Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGAKUAN
Mikha menggerakkan tangannya. Pun kepalanya bergerak tampak gelisah dengan mata terpejam. Terdengar gumaman samar dari mulutnya.
Nampak jelas kerutan di kening wanita itu, menandakan sedang memikirkan sesuatu yang menguras pikiran.
"Mikha...kau sudah sadar?". Rania mengusap lengan sahabatnya.
Perlahan kelopak mata Mikhaela terbuka. Ia tersadar tengah berbaring di sofa ruang keluarga.
Mikha hendak duduk. Rania membantunya. Ternyata mereka tidak berdua saja di ruangan itu namun ada juga Warda mama mertuanya dan Nania kakak tertua Dion.
Di ruangan bagian lain masih terdengar beberapa kerabat Mikha dan Dion yang sedang mengobrol di temani Tio adik Dion.
Tak nampak wanita asing dan anak kecil yang menyebabkan Mikhaela kembali ambruk beberapa waktu yang lalu. Masih ingat betul dengan perkataan wanita itu. Mengatakan dirinya sebagai istri Dion dan anak kecil itu ... sebagai anak Dion.
Begitu banyak kejadian tiba-tiba, membuat Mikha berulangkali ambruk. Tubuh lemah itu seakan menunjukkan betapa berat beban pikiran yang ia tanggung saat ini.
"Sebaiknya kamu beristirahat Mikhaela. Besok mama ingin bicara hal penting pada mu", ucap Warda bernada ketus.
"Hal penting apa mah? Katakan saja sekarang", jawab Mikha menatap sayu mama mertuanya yang ia tahu selama ini memang tidak menyukainya karena Mikhaela belum memberikan keturunan. Walaupun, baik Dion dan Mikha sudah menjelaskan kondisi mereka berdua baik-baik saja. Mereka belum bisa memberi cucu karena ketentuan takdir.
Namun bagi wanita paruh baya itu tidaklah cukup. Lima tahun sudah terlalu lama menanti kan cucu untuknya. Terlebih Nania kakak Dion gagal dalam pernikahannya pun belum sempat memberi cucu pada Warda.
Dion Sadewa, terlahir dari keluarga terpandang yang memiliki kekayaan besar. Sebagai anak laki-laki tertua, Dion lah yang diberi mandat menjalankan bisnis keluarga.
Namun perusahaan keluarga kala itu sedang tidak baik kondisinya. Dion mampu membuatnya sehat kembali dan berkembang hingga kini. Bisnis yang tadinya hanya perkebunan saja, semakin berkembang pesat ke pertambangan batubara juga.
Hal wajar jika Warda begitu mendambakan cucu dari Dion dan Mikhaela. Untuk kelangsungan keturunan keluarga Sadewa.
*
Mikha menatap langit malam yang gelap tanpa menampakkan satu bintang pun di sana. Persis seperti suasana hati Mikhaela saat ini. Kelam. Mikha berdiri di balkon kamarnya.
"Ceklek...
Terdengar ada yang membuka pintu. Mikha tidak merubah posisinya.
"Mikha, kamu harus makan walau sedikit saja. Sejak kemarin kau tidak menyentuh makanan sedikit pun. Kamu membuatku kuatir Mik, nanti kamu bisa sakit", ujar Rania yang malam ini masih ingin menemani Mikhaela. Sementara Sandra harus pulang karena memiliki keluarga yang harus ia urus.
Seketika tubuh Mikha terduduk di lantai. Wanita malang yang sedang dirundung duka itu bersimpuh dengan kepala tertunduk lesu. Rania mengikuti nya. Ia menggenggam erat tangan Mikhaela.
"Mikha...kamu harus kuat menghadapi semua yang terjadi. Aku akan selalu ada untukmu. Aku dan Sandra akan selalu bersama mu, Mik. Menangis lah di pelukan ku jika itu bisa meringankan beban mu Mik", ujar Rania lembut penuh kasih sayang.
Mikhaela langsung memeluk Rania, menumpahkan semua rasa sedih yang ia alami. Tubuhnya berguncang hebat.
Rania mengusap punggung teman nya itu, berusaha memberikan kekuatan untuk nya.
"Mikha...jangan pernah kau berpikiran pendek dan memendam kepedihan mu seorang diri. Berbagilah bersama ku. Kau sudah seperti saudara kandung ku sendiri. Begitu juga dengan Dion. Kalian sudah menjadi keluarga bagi ku, jadi...kau jangan merasa kan kesedihan seorang diri Mik", ucap Rania lembut.
Perlahan Mikhaela mengangkat wajahnya. Tidak dapat di pungkiri sorot manik hazel yang biasanya selalu berbinar cerah itu kini terlihat sayu. Berjuta kepedihan nampak jelas dari mata wanita itu.
