NovelToon NovelToon
Ikrar Cinta Sehidup Sesurga

Ikrar Cinta Sehidup Sesurga

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

Cinta tanpa syarat ... itulah yang diharapkan oleh seorang gadis bernama Aninda Sukma. Cinta pertamanya kandas karena ujian hidup yang teramat berat.

Disetiap malam, Aninda melangitkan pinta dan merayu pada-Nya agar dipertemukan dengan seseorang yang benar-benar tulus mencintanya.

Sehidup ... sesurga, ikrar cinta yang ingin ia dengar dari bibir kekasih yang kelak menjadi imamnya.

Akankah Aninda bertemu dengan seorang calon imam yang mencintainya dengan ketulusan hati? Ikuti kisahnya 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Di Hari Lahir

Happy reading 😘😘😘

Langit terhias lembayung senja, pertanda swastamita telah menyapa. Burung-burung kecil terbang disertai lantunan kalam cinta teruntuk Sang Maha Kasih, turut menyambut petang yang akan berganti malam.

Di bawah naungan langit, aku memanjatkan pinta ... semoga Illahi memberi hadiah terindah di hari ini. Sebab, hari ini usiaku bertambah 1 tahun. Tiada terasa, ternyata kini usiaku 21 tahun.

Ting

Suara notif pesan yang berasal dari benda pipih kesayanganku.

Jeng, sudah siap belum?

Belum

Selepas maghrib, aku jemput ya. Jangan lupa ajak Asti dan Azizah!

Sebenarnya, kita mau ke mana sich Ri?

Ke suatu tempat.

Ke mana?

Rahasia.

Siapa aja yang ikut selain kami?

Damar, Dimas, Hasan beserta kekasih mereka.

Ok. Kami siap-siap dulu, Ri.

.

Selepas maghrib, Fahri benar-benar menjemput kami. Entah, sahabatku itu akan membawa kami ke mana ....

Selama di perjalanan, Fahri memutar lagu naff yang berjudul Akhirnya Ku Menemukanmu. Entah mengapa, ada desiran di dalam dada tatkala mendengarkan lagu itu.

Ada yang masih ingat lirik lagu tersebut? Atau, mungkin ada yang belum pernah mendengarnya?

Baiklah ... akan ku tulis sepenggal liriknya.

Akhirnya ku menemukanmu

Saat hati ini mulai merapuh

Akhirnya ku menemukanmu

Saat raga ini ingin berlabuh

Ku berharap engkau lah

Jawaban sgala risau hatiku

Dan biarkan diriku

Mencintaimu hingga ujung usiaku

Jika nanti ku sanding dirimu

Miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau di sampingku

Jangan pernah letih tuk mencintaiku

.

So sweet banget 'kan lagunya? Gadis mana pun jika mendengar lagu tersebut dari bibir sang kekasih, pasti hatinya akan berbunga-bunga.

Sayang, belum ada pria yang mempersembahkan lagu itu untukku. Untuk seorang gadis yang memiliki banyak sekali kekurangan. Aku yakin, Fahri memutar lagu itu karena ... dia memang suka liriknya, tanpa terselip maksud apapun.

Fahri menghentikan mobilnya ketika sampai di sebuah rumah makan yang terletak di sebelah utara kota Jogja. Rumah makan tersebut menyajikan menu makanan serba jamur.

Setelah menaruh mobilnya di parkiran, Fahri memandu kami berjalan menuju tempat duduk yang sudah ia pesan.

Damar, Dimas, dan Hasan memperkenalkan kekasih mereka masing-masing sebelum kami duduk di kursi yang telah disediakan.

Fahri mulai mencatat beberapa menu makanan dan minuman yang akan ia pesan untuk kami.

"Jeng, kamu ingin pesan apa?" tanya yang terucap dari bibir Fahri.

Bukannya menjawab pertanyaan Fahri, aku malah membalasnya dengan pertanyaan yang absurd.

"Menunya nggak ada yang tanpa jamur, ya?"

Fahri mendengkus geli. Ia terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan yang keluar begitu saja dari bibirku. Kentara sekali ia tengah berpikir.

Konsepnya saja rumah makan serba jamur, bagaimana mungkin menyajikan menu makanan selain jamur. Mungkin itulah yang terlisan di dalam hati Fahri saat ini.

"Kamu nggak suka jamur, Jeng?"

Aku mengangguk samar. "Iya, Ri."

Mendengar jawaban dariku, raut wajah Fahri berubah sendu dan menyiratkan rasa kecewa.

"Maaf ya, Ri ...," lirihku. Melihat raut wajah Fahri yang sendu, membuatku tak enak hati. Aku merasa bersalah padanya.

"Kenapa, malah kamu yang meminta maaf, Jeng?" Fahri melontarkan tanya disertai seutas senyum yang terkesan dipaksa.

Aku bergeming dan sedikit menundukkan wajah.

"Telur dadar, mau?" sambung Fahri.

"Iya, aku mau," jawabku sembari mengangguk.

