NovelToon NovelToon
JANDA SATU ANAK

JANDA SATU ANAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:952
Nilai: 5
Nama Author: Nana Bear

Rania adalah seorang janda muda dengan satu anak. Meski hidupnya tidak mudah, kecantikannya yang mempesona dan sifatnya yang lembut membuat banyak pria terpikat padanya.
Di tengah usahanya membesarkan anaknya sendirian, dua pria muda tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya. Arga, pria brondong yang ceria dan berani, selalu terang-terangan menggoda dan mendekati Rania. Sementara itu ada Damar, pria muda yang dingin, tampan, dan diam-diam selalu memperhatikan Rania dari jauh.
Dua pria.
Satu wanita.
Siapa yang akhirnya akan memenangkan hati janda cantik itu?
Di antara masa lalu yang belum sepenuhnya hilang, tanggung jawab sebagai seorang ibu, dan godaan cinta dari dua pria yang lebih muda…
Akankah Rania membuka kembali pintu hatinya?
Atau justru cinta baru itu akan mengubah hidupnya selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Bear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janda Cantik di Gang Mawar

Pagi hari di Gang Mawar selalu dimulai dengan suara yang sama. Ayam berkokok, pedagang sayur lewat sambil berteriak, dan ibu-ibu yang sudah mulai menyapu halaman rumah mereka.

Di salah satu rumah kecil di ujung gang, seorang wanita sedang sibuk di dapur.

Namanya Rania.

Rambut panjangnya diikat sederhana, hanya mengenakan kaos rumah dan celana panjang. Meski penampilannya sangat sederhana, kecantikannya tetap sulit disembunyikan. Kulitnya putih bersih, wajahnya lembut, dan matanya memiliki sorot hangat yang menenangkan.

Namun ada satu hal yang membuat banyak orang selalu membicarakannya.

Rania adalah seorang janda dengan satu anak.

Sudah hampir tiga tahun ia menjalani hidup sendirian setelah suaminya meninggal karena kecelakaan.

“Bunda… aku lapar…”

Suara kecil terdengar dari ruang tamu.

Rania langsung menoleh sambil tersenyum.

Seorang anak laki-laki kecil berlari ke arah dapur dengan rambut yang masih berantakan. Anak itu bernama Rafa, putra semata wayang Rania yang kini berusia lima tahun.

Rania berjongkok lalu mengusap kepala anaknya.

“Bangun sudah, pangeran bunda?”

Rafa mengangguk cepat.

“Perut Rafa bunyi terus, Bun.”

Rania tertawa kecil.

“Iya, iya. Sebentar lagi sarapannya jadi.”

Tak lama kemudian Rania meletakkan sepiring nasi goreng sederhana di atas meja.

Rafa langsung duduk dengan semangat.

“Wah! Nasi goreng lagi!”

“Kemarin juga nasi goreng,” kata Rania sambil tersenyum.

“Tapi nasi goreng buatan bunda paling enak.”

Ucapan polos itu membuat Rania tertawa pelan. Ia duduk di depan anaknya sambil memperhatikan Rafa makan dengan lahap.

Melihat anaknya tumbuh sehat seperti ini selalu membuat hati Rania hangat.

Meski hidupnya tidak mudah, ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Rafa.

Setelah Rafa selesai makan, Rania membantu anaknya memakai seragam sekolah TK.

“Bunda, hari ini Rafa boleh bawa robot baru nggak?” tanya Rafa sambil menunjukkan mainan kecil di tangannya.

Rania menaikkan alis.

“Robot lagi?”

“Iya, Bun. Teman-teman Rafa belum lihat robot ini.”

Rania berpura-pura berpikir.

“Kalau nanti hilang bagaimana?”

Rafa langsung menggeleng keras.

“Nggak akan! Rafa janji!”

Rania akhirnya mengangguk.

“Baiklah. Tapi harus dijaga baik-baik.”

“Siap, Bun!”

Rafa langsung memeluk ibunya dengan senyum lebar.

Setelah semuanya siap, Rania menggandeng tangan Rafa keluar rumah.

Matahari pagi mulai terasa hangat ketika mereka berjalan menyusuri gang kecil menuju sekolah Rafa.

Beberapa tetangga langsung menoleh saat melihat Rania lewat.

Bukan karena ia melakukan sesuatu yang aneh.