"A-pa yang harus aku lakukan Nia? Hatiku benar-benar hancur. Kepergian tiba-tiba suamiku... Sekarang ada wanita asing yang mengaku istrinya dan memiliki anak", lirih Mikhaela dengan bibir bergetar menatap sendu Rania.
Rania tahu, berjuta beban berat tengah menghimpit teman baiknya itu.
Rania menggenggam erat tangan Mikha. "Mik, kita belum tahu kebenarannya. Wanita itu bisa saja mengklaim. Jika benar itu anak Dion kenapa dia baru datang sekarang. Kenapa tidak datang sebelumnya, saat Dion ada".
Mikhaela tertunduk dengan pikiran berkecamuk di kepalanya. "Kenapa kau pergi tiba-tiba mas? Anak kecil itu begitu mirip dengan mu mas. Apa benar yang wanita itu katakan. Dia anak mu?", batin Mikhaela.
Berjuta pertanyaan dan jawaban kini berkelebat di kepalanya.
*
Keesokan harinya..
Mikha yang sedang beristirahat berada di kamar, di berikan Ana di tunggu Warda di ruang tamu sekarang juga.
Mau tidak mau Mikha turun menemui mertuanya tersebut.
Ternyata Warda tidak sendirian. Di ruang tamu ada Nania, juga pengacara Abraham yang Mikha tahu sebagai pengacara keluarga. Tapi yang membuat Mikha gusar di rumahnya kini ada juga wanita asing yang menyebut dirinya bernama Ira. Lagi-lagi wanita itu membawa anak kecil itu duduk tepat di samping Warda.
Beberapa kali Mikha melihat Warda, menyentuh tangan mungil anak yang bernama Salfa. Menyaksikan Warda begitu seketika membuat perasaan Mikhaela gusar.
"Apa yang ingin mama bicarakan? Aku pikir ini pertemuan keluarga, kenapa ada orang asing di sini?", ucap Mikhaela.
Terdengar tarikan nafas Warda. "Justru itu kita harus bicara. Wanita ini istri Dion. Dan ini anak Dion bersama Ira. Kamu harus tahu itu", ketus Warda to the point tanpa memperhatikan kondisi Mikha yang masih lemah.
"Apa maksud mama berkata begitu?". Mikhaela menatap wajah Ira yang masih terbilang muda, mungkin usianya masih dua puluh dua tahunan.
"Artinya putra ku baik-baik saja. Dan yang bermasalah itu kamu Mikhaela! Kamu yang tidak bisa memiliki anak", tuduh Warda.
"Stop it. Cukup menghina ku!! Mama lihat sendiri hasil laboratorium yang aku dan mas Dion lakukan. Semuanya baik. Tapi kenapa mama masih menuduh aku sebagai penyebab semuanya. Di mana hati nurani mu?", lirih Mikhaela dengan mata memerah, membuat semua terdiam.
"Lantas sekarang kalian mau apa dari ku? Jangan meminta lebih, aku baru saja kehilangan suami yang tidak bisa menjelaskan apapun lagi padaku", ucap Mikhaela terdengar lemah. Ia sendirian. Tidak ada yang membela nya.
Melihat raut wajah Warda dan Nania, Mikha tahu mereka ada di pihak siapa.
Mikhaela berdiri hendak kembali ke kamar. Kepalanya seperti mau meledak, begitu banyak beban pikiran yang harus ia tanggung.
"Anak ini cucu ku, Mikhaela. Mau kamu terima ataupun tidak. Semua yang dimiliki Dion akan menjadi milik cucu ku. Termasuk rumah ini ada bagian cucu ku". Ketus Warda dengan tegas.
"Apa maksud mu?".
"Kau mendengar dengan jelas ucapan ku. Pernikahan mu dan putra ku tidak ada keturunan. Namun nyatanya Dion bisa memberikan keturunan yang aku nanti-nantikan, tentu saja aku mendukung putra ku dan menerima anak ini sebagai cucu ku".
Mendengar perkataan Warda spontan Mikhaela menghentikan langkahnya seraya membalikkan badannya. Mikha bisa melihat senyum tipis di sudut bibir Ira yang mengaku sebagai istri Dion juga.
"Anda hanya perlu menandatangani semua dokumen penyerahan aset pak Dion saja bu Mikha. Semua akan mudah jika anda kooperatif menyikapi permasalahan ini", ucap pengacara Abraham sambil memperlihatkan beberapa dokumen yang telah ia persiapkan.
...***...
To be continue
Tinggalkan komentar yang banyak di setiap bab supaya author semangat up lagi🙏
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