NovelToon NovelToon
Mak Comblang Cilik

Mak Comblang Cilik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Anak Genius
Popularitas:48.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Keisya Mahardika hanya punya satu keinginan sederhana, yaitu memiliki seorang mama.

Sayangnya, ayahnya, Arya Mahardika, adalah CEO dingin yang lebih mencintai pekerjaannya daripada urusan hati. Sampai suatu hari Keisya bertemu Alya di kantor ayahnya, wanita baik hati yang langsung ia pilih menjadi calon mamanya.

Sejak saat itu, dimulailah berbagai misi rahasia sang mak comblang cilik untuk mendekatkan mereka berdua.

Di balik rencana-rencana kecil yang lucu dan menggemaskan, perlahan dua hati yang sama-sama terluka mulai saling menemukan.

Tapi apakah cinta bisa benar-benar tumbuh dari ulah seorang anak kecil?Atau justru sang mak comblang cilik harus menerima bahwa tidak semua keinginan bisa menjadi kenyataan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Keysa sangat bahagia. Ia langsung melompat turun dari atas ranjang.

Alya yang melihat itu segera berjongkok di lantai, tersenyum lembut sambil merentangkan kedua tangan lebar-lebar, siap menyambut tubuh mungil Keysa.

Keysa berlari kecil menuju Alya dan langsung melemparkan tubuhnya ke dalam pelukan. Kedua tangan mungilnya memeluk leher Alya erat-erat, seolah tidak ingin melepas. Wajahnya ia benamkan di bahu Alya, menghirup aroma familiar yang membuatnya merasa aman.

“Aunty… Key cudah cembuh cih. Ayo, kita beli es klim. Melananya Key cudah lama belum makan es klim,” pinta Keysa manja, suaranya masih dengan logat khasnya yang lucu. Ia menggesek-gesekkan pipinya ke bahu Alya, meraup perhatian sebanyak mungkin.

Alya terkekeh pelan, hatinya meleleh. Ia mengurai pelukan itu pelan-pelan, lalu menangkup wajah Keysa dengan kedua tangan. Ibu jari Alya mengusap lembut pipi gadis kecil itu yang terlihat sedikit lebih tirus setelah beberapa hari di rawat. Matanya menatap Keysa penuh kasih.

“Nanti ya, Sayang. Keysa baru sembuh. Tidak boleh langsung makan es krim dulu. Nanti sakit lagi,” ucap Alya lembut, suaranya hangat dan penuh kesabaran.

Keysa langsung lemas. Bahunya turun, bibirnya manyun, dan matanya menatap Alya dengan pandangan memelas. “Ya cudah deh…” ucapnya pasrah, meski jelas kecewa. Ia masih memegang ujung blazer Alya, tidak mau benar-benar melepaskan.

Di belakang mereka, Arya berdiri sambil tersenyum tipis. Ia mengamati interaksi keduanya dengan perasaan yang sulit digambarkan, campuran lega, bahagia, dan sesuatu yang lebih dalam. Melihat Keysa yang begitu nyaman di pelukan Alya membuat dadanya terasa hangat.

Oma Margareth yang berdiri di sudut ruangan hanya tersenyum puas, mengamati ketiganya seolah sudah melihat masa depan yang indah.

Keysa akhirnya beralih memeluk Papanya juga, masih dengan wajah manyun karena es krimnya ditolak. “Papa, aunty tega cekali lho. Key Nda boleh makan es klim,” keluhnya pelan.

Arya mengusap kepala putrinya sambil terkekeh. “Nanti kalau sudah benar-benar sembuh, Papa belikan. Sekarang pulang dulu, ya. Kasihan omanya sudah capek jagain kamu seharian.”

Keysa mengangguk, lalu kembali meraih tangan Alya. “Aunty ikut pulang kan? Jangan tinggalin Key ya" pintanya.

Alya saling pandang dengan Arya sejenak. Senyum kecil tersungging di wajah keduanya. Sore itu, Keysa akhirnya bisa pulang bersama dua orang yang semakin berarti baginya.

*

*

Sepanjang perjalanan, Keysa duduk nyaman di pangkuan Alya. Gadis kecil itu tidak berhenti berceloteh. Suaranya yang nyaring dan penuh semangat memenuhi kabin mobil, menceritakan apa saja yang terlintas di kepalanya, dari makanan rumah sakit yang tidak enak, sampai mimpinya semalam tentang es krim raksasa.