.

.

Setelah menunggu selama satu jam, semua menu makanan yang dipesan oleh Fahri, telah tersaji di meja. Fuyunghai jamur, sup jamur, jamur goreng penyet, jamur krispi, dan telur dadar yang ternyata ... juga berisi jamur.

"Gimana, Jeng? Nggak suka ya?" Fahri kembali melontarkan tanya tatkala melihatku memainkan sendok dan garpu tanpa mencicipi telur dadar yang sudah ia pesan untukku.

"Su-suka, kog." Aku berdusta.

"Kog nggak dimakan?"

"Itu, anu ... a-aku--"

"Coba dech, cicipi jamur krispi ini! Pasti kamu suka, Jeng ...," pinta Fahri sembari menaruh jamur krispi di piringku.

"Iya, Mbak. Enak lho jamur krispinya," sahut Asti lalu memasukkan jamur krispi ke dalam mulutnya.

"Dicoba aja, Nin! Semua menu makanan yang dipesan oleh Big Boss, enak banget lho ...," timpal Hasan.

Dengan ragu, aku mulai memasukkan jamur krispi ke mulutku.

KRESSS

Enak, gurih, dan bikin nagih. Lalu, aku memasukkan jamur krispi ke mulutku lagi ... lagi ... dan lagi.

"Gimana, aku nggak boong 'kan Jeng? Enak jamur krispinya?" tanya Fahri disertai tawa yang tertahan.

"Iya, enak banget."

"Mau nambah?"

"Mmmm ... boleh nambah, ya?"

"Boleh donk. Spesial untuk seseorang yang bertambah usia di hari ini."

Aku mengerutkan kening, berusaha mencerna ucapan Fahri.

"Selamat hari lahir Aninda," imbuhnya disertai senyuman yang merekah.

SPEECHLESS

Lidahku kelu, bibirku terkatup. Sungguh, aku terkesiap tatkala mendengar ucapan yang keluar dari bibir Fahri.

Please Ri, jangan memberi perhatian lebih. Jangan melambungkan anganku, jika kelak ... engkau hempaskan.

Jujur, bukan kebahagiaan yang kurasa ketika Fahri memberi perhatian yang teramat istimewa di hari bertambahnya usiaku. Namun, rasa sedih yang tetiba menyelinap, kala tersadar ... jurang pemisah di antara kami teramat curam.

Bangun Nin. Bangun dari mimpi indahmu di hari ini. Sadarlah, bahwa Fahri memberi perhatian lebih hanya karena ia ingin menyenangkan sahabatnya. Tidak lebih.

"Selamat ulang tahun, Aninda ...," ucapan yang terlisan dari bibir ketiga sahabatku.

Jogja, 28 Agustus 20__. Selamat bertambah usia untuk diriku sendiri.

Aninda Sukma

🍁🍁🍁🍁

Bersambung ....

Mohon maaf jika bertebaran typo 😅😅🙏

Jejak like 👍

Trimakasih 😘😘😘

1
Henym
Luar biasa
Wichan606
semangat semangat kak


aku datang lagi kak👋. jangan lupa datang Balik ke karya Forza ya kak 👋
Miss GH
baru tau ada yang baru ini, kok udah end sih tor?
Wichan606
Alhamdulillah udh tanat
Wichan606
semangat author nulisnya. jangan lupa feedback ke karya saya berjudul gadis monochrome. saya tunggu kedatangannya.
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 👍
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike sampai sini dulu 😍 plus fav rate 5 😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir di sini 😍
Jumadin Adin
gk enak hutang budi itu, balasnya di bayar sampai mati
Jumadin Adin
ratna yg meninggalkan manran suaminya atau alex meninggal
Ayuwidia: alex meninggal
total 1 replies
Jumadin Adin
jantungnya anin gampang sekali dag dig dug,setiap ada lelaki yg mendejati,apa mmg mudah jatuh cinta
Jumadin Adin
ya Allah kasian kamu anin,semoga ke dpnnta kamu bahagia
Jumadin Adin
visualnya anin mb ayu...apa betul juuuelekk
Ayuwidia: hhaha hiyaaa mungkin, Kak 😅
total 1 replies
Jumadin Adin
jgn terlalu GR anin....jgn gampang suka dg lawan jenis
Jumadin Adin
barokah fi umrik aninda sukma🌺🌺🌺🌺
Jumadin Adin
kayaknya fahri ada perasaan ke anin💘💘💘💘
Jumadin Adin
kok cuma di hukum 10 thn mb ayu
Ayuwidia: itu aja hukumannya nggak sampai dua tahun Kak, sungguh lucu hukum yg ditegakkan 🥺
total 1 replies
Jumadin Adin
ryan hukum seberat beratnya,dia bkn manusia,dia seperti jelmaan iblis
Jumadin Adin
kenapa laki2 pertama buat sakit hati,knp yg kedua lebih parah.knp kok mudah ratna terperosok ke jurang yg sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!