NovelToon NovelToon
SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Afgans Radithia Zafran harus menikah dengan wanita bernama Alisya, gadis yang tidak dikenal dan merupakan calon pengantin dari adiknya sendiri. Sang adik yang bernama Vincent hilang entah kemana sehari sebelum seharusnya dia menikahi kekasihnya tersebut.

Karena keluarga Afgan sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan dan undangan pun sudah di sebar, maka terpaksa Afgan menggantikan sang adik.

Satu tahun pernikahan mereka, Vincent tiba-tiba kembali dan meminta kakaknya itu mengembalikan wanita yang seharusnya menjadi istrinya, sementara benih-benih cinta sudah terlanjur hadir di hatinya dan dia sudah bisa menerima Alisya sebagai istrinya.

Seperti apa kisahnya? Mampukan Afgan mempertahankan wanita yang bernama Alisya itu sebagai istrinya? dan apakah istrinya itu masih bisa setia setelah sang adik yang seharusnya menjadi suami gadis itu kembali dan menggoyahkan biduk rumah tangga yang sudah susah payah mereka bangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelan-Pelan

Afgan, mel*mat bibir Alisya buas, menye*apnya dengan begitu lahap, Alisya yang kedua tangannya di kunci di atas kepalanya, sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain menerima begitu saja sentuhan hangat dan kenyal suaminya itu.

Entah apa yang terjadi dengan pria itu, rasa kecewa yang dia dapatkan dari Milan dan mengira bahwa gadisnya itu telah berselingkuh membuat seorang Afgan hilang arah, dan melampiaskan rasa kesalnya itu kepada istrinya.

Al mencoba berontak, namun, kekuatan yang dia punya sama sekali tidak sebanding dengan kekuatan yang di miliki oleh pria tinggi itu.

Merasa sesak, akhirnya Al mengigit bibir bawah suaminya dan sontak Afgan pun melepaskan ciu*annya seketika, mengerang kesakitan.

''Argh ... sakit ... tau ...?'' ringis Afgan, menatap bibir Al yang kini sedikit membengkak akibat hisapan darinya.

''Kamu mau membunuh aku, hah ...?'' teriak Alisya, dengan napas yang terengah-engah.

''Kenapa? bukankah sebagai seorang istri seharusnya kamu melayani aku dengan baik? bukan malah di gigit seperti ini?''

''Kalau kamu ingin mendapatkan pelayanan yang baik, bukan seperti ini caranya. Kamu bisa meminta dan melakukannya baik-baik 'kan? tangan aku gak usah di pegang seperti ini. Ini namanya pemerko*aan,'' tegas Al dengan napas yang masih terengah-engah.

''Oke ... Kita mulai dari awal, tapi kamu janji, jangan kabur. Kamu harus tepati ucapan kamu barusan, kalau aku meminta dan melakukannya baik-baik, kamu akan melayani aku dengan baik juga. Janji ...?''

''Iya, aku janji. Lepasin tangan kamu dulu ...!''

Perlahan Afgan mulai melonggarkan cengkraman tangannya, lalu melepaskan tangan istrinya itu, namun, masih dengan posisi yang sama. Pria itu meringkuk tepat di samping istrinya dengan raga yang menempel sempurna.

''Huuh ...'' Al, menarik napas lega, lalu mengibaskan tangannya.

''Sakit tau ...'' ringis Al meniup pergelangan tangannya yang terlihat memerah.

''Apakah cengkraman tangan aku sekuat itu? sampai tangan kecil kamu memerah seperti ini?'' tanya Afgan meraih lalu meniup pergelangan tangan Alisya.

''Sakit ... Apa kamu selalu kasar seperti ini?''

''Nggak ...! kata siapa?''

''Kata aku barusan ...''

''Ha ... ha ... ha ...! Nggak ko, aku orangnya lembut. Apalagi di saat seperti ini. Denger ya, kamu harus tepatin janji kamu barusan. Aku akan mulai bermain lembut ...''

Al terdiam, jantungnya terasa berdetak kencang, bahkan napasnya pun berhembus tidak beraturan hingga dadanya pun terlihat naik turun beriringan dengan helaan napas yang berhembus dari bibir mungilnya.

