Perbedaan kasta yang terlalu jauh membuat Dina hanya bisa menjadi wanita simpanan seorang CEO muda dan kaya, dapatkah ia hidup bahagia bersama irang yang ia cintai dan harapkan, meski semua menentang dan memisahkan Dina dan kekasihnya ?
Update seminggu 5x ya kalau lebih berarti aq lagi baik dan ada waktu lebih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Hubungan Dina dan Rey sudah seperti biasa dan mereka juga menjalani rutinitas biasa dimana mereka bekerja di kantor tanpa memperlihatkan hubungan mereka dan bahkan tak saling sapa ataupun tersenyum.
Dina dan temannya ikha sedang duduk di meja Resepsionis, dan seorang lelaki bernama Fajar sedang menuju ke arah mereka.
"Din ada fajar tuh". tunjuk ika dengan dagu membuat Dina menoleh kearah fajar.
" Hai Din sudah hampir jam istirahat nih kekantin yuk ?" tanya fajar kala sudah ada di depan Dina.
Fajar adalah salah satu karyawan di bagian IT dan telah lama menyukai Dina, namun ia tak langsung mengungkapkan perasaannya, karena takut akan penolakan tapi ia selalu memperlihatkan jika memiliki ketertarikan khusus untuk Dina.
"Jar aku diajak nggak ?" tanya Ikha yang ikut nimbrung dengan omongan Fajar.
"kan Resepsionis kalau istirahat gantian jadi kamu ikut kapan-kapan aja ya ", ucap Fajar kepada ika.
" yah gitu si fajar mah". jawab ika dengan wajah sedih yang dibuat-buat.
"gimana Din mau kan ?" tanya fajar lagi.
"udah din mau aja pasti ntar dibayarin apalagi lo jomlo kan kali aja bentar lagi gak jadi jones" ucap ikha seraya menyenggol tangan Dina.
Beberapa rombongan datang dari luar mereka adalah Reymon dan sekertarisnya juga beberapa orang yang tidak dikenal mungkin adalah clientnya. Reymon melihat Dina dan Fajar yang saling berhadapan dan cepat menunduk kala Reymon dan beberapa orang tersebut lewat. Tatapan mata Rey kepada Dina sangat amat mengerikan dan itu disadari oleh Dina.
"Gila tuh bos matanya kayak laser siap ditembakan tau nggak" ucap ika kala Reymond sudah pergi menjauh.
"Gimana tadi Din mau kan makan sama aku jangan khawatir ntar aku yang bayar deh". ucap fajar yang ketiga kalinya menawari Dina.
" eh em iya boleh". ucap Dina yang membuat Fajar langsung tersenyum dan mereka ke kantin.
"jangan lupa bawain makanan buat gue". teriak ikha kala keduanya sudah agak jauh.
Dina sebenarnya kurang nyaman jika makan dengan fajar apalagi berdua namun bagaimana lagi karena Dina tak punya alasan untuk menolak apalagi jika dia bilang kalau dia punya pacar dan itu adalah Rey si CEO tempat ia bekerja pasti tidak akan ada yang percaya.
Fajar dan Dina sudah selesai makan dan mereka berdua kembali ke tempat kerja masing-masing, dan tak lupa Dina membungkuskan makanan untuk ikha dan membawanya ke meja Resepsionis.
" nih buat kamu" ucap Dina kala memberikan makanan ke ika.
"thank you, eh ini dibayarin fajar ?". tanya ika sambil menyomot ayam goreng yang dibawa Dina.
" nggak tadi aku bayar sendiri" ucap Dina sambil melihat temannya yang makan dengan belepotan.
"ih sayang banget kan lumayan di bayarin bisa hemat uang kan Din" ucapnya kala membersihkan makanannya yang tersisa di mulutnya dengan tisu.
"udah kamu makan aja, aku ke toilet dulu ya ". sambil melenggang pergi
Dina keluar dari toilet tapi tanpa ia tau seseorang telah menunggunya dan langsung menarik tangannya ke sebuah ruangan, itu adalah tempat meeting yang jarang terpakai di lantai satu, memang banyak tempat meeting di kantor tapi tempat meeting di lantai satu adalah yang paling jarang digunakan tapi selalu bersih karena sering dibersihkan oleh OB.