Tapi karena Rania memang selalu menarik perhatian.

Meskipun hanya memakai pakaian sederhana, aura cantik dan dewasa dari dirinya sulit diabaikan.

“Pagi, Rania,” sapa Bu Tuti yang sedang menyapu halaman.

“Pagi, Bu,” jawab Rania ramah.

Namun setelah Rania lewat, bisik-bisik langsung terdengar.

“Itu janda muda di ujung gang kan?”

“Iya. Cantik sekali.”

“Masih muda begitu sudah jadi janda… sayang sekali.”

Rania sebenarnya sering mendengar pembicaraan seperti itu.

Awalnya ia merasa sedih.

Namun lama-lama ia belajar untuk tidak terlalu memikirkan.

Baginya yang paling penting sekarang hanya satu hal.

Rafa.

Tak lama kemudian mereka sampai di depan sekolah TK.

Rania berjongkok di depan Rafa.

“Belajar yang baik ya.”

“Iya, Bun!”

Rafa langsung memeluk ibunya erat sebelum berlari masuk ke dalam sekolah.

Rania tersenyum sambil melambaikan tangan.

Namun saat ia berbalik untuk pulang, seseorang tiba-tiba memanggilnya.

“Mbak Rania!”

Rania menoleh.

Seorang pria muda berlari kecil ke arahnya.

Tubuhnya tinggi, wajahnya tampan, dan senyumnya terlihat cerah.

Namanya Arga.

Ia baru beberapa bulan pindah ke kontrakan di dekat gang tempat Rania tinggal.

“Eh, Arga,” kata Rania sedikit kaget. “Ada apa?”

Arga berhenti di depan Rania sambil sedikit terengah.

“Itu… saya tadi lewat depan rumah Mbak.”

“Terus?”

Arga menggaruk kepalanya.

“Motor Mbak bannya kelihatan kempes sedikit.”

Rania terlihat terkejut.

“Serius?”

“Iya. Saya takut nanti Mbak mau pakai malah bahaya.”

Rania tersenyum.

“Makasih ya sudah kasih tahu.”

Arga langsung terlihat salah tingkah.

“A-ah… nggak apa-apa.”

Beberapa ibu-ibu yang sedang menunggu anak mereka mulai melirik ke arah mereka.

Arga yang menyadari itu langsung gugup.

“Kalau Mbak butuh bantuan… pompa ban atau apa… bilang saja ya.”

Rania tertawa kecil.

“Iya, nanti kalau perlu.”

Arga mengangguk cepat.

“Baik… saya duluan ya!”

“Iya.”

Arga segera pergi, tapi sebelum menjauh ia sempat menoleh lagi ke arah Rania.

Senyum di wajahnya tidak bisa disembunyikan.

Sementara itu Rania hanya menggeleng kecil.

“Anak muda,” gumamnya pelan.

Namun Rania tidak tahu satu hal.

Arga bukan satu-satunya pria yang memperhatikannya.

Di seberang jalan, seorang pria lain berdiri di samping mobil hitamnya.

Pria itu mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung rapi. Penampilannya terlihat rapi dan elegan.

Namanya Damar.

Matanya tertuju pada Rania sejak tadi.

“Jadi dia yang namanya Rania…” gumamnya pelan.

Beberapa hari lalu ia mendengar cerita dari temannya tentang seorang janda cantik di Gang Mawar.

Awalnya Damar tidak terlalu tertarik.

Namun ketika ia melihat Rania hari ini…

Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya.

Kecantikan Rania bukan hanya dari wajahnya.

Ada sesuatu yang berbeda dari wanita itu.

Cara ia tersenyum pada anaknya.

Cara ia berbicara dengan orang lain.

Cara ia terlihat kuat meski hidup sendirian.

Tanpa sadar, Damar tersenyum tipis.

“Menarik…”

Sementara itu Rania sudah berjalan menjauh menuju gang rumahnya.

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa dua pria muda kini mulai memperhatikannya.

Satu dengan cara yang terang-terangan.

Satu lagi dengan cara yang diam-diam.

Dan tanpa Rania sadari…

Kehidupannya yang selama ini tenang akan segera berubah.

Karena dua pria brondong itu ternyata memiliki tujuan yang sama.

Mendapatkan hati Rania.

Janda cantik dengan satu anak yang perlahan mulai membuat hidup mereka berantakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!