NovelToon NovelToon
Salah

Salah

Status: tamat
Genre:Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:201.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atmosfera

Kea membenci Sandi, karena Sandi sudah membuat masa kecilnya suram, begitupun Sandi yang membenci Kea karena Kea lemah dan selalu menjadi prioritas semua orang.

Sandi tak suka orang lemah seperti Kea, selain lemah Kea juga tampak menyedihkan dengan kekurangannya yang tak bisa mendengar. Dan ntah bagaimana rasa kebencian saat anak-anak dulu terbawa hingga mereka dewasa, Sandi senang mengganggu Kea. Tapi Kea yang sekarang adalah Kea yang kuat, egois dan juga mempunyai banyak akal busuk untuk membalas dendamnya.

lalu apa jadinya, jika dua orang yang saling membenci, egois dan penuh dendam itu terjerat oleh ikatan pernikahan yang bahkan mereka lakukan hanya untuk bisa saling menyakiti satu sama lain?


***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atmosfera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S-1- Putus?

Kea demam, ia tak bisa datang kesekolah pagi ini. Tubuhnya menggigil parah karena angin malam tadi malam. Tapi walaupun begitu, tak ada rasa menyesal dalam dirinya, yah, setidaknya sekarang ia sudah berpuas hati setelah mengirim foto-foto sandi kenomor Lusi.

ah, Kea jadi tak sabar menunggu bagaimana berita heboh putusnya pasangan kesayangan adik-adik kelas itu terbesar. Kea tersenyum dan perlahan kantuknyapun datang. Kea rasa ia akan tidur nyenyak pagi ini .

"Ke, Ke"

"Kea!"

Kea mengerjapkan matanya saat tubuhnya digoyang-goyang oleh mamanya.

"Ke, ada Sandi tuh didepan?"

Kea yang awalnya berniat kembali memejamkan mata karena masih sangat mengantuk itupun terpaksa membuka matanya kembali. Ia menatap mamanya dengan raut bingung.

Kelli memberi gerakan isyarat agar putrinya itu memakai alat bantu dengarnya. Dan dengan raut malas Kea pun memakainya. Setelah beberapa detik kemudian ia lalu menatap mamanya dengan sayu. "Apa ma?"

"Ada Sandi didepan." ulang Kelli sambil mengelus rambutnya.

"Sandi?" tanyanya tak percaya,

"Hm, kenapa kok kayak kaget banget gitu? Kalian marahan lagi?" tanya Kelli meletakkan punggung tangannya dikening Kea yang agak hangat.

Kea diam tak berniat menjawab, pikiran gadis itu berkelana ntah kemana. Dan Kelli cukup peka akan hal itu, ia  tau Kea tak suka ditanyai mengenai Sandi, maka ibu satu anak itu langsung mengurungkan tanyanya dalam diam.

"Masih gak enak badannya?" tanya Kelli mengagetkan Kea dari pikirannya.

"Hah? Oh uda kok ma, tapi itu Sandi beneran didepan?"

"Iya, tadi dia anter tiramisu buatan tante Mia, katanya buat kamu." Jelas Kelli gamlang. Berbanding terbalik dengan perasaan Kea yang mulai kacau.

Tante Mia, mama Sandi itu memang sering atau bahkan rutin memberinya tiramisu, itu semua sebab rasa bersalah tante Mia terhadap kenakalan Sandi dimasa kecil mereka dulu, rasanya hampir seluruh warga kompleks tau bagaiman nakal dan jahatnya Sandi kecil pada Kea.

"Ke"

"Ah, ya, Sandi masih didepan ma?" tanya Kea gugup.

"Kayaknya gitu, tadi uda mama suruh pulang, tapi katanya ada yang mau diomong sama kamu." sahut Kelli pelan.

"Kok dia bisa masih didepan? Papa gak dirumah apa?" tanya Kelli memeluk gulingnya. Gadis itu mendusel-duselkan wajahnya kesana.

Papanya dan Sandi adalah sepasang tetangga beda generasi yang memiliki hubungan buruk, sama seperti Sandi yang begitu membenci Kea karena banyaknya keterbatasan gadis itu. Maka papa Kea membenci Sandi dengan sangat karena tingkah kelewatannya pada putrinya.

"Papa? Papa pergi kebengkel tadi, palingan nanti sore baru pulang. Lagian Sandi gak didepan pintu rumah kok, dia didepan gerbang gak mama ijinin masuk"

"Hah, gerbang?" Kea menyentuh alat bantu dengarnya bingung, tampaknya alat bantu dengarnya sedikit bermasalah. "Apanya?" tanya Kea linglung, akhir-akhir ini Kea sering kehilangan banyak pendengaran walaupun sudah dibantu alat dengarnya, mungkin, Kea harus meminta alat bantu dengar yang baru pada papanya nanti.

