Candy Jovanka adalah seorang gadis cantik dan polos yang sedikit bodoh dari keluarga kaya. Ketika dia berusia 18 tahun, ke dua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan mobil.
Candy yang baru saja lulus sekolah harus menanggung hutang yang di miliki oleh perusahaan keluarganya yang tiba-tiba bangkrut.
Tidak dapat menanggung beban hutang yang terlalu banyak, kedua bibi dan Pamannya berakhir menjual gadis itu pada seorang Vampire Bangsawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Monster, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05 Kehangatan Tubuh Manusia
Candy terdiam kaku tidak bergerak, dia takut dan merasa bersalah atas kelakuannya yang menyusahkan Edward. Dengan tidak berdaya Dia hanya terduduk di tempat tidur Edward yang lembut dan besar. Mata berwarna amber miliknya mengerjap dan menatap sekeliling tempatnya terduduk.
Sebelumnya dia masuk keruangan ini, mata indahnya hanya fokus pada sosok tampan dan mengangumkan Edward. Tapi sekarang setelah dia kembali kedalam ruangan ini, dia menyadari tempat ini sangatlah luas dan menakjupkan.
Ada sebuah tempat tidur yang sangat mewah dan besar di tengah ruangan. Jendela besar yang menghadap kearah tenggara menapilkan pemandangan yang sangat luar biasa.
Candy tidak bisa untuk tidak berfikiran liar, setahu dia Vampire tidak membutuhkan tidur. Jadi, apakah tempat tidur Edward ini di gunakan?!
Dengan gerakan ringan tubuhnya yang tadi kaku dan terduduk tegak menjadi rileks seketika. Dia naik keatas tempat tidur dan mulai mengendus bau bantal yang mungkin akan memiliki bau manis Edward. Dengan bodoh tingkahnya seperti anak 4***** yang tengah menemukan sebuah tulang.
Entah karena dirinya begitu menyukai Edward atau memang tempat tidur yang tengah dia endus itu memiliki bau yang manis, Candy tidak yakin. Yang dia tahu adalah bahwa dia sangat menyukai bau dari tempat tidur milik Edward itu.
Candy merasa bahwa bau manis yang dia hirup sangat menenangkannya. Dengan ceroboh dia hanya menghirup aroma itu sebanyak mungkin. Karena terlalu fokus dia bahkan tidak menyadari kedatangan Edward.
Sosok tampannya itu berdiri tegak dengan wajahnya yang tampak kaku dan sedikit terpelintir aneh melihat tingkah gadis diatas tempat tidurnya.
Edward memijat pelipis matanya ringan akan sikap Candy sebelum akhirnya membuka suara "Apa yang kau lakukan?"
Tubuh Candy tersentak kaget, dia kaku sejenak mendengarkan suara magnetik Edward. Dengan wajah memerah mata indahnya menoleh untuk menatap kearah Edward berada.
Senyuman canggung menggantung di bibirnya "Aku hanya merasa bahwa tempat tidur ini memiliki bau yang manis..."
Dengan gerakan sedikit aneh, Candy turun dari tempat tidurnya dan duduk di sudut dengan patuh. Dia diam disana dan menundukkan kepalanya dengan wajah merah merona malu serta rasa bersalah karena telah membuat ulah.
Melihat hal itu, Edward hanya terdiam dan menatapnya dalam hening. Setelah keheningan yang tidak nyaman berlangsung beberapa saat, tubuh Edward menghilang dan muncul kembali tepat dihadapan Candy.
Jemari tangan dingin Edward menarik tubuhnya ringan membuat gadis itu terkejut dan terdiam kaku.
Tidak berhenti disana, Edward menarik rambut panjang Candy untuk terangkat kebelakang dan memperlihatkan leher putihnya yang indah.
"Kau ingin makan?" Candy bertanya tanpa sadar, tapi dia seketika menyadari ucapannya sedikit kasar dan mengulanginya "Apakah Tuan ingin Darah?"
Melihat Edward yang hanya diam seraya menatap lehernya dalam jarak dekat, Candy merasa kewalahan karena wajah tampan itu yang terlihat begitu dekat. Dia menelan ludahnya kasar seraya menatap wajah Edward dengan mata ambernya tanpa berkedip.
Candy berfikir bahwa dia harus memuaskan dahaganya akan Edward karena selama beberapa hari terakhir dia tidak dapat melihat wajah ini dengan menatapnya sebanyak mungkin sekarang. Jadi dia tidak boleh menyia-nyikan kesempatan bahkan untuk berkedip sedetik pun.
"Ada goresan merah di lehermu!" Suara Edward terdengar dingin. Bahkan udara di seluruh ruangan itu menjadi jauh lebih dingin dan sedikit menusuk.
Jemari tangan Candy terangkat tanpa ia sadari untuk menutup leher putihnya karena rasa bersalah atas kecerobohannya.
Sebelum tangannya benar-benar menutupi lehernya, Edward menangkap tangan nakal itu dan kembali berbicara "Kau adalah milikku! Hanya aku yang dapat menyentuhmu! Jika kau membiarkan siapapun lagi melakukan hal ini, bahkan menggores tubuhmu sedikit saja di masa depan, aku tidak akan memaafkanmu!"
Candy mengangguk patuh kearahnya sebagai jawaban. Detak jantungnya berdebar kencang, dia merasakan udara di paru-parunya habis ketika mendengarkan kalimat yang Edward ucapkan.
