NovelToon NovelToon
Incaran Sang Dokter Bedah

Incaran Sang Dokter Bedah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Satu bulan menikah, IPTU Milka harus menelan kenyataan pahit. Kesetiaannya dibalas pengkhianatan keji oleh sang suami, Vando, yang diam-diam bermain gila dengan sahabatnya sendiri.

Hancur dan menangis di trotoar dengan seragam dinasnya, Milka tak tahu bahwa air matanya disaksikan oleh Theo, pria dari masa lalu yang kini menjadi Dokter Bedah genius sekaligus penguasa sindikat bawah tanah.

Pria yang dulu mundur demi kebahagiaan Milka, kini murka melihat wanita impiannya disia-siakan. Lewat jaringan gelapnya, Theo bergerak cepat menguliti kebusukan Vando dan Irana.

Bagi Theo, menyerahkan suami pengkhianat ke jalur hukum saja tidak cukup. Pria yang telah membuat Milka menangis ... harus merasakan kekejaman pisau bedahnya!

"Biar hukum bekerja lewat tanganmu, Milka. Tapi untuk pria yang menyakitimu ... izinkan aku yang membereskannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Penyidik dan Sang Bayangan

Theo berjalan menuju dinding kaca yang menghadap ke arah ruang komando.

"Mereka yang sedang sibuk menggali lubang." Ia menatap lurus ke depan, melihat para hacker yang ia rekrut untuk bekerja di bawah pimpinannya.

"Biarkan mereka menggali lebih dalam lagi. Karena semakin dalam lubangnya .... akan semakin sulit untuk mereka keluar."

.

.

Di waktu yang bersamaan. Vando baru saja menerima telepon dari rekan bisnisnya, yang tak lain anak buah Theo.

☎️ "Selamat malam, Pak Vando. Saya ingin menginformasikan kabar terbaru. Rumah Sakit AD Medical mempercepat pembahasan mengenai kerja sama kita."

Wajah Vando langsung berbinar. "Serius?"

☎️ "Iya. Direktur Bedah sendiri yang akan menangani proyek ini. Mohon cek surel yang sudah kami kirimkan. Selamat malam.

Vando mengepalkan tangan penuh semangat langsung memgecek email. "Bagus."

"Kalau proyek ini berhasil ... promosi jabatan tinggal menunggu waktu."

Ia sama sekali tidak menyadari. Apa yang telah disiapkan oleh pria yang sedang memberinya harapan.

Malam semakin larut. Vando akhirnya tiba di rumah.

Begitu membuka pintu, ia mendapati ruang rumah dalam keadaan sepi.

"Ck, ternyata dia tak pulang lagi," gumamnya.

.

.

Di sisi lain, malam semakin larut.

Lorong kantor kepolisian mulai lengang. Satu per satu penyidik telah berpamitan pulang, meninggalkan Milka yang masih duduk di depan meja kerjanya.

Kotak bento kosong yang tadi dibawakan Theo masih menemaninya. Entah, benda plastik bekas itu terasa istimewa dibanding apa pun yang ada di sana. Milka memejamkan mata sejenak.

Ucapan Theo kembali terngiang.

"Belum itu artinya saya masih ada harapan."

"Apa yang kamu pikirkan? Aku ini telah menikah, meskipun aku ini ...."

Tanpa sadar, sudut bibirnya sedikit terangkat. Namun senyum itu hanya bertahan sejenak. Tatapannya kembali jatuh pada sebuah folder di layar laptop.

Barang Bukti.

Ia membuka satu per satu foto yang berhasil dikumpulkannya. Kemeja Vando yang beraroma parfum wanita. Pesan singkat dari Irana. Rekaman video saat Irana kabur melalui jendela rumah.

"Semuanya belum cukup."

Sebagai penyidik yang menjadi korban perselingkuhan, ia tahu tak bisa tampil dengan hanya sekedar dugaan. Ia membutuhkan bukti lebih yang tak bisa dibantah jika gugatan cerai ia lempar tepat di wajah Vando.

Milka menarik napas panjang.

"Mas ... aku pastikan, untuk terbata pun kau tak akan sanggup lagi di saat aku memenangkan pertempuran ini."

"Tapi, ke mana lagi bukti harus aku cari?" Kalimat itu terdengar begitu lirih.

"Sepertinya, besok aku harus mengecek sendiri ke sana."

.

.

Di sisi lain kota, di markas bawah tanah.

"Boss. Ini tindak pencucian uang," ucap Hacker yang duduk di depan monitor.

"Dana proyek kesehatan dipindahkan bertahap ke beberapa perusahaan cangkang."

"Lalu, uangnya kembali lagi ke rekening pribadi melalui jalur investasi."

Theo menutup map itu perlahan. "Berarti, selain berselingkuh, mereka sedang membangun kerajaan dengan uang haram."

Bonar mengangguk. "Kalau ini terbukti, Boss ... hukuman Delvando akan jauh lebih berat daripada sekadar perceraian."

Theo tidak menjawab. Tatapannya malah beralih pada layar yang menampilkan Milka yang muncul di salah satu monitor.

Monitor itu bukan hasil penyadapan. Melainkan live CCTV lobi di kantor polisi. Terlihat Milka keluar dengan membawa map yang cukup tebal.

Wajahnya lelah. Namun langkahnya masih tetap tegap. Bonar ikut melihat layar itu.

"Boss."

"Hm."

