NovelToon NovelToon
AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Obsesi / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: sang pengomen

Udah Tamat, lagi di Revisi.

Di sebuah kerajaan yang makmur, tinggallah seorang ratu yang bernama Rose Margaretta, dirinya sangat di benci oleh suaminya yang merupakan raja kerjaaan tersebut.

Rose berharap dia tidak di benci oleh suaminya, karena dia tahu bahwa orang yang akan di nikahinya merupakan sahabat lamanya sewaktu kecil.

Namun harapan itu musnah, dia di benci oleh teman masa kecilnya.

Wanita itu di hina, di tuduh, di benci, dan di siksa secara mental oleh suaminya.

Suaminya berharap, bahwa istrinya mati.

Rose bertahan cukup lama, dia bertahan karena sesuatu yang memberinya semangat.

Suatu ketika, dia mendengar kabar bahwa seseorang yang membuat dia bertahan, telah tewas di bunuh, rose pun semakin depresi dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan tersebut.

Setelah kepergiannya, suaminya pun mengetahui bahwa perempuan yang dia siksa adalah orang yang dia cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang pengomen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 6 (Revisi)

Setelah kejadian tadi pagi, aku kembali ke kamarku.

Layla sangat bersemangat menyiapkan kebutuhanku untuk pesta nanti, namun dia heran kenapa aku tidak memesan gaun baru untuk pesta nanti.

" Yang mulia, apakah anda ingin memesan gaun untuk di kenakan nanti malam ? " Tanya Layla antusias.

" Aku sudah punya beberapa gaun di ruangan ganti ku layla, lagi pula ini hanya pesta ulang tahun ibu suri. " Jawabku.

Jelas itu bohong, aku tidak pernah menggunakan uang kerajaan untuk hal seperti itu.

|Sebenarnya, aku tidak memiliki gaun yang layak untuk bisa di pakai ke pesta itu, aku tidak ingin memakai uang kerajaan ini. Aku hanya menjalankan tugasku layaknya seorang ratu.| Pikirku.

" Kalau begitu mari kita lihat dress room anda yang mulia. " Ucap Layla riang.

Aku yakin dia pasti sudah tahu.

" Yah, kau akan kaget setelah melihatnya. " Ucapku seraya memejamkan mata.

Dress room.

Setelah Layla membuka Dressroom ku, dia langsung kelihatan sedih.

" Saya sudah menduga ini dari anda yang mulia, anda kan tahu jika saya yang melayani anda dalam berpakaian. Saya tahu anda tidak memiliki banyak gaun, tapi kenapa anda tidak membeli beberapa gaun. " Layla berkomentar.

" Aku tidak membutuhkannya layla, jadi pakai saja yang ada. " Ucapku tidak peduli.

" Tapi, yang mulia? " Layla merengek.

" Sudahlah, aku ingin mandi terlebih dahulu. " Perintahku.

" Baik yang mulia, saya akan menyiapkannya, tolong tunggu sebentar. " Layla patuh.

Layla menyiapkan air mandiku, meski dia terlihat sedih sesaat, sekarang dia kembali ceria lagi.

Ada banyak yang ku pikirkan sekarang ini, terutama pada waktu pesta nanti, aku sudah menduga akan ada hal yang mungkin terjadi di sana.

Ibu suri yang merupakan bintang utama pesta tersebut pasti tidak akan diam, apa yang akan dia lakukan lagi sekarang.

" Haaaaah.....

Aku menghela nafas berat, itu terdengar oleh Layla yang sedang menyiapkan bak mandiku, dia langsung menghampiriku karena khawatir.

" Yang mulia, saya mendengar anda menghela nafas, apa anda baik-baik saja? " Tanya Layla.

" Aku baik-baik saja Layla, hentikan kecemasanmu itu Layla, aku tidak akan mati untuk saat ini. " Ucapku dingin.

" Yang mulia, apa maksud anda dengan saat ini? " Tanya Layla.

" Sudahlah, tidak perlu di bahas. " Ucapku yang tidak mau membahas hal itu lagi.

Dengan suara lirih aku mencoba untuk menghindari pertanyaan layla.

" Apa bak mandiku sudah di siapkan? " Tanyaku.

" Sudah yang mulia, mari biar saya yang melayani anda. " Ucap Layla.

" Kau tidak seharusnya menaburi bunga kedalam bak mandiku Layla. " Ucapku

" Hehehe...." Layla tersenyum ceria.

" Kenapa kamu tertawa? " Tanyaku.

Aku bertanya, kenapa dia tertawa seperti itu.

Dia yang sedang mengolesi rambutku dengan minyak mawar, menjawab dengan girang.

