Menikah di usia muda, akan kah bahagia? akankah berjalan seperti yang di inginkan para orang tua mereka?
Satrio Putra Ardiansya, pemuda 22 tahun yang mau tak mau harus menikahi Gadis 18 tahun, Nazia Maharani. Gadis yang baru saja tamat sekolah menengah atas di sebuah pesantren milik Kakak ipar nya.
Materi tentu bukan lah hal yang menjadi masalah di rumah tangga mereka. Karena Rio dari kalangan kaya raya.
Namun, apakah ini sebuah takdir? Atau mungkin ini sebuah pengabulan doa Nazia yang slalu menyebut nama Rio didalam sujud nya, sejak dia pertama kali melihat Rio.
Cinta? Apakah cinta itu akan tumbuh di hati kedua nya. Atau Cinta di Hati Nazia juga akan sirna karena sikap Rio yang dingin dan tidak peduli dengan nya.
Bagaimana kisah Menikah Muda ini? Bertahan lama atau malah menjadi cinta sejati, suatu saat nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbincang
sesampainya di rumah, keluarga lainya sudah mulai pulang. alia dan suami nya handoko langsung pamit pulang karena nanti malam ada jadwal piket. karena memang tidak ada acara resepsi hanya akad nikah saja.
malik (suami safira, mbak nazia yang ke dua) "rio, kamu gak istirahat?" menghampiri rio yang duduk di teras rumah sambil memainkan handphone nya
rio "ehh.. enggak mas, nanti saja" meletakkan handphone nya di meja samping nya
malik "hmm... mas temani duduk ya, tapi mas mau ngerjain soal buat test murid baru"
rio "hmm iya mas lanjutkan saja, rio juga mau cek email"
mereka berdua duduk bersama dengan mata sibuk menyelesaikan tugas masing masing.
didalam rumah nazia sudah memakai pakaian rumahan, ia membantu umi dam safira membereskan sisa makana di dapur.
abi "Nazia" panggil abi yang tengah duduk di kursi makan
nazia "iya bi" menghampiri abi
abi "duduk lah nak, abi mau bicara"
nazia pun duduk di samping abi.
abi "nak kamu tau kan bagaimana tugas tugas istri? tau kan bagaimana Allah memberikan pahala kepada istri yang melayani suami nya dengan baik?"
nazia "iya bi, nazia ngerti"
abi "nak, di rumah rio memang ada pembantu rumah tangga nya. tapi berjanjilah kepada abi, bahwa kamu akan melayani nya dengan baik. misalnya memasak untuk rio. menyiapkan pakaian nya dan lain lainya"
nazia "iya bi, nazia akan berusaha menjalankan tugas nazia sebagai istri"
abi "baiklah nak, abi percaya kepadamu. kami disana akan kuliah, untuk bekerja abi gak tau bagaimana. jika kamu tidak sanggup menjalani nya, maka tetap pilih pekerjaanmu sebagai ibu rumah tangga"
nazia "iyaa abi, insyaallah.. doakan nazia ya"
abi "iya nak"
setelah pembicaraan itu nazia melanjutkan membantu umi di dapur.
____
jam terus berputar, setalah sholat isya di mussollah dan makan malam, semua kembali ke kamar karena sangat lelah..
didalam kamar, nazia bingung mau bagaimana. terlihat nazia duduk di depan cermin sambil memakai lotion malam nya. sedangkan rio sibuk dengan laptop nya.
nazia duduk di sebelah ranjang, rio tidak bergeming karena sibuk dengan laptop nya.
nazia "mas.." tegur nazia
rio "hmm.. iya ada apa?"
nazia "mas aku tidur dulu ya"
rio "hmm iya tidurlah dulu, aku masih menyelesaikan tugas kuliah"
nazia pun tidak menjawab dan langsung merebahkan tubuhnya dengan memunggungi rio.
aduhhh... kenapa aku harus pamit tidur sih tadi. kan kasan nya kayak gimana gitu.. tau aahhh mending tidur saja.
nazia terus berusaha tidur dengan memejamkan mata nya, tetapi tetap saja gak bisa tidur, kaki nya terus bergerak karena ia tidak menemukan posisi nyaman untuk tidur.
rio yang menyadari hal itu akhirnya menutup laptop nya lalu meletakkan di atas meja belajar nazia.
rio "zia? sudah tidur" tegur rio
nazia "belum mas"
rio "hmm.. aku mau bahas sesuatu sama kamu"
nazia "apa mas?" bangun dan duduk
rio "aku sudah mendaftarkan mu di kampus dekat kantorku, tapi kampus swasta, tapj tenang saja kampus nya terakreditasi A"
nazia "gak papa mas, udah kuliah saja zia bersyukur, terima kasih mas" tersenyum merekah
rio "tapi kamu kuliah nya hanya hari selasa,rabu dan sabtu. aku mengambil kelas pekerja, katanya kamu mau kerja juga"
nazia "hmm sebenarnya aku ingin bekerja mas, tapi bisakah aku berkerja di rumah saja, biar bisa mengurus rumah juga?"
rio "dirumah sudah ada pembantu jadi kamu fokus saja ke kuliah sama pekerjaan kamu saja"
nazia "kira kira aku bekerja di bagian apa mas?"
rio "nanti aku akan carikan posisi yang pas di kantor buat kamu"
nazia "mas, bagaimana kalau aku gak pergi ke kantor setiap hari, biar aku di rumah saja.. jika nanti mas butuh desain, aku akan menggambarkan nya di rumah. jadi pekerjaan rumah juga bisa terselesaikan?"
rio "baiklah kalau seperti itu, tapi kamu sesekali harus pergi ke kantor.. karena kamu juga harus diskusi dengan beberapa rekan rekan jika ada proyek"
nazia "baiklah mas"
rio "apa kamu mau pindah ke kampus negeri?"
nazia "enggak mas, itu saja gappa dekat kantor mas"
rio "hmm.. baiklah.. boleh aku tanya?"
nazia "iya mas"
rio "apa kamu ingin segera punya anak? atau nunggu lulus kuliah?."
cerita nya tergantung....
awal baca seru,tiba2 koq ada hal2 ghaib ny .. ...