[ SEASON 1 ]
Siapa kau??
> Kau yang siapa?!
Mereka saling tunjuk menunjuk satu sama lain, tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mengapa wajah kita sama???
Sebuah kisah masa lalu antara perselisihan keluarga akan terungkap.
[ SEASON 2 ]
Pertikaian antara saudara berujung kerusakan jalinan hubungan antara adik dan kakak. Terlihat dua anak kecil menabrak gadis nan cantik . kedua anak kecil itu pun tertunduk kepala sambil memelas mata meminta tolong. gadis nan cantik itu memeluk dua bocah kecil itu, Ia pun membantu mencari mama mereka. tampak terlihat perempuan yang dimaksud adalah mama kedua bocah itu. tapi kenapa gadis itu merasa familiar dengan mama kedua bocah itu.
Terimakasih yang sudah baca Novel ini, harap pastikan karangan nama tokoh, tempat kejadian adalah fiksi buatan author sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ĹAO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter:6
"Amanda, kau tak apa." Ucap melena, aku memegang lembut pundak Amanda yang masih menatap layar handphonenya.
"Ahhh!!!,"aku pun tersadar dari lamunan ku."Yah, ada apa Melena??.aku masih menatap riwayat chat yang ku kirim pada Lestie, tidak lama setelah itu baru ku taruh balik handphone ku.
"Kau habis chtan Lestie kan, jadi bagaimna?!,"tanya Melena.
"Belum, belum kunjung di balasnya!!."aku pun membuka laptop ku dan memulai mencari sesuatu yang berguna untuk tugas kami."Kalian kenapa memandang satu sama lain ayo mulai kita kerja, jika cepat selesai maka akan lebih baik bukan???."
"Oke Amanda,"ucap Melena yang melihat jika Amanda sudah tidak merasa khwatir. Menurutnya Amanda hebat dalam sekali khwatir semuanya cepat hilang.
"Yah, baiklah." Ucap Barnett dengan lemas.
"Aku malas rasanya mendengar kata belajr," gumam Barnett.
"Jika aku memilih antara belajar dan kesenangan aku bakal pilih bebas kesenangan."ucap Barnett yang mulai berhenti makan dan membantu mencari sesuatu di laptopnya.
"Tapi apalah daya Barnett, gak bisa nolak
kalau gak kena hukuman.hahaha...,"ucap melena mengejek Barnett.ia tahu kalau Barnett mau ke tempat vidio game di hari minggu ini. Tapi karena janjian sudah dibuat dan semua setuju,bagaimana ia bisa menolak.
"Diam luh, mau ku jahit betul mulutmu yang nyocot itu." Ucap Barnett kesal.
"Berani!!" Ucap melena menafap sinis ke ke Barnett.
"Uh," kalau ada tekad ku kuat sih, aku berani berani aja," batin Barnett.
"Oiyaa teman teman bisa minta tolong print kertas dokumen ini, 7 lembar?!," ucap Amanda berhenti dari pengetikan laptopnya dan menatap kedua temannya yang sedang ribut.
"Biar aku aja Amanda, sekalian aku mau keluar juga." Ucap alvin yang masuk menghampiri mereka.aku baru mendatangi teman² dan mendengar percakapan mereka, tentu saja aku menawarkan diri. karena aku juga ingin membeli sesuatu.
"Baiklah kalau gitu, maaf ngerepotin Vin," ucap amanda yang menyodorkan sejumlah kertas ke arah Alvin.
"Jangan sungkan gitu," ucap alvin
mengambil kertas yang Amanda sodorkan ke arah hadapanku."Apa ini gak cukup banyak?!
"Yah, waspada juga mana tahu salah satu diantara kita kehilangan percetakan ini Vin," ucap amanda melirik ke arah Barnett.
"Dan itu pasti Barnett," ucap melena tersenyum penuh ejekan ke arah Barnett.
"Apaan sih luh, bisa gak sehari aja kalau ngomong jangan bawa bawa gue ah!!,"ucap Barnett yang sudah muak dengan ocehan melena.
"Gak bisa, kenapa?!," ucap melena.
"Yaudah aku pergi dulu yah," ucap Alvin ia pun melangkah kan kakinya meninggalkan mereka menuju ke parkiran.
"Tunggu Vin, gue ikut?!," ucap Barnett ia pun berdiri dari tempat duduknya dan menyusul Alvin dari belakang.
"Ngapain bocah tuh ikut segala sih, gak ada kerjaan."ucap melena dengan kesal melihat kepergian Barnett.
"lagi lagi gue di bicarakan, untung aku bisa melepaskan diri sementara dari ocohannya yang gak jelas," batin Barnett.
