Dua orang yang tidak saling mengenal satu sama lain telah dijodohkan semasa kecil oleh kedua orang tua mereka masing–masing. Davin Syaputra, berusia 23 tahun, bersifat dingin, cuek tampan dan disukai banyak kuam hawa sedangkan si wanita cantik berusia 18tahun Donna Vania kusuma dan sudah mempunyai kekasih yang dicintainya.
Akankah cinta tumbuh di antara mereka, apalagi Vania sudah mempunyai seorang kekasih.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam
Didalam mobil vania hanya melamun tentang pertanyaan ayu mama Diva. Davin melihat Vania melamun hanya diam dan fokus untuk menyetir mobil. Ketika mobil berhenti di depan rumah vania, vania langsung heran.
“kak bukannya mau ke rumah Kak Davin kenapa harus pulang ke rumahku” Tanya Vania heran
“Kamu ga ganti baju seragam lagi” Ucap Davin dan vania melihat tubuhnya yang masih memakai baju seragam sekolah. Vania melihat itupun tersenyum dan langsung membuka pintu mobil dan masuk rumahnya untuk ganti baju. Setelah selesai ganti baju Vania turun dan langsung masuk mobil karena Davin hanya menunggu di mobil tanpa turun.
“ Makasih Kak “ ucap Vania
Davin hanya memandang Vania dan langsung menjalankan mobil menuju rumah Davin.
“selalu seperti ini, apakah nikah nanti sperti ini terus “batin Vania
Ketika sampai di rumah Davin pun turun tanpa menunggu Vania lagi. Vania pun segera turun mengikuti Davin dan mereka masuk bersama – sama. Mereka mencium tangan citra
“mengapa lama sekali sayang“ Ucap Citra kepada Vania yang tak mempedulikan Davin.
“ Udah Makan “ Tanya Citra lagi pada Vania
“ Udah Ma tadi di ajak adik kelas makan di restorannya makanya telat datang .. ini buat mama dan papa dari kak Dav" Jawab Vania dan memberikan pesanan Davin.
“sebenarnya yang anak siapa sich”gumam Davin dan di dengar oleh Citra dan Vania tapi citra tidak mempedulikannya. Vania dan Davin menghampiri Dony dan Leo yang sedang duduk untuk mencium tangan. Citra dan Leo yang melihat makanan kesukaannya dari restorant yang sama senang menerimanya
“Papa udah dari tadi disini” Tanya Vania pada Dony ayahnya karena heran ayahnya mengapa di sini, Dony hanya mengangguk. Vania duduk dekat ayahnya sedangkan Davin mau menuju lantai atas tapi di cegat oleh citra.
“mau kemana Davin, duduklah, mama sama Papa dan ayah Dony mau ngomong “Ucap Citra dan Davin pun dengan terpaksa duduk.
“Kami udah sepakat kalau kalian menikah sebulan lagi sebelum Vania ujian Nasional” Ucap Leo yang membuat Vania dan Davin kaget. Vania memandang Dony ayahnya dan Dony hanya mengangguk.
“Apa tidak terlalu cepat pa, “ ucap Davin dan Vania mengangguk setuju.
“lebih cepat lebih baik.” Ucap citra
“Pa, Ayah, Ma Vania minta nikahnya dirahasiakan dan dihadiri oleh keluarga dekat ajha Boleh?” ucap Vania. Davin hanya memandang Vania dan dia pun mengangguk setuju. Leo, dony maupun citra hanya setuju dengan apa yang Vania dan Davin minta.
Sementara masih membahas tentang pernikahan Davin dan Vania, Melati dan Mario masuk dan memberi salam serta menyalami Dony, Leo dan Citra tidak dengan Davin yang sebaliknya menyalami Melati dan Mario.
“Gimana Ma kapan acara nikahnya” tanya melati pada Citra dan Vania hanya memandang dengan penuh keheranan, melati dan citra melihat Vania yang bingung pun tersenyum.
“Ini Melati kakaknya Davin dan itu suaminya Mario “ Ucap citra lagi Vania hanya mengangguk dan mengambil tangan Melati dan mencium tangan.
