NovelToon NovelToon
AYO BERCERAI, MAS!

AYO BERCERAI, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Romansa / Drama / Rumah Tangga
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

"Ayo bercerai, Mas!"

kalimat itu Anna ucapkan tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima.

Bukan karena hadirnya orang ketiga. Bukan pula karena Jeevan Aditya pernah mengangkat tangan kepadanya.

Anna hanya...lelah.

Lelah menjadi perempuan yang harus selalu mengalah, selalu kuat, selalu tersenyum, dan selalu memenuhi harapan orang lain hingga perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Dan pada akhirnya ia memilih bercerai.

Namun, hidup ternyata tidak semudah itu.

Saat karirnya mulai bersinar, sebuah kejadian merenggut harga dirinya. Di saat yang sama, seorang teman SMA yang diam-diam mencintainya muncul sebagai pengacara yang siap membela. Sementara itu, seorang pria misterius berhelm hitam terus mengikuti setiap langkahnya.

Siapakah dia? Penguntit atau pelindung?

Temukan jawabannya di novel ini👋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 21, Ayo Bercerai, Mas!

Pintu otomatis rumah sakit perlahan terbuka, mengantarkan Anna kembali ke dunia yang berdenyut tanpa pernah benar-benar peduli pada luka siapa pun. Langit sore membentang seperti kanvas berwarna kelabu kebiruan, sementara angin tipis menyapu beberapa helai rambut yang terlepas dari ikatannya. Langkahnya terdengar pelan, tetapi untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, setiap pijakan terasa seperti seseorang yang sedang belajar berjalan setelah bertahun-tahun terkurung dalam sangkar yang bahkan tidak disadarinya.

Ia berhenti sejenak di pelataran rumah sakit. Hiruk-pikuk kendaraan yang berlalu-lalang di depan gerbang, suara klakson saling bertaut menjadi simfoni kota yang tak pernah mengenal jeda. Namun, di tengah segala kebisingan itu, justru kalimat terakhir dokter Rania bergema paling nyaring di dalam kepalanya.

"Aku ingin bahagia...apa yang harus aku lakukan?"

Pertanyaan itu tadi keluar begitu saja dari bibirnya. Bukan ia mengharapkan jawaban ajaib, melainkan karena selama ini ia benar-benar tidak tahu seperti apa rupa kebahagiaan. Baginya, bahagia selalu berarti membuat orang lain tersenyum. Membahagiakan ayahnya. Membanggakan ibunya. Menjadi istri yang baik. Menjadi menantu penurut. Menjadi perempuan yang tidak merepotkan siapa pun.

Sementara dirinya sendiri...

Tak pernah ia tanyakan apakah perempuan bernama Anna Savitri itu sedang baik-baik saja.

Dokter Rania tidak langsung menjawab. Perempuan itu hanya menatapnya dengan sorot mata yang teduh, lalu berkata pelan, seolah sedang melepaskan seekor burung yang selama ini dikurung dalam sangkar.

"Cobalah hidup dengan egois..."

Anna masih mengingat jelas nada suara itu.

"Jangan terus memikirkan bagaimana perasaan orang lain. Sekali saja...cobalah hidup sesuai keinginanmu sendiri."

Kalimat tersebut sederhana, tetapi menghantam benteng yang telah dibangunnya selama puluhan tahun.

Egois, dulu kata itu terdengar seperti dosa.

Hari ini, untuk pertama kalinya, kata itu terasa seperti pintu menuju kebebasan.

Sebuah mobil taksi daring berhenti tepat di depannya. Anna masuk ke dalam tanpa banyak bicara. Setelah menyebutkan tujuan, ia menyandarkan tubuh di kursi belakang sambil memandangi gedung-gedung tinggi yang berlari mundur dibalik jendela.

Tak lama kemudian, ponselnya bergetar.

5 Agustus.

Di bawah tanggal itu muncul sebuah peringatan yang pernah ia buat sendiri lima tahun silam.

Happy 5th wedding anniversary.

Jantungnya berdetak pelan.

Lima tahun.

Lima tahun bukanlah waktu yang singkat, begitu banyak musim yang telah mereka lewati bersama. Ada tawa, ada diam, ada pertengkaran kecil, ada perhatian yang tak pandai di ucapkan, ada cinta yang lebih sering disimpan daripada diperlihatkan.