Lelaki itu menarik tangan Dina dengan kasar dan langsung menutup juga mengunci tempat itu. Lelaki itu adalah Rey dengan wajah marahnya ia menatap Dina.
Seketika Rey memojokkan Dina ke dinding dan mendaratkan ciuman kasar pada bibir Dina hingga membuat Dina terkejut. " emh" lenguhan Dina kala Rey menekan tengkuknya dan mencium dengan kasar. Dina mendorong Rey karena nafasnya yang hampir habis juga ciuman Rey yang membuat bibir dina memerah dan sedikit bengkak.
"Tuan Rey anda apa-apaan" ucap Dina yang malah membuat Rey semakin marah.
"Kita cuma berdua disini gak jadi gak usah main drama bos dan Karyawan". ucap Rey dengan tangan yang dilipat didada.
" nanti kalau ada yang lihat gimana ?" tanyanya sambil melihat keatas.
"gak ada cctv jadi kamu tenang aja, aku cuma mau menghukum kamu karena udah berani bermesraan saat aku gak ada" ucapnya dingin dan datar.
"Aku cuma makan siang aja sama Fajar". ucap Dina
" oh jadi namanya Fajar dari bagian mana dia biar aku pecat sekarang apa kamu gak peduli perasaan aku melihat pacar sendiri dekat dengan lelaki lain kamu harusnya bilang kalau kamu punya pacar". jawabnya tetap dingin.
"Rey kita pacaran tanpa ada satu orang yang tau dan sekarang kamu suruh aku bilang jika aku punya pacar dan itu kamu, tidak ada yang akan percaya". ucap Dina berusaha menjelaskan.
" aku gak peduli aku akan pecat si fajar itu karena udah berani godain pacar orang".ucap Rey ketus
"kumohon Rey jangan pecat dia, dia gak tau apapun, kamu marah aja sama aku". ucap Dina memohon.
" jadi kamu memohon untuk dia, baik kalau gitu kamu gantikan dia menerima hukuman". ucap Rey yang melonggarkan dasinya dan membuat Dina bingung juga khawatir.
"Rey kamu mau ngapain". ucap Dina yang takut dengan Rey yang sekarang membuka ikat pinggangnya.
" tentu aja menghukum pacar aku yang bandel". ucap Rey yang mendekat ke arah Dina dan Dina memundurkan langkahnya kala Rey semakin dekat.
"nggak Rey, inget ini di kantor, rey kamu udah janji Rey". ucap Dina takut.
" Aku memang udah janji gak akan pacaran apalagi mencumbu kamu di kantor tapi ini sebagai hukuman karena kamu udah berani makan sama lelaki lain" ucapnya yang kemudian mengangkat tubuh Dina ke atas meja.
Rey menciumi bibir Dina membuat gadis itu melenguh kala ciuman Rey turun ke leher Dina dan meninggalkan bekas disana, Dina berkali-kali menolak dan melawan tapi Rey lebih kuat
"Aaaarhg" teriakan Dina kala merasakan sesuatu yang asing di bawah sana, beruntungnya ruang meeting itu kedap suara jadi tak terdengar sampai keluar. Desahan deni desahan keduanya keluar dengan Rey yang terus menjamah tubuh Dina
Dina yang sekarang sama sekali tak memperlihatkan senyum bahkan merutuki Rey dalam hati. Dina segera memakai bajunya juga merapikan rambutnya dan keluar dengan tergesa-gesa meninggalkan Rey dibelakang.
Rey yang meihat tingkah Dina hanya tersenyum dan melangkah dengan santainya karena berhasil mendapat kepuasan, dan saat keluar dari ruang meeting dilihatnya OB dan memanggilnya.
"bersihkan ruangan ini" tunjuk Rey dengan dagunya seraya menampilkan kembali wajah datar juga juteknya yang berhasil membuat OB tersebut ketakutan dan cepat membersihkan ruangan itu karena terdapat sisa cinta mereka yang berceceran membuat OB tersebut bingung.
sehingga membuat dadakuu sakit.