Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.21.Dihina habis-habisan.
Hari ini Miracle mau menemui Bapak dan Ibu Mahendra. Mereka orang tua Arka dan Gio. Ada perasaan takut menggelayuti hatinya, tapi ia memaksakan diri untuk pergi demi menghormati ulang tahun ibunda Gio.
Sebagai putri tunggal orang terkaya nomer tiga se-Asia, Direktur M.W Group dan Owner Wijaya Corp, Miracle tidak perlu nervous, ia tidak bersalah.
"Gio...aku takut." bisiknya saat mereka sudah berada di mobil.
"Jangan takut, jika ada yang menyalahkan mu, lawan saja. Kejadian itu sudah lima tahun yang lalu, walaupun Arka men*nggal gara-gara kamu menikah, bukan berarti itu salah mu. Tenang saja..."
"Oke..semoga mereka mengerti dan tidak ada yang menghasut orang tua mu, lalu menindasku."
"Aku akui semenjak kejadian itu, hubungan keluargamu dan keluargaku jadi renggang. Mereka bermusuhan."
"Maafkan aku Gio, aku harap kamu tidak ingin balas dendam padaku."
Deg!
Ngena, jantung Gio hampir copot mendengar ucapan Miracle. Insting wanita ini tajam banget. Memang rencana awal balas dendam setelah sebulan bersama niat balas dendam memudar, ntah lah....
Seperti konglomerat pada umumnya, rumah keluarga Mahendra megah dan besar. Ada beberapa pelayan menyambutnya. Mereka ramah, sepertinya sudah tahu kalau Gio akan datang membawa pacar.
Gio mengajak Miracle ke ruang tamu, disana sudah berkumpul orang tua Gio dan saudara yang lain.
"Hallo...aku datang, gimana khabar kalian semua?"
"Selamat siang, aku Miracle temannya Gio.." sapa Miracle, mereka diam memandangnya naik turun.
"Wahh..cantik sekali, silahkan duduk, rupanya Gio diam-diam sudah punya pacar."
"Calon istri paa..maa..."
"Apa..Gio..ada Amanda baru pulang dari luar negeri mencarimu..." ucap tante Nelly menunjuk wanita rambut pendek yang duduk disampingnya.
"Hallo Gio, aku sudah datang...kapan kamu bisa ngantar aku ke Bali?"
"Kapan saja bisa, kita juga ada rencana kesana."
"Kebetulan sekali, kalian masih muda perlu jelajahi semua pulau."
"Tante, aku kuliah di luar negeri dan sudah hampir semua negara aku kunjungi, tinggal yang di dalam negeri saja."
"Nona Amanda putri konglomerat, sudah kaya cantik lagi, lulusan luar negeri.... Gio memang beruntung." ucap Ibunya Amanda.
Miracle hanya tersenyum mendengar ucapan mereka, ia sangat mengerti kehidupan orang kaya yang selalu menjodohkan anaknya. Saat ini tentu peluru mengarah padanya, mereka sebentar lagi merundungnya.
Sekarang tergantung Gio, mau membelanya atau malah ikut membullynya. Sebenarnya kekayaan Gio atau pengalaman Amanda di luar negeri, tidak bisa dibandingkan dengan keluarga Wijaya.
Miracle lahir di luar negeri, orang tuanya punya Hotel di lima negara dan usaha alat berat, serta minyak. Majalah Forbes adalah majalah bisnis dan finansial asal Amerika Serikat yang terkenal dengan daftar peringkat orang terkaya, daftar miliarder dunia dan daftar pengaruh global lainnya menjuluki keluarganya Macan Asia dengan kekayaan ratusan Triliun.
Padi makin berisi, makin menunduk. Saat Amanda berkicau tentang tas Hermes kalung berlian atau gaun rancangan YS, Miracle mau tertawa. Dia dari bayi sudah memakai semua kemewahan dunia. Kalau saat ini ia membuat perusahan baru hanya semata-mata ingin menunjukan kepada orang tuanya bahwa ia mampu.
"Silahkan minum...jangan cerita terus." ucap ask Mahendra. Di antara semua yang duduk disitu hanya bapaknya Gio yang tak sombong malah ramah padanya.
"Amanda, keluarkan hadiah untuk calon mertua mu." ucap Ibunya songong.
Gio meremas jari Miracle, mungkin dia kira Miracle marah atau rendah diri.
"Wahh...bagus sekali, ini parfum Dubai, pasti wangi sekali."
"Aku sengaja langsung ke Dubai membelinya, takut palsu kalau beli disini."