Alya hanya tersenyum, sesekali mengusap punggung Keysa, sementara Arya fokus mengemudi dengan satu tangan di setir.

Di tengah celotehannya, Keysa tiba-tiba memiringkan kepala, menatap sang papa dari samping. “Papa, Key jadi pindah cekolah ya?” tanyanya polos.

Arya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. “Iya, Sayang. Papa tidak mau kamu celaka lagi di sekolah lama. Nanti Papa cariin sekolah yang lebih aman.”

Keysa langsung lesu. Bahunya turun, dan ia menyandarkan punggungnya ke dada Alya, mencari kenyamanan. “Tapi Zala baik, Papa. Nanti Key nda bica ketemu lagi cama Zala,” keluhnya sedih. Suaranya pelan, penuh kecewa.

Zara adalah satu-satunya teman yang selalu membela dan menemaninya.

Arya menjawab santai, seolah sedang membicarakan sesuatu yang sangat biasa. “Nanti Papa suruh orang tuanya mindahin dia juga. Biar kalian tetap satu sekolah.”

Alya yang sejak tadi diam mendengarkan langsung melongo. Matanya membelalak menatap Arya dari samping, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

Sekolah Keysa adalah sekolah elit. Hampir semua muridnya berasal dari keluarga berada, termasuk Zara. Biaya masuknya saja sudah sangat mahal, belum lagi proses administrasi dan antrean yang panjang. Tapi bisa-bisanya Arya berbicara seolah memindahkan anak orang lain ke sekolah baru adalah hal yang mudah dan bisa dilakukan dengan satu perintah saja.

Alya membuka mulut, ingin menyanggah, tapi akhirnya hanya mengatupkannya kembali. Ia menatap Keysa yang sudah kembali tersenyum tipis karena jawaban Papa-nya, lalu melirik Arya yang tetap tenang di balik kemudi. Pria ini… benar-benar terbiasa mengatur segalanya sesuai keinginannya.

Keysa yang tidak tahu apa-apa justru bersemangat lagi. “Benar, Papa? Zala ikut pindah juga? Janji ya!”

“Janji,” jawab Arya singkat, masih dengan nada santai.

Alya hanya bisa menghela napas pelan sambil mengusap kepala Keysa. Di dalam hati, ia bertanya-tanya sampai di mana sebenarnya pengaruh dan kekuasaan Arya. Dan yang lebih membuatnya gelisah, bagaimana jika suatu hari nanti, pria itu juga ingin mengatur hidupnya dengan cara yang sama?

Mobil terus melaju menuju rumah, membawa tiga orang dengan pikiran yang sangat berbeda di balik keheningan yang sesekali dipecah oleh celoteh Keysa.

*****

Mobil Arya akhirnya memasuki kawasan perumahan elite tak jauh dari pusat kota. Gerbang otomatis terbuka pelan, dan mobil melaju masuk ke halaman rumah besar bergaya modern klasik. Lampu taman sudah menyala, menerangi pepohonan rindang dan air mancur kecil di tengah halaman. Rumah itu terlihat hangat di tengah senja yang mulai gelap.

Begitu mobil berhenti di depan pintu utama, Keysa yang sejak tadi duduk di pangkuan Alya langsung bersemangat. “Cudah campai! Aunty, ini lumah Papa. Nanti Key tunjukin kamal Key, ya!”

Arya turun lebih dulu, lalu membuka pintu sisi penumpang. Ia mengangkat Keysa dari pangkuan Alya dengan hati-hati, memastikan gadis kecil itu tidak terbentur. 

Alya keluar menyusul, masih sedikit canggung berdiri di depan rumah mewah ini. Ia sempat menatap bangunan dua lantai di depannya, luas, dan elegan.

Oma Margareth turun dari mobil juga “Wah, akhirnya pulang juga. Ayo masuk, sudah sore. Oma sudah minta maid siapkan makan malam”

Keysa langsung berlari kecil masuk kedalam rumah dengan riang, “Let's go....oma. Kita halus makan banyak-banyak"

Oma Margareth menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucunya. Lalu menatap Alya dengan hangat. “Masuk, Alya. Jangan malu-malu. Anggap saja rumah sendiri.

Alya tersenyum sopan, menunduk sedikit. “Terima kasih, Tante.”

