sambil menunduk, ia tak mau bicara apapun pada pria ini.
"Baiklah aku akan menghukum dirimu sekarang, " sambung Alfi sambil menyimpan kembali piring makanan itu lalu berjalan menuju sebuah laci kecil.
Ia mengambil sebuah pisau kecil namun nampak sangat tajam, ia kembali duduk di samping Klara lalu menarik tangan gadis itu dengan kasar.
"Kau mau apa? " tanya Klara ketakutan.
"Aku akan menghukum mu, " jawab Alfi sambil tersenyum miring, Alfi menggoreskan pisau itu di lengan Klara.
Klara meringis kesakitan sambil menjatuhkan air matanya, "Sakit Alfi, " teriak Klara sambil menahan rasa sakit.
Alfi menggambar sebuah hati di tangannya Klara menggunakan pisau itu, "Kau mau membuatkan nama ku di kening mu? biar kamu ingat kau sedang berurusan denganku, " tanya Alfi sambil melepaskan tangan Klara.
Darah segar mengalir dari tangan Klara, Klara langsung meniup luka itu yang terasa sangat perih, "Aku minta maaf, " balas Klara lemah.
"Baiklah kau makan yah Beby, " ucap Alfi yang kembali menyimpan pisau itu, lalu ia pun mengambil kembali piring yang berisikan makanan.
Klara pun mengangguk sambil menghapus air matanya, Alfi langsung menyuapi Klara. Dengan terpaksa Klara membuka mulutnya dan memakan makanan yang Alfi berikan padanya.
Andai makhluk di depanku ini adalah makanan mungkin aku sudah memakannya sedari tadi. Gumam Klara dalam hatinya.
"Jangan memaki ku dalam hatimu Beby, kau bisa memaki ku dengan suara yang lantang, " Entah mengapa Alfi malah bisa tau kalau saat ini Klara sedang memaki dirinya.
"Ternyata lu bukan hanya gila, tapi juga bisa baca pikiran orang, " ucap Klara yang sudah mulai kehilangan akal.
"Benar Beby, aku sudah kehilangan akal, " balas Alfi yang kembali menyuapi Klara makan.
Setelah makanan nya selesai Alfi pun tersenyum ke hadapan Klara yang sedang menunduk, "Beby bersiaplah aku akan menunjukkan sesuatu yang akan kau kenang selamanya, " Alfi berdiri dari sana meninggalkan Klara yang masih bingung dengan ucapan Alfi barusan.
Alfi keluar lalu memanggil pelayannya, "Kau obati wanita itu! " titah Alfi saat berada di ambang pintu kamar.
"Baik tuan, " balas pelayan itu yang langsung mengambil kotak obat, setelah itu pelayannya langsung ke kamar Klara untuk mengobati.
"Mana luka mu? " tanya pelayan itu sambil duduk di samping Klara.
Klara langsung menatap pelayan yang duduk di sampingnya, "Kau mau melukai ku? " tanya Klara polos.
"Hey memangnya muka ku terlihat sangat jahat sampai-sampai kau mengira aku akan melukai mu? " tanya balik pelayan itu sambil tersenyum.
Pelayan itu pria yahh, " Alfi juga mukanya gak kayak orang jahat tapi hatinya kek iblis, " balas Klara acuh sambil memutarkan bola matanya.
Pelayan itu tersenyum, "Hey jangan samakan aku dengannya, itu nampak berbeda, " ucap pelayan itu yang langsung menarik tangan Klara dengan perlahan.
Ia langsung mengobati Klara menggunakan Alkohol dan juga obat-obat lainnya, Klara meringis kesakitan. Pelayan itu tersenyum melihat wajah lucu Klara saat menahan rasa sakit.
"Tenang hanya sebentar kok, " ucap pelayan itu.
Klara langsung menatap pria itu kembali, "Aku ingin pulang, " ujar Klara yang memang ingin pulang.
Pria itu langsung menghembuskan nafas beratnya, "Aku tau itu, tapi di sini tak ada yang bisa membantumu, " balas Pria itu yang merasa kasihan pada Klara.
"Tapi kau seharusnya beruntung tau, soalnya tak ada satu wanita yang di biarkan hidup jika wanita itu banyak membantah padanya. Aku lihat kau bahkan sering membantahnya, " sambung Pria itu yang akhirnya selesai mengobati Klara.
"Bentuk hatinya juga cantik, " lanjutnya kembali saat tadi melihat luka Klara.
Klara langsung menarik tangannya lalu menatap tangannya yang sudah di tutupi perban, "Tapi tetap saja aku ingin pulang, " balas Klara yang tetap ingin pulang.
"Sudah yah, aku pergi dulu. Aku tidak bisa berada di sini lama-lama, " Pelayan itu kembali keluar dari kamar Klara.
Lalu pelayan lain pun datang sambil membawa beberapa pakaian untuk Klara, "Nona, Tuan meminta anda untuk ganti pakaian, " ucap pelayan yang membawa pakaian itu.
Klara yang tak mau berdebat itu langsung berdiri dan mengambil pakaian yang di berikan pelayannya, ia langsung memakai pakaian itu di dalam kamar mandi. Setelah selesai berganti pakaian Klara langsung di minta untuk menunggu Alfi di kamar itu.
Sedangkan di rumah Klara kedua orang tuanya sedang kebingungan, mereka sedari tadi di sekap oleh anak buahnya Alfi.
"Kau ambil saja semua hartaku, tapi tolong kembalikan putri ku, " pinta ibunya Klara yang saat ini sedang duduk di sofa dengan kedua tangan dan kakinya di ikat.
"Berhenti bicara atau kau akan melihat anakmu mati, " balas salah satu anak buah Alfi yang menjadi tangan kanan Alfi.
"Saya mohon pada kalian tolong lepaskan mereka, yang salah di sini tuh hanya aku bukan istri dan anakku. Mereka tidak pantas di hukum atas semua kesalahan ku, " timpa ayahnya Klara.
"Kau lebih baik diam saja, ini hanya akan membuang-buang tenaga mu dengan sia-sia, kau harusnya menyimpan tenaga mu untuk nanti pertemuan mu dengan bos kita, " balas pria itu kembali sambil tersenyum sinis.