''Tunggu ... Apa kamu yakin akan melakukan hal ini?'' tanya Al.

''Banyak nanya ...!'' Afgan yang sudah tidak sabar kembali melu*at bibir ranum sang istri dan seketika itu juga, bibirnya kembali di gigit oleh Alisya.

''Tunggu dulu ... aku 'kan udah bilang, pelan-pelan.''

''Kamu banyak nanya dan banyak ngomong. Coba tunjukkan pelan-pelan yang kamu maksud itu seperti apa?'' tanya Afgan.

''Seperti ini ...!''

Al meraih kepala suaminya, men*ium lembut bibir sang suami, pelan tapi pasti dengan sedikit hisapan yang benar-benar membuat Afgan memejamkan mata seketika, mengikuti irama sentuhan sang istri.

''Oke, aku mengerti sekarang. Jadi seperti itu yang kamu maksud.'' Afgan melepaskan tautan bibirnya.

''Tunggu ...!''

''Apa lagi ...?''

''Ini pertama kali aku melakukannya, aku harap kamu bisa pelan-pelan dalam membuka segel milikku itu, karena di dalam sana benar-benar masih rapat dan belum pernah tersentuh oleh siapapun.'' Bisik Al, dengan deruan napas yang terdengar semakin tidak beraturan.

''Oke, aku akan mengingat hal itu baik-baik.''

Perlahan, Afgan menatap wajah istrinya itu, merapikan rambut panjangnya, lalu mengelusnya lembut. Pandangan mereka pun saling bertemu seketika, dengan darah yang mulai mendidih, dan ga*rah yang mulai naik kepermukaan.

Kini, tangan Afgan turun membelai pipi halus sang istri, mengelusnya lembut lalu mulai membelai bibir ranum Al dengan jari telunjuknya.

Kemudian satu jarinya kini turun membelai leher Alisya, membuat wanita itu memejamkan mata seketika, dan mengigit bibir bawahnya keras.

''Kita lakukan sekarang?'' bisik Afgan dengan tangan yang mulai turun, hendak membuka kancing baju tidur yang dikenakan oleh Alisya.

Satu, dua kancing berhasil di buka, belahan gunungan kembar itupun terlihat berbentuk hati membuat Afgan menatapnya dengan tatapan berbinar.

''Tunggu ...!'' Al mencengkeram tangan Afgan yang hendak membuka kancing baju yang ketiga.

''Apaan lagi ...? Kamu ini ...!''

''Nggak jadi, silahkan teruskan ...'' Al kembali memejamkan mata.

Baru saja Afgan hendak membuka kancing yang ke tiga, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering, membuat Afgan sontak menghentikan gerakannya seketika.

''Duh siapa sih ganggu aja ...'' Afgan meraih ponsel dan menatap layarnya, lalu melemparkan ponselnya sembarang ke atas kursi.

''Angkat saja, siapa tau penting.''

''Gak ada yang lebih penting dari ini.'' Afgan mencium lembut bibir sang istri dengan tangan yang membuka setiap kancing baju istrinya hingga benar-benar terbuka sempurna.

🍀🍀

''Sial, kenapa telpon aku gak di angkat si?'' gerutu Milan, dirinya masih ditemani oleh pemuda bernama Zergo.

''Cowok seperti itu masih mau kamu perjuangin? dasar bodoh, jelas-jelas dia udah jadi suami orang, mengkhianati kamu dan nikah diam-diam,'' ketus Zergo tak kuasa untuk meninggalkan gadis itu.

''Semuanya gara-gara kamu, seharusnya tadi kamu langsung pergi saja. Kenapa harus diam terus di situ, hah ...'' ucap Milan sedikit terisak.

''Iya ... Iya ... Aku memang salah, seharusnya aku gak ikut campur dengan urusan percintaan kalian yang rumit itu,'' ucap Zergo menatap wajah cantik gadis yang bernama Milannita itu, rambutnya yang tersapu angin malam membuat kecantikannya kian mempesona meskipun dengan mata yang memerah dan hidung yang merah semerah buah tomat.

