• No Plagiat
• Budayakan Vote dan Like setelah baca
• Budayakan sabar
Happy reading semua🤗
Sequel dari My Crazy Wife, menceritakan hubungan Aldi dan Lolita setelah mempunyai anak pertama mereka yang di beri nama Aksa Randian Putra.
Bagaimana kehidupan Aldi dan Lolita yang sudah berganti status menjadi papa muda dan mama muda?
Akankah mereka tetap bisa mempertahankan hubungan mereka di kehidupan selanjutnya? Dengan status Aldi yang masih mahasiswa dan menjadi incaran semua para cewek?
.
.
.
.
.
gas baca kuyyy!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Silahkan kalau berani!
Semua orang kini sedang mendudukkan dirinya masing-masing di kursi meja makan, tak terkecuali Lolita dan juga Aksa anak kalem yang tiduran santai kayak di pantai diatas stroller nya.
Suara bel yang berbunyi itu mengurungkan niat tuan rumah untuk menyantap sarapannya. Bi Tuti yang kebetulan masih di meja makan itu pun berjalan kedepan membukakan pintu untuk tamu.
Tak lama Bi Tuti pun kembali dengan diikuti tiga gadis dan dua cowok dibelakangnya yang sudah sangat dikenal oleh semua orang dimeja makan itu.
"Tamu yang kayak gini gaada sopan sopannya, datanya kurang pagi. Kenapa ngga sekalian dini hari?" Ucap Lolita ketika melihat teman temannya itu. "Kalau dini hari ya tambah ngga sopan" Jawab Regan.
"Udah tau ngga sopan, masih aja datang. Lagian kalian ngapain sih pagi pagi udah main ke rumah orang?" Tanya Aldi.
"Ya kalau ngga main ke rumah orang masa iya main kerumah setan" Balas Yolanda.
"Nah bener tuh apa kata ayang beb gue" Jawab Regan sambil tertawa. "Kita pagi pagi kesini sengaja mau minta makam" Imbuh Regan.
"Udah udah, jangan banyak bicara di meja makan, langsung aja ambil posisi duduk" Sang kepala keluarga pun menimpali. "Syap om" balas Regan yang kemudian mendudukkan dirinya diikuti dengan teman temannya yang lainnya.
Mereka pun mulai mengambil makanan mereka masing masing setelah Bi Tuti mengambilkan piring tambahan. Dan kemudian menyantap sarapannya.
🌼
"Lo ngga mau ngelanjutin kuliah?" Tanya Sisi yang kini sedang duduk sambil memakan camilan yang sudah disiapkan Bi Tuti.
Setelah menyelesaikan sarapannya, mereka kini sedang berkumpul diruang tamu, Tak terkecuali Aksa yang kini sedang diajak bermain bersama dengan Regan.
"Kuliah nanti kalau Aksa udah tujuh bulan, sekalian setelah nikahan abang gue" Jawab Lolita yang juga ikut menikmati camilan yang ada didepannya.
"Iya, Lo mending kuliah deh Lol, parah banget kalau lo ngga kuliah, Aldi dikejar sama cewek cewek" Timpal Regan. Mendengar itu Lolita menatap kearah Aldi dengan tatapan yang sulit diartikan sambil menguyah camilan yang ada di dalam mulutnya.
Melihat tatapan Lolita Aldi seakan akan merasa akan di terkam buaya betina saat ini juga, "Udah tenang aja cinta Aku untuk kamu doang ratu Neptunus" Ucap Aldi buru buru.
"Siapa yang peduli" ucap Lolita kemudian sambil memasukkan kembali camilan kedalam mulutnya. Semua temannya menatap cengo kearah Lolita, mendengar respon gadis itu yang tidak sesuai ekspektasinya.
"A**** gue kira Aldi bakal lo terkam sampai habis" Ucap Evan. "Ya udah kalau gitu gas cari mama muda untuk Aksa comel Al" Kini Yolanda ikut menimpali.