"Papa pergi ke bengkel, Sandi didepan gerbang." ulang Kelli yang menyadari kebingungan Kea.

"Eh, papa pergi? kok gak bilang?" Rajuk Kea nelangsa.

Kelli tersenyum, ia mengelus rambut Kea sekilas, "Kamu tidur tadi, papa gak tega bangunin kamu. Jadi ini Sandi mau kamu temui nggak? Mama gak enak tau lo Ke, dia uda repot-repot kemari buat antar Tiramisu. Tapi kalau kamunya gak mau juga gak papa, Sandi juga kayaknya agak kurang keliatan baik " Kata kelli agak ragu. Ia mengingat penampilan anak tetangganya itu tadi yang um, menurutnya sedikit berandal.

"Emang kapan manusia itu kelihatan baik?" Kata Kea memejamkan matanya, kenapa Sandi harus datang kerumah nya sih? Kelli sedang tak enak badan sekarang, dan ia tak mempunyai tenaga hanya untuk sekedar melempar makian kedepan wajah orang yang memiliki kebencian stadium akhir itu padanya.

" Heh, kamu, gitu-gitu dia itu temanmu juga Ke, Tapi kalau kamu emang belum enakan, biar mama bilang sama Sandi buat ketemu kamunya besok aja."

Kea berdecak, ia lalu memaksa tubuh ringkihnya untuk bangun, "Biar Kea ngomong makasih sama manusia biadab itu dulu ma."

Kelli tersenyum, "Jangan berantem ya Ke" pesan Kelli terkekeh geli.

***

Kea menatap benci laki-laki berperawakan tinggi dihadapannya. sedangkan Sandi Menatap dan terus mengawasi langkah Kea yang masih agak sempoyongan karena kepalanya yang masih pusing itu.

"Ngapain lo kemari?" ketus Kea sambil membuka pintu gerbangnya, kentara sekali gadis itu tak suka dengan kedatangan tetangga nya itu.

Sandi berdecih sinis, "Mau ngira-ngira kapan gue bisa dateng kesini lagi buat anter lo kemakam terakhir lo."

Kea mengepalkan tangannya, "Sayangnya kayaknya perkiraan lo masih lama deh."

"Oh," sahut Sandi singkat.

"Nih, mana tau gue bisa bantu mempercepat," ujar Laki-laki itu lalu dengan kasar melempar sebuah benda pipih kepelipis Kea.

Tak!

"Aw" Kea mengadu, ia merasakan keningnya nyeri bahkan mungkin membiru.

Kea membungkuk saat kepalanya kian pusing bersamaan dengan sebuah benda pipih jatuh kedekat kakinya.

Benda yang baru saja melukai keningnya itu adalah ponsel.

Kea langsung mendongak menatap wajah dingin Sandi begitu menyadari ponsel itu adalah ponsel milik Lusi. Dan tampilan layar ponsel itu menampilkan sebuah roomchat antara Kea dan Lusi saat ia mengirim foto-foto Sandi tadi malam.

Walaupun sekarang ponsel itu berlayar retak parah, pertanda bahwa bukan hanya sekali saja ponsel itu dibanting, tapi Kea masih bisa melihat dengan jelas pesan-pesan yang ia kirim ke nomor Lusi itu, disana tertera jelas Lusi memberi nama nomornya dengan namanya, "Kea MiPa 1"

"S-san?" panggil Kea sambil menelan ludahnya gugup, kala Sandi ikut membungkuk dihadapannya.

"Kenapa?" tanya Sandi tanpa berkedip, oh dan Kea baru menyadari mata Sandi begitu merah menahan emosi dan juga sedikit bau alkohol tercium dari napasnya. Apa laki-laki itu mabuk? dipagi menjelang siang ini?

Kea menatap Sandi penuh ketakutan, kilasan masa-masa tk saat Sandi menindasnya memenuhi ingatannya.

"S-san?" panggil Kea menggigil.

"Seandainya Ke, seandainya kalau lo bukan anak tetangga gue , Gue uda yakin lo beneran ada didalam tanah hari ini. Lo-

"Akhhh, Sandi sakit!" Kea berteriak saat Sandi dengan kasar mencengkram dagunya.

"Lo yang mulai Ke, jangan salahin gue kalau suatu saat lo berakhir dineraka kesengsaraan gue." bisik Sandi dengan gemeletuk gigi yang mengerikan.

