Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 06
***
"Aaaaaaaargh ..." Teriak Anna kala Sekretaris Aron telah menarik tangannya, dan dengan kasar Sekretaris Aron langsung menarik handuk mini yang membalut tubuh Polos Anna. Hanya sekali tarikan, handuk itu telah melayang entah kemana dan meninggalkan tubuh polos Anna yang tanpa berbalut apapun. Membuat Sekretaris Aron tak sabar ingin melahap Anna saat itu juga.
"Aron, tolong lepaskan aku. Aku mohon lepaskan aku," teriak Anna terus meronta, namun tak sekalipun didengar oleh Sekretaris Aron.
Sekretaris Aron langsung ******* bibir manis Anna, tak tinggal diam terus mengeryangi setiap lekuk tubuh polos Anna.
"Aaargh ..." Kembali Anna menjerit setelah tubuhnya dilempar Keatas ranjang.
Tanpa buang-buang waktu, sekretaris Aron langsung menindih tubuh polos Anna. Dan kembali bermain dibibir manis Anna. Tak puas sampai disitu, kini ia semakin turun ke leher jenjang Anna dan berakhir di dua gundukkan milik Anna. Remas*n, sesap*n, serta gigit*n tak henti ia lakukan di gundukkan kenyal milik Anna.
Anna terus berontak, namun usahanya sia-sia ketika tenaganya tidaklah cukup untuk melawan kekuatan sekretaris Aron. Beberapa saat kemudian iapun pasrah dengan berlinang air mata. Sedangkan sekretaris Aron terus meninggalkan bekas kepemilikan yang Anna rasa perih, karena perlakuan sekretaris Aron yang kasar padanya. Mungkin Sekretaris Aron tengah berada di puncak emosi karena telah ditinggalkan oleh Anna.
Anna memajamkan matanya meremas kuat seprei untuk mengekspresikan rasa sakit kala Sekretaris Aron telah mengarahkan senjatanya pada inti Anna dibawah sana.
"Aargh, sakiitt." Rintih Anna ketika sekretaris Aron mencoba menembus gawang Anna secara paksa.
Merasa geram dan tak sabaran, Sekretaris Aron kembali mendorong tubuhnya dengan kuat, hanya tiga kali hentakkan paksa, ia telah berhasil mengambil paksa harta paling berharga bagi Anna. Sekretaris Aron seakan tuli tak mendengarkan jeritan kencang Anna yang terus mengaduh kesakitan.
Dan selanjutnya, hanya ada suara-suara erotis Anna yang terdengar didalam kamar itu. Dinginnya AC tak lagi terasa oleh dua sejoli yang kini hanyut dalam kenikmatan tiada Tara yang kini keduannya rasakan. Walau Anna menolak untuk menikmati, tapi tubuhnya dan perasaan tak dapat ia bohongi. Dan mungkin, hanya akan ada penyesalan setelah ini.
***
"Kak, berhenti. Varon belum tidur kak," kesal Lona pada tuan Devan yang terus membangkitkan gairahnya.
"Dia sudah tertidur sayang, sini aku pindahkan dia," ujar tuan Devan langsung mengambil baby Varon dan langsung meletakkannya perlahan ke dalam ranjang baby yang tak jauh dari ranjang mereka berdua.
"Ayo sayang kita main kuda-kudaan," ujar tuan Devan langsung menghamburkan tubuhnya ke atas kasur.
"Emm... Kak, kakak tau bukan. Varon masih bayi, jadi aku ingin fokus padanya. Aku belum mau punya baby lagi, kak." Jawab Anna pelan karena takut salah bicara.
"Sayang, aku mengerti akan hal itu. Bukankah kemarin kau meminum pil KB." Ujar tuan Devan yang ternyata tau bahwa Lona diam-diam minum pil KB.
"Kakak tau, maaf." Jawab Lona menundukkan wajahnya malu, karena merasa bersalah.
"Sayang, tidak apa-apa. Aku bukannya melarangmu karena mau punya baby lagi. Tapi, aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa hanya karena pil itu. Aku akan membeli banyak sarung tinju untuk kita berkuda." Jawab Tuan Devan santai.
"Sarung tinju?" Tanya Lona tak mengerti.
"Kond*m, sayang,"
"Ooo, sarung tinju itu." Jawab Lona paham.
"Yasudah, kalau begitu ayo kita mulai kuda-kudaan." Serang tuan Devan.
"Tunggu, apa sarung tinjunya sudah ada?" Tanya Lona.
"Belum sayang. Tenang aku akan menelpon Aron untuk membelinya." Jawab tuan Devan langsung bangkit untuk mengambil ponselnya.
"Kak, bukannya Sekretaris Aron tangah berada diluar kota untuk menghadiri perayaan ulang tahun dokter Kelvin." Ucap Lona membuat tuan Devan kecewa seketika.
"Kau benar sayang," ujarnya lemas.
"Aku akan mengeluarkannya diluar sayang" ucapnya lagi langsung menerkam Lona.
Bersambung ......
.
.
.
.
***
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