NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

.

Tuan Gunawan kembali membaca dokumen yang kini ada di tangannya dengan lebih teliti.Memang benar. Nama Alena tercantum jelas di sana. Tanda tangannya juga terlihat pada bagian akhir kontrak.

Wajah Tuan Gunawan seketika menjadi suram. Sepuluh miliar rupiah bukan jumlah yang kecil. Terlebih kondisi Bagaskara Group saat ini sedang tidak baik-baik saja. Perusahaan sedang membutuhkan banyak dana untuk menstabilkan beberapa sektor bisnisnya. Bagaimana mungkin ia mengeluarkan uang sebesar itu hanya untuk membawa Alena kembali?

Selena yang sejak tadi berharap papanya berhasil membawa Alena pulang pun ikut terdiam. Namun dalam diamnya tangan gadis itu terkepal. Senyum di wajahnya sirna. Ia sama sekali tidak menyangka Alena terikat kontrak dengan Nathan dengan jangka waktu lima tahun. Bukankah itu artinya kesempatan untuk dirinya bisa menyingkirkan Alena semakin tipis?

Nathan menghela napas seraya melirik jam tangannya."Kalau tidak ada urusan lain, saya rasa pembicaraan kita sudah selesai."

Tuan Gunawan masih terlihat kesal. Namun ia tidak bisa berbuat apa pun. Kontrak tersebut sudah ditandatangani secara resmi. Jika ia memaksa membawa Alena pergi tanpa menyelesaikan kewajibannya, justru Bagaskara Group yang akan menghadapi masalah hukum.

Nathan kemudian mengalihkan pandangan kepada Alena. "Antarkan mereka keluar."

Alena sedikit terkejut, tetapi segera mengangguk. "Baik, Tuan."

Gadis itu berjalan mendekati pintu lalu membukanya. "Silakan, Tuan Bagaskara, Nona Selena,* ucapnya seraya mengarahkan telapak tangannya ke arah luar.

Tuan Gunawan berdiri dengan wajah gusar. Pria paruh baya itu hanya mengangguk singkat sebelum berjalan keluar. Begitu juga dengan Selena yang segera mengikuti papanya.

Namun baru beberapa langkah keluar dari ruangan Nathan, Selena tiba-tiba berhenti. Gadis itu membalikkan badannya dengan kedua mata menatap Alena dari ujung kepala hingga kaki.

"Hebat sekali kamu sekarang."

"Maksudmu?" Alena mengerutkan kening tak mengerti.

Selena tersenyum tipis. Senyum yang terlihat lembut, tetapi menyimpan sindiran. Gadis itu bahkan berjalan memutari tubuh Alena. "Baru saja batal menikah dengan Reno, sekarang sudah mencari pria baru," ucapnya pedas. “Atau jangan-jangan, sebelumnya kamu sudah berselingkuh dari Reno, makanya begitu mudah kamu meninggalkan Reno yang begitu tulus mencintaimu."

Alena tersenyum miring sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Selena dengan tenang. "Kenapa aku bisa batal menikah dengan Reno, kamu sendiri tahu persis alasannya. Serius kamu ingin menyalahkan aku?”

"Alena," suara Tuan Gunawan menginterupsi. “Jaga sopan santun! Apa kamu lupa Selena adalah kakakmu? Apa begitu caranya bicara pada saudara yang lebih tua?”

Alena tertawa kecil. "Benarkah? Mungkin dia kakakku, tapi apa pernah dia menganggapku adik? Kalau iya, dia tidak akan melakukan apapun yang bisa menyakitiku."

Selena memasang wajahnya yang terlihat sedih, membuat uang Gunawan semakin murka. "Kakakmu tidak pernah merebut Reno. Hari itu dia sakit dan Reno hanya mengantarkannya ke rumah sakit."