“Sebulan lagi sebelum Vania ujian Nasional” Ucap Citra
Dua minggu setelah pembahasan mengenai pernikahan Davin dan Vania, Davin sibuk dengan pekerjaan di perusahaan. Sedangkan hari ini Vania berangkat ke sekolah seperti biasanya. Sesampainya digerbang sekolah sudah ada Letta dan Rissa dan bersama Indra kekasihnya yang selama ini pacaran tanpa ayahnya tau. Vania pun menghampiri mereka dan Vania acuh terhadap Indra karena Ia teringat akan perjodohannya dan sebentar lagi akan menikah. Vania berjalan duluan tanpa memperdulikan Indra sedangkan Letta dan Rissa memandang heran akan sikap Vania terhadap Indra. Tak lama kemudian mobil berhenti tepat di samping Vania dan ia pun melihat mobil tersebut didalamnya Diva dan Mama Ayu.
Divapun turun menghampiri Vania dan tak lama ayupun turun.
“Pagi Ma” Sapa Vania dan menyalami ayu
“Pagi sayang, “ Balas Ayu dan melihat Letta dan Rissa serta Indra pun bertanya
“Ini Teman-temanmu?” Tanya Ayu pada Vania dan Vania hanya mengangguk kepala.
“Ini Kak Rissa dan Kak Letta teman Vania dan juga menolong Diva Ma” Jawab Diva dan Diva memandang Indra dengan penuh tanda Tanya
“Aku Letta Tante” Ucap Letta sambil menyalami tangan Ayu
“Aku Rissa Tante” Ucap Rissa sama sambil menyalami tangan Ayu
“Aku Indra tante Pacar Vania” Ucap Indra dengan senyum. Ayu membalas dengan senyuman sambil memandang Vania, yang disebut namanya hanya diam. Tapi Letta dan Rissa udah tersenyum begitupun Diva.
“Ada apa dengan Vania ? mengapa mukanya seperti itu” Ucap Ayu dalam Hati
“Makasih Letta, Rissa udah menolong Diva waktu itu. Dan kalau boleh jangan panggil tante panggil aja Mama, biar mama merasa punya anak banyak. “ pinta Ayu. Dan mereka pun mengangguk.
“Asal jangan Lupa anaknya aja” Ucap Diva pura – pura manyun. Ayu dan lainnya melihat itu pun tersenyum tetapi tidak dengan Vania dia menampakan senyum yang dipaksakan dan Ayu melihat itu.
“Anak Mama jangan cemburu dong” rayu ayu pada Diva.
“Ayo masuk … Nanti terlambat.” Ucap ayu lagi.
Dan mereka menyalami tangan Ayu lagi dan pamit.
“Vania, Letta, Rissa dan kamu Indra juga, Kalau boleh pulang sekolah mampir di restoran Mama ?” ucap Ayu dan Diva pun mengangguk tanda setuju. Dan mereka semua saling memandang dan mengangguk setuju dan mereka semua masuk sekolah.
Vania pun menarik tangan Diva untuk berjalan bersama-sama, Diva yang di tarik merasa heran dengan sikap Vania dan memandang Letta dan Rissa serta Indra dengan penuh tanda Tanya. Dan Letta dan Rissa mengangkat bahu sedangkan Indra hanya mengangguk.
Indra menuju ruang kelasnya begitupun dengan Diva. Sesampai di dalam kelas Letta dengan penasaran dengan sikap Vania pada Indra.
“lu kenapa sama Indra Van? Marahan?” Tanya Letta
Vania memandang Letta dan menggeleng kepalanya dan duduk.
“Lalu kenapa lu acuh tadi, Indra ada loh jalan sama kita tadi” Ucap Rissa
“Ga ada Apa- apa” jawab Vania dan suara bel sekolah berbunyi.
“Yakin lu ga ada apa-apa soalnya lu uda lain dari biasanya loh dan ga pernah angkat VC kita pagi subuh seperti biasa” ucap Letta
Vania hanya memandang Letta dan hanya mengangguk kepala
“benar gue ga apapa kalau VC yang bias ague ga angkat itu gue ga dengar” ucap Vania terkekeh
Di perusahaan, Davin dihubungi oleh mamanya untuk Davin menjemput Vania pulang sekolah dan memilih pakaian pernikahan mereka karena Citra udah membuat janji di butik langganannya. Dan Citra meminta Dan davin dengan Vania yang akan pergi kesana. Davin pun dengan terpaksa setuju atas permintaan mamanya yang dia dan Vania akan pergi ke Butik langganan mamanya Dan Davin mengirim pesan ke Vania karena Davin tau Vania masih di sekolah dan tak mau ia mengganggu.
Cowok= SISWA