Jeevan bukan suami yang buruk. Hanya saja, cinta saja ternyata tidak cukup menyelamatkan seseorang yang perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Anna memejamkan mata sesaat, kemudian membuka aplikasi tujuan perlahan.

"Pak," katanya lembut kepada pengemudi.

"Iya, Neng. Kenapa?" tanyanya sambil fokus menyetir.

"Boleh ubah tujuan?" tanya Anna.

"Tentu, Neng." Jawabnya.

"Tolong ke supermarket dulu." Pinta Anna.

"Baik, Neng." Ujarnya.

Mobil pun berbelok.

...💞...

Lampu-lampu supermarket menyambutnya dengan terang yang hangat. Anna berjalan perlahan melewati lorong demi lorong. Tangannya mengambil berbagai bahan makanan dengan penuh ketelitian. Wagyu steak kualitas terbaik, asparagus segar, kentang pilihan, jamur kancing, bawang putih, rosemary, anggur merah tanpa alkohol untuk saus, serta sepotong kecil kue yang dihiasi stroberi.

Setiap benda yang dimasukkan ke keranjang bukan lagi karena kewajiban sebagai istri.

Hari ini, ia ingin memasak karena ia memang ingin memasak. Ia ingin menikmati aroma mentega yang meleleh di atas wajan. Ia ingin mendengar suara daging menyentuh permukaan besi panas.

Ia ingin menikmati proses itu, untuk dirinya sendiri. Senyum tipis akhirnya singgah di wajahnya. Mungkin beginilah rasanya melakukan sesuatu tanpa rasa takut.

...💞...

Malam turun seperti beludru yang menutupi langit Jakarta.

Apartemen mereka dipenuhi cahaya kekuningan yang hangat. Aroma rosemary dan mentega memenuhi setiap sudut ruangan. Di atas meja makan, dua piring steak wagyu tersaji begitu sempurna, lengkap dengan kentang panggang, sayuran, serta lilin kecil yang menyala tenang di tengah meja.

Anna berdiri di depan cermin.

Ia mengenakan gaun berwarna gading yang sederhana, rambut panjangnya dibiarkan tergerai dengan gelombang lembut. Bibirnya di poles warna merah muda yang natural, sementara sepasang anting kecil menghiasi telinganya.

Ia menatap bayangannya cukup lama.

Biasanya, ia berdandan karena ingin terlihat cantik di mata orang lain.

Hari ini tidak. Hari ini ia berdandan karena perempuan di depan cermin itu pantas merasa cantik.

Bukan untuk Jeevan, bukan untuk siapa pun, melainkan untuk Anna sendiri. Senyumnya kali ini lebih tulus.

Tepat ketika jam menunjukkan pukul tujuh malam, terdengar suara pintu apartemen dibuka.

Jeevan melangkah masuk sambil melonggarkan dasinya. Namun langkahnya terhenti begitu melihat meja makan yang telah tertata begitu indah.

Lalu pandangnya beralih kepada Anna.

"Sudah pulang?" tanya Anna seraya tersenyum.

Untuk beberapa detik, pria itu benar-benar kehilangan kata-kata. Perempuan di hadapannya malam itu tampak memesona.

Bukan hanya karena gaunnya, bukan juga karena riasannya, melainkan sorot matanya. Ada sesuatu yang berbeda, seolah ia sedang melihat Anna yang dulu pertama kali ia lihat di salah satu kafe di Jakarta Utara.

Anna mendekat lalu meraih tas kerja Jeevan. "Kenapa bengong gitu? Aku cantik, ya?" tanyanya.

"Oh... eum...ya..." ucapnya gagu.

Anna tersenyum hangat. "Mau mandi dulu atau langsung makan?"

"Aku...mandi dulu gak papa?" tanya Jeevan pelan.

Anna mengangguk. "Baiklah, jangan lama. Aku tunggu kamu di meja makan, Mas."

...💞...

"Mas, ayo duduk..." titah Anna.

Jeevan mengangguk, lalu pria itu memandangi steak di hadapannya dengan kagum.

"Kamu masak semua ini?" tanya Jeevan seraya menunjuk masakan dan menatap istrinya yang duduk di seberangnya.

"Iya, kenapa?" tanya Anna.

"Kelihatannya enak." Ungkap Jeevan seraya tersenyum.

Benar, Jeevan selalu menyukai masakan apa pun yang di buat Anna. Sejak ia menikah, masakan Anna selalu memberikan kenikmatan tersendiri pada lidahnya.

