"Gue langsung pada intinya saja!"
Rama membuka suara
"Setelah malam ini jangan pura-pura sok Deket sama gue disekolah, kita anggap kalau kita sama sekali gak kenal,jangan pernah kasih tau siapapun tentang pertunangan kita disekolah!"Ucapnya tanpa jeda sedikitpun.
Akh apa yang Rara harapkan ? Rama akan langsung menyukainya?.
Rara hanya bisa tersenyum kecut.
"Tenang aja kak,gua gak bakal kasih tau tentang pertunangan kita kok,gue juga mau cari aman aja."Ucap Rara santai ,ia tak ingin menampakkan raut wajah kekecewaan,yah sebenarnya ia pun tak menerima 100% perjodohan ini.
_____*****_____*****_____*****_____*****_____*****
Semua berawal dari kakek Rara yang ingin tapi persahabatan dengan teman baiknya tak terputus hingga membuat perjodohan dengan cucu temannya
Tapi kenapa harus terjadi kepada Rara??Anak perempuan yang baru beranjak remaja tapi sudah punya calon suami..
Bahkan pacaran Rara belum pernah merasakan nya tapi ia malah langsung punya suami??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merlindea Ananta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6
Kring...kring..kring..
Alarm berbunyi membangun kan dua insan yang sedang terlelap.
Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi membuat Rara kaget karna terlambat bangun.
"Ya ampun,udah jam enam ,kak.Bangun,kak udah siang ini,kita kesiangan!" ucap Rara ,sambil menggoyang goyangkan tubuh Rama ,Mencoba untuk membangunkan nya.
"Emmm,ya udah .Lo sana mandi duluan,Lo kan pasti lama siap siapnya!"ucap Rama masih dengan mata yang terpejam,Rama menginstruksikan agar Rara untuk mandi terlebih dahulu.
"Oh,oke kalau gitu,"ucap Rara segera turun ranjang meraih handuk,dan seragam sekolah yang tergantung di samping seragam Rama,Rara langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Sekitar lima belas menit ,Rara sudah siap dan keluar dari dalam kamar mandi,ini adalah mandi yang sangat cepat baginya.
"Lo siap siap terus langsung aja ke bawah untuk sarapan,gak usah nungguin gue!"ucap Rama sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi
"Iya,"jawab Rara singkat,langsung saja Rara bergegas make up tipis tipis untuk ke sekola,sebelum keluar kamar,Rara meletakkan baju seragam,tali pinggang dan perlengkapan Rama untuk ke sekolah di atas tempat tidur,Rara tak lupa kalau sekrang ia adalah seorang istri dan ini sudah jadi kewajiban Rara sekarang.Saat ia turun ke bawah,di meja makanan susah ada sarapan yang tersaji.
"Om sama Tante,belum pulang ya,bi? Tanya Rara.
"Om sama Tante siapa ? Non,"tanya bik Ijah keheranan,sambil mengingat ingat siapa om dan tanat yang di maksud oleh nona barunya ini.
"Eh ,maksud saya.papa sama mama bi,"ucap Rara kemudian di anggukkan mengerti oleh bik Ijah
"Oh belum non,tapi tadi nyonya udah nelpon rumah,dan ngabarin bibi kalau non,Rara biasanya sarapan pasti ada susu coklat,makanya ini bibi buatkan susu coklat yang sangat spesial untuk,non Rara"ucap Ijah meletakkan segelas susu coklat didepan Rara.
"Wahh,makasih ya,bi .Ehmm,tapi kok mama tau ya bi? Apa mama Rara yang ngabrin soal.Kebiasaan ini?"tanya Rara sambil meneguk segelas susu pemberian bi Ijah barusan.
"Mungkin non,ya udah bibi kedapur lagi ya,non." ucap bi Ijah sambil berlalu pergi ke arah dapur meninggalkan Rara sendirian di meja makan.
"Oke bi,makasih ya,"ucap Rara tersenyum.
Rara mengambil roti panggang yang ada di depannya,kali ini Rara hanya ingin sarapan yang ringan saja,ia meneguk sampai habis susu coklat buatan bi Ijah.
Rama menuruni tangga dan langsung menuju ke meja makan,dia sarapan nasi goreng dan susu putih,selesai sarapan baru dia membuka suaranya.
