cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pasangan pengganti
Siang ini tepat jam istirahat makan siang Hendra telah sampai di pusat perbelanjaan yang ada di dekat kantor Aditama Group, Hendra yang tidak tau akan memberikan kado apa untuk si meli akhirnya memutuskan untuk mengajak Jihan selaku sekretaris di Aditama Group.
" Jihan cewek tuh sukanya di kasih kado apa sih sepatu kah, Tas branded kah, atau alat make up kok ribet banget ya" ucap Hendra
" Emang pak Hendra mau kasih hadiah buat siapa sih pak pacar bapak ya?" tanya Jihan
" Bukan pacar sih cuma kenalan aja kan tensi kalau datang nemuin cewek tapi gak bawa apa-apa" ucap Hendra
" Lah emang pacar bapak gak marah kalau nemuin cewek lain?" ucap Jihan yang ternyata diam-diam suka sama Hendra.
" Saya masih jomblo Jihan" ucap Hendra
" Masa sih pak Hendra yang good looking dan good rekening gini masih jomblo" ceplos Jihan
" Emang aku ganteng Jihan dari lahir malah" ucap Hendra sambil menyugar rambutnya dengan gaya tengil
" Iya pak bapak memang ganteng" ucap Jihan malu-malu
" Kamu juga cantik" ucap Hendra sambil tersenyum menatap Jihan
Bluuusss.....
Langsung terlihat merah merona pipi Jihan dan salah tingkah dengan ucapan Hendra barusan.
" Ya sudah yuk pak kita cari hadiahnya di toko itu saja" ucap Jihan sambil reflek menarik tangan Hendra menuju stand pakaian.
Tanpa melihat dengan jelas stand pakaian apa yang tertulis di depan toko, karena jantung Jihan yang sudah tidak baik-baik saja setelah mendapatkan pujian dari mulut pria yang menjadi pujaan hati.
" Eemmm Jihan kamu gak salah tokoh nih buat cari hadiahnya?" ucap Hendra sambil menunduk malu
Dan seketika Jihan menatap sekitar dan langsung membolakan matanya dengan lebar. Bagaimana Hendra tidak malu sedangkan tujuan kesana itu membeli sebuah hadiah yang akan di berikan ke meli tapi Jihan malah menariknya ke tokoh yang menjual baju dinas pasangan Seorang istri untuk menyenangkan hati suami.
" Mampus kamu Jihan bego banget ngapain kamu gak lihat-lihat dulu tulisan di depan kalau kayak gini gimana kamu akan mencari alasan, aduuuuhhhh" gumam Jihan dalam hati
Dengan nyengir bagai iklan pasta gigi Jihan menatap wajah Hendra yang ternyata sedang tidak baik-baik saja juga , bayangkan saja postur tubuh yang memang tegap dan proporsional malah jadi tegang, wajah putih mulusnya berubah jadi merah sampai telinga sangking malunya.
Dengan secepat kekuatan ekspres yang di miliki Hendra langsung menarik tangan Jihan dan berlari keluar dari stand baju Dinas itu.
Setelah sampai di area food court yang ada di dekat toko baju dinas Hendra langsung mendudukan bok0ngnya di kursi dengan ekspresi antara lega karena sudah keluar dari toko baju Haram bagi jomblo dan lelah karena habis lari-larian. sedangkan Jihan masih tidak ada komentar sedikit pun dari mulut Jihan gadis tersebut hanya menundukkan wajahnya tanpa berani memandang wajah Hendra.
" Jihan kenapa kamu malah ngajakin saya ke tempat baju haram itu, masa iya aku ngasih si meli hadiah baju gituan yang ada nanti dia mikir aku mau macam-macam sama dia" ucap Hendra
" Emmm .... Maaf pak saya tadi gak lihat tulisan di depan pintu masuk tokohnya maaf" ucap Hendra
" Terus aku harus kasih hadiah apa ini jadinya, kan ceritanya aku ini jadi pasangan penggantinya si Dimas Anggara yang gak mau nemuin si meli nanti kalau aku gak nemuin si meli yang ada gajiku bakal di sunat 50% sama Dimas Anggara bos sekaligus sepupu laknat itu" ucap Hendra yang malah curhat ke Jihan
Sedangkan Jihan malah senyum-senyum sendiri karena mendengar pengakuan dari Hendra yang terpaksa mendatangi acara pertemuan nanti malam, itu tandanya Hendra gak suka sama si meli dan masih ada harapan dia bersanding dengan Hendra pikir Jihan.