"Cari aja, mama muda yang kalem" Lolita masih menjawab dengan begitu santai.
"Wah dikasih lampu ijo tuh Al" Balas Amel.
"Tapi nanti dia harus lawan gue dulu, gue mau ngajak di baku hantam. Nah kalau dia menang dia boleh jadi istri kedua" Imbuh Lolita kemudian yang menadapat tanggapan datar dari teman temannya.
Kemudian imajinasi mereka pun melayang, membayangkan bagaimana Lolita yang bar bar baku hantam dengan cewek kalem.
Semua orang seketika meringis ngeri. "Tapi masih ada syaratnya lagi" Ucap Lolita menggantung sambil menatap Aldi dengan sudut bibir yang terangkat sebelah membentuk senyuman.
"Apa?" Tanya Regan dengan begitu penasaran, "Ga dapet jatah dari istri tertua, ga bisa ketemu Aksa, ga ada proyek ganda terus gue potong punya Lo sekalian biar ga bisa kasih jatah buat istri muda. Dengan begitu semua kekayaan jatuh pada Aksa Randian Putra" Ucap Lolita sambil tersenyum menyeringai.
Mendengar itu Aldi bergidik ngeri sendiri, membayangkan dirinya yang cuti. "Gila aja lo" Ucap Yolanda.
"Nggak, siapa juga yang gila" Balas Lolita. "Udah Al, ngga jadi dapat mama muda buat Aksa lo" Ucap Evan sambil menepuk bahu Aldi yang menatap Lolita dengan tatapan awkward.
🌼
"Aldi kok ngga ada nongol nongol ya Ca" Ucap Rere sambil merapikan rambutnya yang tidak berantakan, Gadis itu berdiri di depan pintu Lobi untuk menyambut kedatangan sang pujaan hati.
"Aldi kuliah siang mungkin" Jawab Caca yang sudah merasa kesal karena sudah diajak berdiri Rere selama hampir setengah jam. Iya setengah jam. Karena gadis itu berangkat sejak empat puluh lima menit lebih cepat dari biasanya.
"Ih, ngga mungkin. Ini pasti lagi di halangin jalannya sama senior gila si Disa itu" Gerutu Rere dengan begitu kesalnya.
"Ehem" Seseorang berdehem di belakang Rere dan juga Caca.
"Tadi kayaknya ada yang nyebut nyebut nama gue nih, pake ngatain gila lagi kayak situ waras aja" Ucap Seseorang dengan nada bicara sangat santai tapi penuh dengan kekesalan.
Rere dan Caca yang mendengar suara yang sangat familiar itu pun membulatkan matanya, "eh kak Disa udah lama kak?" Tanya Caca sambil nyengir setelah tubuhnya kini berdiri dengan berhadapan dengan Disa.
"Lumayan" Jawab Disa sinis kemudian berganti menatap Rere dengan tajam. "Apa?" Tanya Rere dengan nada menantang.
"Lo berani banget nantang gue, mana pakai ngatain gila segala lagi" Jawab Disa. "Terus?" Jawab Rere dengan santainya. "Ngeselin ya Lo" Jawab Disa sambil menjambak rambut Rere. Rere yang merasa tak Terima pun membalas menjambak rambut Disa hingga terjadilah baku hantam antara Rere dan Disa.
Sedangkan Caca yang melihat itu pun dibuat gugup sendiri, lantas ia tidak berani memisahkan kedua sejoli itu. Takut kena jambak juga
🌼
Kaki Satya mengajaknya untuk melangkah masuk kedalam sebuah toko yang bertuliskan Nara Cake's. Sesampainya didalam ia langsung di sambut ramah oleh pelayan yang sudah Satya ketahui namanya itu.
"Nyari mbak Nara ya mas?" Tanya seorang pelayan yang bernama Indah itu. "Iya, Nara nya dimana Ndah?" Tanya Satya.