"Lo berangkatnya di antar supir aja ya,bahaya kalo sama gue,entar yang jemput juga sopir,dan minta nomor handphone dan nomor rekening Lo,uang jajannya entar gue transfer,terserah mau dipake gimana.Yang penting kalau habis minta lagi," ucap Rara menyodorkan handphonenya,Rara segera mengetikkan nomer telfon miliknya,lalu ia meletakkan kembali handphone itu ke depan sang pemilik,ia belum menyimpan nomornya di handphone Rama.terserah Rama mau menyimpan nomer Rara dengan nama apa.
"Oke udah gue chat,Lo save ya nomer gue dan langsung kirim rekening Lo ya,"ucap Rama segera bangkit dari duduknya dan Rara mengikuti dari belakang.Mereka menuju ke arah garasi,ternyata supir pribadi keluarga Rama sudah menunggu di mobil.
Diperjalanan Rara menyempatkan mengirim nomor rekening ke Rama padahal Rara juga masih ada simpanan dan tabungan ,karena Melinda juga memberi jatah uang bulanan lebih pada Rara,makanya selalu ada sisah lebih,tapi ya sudah la.rara tak mau ribut,tok mungkin Rama mau melaksanakan kewajibannya sebagai suami.Menafkahi istrinya.
Ting...
Notifikasi dari Bank berbunyi.
Rara membuka dan melihat jumlah uang yang dikirimi oleh Rama,tentu ia terkejut karna pria itu mengiriminya yang Rp80.000.000
"Whattt?banyak amat!ini gak salah?"tanya Rara dan gadis itu segera menelpon Rama,takut kalau kalau ternyata Rama salah mengirim dengan kelebihan nolnya satu.
"Apa?gue lagi nyetir nib,"jawab Rama di ujung telponnya.
"Lo gak salah kirim,kak.Delapan puluh juta kebanyakan ,kak!"ucap Rara,kalau sekedar jajan sih ini kebanyakan ,lagian
Rara juga ada penghasilan sendiri dari enddorse,ia juga termasuk selebgram yang memilihi banyak kerja sama untuk meningkatkan penjualan brand brand tertentu.
"udah pake aja,kalau habis minta lagi sama gue,gak sampe miskin gue buat ngidupin Lo,jangan banyak protes dan ingat perjanjian kita!Di sekolah ,jangan sok akrab,gue matiin telponnya!"Rama langsung saja memutuskan sambungan telponnya secara sepihak.
Sebenarnya Rara senang,tapi Rara takut akan di kira cewek matre,sedangkan sebenarnya penghasilannya lebih dari ini,ia juga anak orang yang berada,tapi tidak seperti kebanyakan orang,ia lebih senang dengan uang hasil keringatnya sendiri.Ketimbanh foya fiya uang orang tua,Sekarang sudah sampai di gerbang sekolah "SMA BUDI UTAMA"tempat Rara menimba ilmu,untungnya aja Rara samoai telah waktu.
"Nanti pulang sekolah saya jemput ya,non"ucap Bambang.
"Iya ,pak,makasih ya pak.udah ngantar Rara" ucap Rara dan langsung turun dari mobil.Memasuki area sekolah sudah ramai siswa siswi yang hadir,setelah melewati parkiran sekolah Rara melihat Rama dan teman temannya masih asik bercerita.
Seperti perjanjian,mereka akan seperti orang yang tidak kenal satu sama lain ketika sedang berada di lingkungan sekolah,sudah semakin dekat jarak antara Rara dan Rama.
"Eh ,rara.mah ke kelas Ra?"tanya Jery menghentikan langkah Rara sejenak.
Rara melirik mereka,terutama melirik ke arah Rama,dan ternyata Rama malah asyik berbincang dengan Rangga tanpa memperdulikan Rara yang sedang di goda oleh Jery.
"iya kak,udah mau bell soalnya,Rara duluan ya kak,permisi ,"ucap rara,.niat hati ingin cepat cepat pergi malah Jery kembali menghentikan langkah kaki Rara dan meninggalkan teman temanya.
"Ayo bareng,gue juga mau ke kelas nih," Jery mengikuti Rara,Dia berjalan tepat disamping Rara.gadis itu sebenarnya tak enak dengan rama.cuman mau bagaimana lagi,dan lagian pemuda itu tadi tak perduli ketika temannya mencoba mendekati Rara.