Anna terkekeh pelan. "Coba dulu."

Mereka mulai menikmati makan malam. Suasana apartemen berlangsung tenang, sesekali Jeevan memuji rasa masakan Anna. Daging Wagyu itu begitu lembut hingga nyaris melele h di mulut.

"Steaknya luar biasa." Pujinya.

"Makasih." Ucap Anna singkat.

Setelah beberapa menit, Jeevan mengambil sebuah kotak kecil dari saku celana bahannya.

"Aku hampir lupa." Ia menyodorkan kotak itu ke arah Anna. "Selamat ulang tahun pernikahan kita yang kelima, Anna."

Anna tampak sedikit terkejut. "Untukku?"

"Iya." Jawab Jeevan tersenyum. "Bukalah, Mas harap kamu suka."

Perlahan Anna membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah amplop elegan. Saat di buka, matanya membulat.

Dua lembar tiket konser Justin Bieber terselip rapi di dalamnya.

Napasnya tertahan.

"Mas tahu kamu suka Justin Bieber sejak dulu." Ujar Jeevan terdengar canggung dan tulus. "Jadi...Mas pikir...mungkin kita bisa pergi bersama-sama."

Anna menatap tiket itu, lima tahun menikah baru kali ini Jeevan menghadiahkannya sesuatu yang benar-benar berasal dari perhatian terhadap hal kecil yang ia sukai.

Hatinya menghangat. Namun, kehangatan itu tidak mampu menghapus luka yang telah mengakar selama bertahun-tahun.

Ia menutup kembali amplop tersebut dengan sangat hati-hati. Lalu meletakkannya di samping piring.

Keheningan turun perlahan di antara mereka.

Lilin kecil di tengah mereka bergoyang pelan tertiup embusan pendingin ruangan, seperti nyala yang sedang berusaha bertahan dari angin.

Anna menarik napas panjang, Jeevan mengangkat pandangan dan menatap sejenak istrinya. Ada sesuatu yang sepertinya ingin di bicarakan istrinya.

"Kenapa? Apa ada yang ingin kamu katakan sama Mas?" tanya Jeevan seraya memotong steak santai.

Anna beberapa kali meneguk anggur dari gelas.

"Katakan saja." Titah Jeevan menghentikan gerakannya dan menatap penuh kasih sayang terhadap istrinya.

"Ayo bercerai, Mas!" ucapnya dengan suara cukup tegas namun ada getar yang sulit di artikan.

...💞💞💞...

Apakah Jeevan akan menentang keinginan Anna? Atau justru Jeevan mengikuti keinginan istrinya?

Temukan jawabannya di bab selanjutnya 🫶

Jangan lupa like, vote, komen, subscribe dan jangan lupa follow Yehppee 🫶

...BERSAMBUNG...

1
💞Putri Chania💞
ayo ana..lepaskan semuanya..semangat sembuh
Fatma Yulia
pleeasee jgn pisah ya thor, karna cinta mereka dalammmm bgt
💞Putri Chania💞
duuh ..sama" mencintai d dalam hati...sama" terluka...jd sad..tapi kesendirian juga bisa menyembuhkan luka..
Uthie
Mampir 👍
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih, semoga betah🙏
total 1 replies
Gemuruh riuh
bagus ceritanya thor, kakak aku aja sering ngeluh sama kelakuan keluarga suaminya 👍
Gemuruh riuh
jleb banget
Gemuruh riuh
ucapan senjata para suami cuek
💞Putri Chania💞
Oalah...ternyata yg nyelamatin Anna adalah pria yg mencintainya dalam diam....spertinya makin serru nih tambah pemeran baru Thor..
💞Putri Chania💞
apakah pria itu Abimanyu..?
💞Putri Chania💞
cerita yg bagus dan banyak terjadi pada kaum hawa..yg merasa baik" saja ...pada hal..
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih, semoga betah bacanya sampe tamat☺️
total 1 replies
💞Putri Chania💞
lanjut thor
Mymy Zizan
apa yg mau di lompatin thor... 7 bab aja masih krng, pngen lebih
💞Putri Chania💞
cerita nya bgus Thor...tidak sedikit yg mengalami kasus sperti Anna...
🍀 YEHPPEE 🍀: hai makasih udah mampir lagi 😁🙏
total 1 replies
Gemuruh riuh
elu sendiri yang bikin stres ibuuuu
Gemuruh riuh
pertanyaan horor ibu mertua 😲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!