Alena mengangkat alisnya dan menatap wajah Tuan Gunawan dengan mata menyipit. “Benarkah?" Tanyanya datar. “dia benar-benar sakit atau tidak seharusnya anda tahu. Tapi aku sudah tidak peduli. Semua itu sudah tidak ada urusannya denganku."

Alena lalu mengalihkan pandangannya pada Selena. "Terima kasih sudah mengambil Reno dariku. Kamu membuat aku sadar, laki-laki seperti Reno yang begitu mudah direbut, sama sekali tidak layak dipertahankan."

Selena membeku. Wajahnya memerah menahan geram. Namun saat ia hendak bicara lagi, Alena sudah membungkukkan sedikit kepalanya kepada mereka.

"Tuan Bagaskara, Nona Selena, hati-hati di jalan." Setelah mengatakan itu, Alena berbalik dan kembali masuk ke dalam ruang kerja Nathan.

Selena masih berdiri di tempatnya dengan tangan mengepal erat. Baru kini ia menyadari bahwa Alena yang dulu selalu ia anggap mudah dikalahkan ternyata sudah berubah. Alena bukan lagi wanita yang akan diam ketika disakiti. Dan justru itulah yang membuat Selena semakin tidak suka.

Tuan Gunawan masih berdiri mematung di tempatnya dengan wajah kesal. Namun bukan hanya karena ia gagal membawa Alena kembali ke Bagaskara Group. Ada satu hal lain yang terus mengusik pikirannya.

Alena… Anak yang dulu ia besarkan dengan kedua tangannya, kini tidak lagi memanggilnya Papa.

"Tuan Gunawan." Panggilan yang begitu asing di telinganya.

Berawal dari pernikahannya dengan Reno batal, gadis itu seolah menghapus semua kedekatan yang pernah mereka miliki. Sikapnya mulai berubah bahkan sejak sebelum meninggalkan rumah. Menjadi dingin, dan tak lagi bisa diatur.

Dan yang paling membuatnya kesal, Alena bahkan meninggalkan mereka begitu saja. Seolah-olah keberadaan mereka sudah tidak penting lagi. Tuan Gunawan mengepalkan tangannya sebelum akhirnya berjalan meninggalkan lantai eksekutif itu bersama Selena.

Sepanjang perjalanan menuju lift, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Selena masih menahan amarahnya sendiri, sementara Tuan Gunawan tampak murung memikirkan kontrak yang baru saja mereka lihat.

Begitu pintu lift tertutup, Selena mencoba membuka suara."Pa..."

"Jangan bicara sekarang." Suara Tuan Gunawan terdengar dingin.

Selena langsung terdiam. Melihat wajah papanya yang begitu suram membuatnya tak berani mengeluarkan suara.

Pintu lift terbuka di area lobi, mereka berjalan menuju mobil dengan langkah berat. Akhirnya mereka hanya bisa meninggalkan Wijaya Kusuma Group dengan tangan kosong.

 

Sesampainya di Bagaskara Group, Selena langsung menuju ruang kerjanya. Begitu pintu tertutup rapat, wajah lembut yang sejak tadi ia pertahankan langsung lenyap.

"Argh!"

Tangannya melemparkan tas yang sejak tadi menggantung di tangannya ke atas sofa. Benda-benda yang berada di dalamnya berhamburan keluar.

"Kenapa selalu Alena?!" teriaknya dengan nafas memburu. Gadis itu menghempaskan badannya dengan kasar ke atas sofa. Kedua tangannya bergerak menarik rambutnya sendiri hingga berantakan.

Rencananya untuk menjauhkan Alena dari Nathan Wijaya Kusuma sudah gagal total.

Susah payah ia meminta papanya datang untuk membawa Alena kembali ke Bagaskara Group. Namun siapa sangka Nathan sudah mengikat Alena dengan kontrak selama lima tahun. Lima tahun! Selama itu Alena akan terus berada di sisi Nathan.