"Emang temen temen,kakak gak marah?kalau,kakak pergi duluan gini?" tanya Rara pada Jery,pemuda itu hanya meringis mendengar pertanyaan Rara.
"Santai aja Ra Lo khawatir SMA gue?takut gue di musuhin temen temen gue ya?"ucap Jerry sambil tertawa.
"Ge er "ucap Rara.
"Boleh minta nomer handphone gak Ra?" tanya Jery tapi pemuda itu langsung menyodorkan handphone nya pada Rara dan Rara mau tak mau memberikan nomor ponselnya,lagian terus dan Rama berteman.
"Oke makasih ya ra.udah samapi kelas Lo nih gue juga ke kelas ya Ra bye Ra."ucap Jery sambil melambaikan tangannya,Rara melangkahkan kakinya memasuki kelas dan seperti biasa Amel dan Caca sedang asik mengobrol.
"Ada gosip baru nih sepertinya ,kok sepertinya seru banget deh ceritanya.Masih pagu juga,"ucap Rara mendekati ke arah mereka.
"Pas banget Lo datang nih Ra.Lo ingat gak sama temen sekolah kita dulu waktu SMP?cinta pertama Lo itu si Dirga"ucap Caca antusias.
Deg.
Hati Rara sedikit nyeri mendengar nanya yang di sebutkan oleh Caca,siapa yang tak tau di antara teman teman sekolah SMP Rara,kalau gadis itu sempat tergila gila dengan Dirga,tapi sangat disayangkan sang pujaan hati tak membalas cintanya bahkan sampai ia menghilang seharu setelah Rara menyatakan cinta.Pemuda itu hilang bak ditelan bumi.Se benci itu kah,pria itu terhadap rara.sampai tak mau satu sekolah lagi dengan Rara,padahal.mereka dekat susah begitu lama,dan Rara begitu yakin,kalau Dirga juga mencintainya .
"Kenapa emangnya?" tanya Rara sedikit penasaran .
"Tadi malam gue jumpa tau gak Lo sama Dirga,waktu gue mau ke toilet di Mall,mules soalnya gue liat Amel mesra mesraan mulu sama kak Hito,gak ada berhentinya!" ucap Caca menatap kesal ke arah amel.sedangjan gadis itu hanya tertawa mengejek Caca.
"Terus?" Rara masih penasaran.
"Ya,terus dia sapa gue dong,ternyata dia gak lupa sama gue,dan bertanya hebohnya,Dia minta nomor handphone Lo,Ra!"teriak Caca kegirangan.
"Ih,tenang dikit sih Ca,jangan teriak teriak gitu juga,kasian nih si Rara sampe kaget.Sampe mematung gitu."ucap Amel sedikit memelas melihat Rara,karna dia yang paling tau sedihnya Rara ketika cintanya di tolak Dirga dan kehilangan kontaknya.Sedangkan Caca saat itu sedang bucin bucin nya pada arsen, kekasih nya yang kuliah di luar negri.
"Ra ,Lo gak papa kan?"tanya Amel,gadis itu mencoba menyadarkan Rara dari lamunannya,sambil mengusap usap tangan Rara.
"Eh,iya gak papa kok mel,santai aja!"ucap Rara .Sekarang yang Rara rasakan diantara senang atau sedih,disisi lain Rara senang.Cinta pertama nya tenyata sehat dan sepertinya masih mengingat tentangnya dan sampai sekarang Rara masih sedikit sulit untuk melupakan pria itu,dan susu lain Rara sudah menikah.Jadi tak akan ada harapan untuk bisa bersama Dirga lagi.
Jam pelajaran di mulai.akhirnya Rara jadi kurang konsen,karna perkataan Caca tadi.banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya hingga membuat konsentrasi belajarnya menurun.
"Kemana selama ini Dirga pergi?kenapa dia baru muncul sekarang?Kemana ia menghilang selama ini,Ada apa dengan nya selama ini,"batin Rara bertanya tanya dalam hati.
buat nama nya jangan salah2 trus donk Skali lgi maaf ya
sebenarnya niat gk sih bikin novel,,, orang aneh bikin kesel aja