NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta CEO Galak

Dikejar Cinta CEO Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rifani

Lucien Scott, pengusaha muda yang menggawangi raksasa bisnis di bawah naungan GS Company, tak sadar telah jatuh cinta pada seorang gadis bernama Andrea. Sosok menggemaskan dengan sikap tegas dan terang-terangan, hadir memberikan warna baru di hidupnya yang terkontrol rapi tanpa cacat. Mencintai dengan bengis, menjadi perjalanan cinta cukup menggelitik di mata orang-orang sekitar mereka. Intrik sederhana menjadi pemanis saat keduanya mulai saling menyadari perasaan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. ( Jacpot )

"Shike?"

Lucien menoleh. "Kau mengenalnya?"

"Dia salah satu orang andalan di GS Company, Tuan. Posisinya cukup penting, Selain itu, dia juga dekat dengan Nyonya," jawab Veroz sambil terus memperhatikan layar monitor yang sedang menampilkan karyawan seorang wanita mengendap-ngendap di depan ruangan bosnya. Sungguh berani. "Pantas Nona Andrea bisa tahu Anda menciumnya, ternyata ada penyusup. Sekarang pelakunya sudah ditemukan, Anda bisa tenang."

"Ekhmm!!"

Veroz dan security sama-sama menahan geli melihat sikap bos mereka yang sedang salah tingkah. Barusan Veroz tak sengaja menyebut kelakuan bosnya yang diam-diam mencium anak gadis orang.

"Andrea sekarang ada di lantai berapa? Aku harus segera menemuinya untuk menyelesaikan salah paham ini," tanya Lucien berusaha bersikap normal.

Segera security melacak keberadaan karyawan yang dimaksud lewat CCTV. Tak butuh waktu lama, lokasi target langsung ditemukan. Lucien lalu mengajak Veroz untuk segera mendatangi Andrea.

"Nanti bawa perempuan itu ke ruanganku. Berani mengusik Andrea, dia harus ....

Brukk

"Aaaa!!"

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Orang yang ingin Lucien temui, tak sengaja menabraknya lalu berakhir dengan memeluknya sambil memejamkan mata. Ini jackpot, tentu saja tak boleh disia-siakan. Sambil menahan senyum, Lucien memperhatikan dengan seksama ukiran indah Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan sosok semenggemaskan ini.

"Sudah puas memelukku?" seloroh Lucien iseng menggoda. Sumpah, saat ini isi pikirannya dipenuhi oleh hal-hal erotis melihat bibir Andrea yang sangat menggoda.

(Tahan dulu nafsumu, Lucien. Jangan gegabah. Sekarang kau sedang dalam misi menyelesaikan kesalah-pahaman yang terjadi dengan Andrea. Kalau lepas kendali, bisa-bisa gadis ini lenyap dari hidupmu. Sabar)

"Kau!!"

Andrea spontan mendorong dada Lucien, yang mana membuat pelukan itu terlepas begitu saja. Alhasil, Andrea pun jatuh dan bokongnya membentur lantai dengan kuat. Dia meringis, lalu melayangkan tatapan menghunus pada pria tersebut. "Selain cabul ternyata kau juga tipe pria yang kasar ya. Cepat bantu aku berdiri!"

"Bicaralah dengan sopan."

"Memangnya masih kurang sopan?"

"Panggil bos dulu," ledek Lucien senang sekali melihat Andrea emosi. Di matanya itu terlihat sangat menggemaskan.

"Tidak mau!"

"Gajimu ku tahan. Veroz yang bilang."

"Hah?"

Lagi-lagi Veroz yang jadi tumbal. Dia hanya bisa pasrah ketika Nona Andrea menatapnya tajam. Bosnya benar-benar jahil.

