NovelToon NovelToon
Sakitnya Berbagi Cinta

Sakitnya Berbagi Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: Sagita chn

Luna Ayunda Putri adalah seorang wanita tangguh yang berjuang untuk mempertahankan pernikahan disaat ia sedang hamil muda bersama suaminya Alfian Bagas Pati.

Apa kau tahu betapa sakitnya saat kau sedang hamil muda lalu tiba-tiba suamimu meminta untuk menikah lagi dan memaksa mu untuk menerimanya dengan wanita lain?

Sungguh sakit rasanya, beginikah yang dirasakan Luna saat ini, disaat kehamilan yang menginjak hampir 3 bulan, seharusnya kabar ini akan menjadi kabar kebahagiaannya bersama suaminya Alfian.
Namun tiba-tiba suasana berubah begitu saja, permintaan suaminya yang tiba-tiba akan menikah lagi benar-benar membuatnya sakit hati dan terluka.


Apa kalian penasaran dengan cerita ini?,
Jangan lupa baca dan ikuti cerita terbaruku ini yah...!

Salam hangat 🤗

Sagita Chn
Sehat-sehat semua,😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagita chn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luna Sakit 2

Melihat suaminya yang begitu baik kepada istri pertamanya itu membuatnya merasa semakin iri saja.

Kemudian ia segera keluar dari ruangan kamar ini untuk menemui Papahnya yang sudah datang ke rumah ini.

"Bagaimana?,apa kau suka dengan rumah ini?, atau mau ganti rumah yang lain?"

"Swara suka rumahnya kok Pah,tak usah, ini saja sudah sangat bagus.."Gampang sekali menawarkan rumah kepada Putri tunggalnya ini ya Tuan besar,

Seolah-olah Anda sedang menawarkan tepung saja kepada anaknya yang begitu murah.

"Dimana suamimu?"

"Dia sedang mengompres istrinya yang pingsan itu tadi,ia terlihat cinta sekali kepada Luna Pah.."

"Kau iri...?"

"Tentu saja,dia canggung sekali ketika bersikap denganku.."

"Maka kau harus berusaha merebut hatinya Swara, semua tergantung pada dirimu sendiri sayang ., sebenarnya Papah keberatan karena kau memilih lelaki sepertinya, karena ia sudah beristri, tapi jika kau mencintainya apa daya Papah putriku.."

"Tapi bagaimana jika ia sudah mengetahui hal yang sebenarnya Pah, bagaimana jika ia membenciku nantinya..."

"Tidak akan, tidak ada hak ia membencimu, bukankah Papah sudah memberikan semuanya kepadanya"

"iya Pah tapi..,"

"Yang penting nama besar keluarga kita tidak tercoreng nantinya,ini semua juga atas kecerobohan mu Swara,kau harus menerima resikonya"

"Tak apa Pah, yang penting aku sudah bersamanya, sekarang hanya tinggal merebut hatinya saja kan,itu soal gampang,aku juga sadar ini memang salahku sejak awal, maafkan aku Pah,aku tidak sengaja melakukan ini,aku benar-benar terjebak dan tidak sadar waktu itu..."

"Sudahlah, semuanya memang sudah terjadi,kau harus bertanggung jawab atas semua tidak kan mu ini, jika suamimu lebih sayang kepada istri pertamanya maka kau harus berusaha menerima dan bersabar..."

Sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan, kenapa terdengar aneh dan mencurigakan.

Sebenarnya apa si yang sedang mereka sembunyikan itu.

Dan.. kenapa juga dengan keluarga konglomerat seperti mereka dengan mudahnya menerima lelaki biasa saja seperti Alfian dan hanya pekerjaan tingkat rendah di kalangan para staf, tentunya ini tidak sebanding dan beda jauh dari keluarga Swara yang kaya raya itu.

Aku memang sudah memilikinya sekarang Pah,tapi aku ingin lebih serakah lagi untuk merebut hatinya untukku..,

"Dimana mamah Pah?, kenapa dia tidak ikut kemari?"

"Dia kecapean, mungkin besok-besok mamah akan datang kemari untuk bertemu dengan mu"

"Baiklah.."

"Papah hanya ingin memastikan mu saja ke sini,tapi Papah juga akan pergi lagi karena ada pertemuan,jaga dirimu baik-baik di rumah yah.."