"Sepuluh miliar..." Selena mendesis dengan mata memerah. "Siapa yang mau membayar sebanyak itu?"

Tidak mungkin papanya mau apalagi kondisi Bagaskara Group saat ini tidak memungkinkan mereka mengeluarkan uang sebesar itu.

Selena berjalan mondar-mandir sambil mencengkram rambutnya sendiri. Dan yang paling membuatnya marah bukan hanya karena Alena tidak bisa dibawa kembali. Tetapi juga karena sekarang Alena justru terlihat semakin cantik dan bersinar. Hal yang selalu membuatnya cemburu. Karena Alena selalu lebih cantik darinya.

Selena mengepalkan tangannya. "Berani sekali kamu mengambil Tuan Nathan dariku,” desisnya dengan mata menatap kosong.

Dulu Alena selalu berada di bawah kendalinya. Apapun yang dimiliki oleh Alena dengan mudah ia bisa merebutnya. Bahkan Reno sudah berhasil ia rebut.

Tetapi sekarang? Reno bahkan mulai menyesal. Dan Alena justru mendapatkan Nathan. Pria yang selama ini ia inginkan tetapi tidak pernah berhasil ia dekati.

"Tidak..." Selena menggeleng keras tidak mau menerima kenyataan itu. "Tidak mungkin aku kalah dari kamu."

“Alena…" Tangan gadis itu kembali mengepal erat. “Aku tidak akan membiarkan kamu hidup lebih bahagia dariku."

Sorot mata Selena berubah tajam. Jika rencana pertama gagal, ia hanya perlu mencari cara lain. Karena bagi Selena, menyerah bukan pilihan.

1
Sri Rahayu
mau main kotor nih si Selena...mau nyuruh org mencelakai Alena... org kl berbuat jahat bisa jadi kejahatan nya akan berbalik kpd nya....semoga saja 😡😡😡
Sri Rahayu
setelah kehilangan Alena baru menyadari ternyata Alena berharga 🤪🤪🤪🤪🤪
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Sri Rahayu
cerdas jg Nathan ada gunanya Alena menandatangi surat kontrak kerja...mampukah Gunawan membayar 10 M utk mengambil Alena dari Nathan 🤪🤪🤪
Sri Rahayu
sifat dengki iri membuat Selena memusuhi adiknya sendiri
Sri Rahayu
sport jantung deh tu Selena mendengar.Alena kerja di Wijaya Group 😇😇😇😇😇
Sri Rahayu
yaeyalah kan Alena skrg aspri nya Nathan 🤪🤪🤪... dasar Reno bego 😡😡😡
Sri Rahayu
rupanya ada udang diatas bakwan, Nathan menolong Alena 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
cepat buang sim card mu Alena...ganti no baru biar Reno tdk bisa menghubungi mu lg...gercep Alena 😘😘😘
vj'z tri
saingan buanyakkkkk ya bro /Facepalm/
Muft Smoker
cemburu dy Lena ,, km gmn sih kurang peka gtuu😆😆😆
Nita Nita
😄😄😄😄maksudnya apa Boz🤣🤣
Hary Nengsih
lanjut
Mundri Astuti
😂😂 bisa jadi len...oi Nathan klo suka bilang...klo cinta nyatakan...ntar diambil org aja lenanya...baru tau
Oma Gavin
sadar alena boss mu lagi cemburu buta tapi ngga ngaku kalau tadi jawaban mu hilang pacar bisa habis kamu besok dikasih kerjaan yg ngga bisa istirahat 🤣
tse
Alena... Alena... kamu ko ya GA Peka sih...
si bos cemburu tuh.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tse
ءAlena
sunaryati jarum
Bosmu itu cemburu Alena,kamu kok nggak peka
Ariany Sudjana
Nathan itu cemburu Alena, jadi sebaiknya kamu tidak menjalin hubungan dengan laki-laki lain
Ade Salamah Alam
lanjuttttttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!