"Ada yang ingin kubicarakan denganmu," ucap Lucien sembari membantu Andrea berdiri. Setelah itu dia membantu membersihkan debu yang menempel di celananya. Tanpa nafsu. Murni sebuah perhatian. "Mengenai perbuatanku padamu, aku minta maaf. Ku akui aku bertindak melewati batas sebagai seorang pemimpin. Kau berhak marah. Tetapi An, kau harus tahu satu hal. Ada orang lain yang sengaja memanfaatkan hal itu demi kepentingan pribadi. Sebelumnya apa kau menerima sebuah foto dari anonim?"

Sebelum menjawab, Andrea menatap Cheril terlebih dahulu. Mereka sudah berjanji untuk merahasiakan insiden penculikan yang dilakukan oleh Nyonya Crystal. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan karir masing-masing. Namun, sekarang bos mereka menanyakan perihal foto yang di mana menjadi pemicu kemarahan Andrea. Mereka jadi resah.

"Bagaimana ini? Aku harus menjawab apa?" bisik Andrea sambil mencubit tangan Cheril.

"Jujur sajalah daripada nanti kita kena masalah," sahut Cheril pasrah.

"Kalau nanti Nyonya Crystal meminta Lucien untuk memecat kita bagaimana?"

"Ya kita terima nasib saja."

"Ck, sedih sekali."

Melihat Andrea yang malah sibuk berbisik-bisik, membuat Lucien jadi dongkol. Dia merasa diabaikan dan diduakan. Tak terima, Lucien memberi kode agar Veroz membawa teman Andrea pergi dari sana.

"Hei, fokus pada pembicaraan kita dulu. Ini penting," ucap Lucien sambil menangkup pipi Andrea. Dia benar-benar lupa diri. Saat bersama gadis ini, baik pikiran maupun tubuhnya selalu hilang kontrol. Lucien bingung, tapi sangat menikmati.

"Apa-apaan sih. Kan kita bisa bicara tanpa kau menyentuh pipiku. Lepaskan," protes Andrea. Amarah yang sempat membara hilang entah kemana.

"Rugi kalau tidak menyentuh pipimu yang menggemaskan ini."

Muncul semburat merah di pipi Andrea saat Lucien memujinya sambil tersenyum. Jujur dia akui pria ini sangat luar biasa tampan. Terlepas dari sikapnya yang mesum dan narsistik, senyumnya memang memikat. Dan ini baru Andrea sadari sekarang.

"Waktu itu ada yang diam-diam mengambil foto tanpa sepengetahuanku. Namanya Shike. Dia salah satu orang penting di perusahaan." Lucien merapikan anak rambut di kening Andrea. "Menurutmu orang ini bagusnya kita apakan? Langsung dipecat atau disiksa lebih dulu?"

"Shike?"

Nama ini tak asing. Andrea lalu teringat dengan kejadian di kantin di mana ada tiga karyawan wanita terus melayangkan tatapan sinis padanya. Cheril juga sempat mengingatkan agar tidak mencari gara-gara dengan salah satu dari ketiga wanita tersebut jika tak ingin dibully.

"Owh, ternyata dia."

"Kalian saling kenal?"

"Tidak. Cuma aku pernah mendapat tatapan sinis dari Shike dan gengnya. Mereka juga terus memberikan sindiran padaku dan Cheril," ucap Andrea menjelaskan. "Kalau dipikir-pikir lagi sepertinya aku tidak pernah bersinggungan dengan orang ini. Tapi kenapa dia tega berbuat jahat? Melibatkan bosnya sendiri lagi. Apa dia tidak takut kehilangan mata pencaharian?"

Ingin rasanya Lucien tertawa mendengar kalimat yang diucapkan Andrea barusan. Terlalu baku.

"Lucien, karena ini menyangkut orang kantor, aku tak berani ambil keputusan. Terserah kau saja ingin melakukan apa. Yang jelas perbuatanmu waktu itu masih belum ku maafkan. Diam-diam mencuri ciuman tanpa izin. Kau pikir kita ini pasangan kekasih?!"