"Amanda memang hebat."
semua memujinya, Amanda tambah bergaya. Sampai Gio terlihat kagum dan ikut memuji.
"Miracle mana hadiah mu, Jangan-jangan kamu tidak membawa hadiah..." tanya Amanda sinis.
"Aku lupa membelinya." sahut Gio salah tingkah. Miracle membuka tas, mengambil kotak kecil yang terbungkus rapi.
"Ini hadiah kecil tante, selamat ulang tahun semoga tante panjang umur, sehat selalu." ucap Miracle.
"Terimakasih..." sahut Nyonya Mahendra dingin. Amanda langsung membuka kotak itu. Dia kaget melihat isinya.
"Ini Bross...tapi seperti palsu."
"Uhh..mana mungkin asli."
Ucapan itu bergulir dari mulut mereka yang tidak mengerti barang bagus.
"Yank, apa itu asli atau palsu?" bisik Gio agak cemas.
"Mereka orang hebat, biar dinilai." jawab Miracle tidak peduli.
"Apapun hadiahnya terima saja, tidak sopan cara kalian menilai pemberian orang."
"Tidak apa-apa 0m, wajar kalau mereka ragu. Barang ini aku beli dari teman, rancangan Rene Laluque dengan Dragonfly Brooch yang bergaya Art Nouveau." jelas Miracle.
Mereka diam, mikir. tante Nelly menegang ɓros itu memperhatikan dengan seksama. Walaupun bagus tapi tante Nelly dan Amanda tidak terima penjelasan dari Miracle, tetap menuduh itu barang KW.
Miracle tidak peduli apapun yang mereka katakan, dia sudah menghormati semua yang ada, bersikap baik dan memberinya hadiah.
"Tante, buang saja, itu KW, aku sering lihat barang zonk banyak di luar negeri. Nanti aku beliin yang asli." ucap Amanda.
Tante Nelly langsung melempar bros itu ke atas meja.
"Gio..kamu lulusan luar negeri kalau cari pacar yang berkelas, jangan yang abal." ucap Ibunya kesal. Gio diam memandang bros itu.
"Nelly...kamu tidak punya attitude. Tidak baik begitu, Miracle maaf ya." tegur pak Mahendra menatap istrinya tajam.
"Tidak apa-apa Om, mungkin tante harus sering di ajak jalan ke rumah mode seperti, Rene Lalique, Cartier, dan Chanel." sindir Miracle.
"Jangan sok jagoan disini, orang di meja ini semua kaya raya. Semua punya perusahaan. Kamu punya apa?"
"Amanda...." Gio berusaha stop.
Gio berusaha menyudahi perdebatan itu tapi Amanda, ibunya dan yang lain terus ribut. Gio tahu Miracle Direktur M.W tapi dia tidak tahu seberapa kaya keluarga Miracle, jadi ia tidak berani membelanya.
"Tenang-tenang, tidak usah ribut, kita harus menghormati tamu."
"Gio, kamu pacaran tidak selidiki asal usulnya kita orang terpandang, jangan membawa beban ke rumah. Lebih baik memilih Amanda sudah jelas tamatan luar negeri, dia sekarang akan bekerja di perusahan kita."
"Maa...perasaan itu tidak bisa di paksakan, aku memilih Mira karena sifatnya...."
"Hahaha...sifatnya, kamu kira mama tidak mendengar gosip kalau pacarmu j*nda di buang suaminya. Dia sekarang nebeng di Apartment Arka, hidup liar bersama mu."
Tangan Miracle gemetar, ia berusaha nenahan amarahnya. Gio menenangkannya, ia harus memperlihatkan bahwa ia peduli dengan Miracle.
Dia juga ragu dengan Miracle, apa benar anak konglomerat. Kalau benar kenapa orang tuanya tidak mengenalnya. Ia jadi bingung.
"Gio aku mau pulang..." bisiknya pelan. Gio mengangguk samar.
"Maa, paa, dan tante semua kami mohon pamit. Maaf sudah kecewa dengan pacar ku."
"Akhirnya sadar, besok Amanda akan kerja di kantormu, jabatan Human Resources. Kita akan memilih hari pertunanganmu."
"Mama..."
"Miracle..kamu sudah dewasa, j*nda, tidak cocok dengan Gio yang energik dan sukses. Jangan tebal muka, aku sarankan angkat kaki dari Apartment Arka." lanjut Nyonya Belly sinis.
"Awas kau menampakan diri dihadapan kami, bikin mual!" Amanda ikut mengancam.
*****
ini yang namanya ingat wajah ea ingat rasanya....
tapi rasa itu tak selalu nyaman....