"Sepertinya, Bu Polisi juga mulai menyelidiki suaminya sendiri."

Theo memperhatikan cukup lama. "Lindungi dia!"

Bonar sedikit bingung. "Secara terbuka?"

"Tidak." Theo teringat ucapan Milka melarangnya ikut campur.

Theo menggeleng pelan. "Dia seorang penyidik. Kalau tahu sedang dibantu ... dia pasti langsung menolak."

"Jadi?"

Theo menyandarkan tubuhnya ke meja. "Pastikan setiap kali dia menemukan jalan buntu ... kita buat seolah ada petunjuk yang muncul."

Bonar tersenyum lebar. "Anonymous?"

Theo mengangguk sekali. "Jangan sampai dia tahu siapa yang mengirim."

Sementara itu ... Milka baru saja keluar dari kantor. Waktu menunjukkan hampir pukul dua belas malam.

Area parkir sudah mulai sepi. Ia berjalan sendirian menuju motornya. Hari ini ia memilih kendaraan roda dua, biar ia lebih mudah bergerak.

Namun langkahnya mendadak berhenti, saat menyadari ban depan motornya ... kempis.

Milka mengembuskan napas berat. Rasa lelah hari ini, terasa berkali lipat begitu saja membayangkan apa yang akan terjadi.

"Kenapa harus sekarang?"

Ia berjongkok memeriksa ban itu. Benar saja. Sebuah paku masih menancap di sana.

Di kejauhan ... Sebuah mobil sedan berhenti tanpa suara. Di dalamnya, ternyata ada Theo. Ia memperhatikan Milka dalam diam di balik kemudi.

Bonar berbisik pelan. "Boss ...? Kenapa pakai mobil kecil? Kalau mobil biasa, kan motor Bu Polisi bisa kita angkut sekalian."

Theo menggeleng. "Kamu jangan melakukan apa pun! Cukup kita perhatikan saja."

"Tapi Bu Polisi sendirian," tukas Bonar lagi.

Theo tetap tenang. "Aku sedang menunggu..."

"Tungga apa lagi, Boss? Udah malam begini, cewek sendirian ..."

Theo mengangkat satu jari, membuat Bonar langsung terdiam.

"Aku hanya ingin tahu, apakah dia akan meminta bantuan ... atau tetap memikul semuanya sendirian?"

Dari kejauhan ...

Milka mencoba mendorong motornya keluar area parkir. Langkahnya berat. Namun ia tetap melakukannya sendiri. Setiap beberapa meter ia berhenti. Map yang banyak tadi, perlahan lepas dari jepitan tangannya.

Ia menggenggam stang motor dengan sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Apa yang harus aku lakukan?"

Milka menendang roda motor yang kempes itu dan mengacak rambut dan bersandar di badan motor.

krek

Terdengar suara langkah kaki mulai mendekat dari belakang Milka. Milka bangkit bersiap dengan ancang-ancang kemampuan bela dirinya. Kedua tangan telah mengepal, dan kaki terbuka sedikit menekuk.

*Bersambung*

1
MomyWa
plin plan amat lu jang, cemen
MomyWa
apa yg kau takutkan vando? lu udah bikin anak, tp egoisnya masih mau sm prawan
MomyWa
namanya yg haram emang gitu
MomyWa
lokasi dikawal penuh sama theo
MomyWa
emang kapan kamu nangis?
Dewi kunti
dah tak bagi vote ya,up lagi dong
Dewi kunti: aamiin,,semangaaaattt
total 2 replies
Anbu Hasna
karma beut ya...
dulu bapaknya Theo nyusahin Bapaknya Milka, sekarang Milka nyusahin Theo, tapi gpp, Theo suka direpotin Milka 🤣🤣🤣
Anbu Hasna: Anda yg bikin Theo jadi merepotkan diri 🤣🤣
total 2 replies
Dewi kunti
berpapasan,jangan dipisah itu bukan pengulangan kata pas😤
SoVay: iye iye, ini udeh dganti buguyu 🙈
total 3 replies
MomyWa
main tebak2an siapa yg duduk itu? si black cobra apa white scalpel?
MomyWa
wkwkwkw...gombalannya mameeen, pengen diinget terus
MomyWa
bagi Milka, Theo 'B' aja 😂
Aidil Kenzie Zie
Naga di suruh awasi Bu Polisi malah kehilangan jejaknya 😡😡😡 siap-siap kena amuk Bos mu 🤭🤭🤭
SoVay: pasti dijagain juwita hatiku ❤️
total 1 replies
MomyWa
ke mana dong milka setelah kabur dr rumah?
SoVay: ke suatu tempat ❤️
total 1 replies
MomyWa
gmn nih, kok smpai kecolongan?
MomyWa
hahaha, senyam senyum dia
MomyWa
tidak semudah itu ferguso
Dewi kunti
klo dinovel mafia nya ganteng2 ,body bagus2, klo didunia nyata ganteng standar perut buncit🙈🙈🙈🙈🙈
Dewi kunti: yg selera yg pingin dunia nya aman🙈🙈🙈🙈
total 4 replies
MomyWa
suka karakter cewennya gak menye2.. perselingkuhan dibuat kayk myelidikin ksus pmbunuhan 🤪
MomyWa
pengen nyanyi: maju tak gentar, mengusir sitanggang 🤪
MomyWa
gak jd dapat, cerai ja, mumpung baru seumur jagung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!