"Ya sudah jadilah pacarku mulai dari sekarang. Oke?"

Pletakk

Lucien meringis lalu mengusap kepalanya yang baru saja dijitak. Galak betul gadis ini.

"Lain kali sebelum bicara dipikir dulu. Tahu kau?" tegur Andrea lalu bantu mengusap bekas jitakannya. Agak merasa bersalah melihat Lucien meringis seperti menahan sakit. "Jitakannya terlalu keras ya?"

"Sangat. Aku yakin otakku geser," kelakar Lucien. "Jadi bagaimana? Kita pacaran?"

Bibir Andrea terkatup rapat. Harusnya mereka sekarang sedang bermusuhan, tapi kenapa tiba-tiba muncul tawaran untuk pacaran? Ini sungguhan atau hanya akal-akalan Lucien saja?

(Sampai di rumah nanti aku harus menceritakan hal ini pada nenek. Jangan sampai aku salah menjalin hubungan dengan laki-laki yang asal-usulnya tidak jelas seperti Lucien. Bisa hancur masa depanku nanti)

Asal usulnya tidak jelas? Seorang Lucien Scott pemilik GS Company? Oh astaga, hanya Andrea yang punya pemikiran seperti ini.

"Kau tahu tidak. Aku dan Cheril sempat berencana untuk menyelidiki masalah ini. Niatnya akan dimulai dari kediamanmu. Tetapi siapa sangka kau malah lebih dulu menemukan pelakunya. Jadinya aku batalkan rencana untuk datang ke rumahmu malam ini," ucap Andrea membeberkan rencananya sambil memperhatikan Lucien yang sedang asyik memainkan rambutnya. Seperti anak kecil saja. "Dengar aku tidak?"

"Iya dengar. Lalu?"

"Ya sudah terpaksa rencana ini batal. Kan kau sudah menemukan orangnya."

"Jangan dibatalkan." Lucien berdehem. Kini dia menyesal telah menyelidiki dalang dari masalah yang terjadi. Andai saja tahu kalau malam ini Andrea akan datang ke rumahnya, Lucien akan memilih untuk pura-pura tidak tahu siapa pelakunya. "Nanti malam aku tunggu kedatanganmu di rumahku. Atau kita pulang bersama saja? Kau pasti belum tahukan alamat tempat tinggalku?"

"Untuk apa ke rumahmu? Itu tidak pantas dilakukan oleh seorang gadis. Apa kata orang nanti jika mereka tahu hal ini?"

"Persetan dengan orang-orang itu. Abaikan!"

"Mana boleh begitu. Lagi pula kita ini bukan suami istri. Bagaimana sih?"

Sebuah ide cerdas melintas di pikiran Lucien saat Andrea menyinggung perihal suami istri. Dengan mata berbinar-binar dia meraih menggenggam tangan Andrea dengan erat.

"Besok pagi ayo kita menikah. Dengan begitu kau tidak perlu lagi memikirkan omongan orang-orang tentang kita yang tinggal serumah. Bagaimana?"

Para karyawan dikejutkan oleh sebuah teriakan melengking yang membahana. Lucien yang kaget, lari terbirit-birit saat Andrea mulai mengamuk karena diajak menikah. Padahal niatnya baik, tapi gadis itu malah kesurupan. Temperamennya benar-benar sangat buruk.

***

1
Fadillah Ahmad
Covernya bagus... Menarik juga... 😂😂😂

Sudah lama juga, nggk pernah baca novel dari penulis ini. 😂😂😂 Terakir tahun 2022 yang lalu dah. Waktu Di Novel "Love Story Eleanor dan Gabriele... 😂😂😂
Mak Rifani: Amiinnn m 🙏🙏
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖
makkkk
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩʏᷞᴜͧᴢᷡᴀͣ.ѕ⍣⃝✰zc❖ : ok mak😘
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!