Berawal dari kesedihan yang merubah andin memilih menjadi dingin dan jahat..
tidak ada yang tau jika saat ini andin memiliki sakit, sakit yang dideritanya sejak kecil. sehingga dirinya nekat berbuat apapun demi menyembuhkan penyakit dan mendapatkan kepuasannya. semua dilakukan andin tidak hanya sendiri melainkan ada seseorang yang berada dibelakangnya, demi membalaskan dendam itu andin rela bermain hati dengan roy kakaknya, namun entah bagaimana kelanjutannya. kalian bisa langsung membacanya dan menikmati ceritanya..
jangan skip setiap chapter, kasih autor semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vilovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 5
Johan mulai tersenyum, saat andin mulai mengangguk meskipun tanpa suara namun sebuah anggukkan sudah mewakili fikiran negatif johan tentang andin
Setelah melewati pintu masuk johan dan andin sudah dapat melihat dengan jelas, berbagai macam permainan yang sudah menunggu anak seusia andin untuk memainkannya, tidak hanya itu ada juga banyak penjual mainan bahkan jajanan yang amat menggugah selera dan masih banyak lagi disana.
Namun pandangan andin berbeda dengan johan, tidak pada makanan, maupun permainan, melainkan pada satu persatu pengunjung yang datang.. menatap senyum mereka, tawa mereka ‘Aku ingin mendapatkannya’ batin andin
Selangkah demi selangkah mereka berjalan andin yang berada didepan sedangkan johan yang hanya mengikutinya dari belakang, mulai merasa pusing dengan keramaian, jujur johan sangat tidak suka dengan keramaian, johan yang terus melihat dan mengikuti andin tak sengaja dirinya menabrak seseorang, hingga dirinya harus berhenti untuk meminta maaf dan membantu orang itu untuk berdiri
Orang itu memaafkan johan begitu saja, memaklumi karena kondisi taman bermain yang sedang ramai pengunjung saat itu..
Namun ketika johan mengarahkan pandangannya kedepan, dirinya mulai mencari “Andin..” teriak johan sambil berjalan menerobos keramaian,
Johan : “gue bodoh.. bodoh, kenapa gue ga berhentiin andin.. kenapa..” ucap johan sambil mengacak-ngacak rambutnya.
Johan berfikir jika andin menyadari dirinya berjalan sendiri 'andin pasti akan takut bahkan menangis’ batin johan
Saat ini johan hanya memikirkan andin, dirinya takut andin kenapa-napa. sambil berjalan johan tidak berhenti mengutuk dirinya bodoh.. yang sudah melepaskan pandangnya pada andin, dan mengutuk kebodohannya karna tidak bisa menjaga andin
Disisi lain andin mulai berhenti berjalan.. dirinya menatap kebelakang mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang membawanya ketempat ini, namun hasilnya nihil andin tidak dapat menemukan orang itu.. dirinya tidak dapat menemukan om johan
Seketika senyum mengembang diwajah cantik andin, dirinya tidak takut ataupun menangis melainkan tersenyum senang. Andin mulai meneruskan jalannya kedepan tanpa perduli dengan johan.
Menatap setiap orang yang berada didepan bahkan orang yang ingin melewatinya, sasarannya adalah anak kecil. memulai rencananya dengan mendorong seorang anak yang hendak melewatinya hingga membuat anak tersebut terjatuh dan menangis, beralasan tidak sengaja andin lebih dulu memasang wajah takut
Ibu anak itu menatap andin.. dan berkata, “lain kali hati-hati ya dek” hanya itu... meski begitu perkataan itu yang tidak andin inginkan, ibu itu mengingatkannya pada ibundanya yang selalu baik kepada orang lain, bahkan sangat baik pada ayahnya yang jahat, yang tidak pernah meluangkan waktunya pada andin dan juga ibundanya, sehingga jika andin meminta jalan-jalan mereka hanya akan pergi ber dua tanpa seorang ayah..
Tanpa meminta maaf, andin mulai meneruskan jalannya. Karna kesedihannya bertambah, aksi andin tidak sampai disitu, andin mulai menjegal kaki.. agar anak-anak terjatuh, mencubit bahkan mencakar seseorang yang melewatinya, tapi kali ini berbeda dirinya tidak berhenti melainkan tetap terus berjalan
Sedangkan johan yang sedang mencari andin. dirinya terus bertanya-tanya dengan menunjukkan foto andin yang berada di ponselnya
“Mohon maaf bu, apa ibu sempat lihat anak ini?” tanya johan mengarahkan layar ponselnya pada seorang ibu yang sedang menenangkan anaknya yang sedang menangis.
Bukan jawaban yang didapat johan, melainkan tuduhan.. bukan sang ibu yang menjawab, melainkan sang anak
“Mah dia tadi yang mendorongku, dia itu sengaja mah” jawab anak kecil itu sambil menangis
“Emm.. maaf mas, mungkin anak saya juga tidak hati-hati, Saya tadi melihat anak itu kearah bianglala” jawab ibu itu sambil menunjuk ke arah bianglala berada
Johan terdiam sebentar sebelum mengangguk kepalanya tidak lupa johan meminta maaf pada anak kecil itu jika tuduhan itu benar dan berterimakasih pada ibu itu sebelum pergi berlalu. Dirinya berjalan dengan dipenuhi tanda tanya, ‘Apa salah dirinya membawa andin ketempat ini?’ batin johan
novel "Coming Between CEO and Mafia" edisi lanjutan dari Mencintai Sang Adik sudah hadir nih, pliss jangan sampai ketinggalan ya..
dijamin lebih seru!!
dukung autor yes.. komen next disetiap episode!!
keren ceritanya, Semangat
semangat autor😊
Ini aku berkunjung kedalam novel kakak yang keren banget...bangettt...dan bagus....bangettt bangettt
..
JUGA tidak lupa aku membawa Hadiah Terindah buat kakak,Adalah Like banyak....Rate.....banyak...banget... dan fav fav..
Yuk..yukk kakak berkunjung ke Novelaku juga "Story Cinta Starla" yaaa...yukk saling memberi semangatt...
Sekali lagi ku Ucapkan sebanyak...banyak...
MAKASIH...MAKASIH...
MAKASIH....BANYAK.....
.KAKAKKKKKKK
lanjut tor