NovelToon NovelToon
Kaya Mendadak

Kaya Mendadak

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Spiritual / Cintamanis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:377k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Asep seorang pemuda biasa saja, yang selalu tersisih dari kancah dunia percintaan, ditolak ciwi-ciwi karena selalu tongpes, bokek dan misquin.

Tiba-tiba suatu hari Asep ketiban Durian runtuh sepohon-pohonnya. Walhasil Asep dalam sekejap jadi OKB.

Yuk kita intip, apa yang membuat Asep bisa memperbaiki nasibnya... Hihihi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Singkong Ubi Kukus

Tok tok tok...

Tok tok tok...

Terdengar sayup suara kamar SaNi diketuk dari luar pintu, Asep yang masih semangat membuat PETA DUNIA di atas bantal warna biru muda itu pelahan membuka matanya dengan malas.

Apa sih?

Asep ucek-ucek matanya yang sepet.

Ia kemudian bangun dan andul-andul sebentar, duduk menatap pintu kamar yang tertutup rapat.

Bi Marni apa ya?

Katanya mau ke stasiun pake ojek, kok bangunin. Batin Asep tidak ikhlas.

Keponakan tak ada akhlak itupun akhirnya berdiri, lalu berjalan malas menuju pintu.

Dibukanya pintu kamarnya dan terlihat rumah Bibinya kosong.

Asep garuk-garuk kepalanya.

Rambutnya yang acak-acakan seperti semak-semak, semakin maksimal terlihat ruwet macam kisah cintanya saat Asep garuk-garuk lagi menyusuri rumah Bibik yang juga rumah Neneknya.

Ah ya...

Rumah ini memang aslinya rumah Kakek dan Nenek Asep, lalu dihibahkan pada Bibi Marni karena Bibi Marni adalah anak bungsu dan satu-satunya yang masih ikut Nenek sampai Nenek tidak ada.

Atas persetujuan kakak-kakaknya, yaitu wak Imah dan Bapak nya Asep, rumah itu akhirnya dibalik nama atas nama Bik Marni.

Asep berjalan sampai ke dapur rumah Bibik, tak ada Bibik di sana, hanya ada satu piring ubi dan singkong yang seperti baru saja diangkat dari kukusan.

Asap masih mengepul dari dua makanan tradisional tersebut.

Asep tanpa pikir panjang, langsung mendekati piring berisi rejeki pagi itu, karena kebetulan perutnya juga lapar.

Asep memakan satu potong ubi ungu yang dikukus itu, mengunyah nya dengan lahap sambil geratakan lemari dapur kalau-kalau ada kopi instan.

Dan...

Ah untunglah ada kopi cap kapal api kesukaannya.

Asep pun langsung merebus air untuk menyeduh kopi.

Nikmat sangat pastinya, pagi-pagi nyeruput kopi, makan singkong dan ubi kukus, sambil udud di depan rumah.

Menikmati sayup angin pagi hari, dan juga melihat orang lalu lalang di depan rumah Bibik yang memang kebetulan tepat di pinggir jalan kampung yang letaknya tak jauh dari jalan raya utama.

Jalan kampung itu juga cukup lebar dan ramai, bukan hanya motor dan mobil pribadi, beberapa angkutan juga ada yang lewat di sana.

Asep menyeduh kopi hitamnya yang langsung mengeluarkan aroma nikmat tiada tara.

Sambil bersiul, Asep membawa gelas kopinya, dan juga satu piring singkong dan Ubi kukus yang pikir Asep disiapkan Bibik untuk sarapan Asep.

Asep berjalan keluar, pintu rumah sudah tak dikunci, pertanda Bibiknya memang sudah berangkat.

Ah ya benar, tadi berarti yang ketuk pintu kamar adalah Bik Marni yang akan berangkat dan juga meninggalkan makanan untuk Asep.

Benar, Bik Marni meskipun cerewetnya sebelas dua belas dengan Donal bebek, tapi nyatanya ia tetap Bibik yang baik.