"Biarlah, Melena daripada dia kasian kayak gitu terus." Ucap amanda yang merasa lebih bagus jika semantara Barnett dan melena tak berantam karena ocehan mereka itu berisik ditelinganya.
"Kasiaan dia, apaan sih luh Amanda."ucap melena dengan wajah tampang terkejut.
"Salah bela orang luh."
"Apaan sih, mendingan kau usah ikut tadi." Ucap Alvin yang risih di ikutin terus dari belakang."
"Emang gue induk luh apa,pake diikutin segala." Batin Alvin yang mendorong troli lebih cepat , agar menjauh dari Barnett.
"Ih, jahat banget sih."ucap Barnett yang melihat temannya Alvin berjalan lebih cepat,ia pun menyeimbangi jalannya dan Alvin agar sama.
"Uh," kesal Alvin, aku pun berjalan menuju ke kasir. membawa barang barang belanjaan yang telah ku pilih menggunakan troli.
"Kenapa lama mereka kembali yah?!," ucap melena yang sudah jenguh melihat jam di dinding.
"Bentar lagi nyampe," ucap yang masih memfokuskan pandangan ku kerah layar laptop.
"Hmm," ucap melena cemberut dengan melipatakan kedua tangannya didada.
~45 Menit telah berlaluhah~
Amanda merentang kedua tangan ia keatas,"Akhirnya sudah siap semua." Ucap Amanda.
"Yah, sungguh tidak terasa." Ucap melena yang merasa senang,ia pun menyadarkan tubuhnya ke belakang kursi sambil memejamkan matanya.
"Iya."ucap Amanda, aku pun memasukan semua perlengkapan yang berada diatas meja ke dalam tas ransel ku.
"Dimana mereka, kok belum kembali kembali sih??," ucap melena kesal.
"Kau udah mengatakan ini ke lima puluh lima kalinya Melena,apa kau gak capek mengatakannya hmm?!" Ucap amanda yang heran melihat Melena yang mongeocah ke mana alvin dan Barnett, amanda tahu jika sahabatnya ini. Ingin secepatnya pulang.
"Tentu saja tidak, mengapa?!," tanya Melena yang melihat senyuman aneh diwajah amanda.
"Tidak, aku merasa ada seseorang yang tidak bisa pisah nih sama Barnett..," goda amanda.
"Apa,Kau mengatakan itu padaku." Kesal Melena dengan raut wajah tidak suka.
"Tentu," ucap amanda.
"Ini berat banget coy, " ucap Barnett yang membawa barang belanjaan serasa udah kayak orang rakus yang takut bahan kehabisaan.
"Yah, berat nama ada isinya.Kau pikir ini isinya kapas ahh!!!," ucap alvin dibelakang Barnett dengan nada kesal. Daritadi ia mendengar ovihan terus dari mulut temannya ini. Dia udah pusing apalagi pekerjaannya."Pria kok lembek...."
"Nyocot," ucap Barnett bodoh amat dengan kata kata alvin itu.
"Cepat lah kalau jalannya, terus bawain ini ke arah dapur!!," alvin pun berjalan lebih depan dari Barnett menuju ke arah dapur.
"Kayaknya kalian dah siap." ucap alvin ia pun menghampiri ke arah Melena dan amanda untuk duduk, sambil menyerahkan hasil printnya tadi.
"Siap untuk pulang, tapi kalian lama banget datangnya." Kesal Melena yang memainkan kakinya keatas dan ke bawah.
"Kau bisa pulang duluan, ngapain nunggu kami segala???,"ucap Barnett yang malas denger keluhan dari mulut Melena.
"Yah, namanya hemat uang!!.yah kan Melena," ucap alvin melirik ke arah Melena penuh ejekan.
"Apaan sih loh Vin gak jelas banget deh lohhh!!!," ucap Melena memutar bola matanya.
"Aku memang sudah tahu, tapi aku biarkan karena aku pria sejati."Ucap Barnett mamasangkan dada di depan semua teman temannya dengan bangga.
"Huweeek," ucap Melena seketika ingin muntah mendengar lontaran kata dari Barnett.
Alvin menyerahkan kertas dokumen yang sudah di print tadi kearah amanda.
amanda pun menyambut print an dari tangan Alvin kepadanya.
"Terima kasih," ucap amanda ia pun mengambilnya, dan memberi masing masing satu kertas print diantara mereka.
"Bagus juga hasilnya nih," ucap Melena yang sudah mengambil print yang diberikan oleh amanda kepadanya ia memandang dengan kagum/takjub.
"Siapa lagi yang buat gue," ucap Barnett yang lagi menyombongkan diri dengan bangga.
Alvin pun berpura pura batuk,denagn menatap marah pada Barnett dengan memutar bola matanya yang gak Terima dengan ucapan temannya itu, jelas jelas dia yang ngapainnya sendiri dan dia."uh".