" Saya hanya senang yang mulia, karena ini merupakan pesta dengan undangan dari berbagai kerajaan, anda harus terlihat cantik dan harum yang mulia. Supaya orang lain terpikat dengan anda." Ucap Layla penuh harapan.

" Kau melakukan hal yang sia-sia, lagi pula aku sudah menikah dengan yang mulia raja." Responku.

" Yang mulia, kenapa anda tidak meninggalkan yang mulia raja? padahal dia sangat jahat kepada anda." Layla berbicara mengenai Brayen.

Dari bibirnya, aku sudah menduga bahwa layla sedang marah, dia berani mengatakan hal yang buruk mengenai yang mulia raja.

" Layla, jaga ucapanmu itu! " Tegurku

" Di sini banyak mata-mata yang mulia raja, kita tidak tahu di mana mereka bersembunyi seperti tikus, jadi jaga ucapanmu. Kata-katamu tadi merupakan penghinaan bagi keluarga kerajaan." Sekali lagi aku memperingati.

" Baik yang mulia, maaf kan saya." Layla meminta maaf.

" Bagus Layla. " Ucapku puas.

...----------------...

Setelah selesai mandi, aku memakai gaun yang telah di pilihkan oleh layla, itu merupakan gaun layak pakai, gaun itu berwarna putih seperti salju, tidak ada hal istimewah dari gaun itu.

" Yang mulia, anda ingin menggunakan perhiasan yang mana? " Tanya layla

" Aku tidak punya perhiasan layla." Aku menjawab.

" Apa beliau tidak memberikan apapun kepada anda yang mulia, minimal beliau memberikan anda gaun atau sepatu untuk dikenakan di pesta itu. " Layla terus bertanya.

Ketika aku ingin berbicara, seorang penjaga masuk tanpa sopan santun, dia membawa kotak kecil di tangannya.

" Yang mulia, ada pelayan yang memberikan ini untuk anda. " Pelayan tidak sopan itu berbicara.

" Lain kali, jika kau masuk, minta izin terlebih dahulu, aku masih punya wewenang di sini. " Aku menegurnya.

Pengawal itu terlihat biasa saja walau aku sudah menegurnya, dia tidak akan takut dengan singa betina yang tidak memiliki taring, aku sudah menduganya.

" Kau boleh pergi!! "

Pengawal itu pergi, aku langsung membuka isi kotak kecil itu, saat aku membuka kota itu di dalamnya ternyata hanya sebuah kalung.

" Ini pasti dari ibu suri, aku sudah tahu apa niatnya. " Gumamku.

Layla yang sedari tadi melihat kalung yang ku pegang dengan heran, akhirnya dia bertanya.

" Kalung apa itu yang mulia? ibu suri memberikan itu pasti ada maksud terselubung kan?" Tanya Layla penasaran

Aku membantahnya, agar Layla tidak cemas.

" Tidak, ini hanya kalung biasa, mungkin beliau tau jika aku tidak memiliki perhiasan." Ucapku.

" Apa anda akan memakai itu? " Tanya Layla

" Sepertinya begitu, tolong pakaikan itu di leherku. " Perintahku.

" Baik yang mulia. " Layla patuh.

...----------------...

BERSAMBUNG........

NANTIKAN PEMERAN-PEMERAN BARU DI EPISODE SELANJUTNYA

DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE + COMMEN

1
Livi Maydelle
makamm nya 😭🗿
💜 OT7 💜
🤣🤣🤣 jadi ngelawak
💜 OT7 💜
tiba tiba ada kodok air mata yg turun jd naik lagi
Siti S
Luar biasa
MashMellow🍭
🤣🤣🤣
Pichaacha
taro bawangnya kebanyakan nih si authornya, jadi pedih kan mataku 😭😭😭
MFay
g'sabar nunggu kaisar menyesal
Santhi Agung
cerita nya bagus apalagi ada gambar hidupnya
rika comell
tunggu kau bocah tengik 😆
rika comell
wkwkwk rasain ibu suri jahat👻
rika comell
ibu suri memang sadis ygy😮‍💨
rika comell
count berengsek😡
rika comell
penasaran deh siapa ya yang membunuh adik brayen🤔
Isty Haruharunyan
keren
ciplut
msak raja gk bsa nemuin istri dan anak²nya,aku ttp gk rela sama leon 😭😭😭
ciplut
aku gk ikhlas thor sm hdupnya leon 😭😭
Ni Ketut Patmiari
ya ampuuun ku menangiiiiiisssss.....😭😭😭
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Fitriyah
Kecewa
Siti Masruroh
bagus , biarkan bintang yg bicara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!