"Mbak Nara lagi ada di belakang, Mas Satya tunggu aja di situ" Ucap Indah sambil menunjuk sebuah mini cafe yang berada di toko kue milik Nara itu. Satya pun mengangguk, Laki laki itu kemudian melangkahkan kakinya menuju mini cafe yang berada di sebelah toko kue hanya terhalang dengan dinding kaca serta pintu.
Satya mendudukkan dirinya di sofa ujung, karena sekarang waktunya jam makan siang jadi mini cafe milik Nara ini sedang sepi. Hanya ada beberapa pelanggan saja.
*
Nara yang baru saja kembali dari rumah atasnya itu pun menghampiri Indah yang sedang merapikan kue kue dari dalam etalase.
"Ndah tadi mas Satya kesini?" Tanya Nara pada Indah, Pelayan cafe yang sudah seperti adiknya sendiri. Iya karena ia dan Indah sama sama berasal dari pantai asuhan, Usia Indah hanya terpaut dua tahun lebih muda dari Nara saja.
"Iya mbak, tadi udah aku suruh untuk menunggu di mini cafe" Jawan Indah sambil mengehentikan aktivitasnya dan beralih menatap atasannya yang sudah seperti kakak itu.
Nara pun manggut manggut, ia kemudian berjalan menuju ke mini cafe untuk menyusul Satya.
Nara melihat keseluruh penjuru yang ada di ada di mini cafenya itu, dan ia pun mendapati Satya yang duduk di sofa sambil mengangkat salah satu kakinya dan memainkan ponselnya. Nara pun berjalan menghampiri tunangannya itu.
"Udah lama?" Tanya Nara yang kini sudah mendudukkan dirinya di sebelah Satya. "Eh Sayang" ucap Satya sambil menoleh ke arah Nara, Satya pun menyimpan ponselnya itu ke dalam saku jasnya.
"Ya udah kita langsung pergi untuk nyari makan siang aja yuk" Ucap Satya sambil menyelipkan rambut Nara kebelakang telinga. Nara pun mengangguk. Setelah itu mereka berdua pun berjalan keluar dari dalam mini cafe itu. Karena memang sebelumnya mereka sudah janjian jadi Nara tidak perlu siap siap lagi, karena memang sudah siap, bahkan jika ia diajak Satya kepenghulu sekarang pun ia siap.
🐰
"Ya udah kalau begitu kita balik dulu ya, soalnya sejam lagi kita ada jam" ucap Amel sambil melirik pergelangan tangannya.
Lolita mengangguk. "Ya udah kalian hati hati di jalan" ucap Lolita, Amel, Sisi, Yolan, Evan dan Regan pun mengangguk. Setelah itu mereka pun masuk kedalam mobil Evan dan meninggalkan halaman rumah Aldi.
"Sayang" Panggil Aldi yang berjalan mengampiri Lolita dengan menggendong baby Aksa. Lolita segera menutup pintu, ia pun berjalan mengampiri Aldi.
"Nanti malam pulang jam berapa?" Tanya Lolita ketika sudah dihadapan Aldi. "Mungkin agak telat dari biasanya, mau di bawain sesuatu?" Tanya Aldi. Lolita sejenak berfikir. "Ngga ada" Jawab Lolita kemudian.
"Ya udah" Balas Aldi, laki laki itu kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Aksa yang di gendongnya. "Anak kalem papa pergi kuliah sama kerja dulu" Ucap Aldi sambil mencium kedua pipi Aksa dan kemudian menyerahkan putra kecilnya itu kepada mamanya. Lolita pun menerima Aksa, setelah itu ia mengantar Aldi sampai depan pintu.
"Hati hati" ucap Lolita sebelum akhirnya Aldi mengangguk dan masuk kedalam mobilnya.
.
.
.
.
.
untuk bukunya Sisi nanti nanti ya bos, biar ngga pecah fokusnya 😁
jangan lupa tinggalin jejak, taburin poinnya yang sudah dikumpulkan disini.