"Lo- uda buat gue kehilangan orang yang gue sayang, dan lo-

Kea tak tau kenapa, tapi air matanya jatuh begitu saja. Ia ketakutan.

Sandi melepaskan cengkramannya dengan kasar saat suara langkah Gino, satpam rumah Kea mendekati mereka.

Mereka saling pandang dengan bengis, Sandi yang sadis dan Kea yang traumatis.

Bahkan tanya dari  satpam itu pun terjawab angin yang kosong. Menyembunyikan kemarahan dan ketakutan apa yang tadi sempat menguar.

***

Huh, Sandi hikss

1
Nivia Olive
Pertama sekali baca tulisan Author di novel ini. Awalnya sebel dengan jalan ceritanya. tapi karena penasaran, lanjut baca sampai selesai. Saya emang lebih suka baca yang sudah tamat dibanding on going, jadi novel ini kelar bacanya dalam 3 hari.
Awalnya bingung knapa ga minta pindah rumah ato sekolah kl hubungan Sandi n Kea mengganggu mental Kea n mereka saling terluka. Kog bisa2nya ortu Kea tidak seprotektif Sandi mengurus Aiko, membiarkan semuanya terjadi di depan mata tetapi akhirnya mengerti di penjelasan Author terakhir cerita ini. Author berhasil memainkan perasaan saia. Terima kasih untuk pembelajaran hidup di cerita ini 🙏
Nivia Olive
Venesia n Maldives
Nadzila Adriani
mau baca tapi gakuat bangettt😭😭😭😭
ayu aprilia
Luar biasa
fitri _srg
woyy thorr sorry gue mau ngomong kasar cok,, huwaaaa sedih banget anyingg,, mau nangis bacanya tapi gue lagi di rumah sakittt
Kaiso
cerita papa keidran apa judulnya thor
Muhammad Ardi
akuu london, korea, kanada kak hihihi
xoxxucherry
ihh kak tanggung jawab dong😭ak nangis sesegukan inj
city
ngeriny hubunganny 🤧ngalahin berita yg lagi viral lebeh parah kdrt nya
Eci Tri
thanks Thor udah buat aku nagis" sampai orang rumah khawatir semua
Atmosfera: Wkwkwk, Jadi aku harus jawab "Sama-sama"
Atau "Maaf" Nih karena buat kamu nangis dan keluarga khawatir?
total 1 replies
Eci Tri
😭😭😭😭😭😭
Er Mafa
sakit bgt bacanya thor
Er Mafa
aaaahhh Thor nyesek bgt
Anna Rahmawati
terimakasih kak author, ini genre novel yg saya cari2 selama ini. menggambarkan konflik batin dan pola pikir yang ekstrem tp bisa jadi memang ada di dunia nyata sehingga memperluas wawasan. meskipun banyak kata-kata kasar, tp memang diperlukan untuk memberikan gambaran yg utuh. setuju banget tidak ada orang yg bener-bener jahat dan bener-bener baik, dan disitulah menariknya sisi kemanusiaan yg bisa dieksplorasi oleh penulis. semangat terus dan jangan lelah berkarya kak😊👍👍👍
Atmosfera: Yeayy terimah kasih, semoga ada sisi baik yang bisa kamu teima untuk menambah wawasan. dan mari kita perbaiki sisi yang berlawanan. sekali lagi, terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Anna Rahmawati
wah aku penyuka novel yg ga terlalu panjang kak. 70an chapter cukup lah😊😊👍
whayou allchaidart
aq udah baca yg ego Nadira kk.ceritanya bagus
Ilo La
ck, gw kira bakal cerei.
Ilo La
salah kea si tlol, alay bgt beramtem smpai g makan, tlol bgt sm aj dia g syg anak nya g mikirin keadanya yg lgi hamil tlol si. egois bgt nyalahin sandi pdhl awal ny berantem jg gegara dia.
Ilo La: setidaknya pikirin anak ny lh anj klo emg sandi slh krn g mau dengerin penjelasan kea tpi tetap aja seharus nya kea tuh lebih mikirin anaknya jgn tlol samapai g makan dn minum setidaknya walau mereka berantem mereka gk bakal kehilangan anak ny
total 1 replies
Muhammad Ardi
terimakaishhhh kak buatt ceritanyaaaaaaa sanyang bangettttt sama kak authornyaaa tentunya sama tokoh2 ceritanya jugaa akam selali melekat di aku 😭😭😭❤💕
miss lie
trhorr ini crta sngt sedih thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!