" Hey kok kamu malah senyum-senyum sendiri kamu gak kesambet di toko tadi kan?" ucap Hendra sambil menyentuh kening Jihan
" Gak kok pak aku hanya kepikiran kalau bapak kasih hadiah bunga saja gimana tapi jangan yang mawar merah ya, karena bungah mawar merah hanya di berikan untuk orang yang spesial buat bapak saja" ucap Jihan sambil menatap wajah Hendra
" Terus bunga apa dong jangan bunga bank loh ya, karena aku gak mau kasih. Bunga bank nya nanti saja aku kasih ke istri aku kalau sudah punya" ucap Hendra
" Gimana kalau bunga mawar putih saja pak kan bagus, atau bunga matahari" ucap Jihan
" Jangan bunga itu bungah tabur saja lebih murah atau bunga kenanga saja" ucap Hendra
" Hey di kira si meli ini pemakaman apa dan apa tadi bunga kenanga? Emang dia kuda lumping yang pakai acara makan bunga kenanga?" ucap Jihan yang sangat takjub bin kaget dengan pilihan Hendra
" Ya sudahlah belikan saja apapun terserah kamu, saya mau makan dulu waktu istirahatnya hampir habis, kamu pesen saja makanan yang kamu mau tenang nanti aku bayar pakai kredit card pak bos sekalian kita kuras habis tuh isinya" ucap Hendra
" I..iya pak" ucap Jihan kredit card unlimited gimana cara nguras habisnya pikir Jihan.
Setelah 1 jam mereka keluar dari pusat perbelanjaan dan kembali menuju kantor Aditama Group untuk kembali bekerja.
Setelah sampai di ruangan Dimas Anggara Hendra langsung duduk di kursi di depan meja kerja Dimas, Dimas yang kedatangan sepupu yang merangkap sebagai asisten pribadinya langsung menatap tajam ke arah Hendra.
" Dari mana saja kamu jam segini baru datang? ini sudah lewat jam istirahat makan siang" ucap Dimas Anggara
" Dari beli hadiah buat meli di pusat perbelanjaan deket kantor" ucap Hendra
" Jadi kamu kasih hadiah apa itu si meli?" tanya Dimas Anggara
" Aku belikan bunga mawar putih pilihan Jihan tadinya aku mau kasih bunga tabur yang lebih murah eh malah aku di marahin sama Jihan" gerutu Hendra
" Hahahhaha kamu emang gak waras Hendra masa pertemuan bawa bunga tabur hahahhaa kamu kira si meli pemakaman umum hahaha" ucap Dimas di sela tawa sampai sakit perut karena tak kunjung berhenti tertawa.
" sudahlah aku mau ke ruanganku dulu gak Jihan gak kamu sama saja nyebelin" ucap Hendra sambil melangkah keluar ruangan Dimas
*______
Jam 17.00 Azizah dan Arofik berada di taman kota mereka berdua sedang kewalahan melayani pembeli karena sore ini yang kebetulan malam Minggu, di taman kota di penuhi pengunjung, bahkan para penjual kaki lima juga berjejer rapi di pinggir jalan dekat taman.
" kak saos dan kecapnya tinggal dikit" ucap Arofik sambil melihat botol saos dan kecap
" Iya sebentar lagi Kakak beli" ucap Azizah sambil mengemas cilok di kantong plastik
" Nih kak yang pedes dan ini yang tidak pedes " ucap Azizah sambil mengulurkan pesanan cilok
" Nih kak uangnya " ucap pembeli
" makasihh" ucap Azizah sambil tersenyum
" Dek kakak beli dulu ya saos dan kecapnya kamu tunggu sini saja jangan kemana-mana" ucap Azizah
" Iya kakak hati-hati" ucap Arofik
Azizah langsung berlari menuju supermarket terdekat untuk membeli beberapa botol saos dan kecap tak lupa Azizah juga membelikan ice cream rasa coklat kesukaan Arofik. Setelah membayar Azizah keluar dari supermarket begitu sampai di pinggir jalan Azizah yang melihat Arofik di ganggu beberapa preman langsung berlari tanpa melihat sekitar.
BRAAKKK....
Sreekkk...
Duaakk ...
Seketika para pengunjung taman yang berada di pinggir jalan mengerubungi seseorang yang menjadi korban tabrakan tersebut.....
\* BERSAMBUNG\*
*Kira-kira siapa ya yang jadi korban g kecelakaan jangan lupa like dan komentarnya ya Kaka makasih*