~Dennis Hardata~
Sampai mati tidak akan ada satu wanita pun yang akan menggantikan tempat mu Anne. Andaikan bukan karna putra putri kita, sudah lama ku hentikan nafas ini.
~Anne Mary~
“Aku sangat mencintai nya. Bahkan aku berpikir, aku tidak akan bisa hidup tanpa nya. Tapi dengan kondisi ku sekarang, aku sungguh tidak bisa kembali ke pelukan nya. Maaf kan aku Dennis, kan ku coba bahagia hanya dengan membayangkan mu.
~Nathalie~
Bagaikan belum puas memberikan hukuman untuk kesalahan yang tidak pernah aku ketahui apa, kini setelah penyakit kelainan jantung yang ada pasa ku sejak lahir, hati ku pun harus turut merasakan sakit karena cinta yang langit kait kan pada seorang duda dengan kisah cinta paripurna nya yang tak akan pernah usai untuk mendiang istri nya.
Harus kah ku biarkan hati juga merasakan sakit seperti yang di rasakan oleh jantung ku selama ini?
Atau harus kah ku tutup saja mata ku, lalu melangkah melewati nya mesti seluruh diri ku sangat menginginkan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#6
“Tit……Tit…….Tit……..”
“Bagaimana keadaanya ayah?” Tanya David yang bahkan sampai mencari ayah mertua nya yang sedang mengasingkan diri dari keluarga mereka hanya untuk menyelamatkan nyawa Dennis, putra kedua nya.
Adrian melihat sekilas pada Dennis yang terbaring dengan begitu banyak alat medis yang terpasang di tubuh nya.
Kemudian pria tua itu pun menghela nafas, Sebab dia sendiri tidak begitu yakin, dia dapat menyelamatkan nyawa cucu nya.
“Entahlah David! Untuk pertama kali nya dalam hidup ku, aku menyerahkan semua nya, seutuh nya pada Tuhan." Adrian terdengar sangat putus asa.
"Aku sudah berbuat sebisa ku. Telah ku keluarkan semua kemampuan medis yang aku miliki tapi untuk menyatakan Dennis akan tetap bersama kita lagi, aku - aku tidak sanggup untuk memberikan harapan palsu pada mu.” Ucap lirih menepuk bahu David sambil menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata nya.
Adrian Taher, seorang doctor yang di kenal karena kegeniousan nya, hari ini mengakui ketidakmampuan nya untuk menyelamatkan nyawa pasien nya.
Namun yang paling melukai hati nya, pasien yang tidak mampu ia tolong itu adalah cucu kesayangannya sendiri, penerus semua bakat dan kegilaan yang dimiliki nya.
Hati nya terasa sakit.
Bahkan untuk dapat berdiri di dekat Dennis yang sedang terbaring itu saja, kaki nya terasa goyah.
Adrian memejamkan mata nya dan menjatuhkan semua air mata nya ke dalam, agar menantu nya tidak menjadi lebih sedih karena melihat keadaan nya.
“Bagaimana dengan anak-anak nya Dennis? Apa sudah ada kemajuan?” tanya Adrian yang tiba-tiba saja teringat pada Saka dan Azzura.
Saat ini, keadaan Saka dan Azzura juga tidak lah lebih baik dari keadaan ayah mereka.
Mungkin secara fisik, Saka dan Azzura memang tidak terluka, tapi secara psikis, keadaan mereka sangatlah memprihatinkan.
Tidak ada satu orang pun yang bisa membayangkan, bagaimana rasa nya bila berada di posisi mereka saat ini.
Kehilangan sang ibu dan calon adik kembar mereka hanya selang beberapa jam setelah mereka berpisah di pagi yang penuh canda tawa itu.
Belum lagi kondisi sang ayah yang tengah terbaring koma pasca kecelakaan dua hari lalu.
“Saka keadaan nya saat ini jauh lebih baik dari pada Azzura. Dia sudah bersedia makan dan berbicara, walaupun itu hanya lah dengan Arka seorang." Jawab David.
“Tapi Azzura..” David terdiam, dan menahan rasa sesaak yang tiba-tiba menyeruak saat menyebut nama cucu perempuan nya.
”Azzura masih tidak mau makan. Dia juga tidak mau keluar dari kamar papa dan mama nya." ujar David.
"Bocah kecil ku yang cantik itu, bahkan telah kelihatan sangat kurus. Stella, Raya dan Lea masih mencoba membujuk nya untuk keluar dari kamar. Tapi sejauh ini percuma." sambung David yang tanpa sadar meneteskan air matanya.
“Kau harus kuat David. Terus lah untuk membujuk Azurra untuk makan. Minimal dia meminum air yang aku berikan pada mu tempo hari. Untuk saat ini, itu bisa menjadi suplay energi bagi nya.” Sebut Adrian.
“Aku paham ayah. Kami pasti akan menjaga dan berbuat yang terbaik untuk mengembalikan tawa Saka dan Azzura.” Jawab David.
“Lalu bagaimana permintaan keluarga Dewangga tentang hak asuh sementara Saka dan Azzura? apa kau dan Stella telah memutuskan sesuatu?” tanya Adrian yang sangat heran dengan besan menantu nya itu.
"Aku sama sekali tidak menggubris nya ayah! Dan jangan tanya apa pendapat Stella tentang itu! Stella bisa ngamuk ayah!" Ujar David.
"Sudah jelas Dennis masih ada tapi mereka tetap saja ingin mengambil hak asuh anak-anak Denis." Tambah nya tidak habis pikir dengan apa isi kepala mertua putra nya.
****bersambung**
novel kak Upe ini tayang satu bab setiap hari nya dan setiap jam 10 pagi ya..