Dia adalah miliknya! Milik Edward!
Sebuah taring panjang dan dingin menancap di leher putih Candy tepat dalam goresan merah kecil itu saat gadis itu tengah memiliki pikiran liar yang berkelana.
Tubuhnya terdorong diatas tempat tidur dengan Edward diatasnya yang tengah menghisap darahnya.
Candy menger4ng tidak nyaman merasakan sensasi panas di tubuhnya yang mengalir kearah lehernya.
Punggung gadis itu tegak keatas dan m3r3m4s rambut Edward dengan kedua tangannya.
Melihat hal ini, Edward mengaitkan kedua tangannya untuk memeluk pinggang tubuh Candy di bawahnya kedalam pelukannya dan menghisap darah miliknya lebih banyak.
Setelah hisapan yang banyak dan lama, tubuh di bawah Edward memanas dengan getaran aneh. Vampire tampan itu mengerutkan kening dan menarik taring gigi putihnya dari leher Candy.
Dia membuat jarak untuk melihat gadis di bawahnya yang tampak tidak normal.
Candy memiliki rona pipi yang sangat merah, debaran jantungnya sangat kencang seolah akan melompat keluar, tubuh gadis itu panas dan sedikit tidak nyaman serta gelisah.
Dengan kerutan yang semakin dalam, Edward bertanya dengan tidak yakin "Kau ter4ngs4ng?"
Candy "........"
Melihat wajah Candy yang semakin merah padam akan pertanyaannya, wajah tampan Edward tampak terpelintir gelap. Walaupun gadis itu tidak menjawab, raut wajahnya memberitahukan segalanya.
Mendesah panjang dengan memijat pelipis matanya ringan, Edward bermaksud untuk beranjak pergi dari atas gadis itu tapi terhenti karena ujung lengan bajunya ditarik oleh Candy.
Dengan malu dan tidak yakin gadis itu membuka suaranya yang terdengar sangat serak "Apa...a yang harus aku lakukan?"
Edward tertegun kaku sejenak atas pertanyannya sebelum menyadari.
itu benar!
Gadis itu masih berusia 18 tahun. Dia adalah gadis polos bodoh yang bahkan tidak pernah berciuman. Jika Edward meninggalkannya seperti ini, sudah di pastikan gadis bodoh ini akan tersiksa hingga pagi buta.
Memanggil Jane juga bukan hal yang bagus di tengah malam seperti ini, apalagi dengan alasan gadis itu t3r4ngs4ng karenanya.
Tanpa pilihan lain Edward akhirnya membuat keputusan dan berkata "Aku bisa melakukannya denganmu! Tapi itu hanya hubungan intim, aku tetap tidak bisa memberikan hal yang lebih seperti perasaan! Apakah kau mau melakukannya dan baik-baik saja dengan itu?"
Candy terdiam, dia diam dan menatap wajah tampan Edward. Mata amber miliknya bertemu dengan mata perak Edward. Dia tahu, bahwa tidak peduli apa yang dia lakukan atau terjadi nanti, pria itu tidak akan memberikan perasaannya.
Jadi kenapa hatinya tidak bisa berhenti untuk mengharapkan cintanya?
Bukankah mereka hanya bertemu satu kali?! Jadi, kenapa Candy memiliki perasaan akrab untuknya dan sangat menyukainya?
Membulatkan tekadnya, Candy mengangguk ringan ketika kedua tangannya merangkul leher Edward menariknya untuk mendekat dan mencium bibi merah dinginnya.
Walaupun pria itu tidak akan menyukainya, dan walaupun hatinya akan sakit karena menyukai pria ini..
Candy tidak akan pergi!
Dia tidak akan lari dan terus berada disisinya.
Sejak awal pertemuan mereka, Candy sudah memutuskan bahwa dia akan berada disisi Vampire ini..
Edward terdiam ketika bibirnya menempel pada bibir Candy, dia diam tidak bergerak dan mendengar suara hati Candy dengan sedikit rasa masam tidak nyaman di hatinya.
Menggelengkan kepalanya untuk tidak peduli pada perasaan gadis itu, Edward membuka bibir merahnya yang tertutup dan menjulurkan lidah miliknya untuk membongkar bibir Candy dan bermain dengan lidahnya.
Dia menciumi Candy dari lembut ke dalam dan menekannya, menghisap lidahnya dan menjelajahi deretan giginya yang rapih serta bibir manis miliknya seraya menggerakkan tangannya untuk membongkar pakaian yang dia kenakan.
'Sudah cukup lama...'
Edward bergumam pelan di dalam benaknya melihat tingkahnya itu. Dia melepaskan bibir merahnya dari Candy, membuat cairan menetes di sisi sudut bibirnya, dan menatap tubuh Candy yang sudah setengah tel4njang di bawahnya.
Jemari tangan Edward menjelajah dan mengusap tubuh putih mulus itu sebelum kembali bergumam lirih.
'...Kehangatan Tubuh Manusia?!'
Malam itu panjang, dengan cahaya bulan purnama yang bersinar indah. Ruangan dingin dan sunyi Vampire tampan di kastil itu tampak hidup dengan suara desahan memalukan serta erangan tidak berdaya terdengar.
Dengan terdengarnya suara itu, Kasti itu tampak Berbeda dan tidak sama seperti Ribuan tahun yang tampak sunyi hening kesepian...
sungguh mantap sekali ❤️❤️
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