''Kamu cantik, badan kamu juga se*si, kamu masih bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari dia, jangan sampai kamu merendahkan harga diri kamu dengan mengejar laki-laki yang sudah beristri. Sorry, bukan maksud untuk menggurui, hanya saja aku kasian sama kamu,'' ucap Zergo, menggaruk kepalanya sendiri.

''Nama kamu siapa? dari tadi kamu di sini tapi aku sama sekali nggak tau nama kamu?'' Milan menoleh menatap wajah pemuda yang saat ini duduk bersamanya di pinggir jalan.

''Zergo ... itu namaku. Nama kamu Milan 'kan?'' Zergo mengulurkan tangannya. Namun, diabaikan oleh Milan.

''Oke, Zergo. Gak usah salaman segala.''

''Hmm Oke ... Jadi gimana? mau aku antar pulang ...?'' tanya Zergo masih dengan tatapan mata mengarah tajam ke arah wanita yang bernama Millanita itu.

''Nggak, antar aku ke hotel.''

''Ke hotel ...?'' Zergo membulatkan bola matanya seketika.

''Aku yakin, Afgan ada si sana bersama istrinya sekarang.''

''Terus, kamu mau apa?''

''Aku hanya ingin tau seperti apa istrinya itu, dan aku akan meminta dia untuk memilih, apakah dia akan memilih aku atau wanita yang baru dinikahinya itu.''

Ucap Milan, membuat Zergo tercengang.

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok terpingkal2? emang lg ketawa ya?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok gak dijelasin knp vincent meninggalkan pernikahannya?
Dewa Rana
namanya islami tapi nikah di altar
Scorpio💞💙💙💙
Keren kak novelmu,sukses selalu utk karya2 mu ka Reni😍😍love u sekebon bunga 🌹🌹🌹
Reni: Terima kasih banyak, Kakak. Love juga buat kakaknya, semoga sehat selalu❤️❤️❤️
total 1 replies
Eva Karmita
Masya Alloh yg udah bucin 😍🥰❤️
Eva Karmita
semangat Vincent semoga cepat sembuh 💪🤗 ..,, Afgan kamu manis sekali 😍🥰😘
Eva Karmita
penasaran kenapa Vincent ninggalin Al di hari pernikahan mereka
Eva Karmita
Afgan kamu nakal ya mana kang modus pula ...😍😂
Eva Karmita
Afgan kamu tu laki" munafik katanya ngk ada rasa dan terpaksa lah dasar ngk punya otak perasaan udah merenggut kegadisan orang main ngomong itu dan ini demi pembelaan 😤😏👊
Eva Karmita
❤️
Reni: Terima kasih kakak
total 1 replies
cccc
,Menemani Vincent saat sakit tdk hrs menikah dgn Vincent kan? wajar saja Alisha tdk terima dianggap sbg barang
cccc
Betul Milan, Afgan tdk tegas jg sbg laki2. Cari laki2 yg lbh baik dr dia pasti ada kok.
atheina_ARA
itu hotel Thor ...kok bisa masuk.???????
Narumi09: sdh pasti lpa dtutup rpat oleh Afgan.
total 1 replies
Rena utami
ulat keket dtg .makin runyam.ntar
Rena utami
kasihan alisa, afgan, dia bukan barang dan bukan batu yg tidak punya perasaan
Rena utami
dokter gendeng, ga masuk akal, cinta membutakan mata hati karin
Rena utami
alisa, kalo sikapmu kyk gitu bisa bikin suamimu salah sangka
Mimik Pribadi
Afgan gugup,ketakutan skaligus gusar sm ucapan Alisya,smpe2 perut dan pantatnya ikut protes Mom's ,makanya tidak dpt dikondisikan lgi tuh angin,lelesat kluar dngn sendirinya 😅😅🤣🤣
Mimik Pribadi
Jngn smpe Alisya nyusul ke rmh itu trus liat Afgan sm Anita,lalu salah paham lgi,,,,,gak kelar2 dahh!
Mimik Pribadi
Klo ada yng rumit kenapa hrs dipermudah,,,,,itu kata2 yng tepat utk mereka 😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!