Asep akhirnya keluar dari dalam rumah, dilihatnya halaman rumah Bibik yang hanya berjarak sekian meter saja dengan jalan kampung.

Asep juga menatap bekas kios Bapaknya yang masih cukup layak jika dibuka lagi.

Hmm...

Asep mantuk-mantuk sambil meletakkan gelas kopinya dan satu piring ubi singkong kukusnya di atas meja kayu di teras depan rumah Bibik.

Tangan Asep masuk saku celana, mengambil satu bungkus rokok miliknya, lalu mulai siap kebal-kebul mengotori udara pagi.

Asep sambil merokok mendekati kios milik Bapak.

Tampak Bannernya sudah tak bisa dibaca dan pakunya copot sebelah kanan.

"Namanya apa ya yang bagus?"

Asep bergumam sendirian.

Saat sedang bergumam, tiba-tiba ada motor lewat dan mengklakson.

Tint!!

Asep pun kaget, ia seketika menoleh ke arah jalan, dan tampak si Sobir teman kecil Asep setiap main dan menginap di rumah Nenek jaman itu menghentikan motornya.

Pemuda berambut brekele itu menghampiri Asep.

"Bro Asep, apa kabar?"

Sapa si Sobir sok yess.

Asep juga tak kalah asik.

Mereka toss ala ala mafia, lalu Asep berbagi rokoknya dengan Sobir sambil mengajak duduk-duduk santuy.

"Roman romannya seperti sedang memandangi bekas kios Ayahanda."

Kata Sobir.

Asep mantuk-mantuk.

"Iya nih, sepertinya kiosnya mau aku buka lagi."

Kata Asep.

"Nah betul itu Bro Asep, kembalikanlah kejayaan usaha Ayahanda."

Si Sobir semangat.

Sepertinya dia baru ganti baterai.

Asep mantuk-mantuk.

Asep lalu meraih gelas kopinya.

"Ngopi Sob?"

Tanya Asep.

Sobir menggeleng.

"Aku sekarang tak berani ngopi Bro Asep, perut bermasalah, kalau minum kopi langsung dear diary."

Kata Sobir.

"Oooh, ya sudah, berarti lebih baik jangan ngopi, ngeteh saja."

Ujar Asep.

"Nah kalau itu boleh."

Sobir senang.

Asep akhirnya berdiri dan pamit sebentar untuk membuatkan wedang teh buat Sobir.

"Sambil nunggu teh, nikmatin dulu tuh ubi dan singkong kukusnya."

Kata Asep pada Sobir, lalu asep berlalu masuk ke dalam rumah.

Kebetulan ia juga harus mengambil hp miliknya yang tertinggal di kamar SaNi.

"Singkong Ubi kukus apa?"

Gumam Sobir sepeninggal Asep.

Ia melihat ke atas meja yang hanya ada segelas kopi milik Asep dan satu piring kosong.

Sobir duduk di kursi kayu sebelah meja di mana Asep meletakkan gelas kopinya.

Sambil menghisap rokok pemberian Asep, tampak Sobir duduk menghadap jalan.

Hingga ia tanpa sengaja seperti merasa ada yang mengintip dari pintu depan rumah Bibiknya Asep.

Sobir menengok, tapi tak ada siapapun di sana.

Aneh, padahal jelas sekali ia tadi merasa seperti ada yang melongok.

Sobir yang penasaran akhirnya berdiri dari duduknya, ia berniat mencari tahu siapa yang tadi melongok di pintu, namun tiba-tiba...

"Weh Bang Sobir."

Terdengar panggilan mengagetkan Sobir.

Pemuda berambut brekele itupun merasa langsung mendapatkan balasan yang setimpal setelah mengagetkan Asep, kini gantian dirinya yang dikageti.

Sobir brekele menoleh ke arah jalan depan rumah Bibik Marni yang juga rumah' Neneknya Asep.

Tampak di sana dua teman adiknya Sobir lewat jalan kaki.