Mereka masuk ke dalam. Ruang keluarga yang luas dengan sofa besar dan lampu gantung elegan terasa nyaman. Keysa sudah menarik tangan Alya, menariknya menuju sofa. “Aunty duduk cini. Nanti Key ambilkan boneka Fluffy bial Aunty lihat.”

Arya meletakkan tas Keysa di meja, lalu berdiri di dekat tangga, mengamati keduanya. Ada senyum tipis di wajahnya melihat keceriaan sang putri.

Oma Margareth yang memperhatikan putranya hanya mengangkat alis, tersenyum penuh arti.

“Alya, kalau mau bersih-bersih bisa ke kamar tamu aja. Atau ke kamar Keysa di lantai atas" tawar Oma Margareth, dia tahu Alya baru pulang dari kantor, dan belum sempat mandi"

“Terima kasih, tapi tidak usah. Nanti aja sekalian pulang” jawab Alya cepat, masih merasa sedikit canggung berada di rumah orang yang belum lama dikenalnya secara mendalam.

"Jangan pulang dulu. Kita makan malam bersama dulu" ucap Oma Margareth.

Alya merasa bingung jujur saja dia masih malu berada di tengah-tengah keluarga Arya. Takut merepotkan.

"Tidak usah merasa tidak enak. Nanti kan kamu juga akan menjadi bagian dari keluarga ini"

"Eh"

1
reza indrayana
😷😷😷😷
reza indrayana
Malas malas malas Malaaassss.... mMmOOochh baca lagii... 😡😡😡
reza indrayana
males banget bacanya.. tidak suka dengan tokoh zelia nichh... 😡😡😡
reza indrayana
setelah Arya dan Alya tidak jadi menikah males banget bacanya walau ada celotehan Keysa & Zara tapi di scilfol- sctola aja nich.. males banget baca tentang Arya & zelia yang gampang bermain panas tanpa ada ikatan... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
jangan zelia sudah biasa dengan banyak lelaki... 🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡😡
reza indrayana
kenapa kisahnya jadi begini.., jadi males baca lanjutannya... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️
reza indrayana
Bestiè datang malah di silahkan hanya tidak bawa makanan kesukaanmu Key... 😍😍
reza indrayana
Ko' tidak ada yg menjaga Keysa., 🤔🤔
Ariany Sudjana
kamu menyesal yah Alya ? dulu dikasih kesempatan untuk jadi nyonya bos, di sia-siakan, malah balik ke mantan suami. dulu naik mobil mewah, sekarang naik mobil tua 😂😂🤣🤣 tapi Arya untung besar tuh, dapat perawan, bukan janda seperti kamu
Lisa: oo ternyt Alya balik ke mantan suaminya..ngapain juga aplg dia udh tau klo mantan suaminya g prnh ngasi nafkah eh skrg diulangi lg..
total 2 replies
Ariany Sudjana
bocil aja paham, kalau mereka harus menikah dulu, baru bisa buat adik 😂😂🤣🤣
reza indrayana
air mata vebar- benar mengalir tanpa sadar nichh ... 😭😭😭
reza indrayana
keponakan itu sama setara dengan anggapan anak karena masih ada hubungan darah sekandung dengan orang tua yang melahirkan..begitupun Keysa ke Arya..walau bukan darah daging tapi darah mama Keysa sumbernya sama dari aliràn darah yang sama dari kedua orang tua mereka yaitu Oma Margaretha dn Suaminya (Opa alias papanya Arya ) .
reza indrayana
Makin seru aja nich cerita... 😥😥💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
sedih nichh.. air mata meleleh tak terasa...
semoga Keysa baik- baik saja... 😥😥😥
reza indrayana
Semoga kuka Key tidak parah... dan tidak fatal dn segera sembuh.. ( visi misi keduamu bersama Zara belum di agendakan Key.., jangan-jangan ountynya Zara di jodohkan dengan Om Tony nichh . )🥰🥰🥰
merry yuliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
reza indrayana
Sedih dengan keadaan Key nichh.., sebenarnya mama kenapa... apakah meninggal waktu melahirkan Key... 🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
tentang Mamanya Keysa belum muncul nich...
reza indrayana
semoga di segerakan keinginan Keeyy... 🥰🥰🥰💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
langsung di tembak di TKP nich Keeyy... 😍😍😍
reza indrayana
Ini yang bikin menghibur para readers... 😍😍😍
Semangat melebihi Pejuang 45 Keeyy... 🥰🥰🥰👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!