Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.
Ling Qi adalah salah satunya.
Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.
Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.
Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.
Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.
Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.
Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Jalanan kota sore itu, setelah hujan. Kota ramai seperti biasa, dipenuhi orang-orang berlalu-lalang dengan berbagai gaya pakaian—beberapa mengenakan seragam Hunter resmi berwarna biru gelap, beberapa lainnya berpakaian bebas dengan aksesoris aneh yang jelas terinspirasi dari budaya "Hunter keren" yang belakangan populer sejak dunia berubah.
Ling Qi berjalan santai di antara kerumunan itu, sedikit lega menyadari bahwa penampilannya yang serba tertutup sama sekali tidak menarik perhatian berlebihan.
'Rupanya banyak juga orang yang sengaja berdandan misterius seperti ini. Untung saja.'
Setelah beberapa kali bertanya arah kepada orang-orang di jalan, dia akhirnya sampai di sebuah gedung besar bertuliskan aksara "Liezhe Dian" di bagian depannya, bangunan bergaya campuran tradisional dan modern, atap melengkung khas arsitektur kuno namun berpadu dengan dinding kaca dan pencahayaan neon di bagian dalamnya.
Ling Qi melangkah masuk, disambut pemandangan ramai—deretan Hunter mengantri di berbagai konter berbeda, sebagian menjual material hasil buruan mereka, sebagian lain memilih misi dari papan digital besar yang menampilkan daftar tugas dengan tingkat kesulitan berbeda-beda.
Dia mengantri di salah satu konter bertuliskan "Pengujian Awakening", menunggu gilirannya sambil mengamati sekelilingnya dengan tenang.
Di depannya, seorang pemuda dengan wajah tegang berdiri di depan konter, matanya menatap layar kecil dengan ekspresi yang perlahan berubah dari harap-harap cemas menjadi kekecewaan mendalam.
"...E?" gumam pemuda itu, suaranya bergetar. "Cuma segini?"
Petugas di konter itu hanya mengangguk singkat, tanpa banyak berkomentar, menyerahkan selembar kartu kecil kepada pemuda yang kini menunduk lesu, langkahnya gontai saat meninggalkan konter.
Ling Qi mengerutkan kening di balik topengnya, penasaran dengan reaksi berlebihan itu.
Ketika akhirnya tiba gilirannya, dia melangkah maju, berdiri di depan seorang resepsionis wanita muda berseragam rapi, name tag kecil bertuliskan "Wu Lian" tersemat di dadanya.
"Selamat datang. Mau melakukan pengujian kekuatan?" tanya resepsionis itu dengan senyum profesional, meski matanya sekilas menilai penampilan Ling Qi yang serba tertutup dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Ya," jawab Ling Qi singkat, sebelum rasa penasarannya tidak tertahankan lagi. "Sebelum itu, boleh aku bertanya sesuatu?"
"Silakan."
"Orang yang tadi di depanku, kenapa dia terlihat sangat kecewa dengan hasilnya?"
Wu Lian mengerjapkan mata, sedikit terkejut dengan pertanyaan yang terdengar begitu polos, seolah penanya-nya benar-benar tidak familiar dengan sistem yang sudah berjalan bertahun-tahun.
"Itu hal yang wajar," jelasnya, mencoba tidak terdengar terlalu meremehkan. "Kekuatan awakening seseorang ditentukan sepenuhnya saat pertama kali retakan energi menyentuh tubuh mereka. Kalau awakening-nya lemah, ya, akan tetap lemah selamanya. Yang bisa mereka lakukan hanya menambah variasi skill, tapi damage, energi, dan stamina dasar tidak akan pernah bertambah."
Ling Qi mengangguk pelan, mencerna informasi itu. "Begitu rupanya."
Wu Lian mengulurkan tangannya ke arah sebuah alas berbentuk lingkaran di samping konter, di atasnya tergantung sebuah kristal berwarna ungu tua yang berpendar redup. "Silakan letakkan tanganmu di kristal itu."
Ling Qi melangkah maju, mengangkat tangannya, dan menempelkannya perlahan ke permukaan kristal ungu itu.
Seketika, kristal itu berpendar terang, cahayanya begitu menyilaukan hingga beberapa orang di sekitar konter menoleh, menutupi mata mereka sejenak.
Wu Lian tersentak mundur setengah langkah, matanya membelalak menyaksikan lonjakan energi yang jauh melampaui apa pun yang pernah dia lihat selama bertahun-tahun bekerja di posisi ini. 'A-apa ini?! Energinya... terlalu besar untuk alat sekelas ini!'
Cahaya itu bertahan selama beberapa detik yang terasa panjang sebelum akhirnya meredup perlahan, kembali ke pendaran normalnya.
Wu Lian, dengan tangan sedikit gemetar, menoleh ke arah laptop di mejanya, membaca hasil yang baru saja tercatat di layar.
Matanya membaca angka dan huruf itu berulang kali, mengernyit bingung. 'C? Cuma... C? Tapi tadi cahayanya sampai seperti itu, kenapa hasilnya biasa saja?'
Dia tidak menyadari bahwa efek Niraura Mask sudah memotong separuh kekuatan yang terdeteksi, membuat sistem hanya mencatat setengah dari kekuatan asli Ling Qi—yang meski sudah dipangkas, tetap jauh lebih tinggi dari Hunter awal kebanyakan, tetapi tidak cukup tinggi untuk memicu kecurigaan berlebihan.
Wu Lian menghela napas pelan, wajahnya sedikit kecewa tanpa dia sadari sepenuhnya. 'Kupikir dengan gaya berpakaian seperti itu, dia akan mendapat hasil yang lebih dramatis. Ternyata cuma rank C biasa. Seharusnya aku tidak berharap macam-macam dari orang berpakaian sok edgy begini.'
Ling Qi, yang entah bagaimana bisa merasakan sedikit nada meremehkan dari sikap Wu Lian meski wanita itu tidak mengucapkan sepatah kata pun, mengangkat alis di balik topengnya.
"Jadi... berapa rank-ku?" tanyanya, mencoba menyembunyikan rasa penasaran sekaligus sedikit kesal yang entah datang dari mana.
"Rank C," jawab Wu Lian, kembali memasang senyum profesionalnya meski nada suaranya sedikit lebih datar dari sebelumnya. Dia mengambil sebuah kartu plastik kecil dari printer di sampingnya, menyodorkannya kepada Ling Qi. "Ini lisensi Hunter Rank C-mu. Dengan rank ini, kau hanya diperbolehkan mengambil dungeon kelas B ke bawah."
Ling Qi menerima kartu itu, memperhatikannya sejenak—foto samar wajahnya yang tertutup topeng dan masker tercetak di sudut kartu, di bawahnya tertulis jelas huruf "C" dengan warna perak.
"Terima kasih," ucapnya sopan, sebelum berbalik dan melangkah menjauh dari konter itu.
Dia berjalan keluar dari gedung Liezhe Dian, menggenggam lisensi barunya erat-erat, sudut bibirnya terangkat tipis di balik topeng yang menyembunyikan seluruh ekspresinya.
'Tidak terlalu mencolok. Bagus.' Namun di dalam hatinya, ada sedikit rasa aneh yang tidak bisa dia jelaskan—entah kenapa, predikat "Rank C" itu terasa sedikit menyakitkan, meski dia tahu betul itu semua hanya karena topeng yang sengaja dia kenakan sendiri.