Depy Ayu Irawan dan si Ela Jutek.

Ah entahlah, Sobir juga tak tahu sejarah asal muasal si Ela diberi julukan Jutek, karena sampai Sobir lulus sekolah SMA, tidak ada pelajaran sejarah membahasnya.

"Whooi juga..."

Sobir mengangkat tangannya ke udara membalas sapa Depy.

Gadis manis itu memang ramah pada siapa saja.

Meskipun dia anak mantan Lurah, tapi dia cukup supel di kampung Rukun Jengkol ini.

"Mau pada ke mana?"

Tanya Sobir.

"Mau ke FIT YAN swalayan."

Kata Depy.

Terlihat Ela di sampingnya mendengus tak sabar karena acara jalan mereka harus bolak balik berhenti.

Memang begitulah risiko jalan sama Depy, sebentar-sebentar berhenti dan ngobrol.

Siapa saja di sapa, bahkan Nenek lagi mau ke sungai pake ditanya mau apa, dijawab mules malah diajak ngobrol lagi, ya pastinya si Nenek jadi remblong.

Haduuh haduuh, terlalu ramah juga kadang musibah.

"Oh ya sudah, ati-ati."

Kata Sobir.

"Tadi mau ajak Kais nggak mau, katanya nunggu Bang Sobir pulang gantian jagain warung, Emak lagi ke pasar."

Sobir demi mendengarnya langsung ingat.

Bersamaan dengan itu Asep keluar membawa segelas teh manis panas untuk Sobir.

Dan tanpa sengaja mata Asep dan Depy pun berpandangan.

Ihiiirrr...

**-------------**

1
Fida
Luar biasa
zevs
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu
Bismillahirrahmanirrahim
izin maraton thor . . . .
snow Dzero
Luar biasa
Ken Keenan
Keren.. ringan gaya bahasa asyik, sangat menghibur, rekomen untuk dibaca. Te O Pe..
novita setya
bani di skip aja..bw pengaruh buruk ke asep. tar kl asep kesandung yg ketawa paling keras si bani,yg kabur duluan juga si bani dasar teman rasa penghianat
novita setya
keluarga besar asep rukun ga saling julid..bener2 hal mewah dijaman skrg
novita setya
mikimos pesen etalase..etdah mo buka warung keknya
novita setya
oala msh tetanggaan sm depy & ela
Naida Iko
waduh
Daddy Ghani
Dasar hantu nenek matre🤣🤣
Guz Pur
novel Lou TeOpe bgt thoirr gue suka gaya Lou
nisa
ok kk critanya mksih
Cila Mici: hehehe makasih juga ya
total 1 replies
Angel Poerba
keren abiss
Romi Tama
bagus ceritanya
Cila Mici: hehehe makasih makasih
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum kak Cila..
Aq mampir nih...
Cila Mici: waalaikumsalam... okay ka... 🥰
total 1 replies
Tama!
Halo kakak Author izin buat dubbing novelnya ya kak 😊
Cila Mici: monggo hehehe
total 1 replies
Okta Via
ceritanya sederhana.menghibur dan banyak yg bisa kita pelajari dr cerita ini
sukses buat penulisnya karya yg bagus
Cila Mici: wkwkwk asep suresep yg baunya kayak kecoak,

makasih makasih ya udah mampir
total 1 replies
adriana nadirah 🐻💜
rasanya asep jomblo sampai skrg mesti angkara melati...🤭🤭🤭
Cila Mici: hahhaahhaa...
total 1 replies
adriana nadirah 🐻💜
trm ksh thor...br nak tanya😘😘😘
Cila Mici: kembali kasih donhs
total 1 replies
Azaidane Azaidane
padahal karya author cila bagus bgt semua y.. tp jempol y dikit.. bayak yg baca tp pelit ngasih jempol.. semangat d sukses y tor...
Cila Mici: wkwkkwk gpp, mgkin lupa ngelike aja,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!