"Iyah Pah pastinya..."

Setelah beberapa saat Swara memilih untuk duduk di sofa saja untuk menghilangkan rasa letih-nya itu.

Ia terlihat terdiam dan memikirkan sesuatu yang begitu mendalam.

Setelah beberapa saat akhirnya suaminya keluar juga dari ruangan kamar dimana Luna pingsan itu.

"Bagaimana keadaan Luna sayang?,apa dia sudah siuman?"

Mendekati suaminya yang sedang berjalan ke arah ruang tengah.

Ia juga akan bersikap sebaik mungkin kepada suaminya ini agar bisa merebut hatinya.

"Belum,dia belum sadar, badannya juga masih panas.."Sisi raut wajah yang tak bersemangat juga ia tunjukkan kepada suaminya itu.

"Yah.... semoga saja ia segera sehat,apa kau lapar?,apa kau mau makan sayang?,akan aku ambilkan.."

"Tidak usah,aku belum lapar..."Terlihat raut wajahnya yang kurang bersemangat saat ini, mungkinkah ia begitu mengkhawatirkan Luna istrinya yang sedang mengandung itu.

"Tenganlah,dia pasti akan baik-baik saja sayang"Memegang tangan suaminya dengan erat dan hangat.

"Aku ingin mandi..."Terseyum kecil menatap Swara. Mungkin kehadiran istri ke dua benar-benar membuatnya merasa aneh dan belum terbiasa.

"Ayo kita ke kamar, akan aku siapkan baju dan handuk untukmu.."

"Baiklah..."Mencoba terseyum dan mengikuti langkah Swara yang menggandengnya ke arah kamarnya itu.

Ia langsung membuka bajunya begitu saja di hadapan istrinya yang sudah sah ini,ya walaupun separuh telanjang,tapi melihat dadanya yang begitu berbidang membuatnya menelan ludahnya sendiri.

Ya ampun badannya..,

"Mana anduk ku?"

"Oh... ini"langsung memberikan handuknya kepada suaminya itu yang terbengong sejak tadi.

Mungkin ia terpesona dengan pandangan sekilas yang ia lihat tadi.

Apa malam nanti dia akan tidur denganku, seharusnya ia bermalam dan malam pertama denganku kan..

Membayangkan yang tidak-tidak,namun ia terdiam kembali dan berfikir sejenak.

Entah apa yang membuatnya resah dan gelisah, hanya ia yang tahu dan ia pikirkan sambil menatap pintu kamar mandi.

Matahari sudah mulai condong ke barat, Hari juga terlihat semakin petang dan gelap seperti biasanya jika jarum jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.

Luna sudah sadar dari pingsanya, menatap seluruh penjuru ruangan yang tampak sepi membuatnya terdiam sambil menyenderkan kepalanya di bantal.

Ia juga terlihat sedang melamun dan berpikir diam di dalam kamarnya ini.

Sementara Alfian sudah masuk ke dalam ruangan sambil membawakan bubur ayam yang sangat enak untuknya.

"Sayang...,kau sudah sadar..?"Alfian berjalan mendekat ke ranjang di mana Istrinya sedang terbaring ini.

Sementara Luna masih terdiam, ia tidak menjawab satu kata pun atas kedatanganya.

"Kau masih pusing?"Mengecek suhu tubuh di keningnya.

Tetap saja tidak ada jawaban dari Luna,ia benar-benar terlihat begitu terdiam dan merasa muak dengan suaminya ini.

"Makanlah Luna..!,kau belum makan sejak tadi.."menyodorkan sesuap nasi di tangannya ke mulut Istrinya yang bungkam itu.

Masih tidak ada respon dari Luna, bahkan bola matanya saja tidak berkutik sedikitpun dari pandangan yang menghadap ke depan sejak tadi.

"Luna makanlah..!,kau harus isi perutmu.."Memaksa istrinya untuk makan dengan sangat lembut dan halus.

Kemudian tangannya berkutik, menyingkirkan tangan suaminya yang hendak menyuapinya itu.

"Kau harus makan Luna,kau harus sehat dan cepat sembuh...,kau sedang mengandung.., kau harus makan kan.."

Kau tidak peduli denganku,kau hanya peduli dengan kandunganku saja kan, makanya kau bersikap seperti ini,

"Ayo sayang..., makanlah.."Terus berusaha membujuknya sebisa mungkin, semetara Swara sudah datang ke kamar ini untuk melihat keduanya.

"Aku tidak lapar?, jadi jangan memaksa ku untuk makan!"

"Iya sudah kalau begitu minumlah..!"

"Aku tidak haus.."mengalihkan gelas itu juga.

Andai saja sikap seperti itu ia tunjukkan kepadaku, pasti aku merasa bahagia..

"Luna...,kau harus makan..!, sini sayang, biar aku yang menyuapi Luna.."

Meminta mangkuk itu dari tangan suaminya, apapun itu ia harus bisa merebut hati suaminya ini.

"Makanlah Luna, aku mohon..,kau harus makan..."Sudah menyodorkan sesuap nasi ke mulut Luna dengan lembut juga.

Kenapa buburnya baunya enek sekali, aku benar-benar merasa ingin muntah..,

Masih berusaha menahannya, Swara masih menahan posisinya untuk menyuapi Luna walaupun perutnya terasa begitu enek.

"Aku bisa makan sendiri"menjawab cepat dan mengambil mangkuk itu dari tangan Swara.

"Ba.. baiklah.."

Syukurlah jika ia ingin makan sendiri,aku tidak perlu repot-repot menahan bau bubur ini yang begitu nyegrak,

Setiap suapa yang Luna makan selalu menyisakan bekas makanan di bibirnya, terlihat juga tanganya yang begitu gemetaran setiap kali menyuap nasi ke mulut.

Ia terlihat begitu lemas dan tak bertenaga, Namun ia bersikeras untuk makan sendiri.

"pelan-pelan.."Mengusap lembut bibir Luna dengan jemari tangannya sendiri.

Sikap Alfian yang begitu lembut dan perhatian membuat Luna semakin merasa kesal dan tidak ingin melihatnya terus.

"Pergilah..!,aku ingin sendirian,aku ingin makan sendiri,aku tidak di suka di lihatin"

Menaruh mangkuk itu setelah beberapa suap ke atas meja untuk mengusir kedua orang ini dari ruangan kamarnya.

"Baiklah Luna,kita akan keluar dari sini..."

Tanpa penolakan dari Swara, justru ia merasa senang karena bisa berduaan dengan suaminya itu, sambil memaksanya untuk pergi juga dari kamar ini.

kenapa dia tega menduakan ku tapi tetap bersikap baik kepada ku,aku benci ini,aku benci dirinya.

Aku tahu ia sudah tidak mencintaiku lagi,ia melakukan ini hanya karena anak yang aku kandung kan.

1
Soraya
typo makin parah
Soraya
itu kan rumah Alfian sama luna kok bisa ada orang tua luna dirumah itu harusnya kosong, bingung sama alurnya
Soraya
ketikannya bahasanya amburadul
Soraya
sangsi klo Swara orang kaya stok dapur sampai habis katanya sllu dilayani sama pembantu itu kok nyeplok telur gak nyuruh pembantu
Soraya
karakter luna knp jd lebay thor perasaan diawal episode luna mandiri
Soraya
katanya klo diizinin nikah hidupnya mau apa diturutin shoping ke mall gak perlu kedapur lah malah jadi pembantu
Soraya
baru tau klo gelas jatuh bunyinya kaya suara pecut
Soraya
mampir thor
pipi gemoy
mampus...👻😆
pipi gemoy
aneh nih ortu si Luna, si Lina apa nga di cari kan anak nya juga 🤔👻
pipi gemoy
mampus si Alfian, siap siap kehilangan istri tuk selamanya 👻😆
pipi gemoy
si Luna ini lawan dong.... gregeten gw yg baca👻
Dang Antie
Luar biasa
Wisteria
cintan yg ugal" Sampek g ada 🧠
Omah Tien
saya suka kalau pertama anaklak2
Omah Tien
benar
Breagita rolissa
greget, seru dan tak bertele-tele
Breagita rolissa
Aku pengin gaplakkkk alfian... /Panic/
Breagita rolissa
Baru baca perasaan udah kesel aja...
Surati
bagus
Sagita Chn: makasih banyak kakak dah mampir..., makasih juga dukungannya/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!