kecelakan tragis itu merenggut nyawa Kiara, setelah mengetahui fakta bahwa dia dikhianati suaminya.
Tetapi Tuhan selalu memberi plot twist yang tidak pernah bisa kita tebak. Kiara mendadak terbangun kembali ke lima tahun lalu tepat di hari pertama pernikahan kontrak mereka dimulai.
Menyadari bahwa dia kembali mengulang waktu, kali ini Kiara bertekad untuk mengumpulkan uang lalu kabur demi menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi, Kiara justru dibuat syok oleh perubahan drastis Dante, sang mafia kejam yang tiba-tiba berubah menjadi super bucin, posesif, dan memanjakan Kiara dengan uangnya yang tidak akan pernah habis itu. Kiara tidak pernah tahu bahwa suaminya yang kejam itu ternyata juga ikut bereinkarnasi dari masa depan, membawa rasa bersalah dan sejuta penyesalan yang siap melakukan apa saja agar sang istri tidak pernah pergi lagi dari pelukannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laksmi Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Di dunia yang riuh dan penuh tuntutan, aku mencari dhana untuk sebuah kepastian. Bukan karena serakah yang merasuki dada, tapi demi melihat senyummu yang berharga.
...----------------...
Lampu gantung kristal di ruang kerja lantai teratas milik Dante Belmont memantulkan cahaya redup yang dingin, sewarna dengan atmosfer yang selalu melingkupi pria itu. Sebagai pemimpin tertinggi dunia bawah tanah yang menguasai jalur bisnis legal dan ilegal di kota ini, Dante dikenal sebagai pria tanpa belas kasihan. Dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Namun, sore itu, sebuah pemandangan langka terjadi.
Ponsel hitam di atas meja marmernya bergetar. Sebuah notifikasi transaksi kartu kredit muncul di layar. Angkanya fantastis,ratusan juta rupiah lenyap dalam satu kali gesek di sebuah butik mode papan atas.
Bukannya murka, sudut bibir Dante perlahan terangkat. Ia tersenyum bahagia, sebuah senyuman tipis namun tulus yang tidak pernah diperlihatkannya kepada siapa pun selama ini.
'Dia kembali bersenang- senang dengan uangku' Batin Dante, matanya melembut menatap nama Kiara yang tertera di laporan transaksi tersebut.
Dante menyandarkan punggungnya ke kursi kulit. Senyumnya menyembunyikan rasa bersalah yang kembali menyeruak, Di masa lalu yang kelam itu, ia kembali teringat tentang semua perlakuan kejamnya kepada Kiara. Dan kini Tuhan memberinya kesempatan kedua. Sesuai dengan sumpah yang telah dia ucapkan jika dia akan memberikan seluruh dunia di bawah kaki Kiara. Ia akan menjadi budak dari setiap keinginan istrinya, asalkan Kiara tetap hidup dan tersenyum.
Namun, baik Dante dan juga Kiara tidak pernah mengetahui jika mereka berdua sama-sama mengulang waktu. Tuhan benar-benar sedang menunjukkan kuasanya bahwa 'Di dunia ini, tidak ada yang tidak mungkin'
Jemarinya bergerak menekan tombol interkom di mejanya.
"Leo, masuk ke ruanganku."
Pintu baja yang kokoh dan mewah berwarna hitam terbuka dalam hitungan detik. Leo, asisten pribadi sekaligus tangan kanan Dante melangkah masuk dengan langkah kaki yang tegap.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"
Dante menggeser ponselnya ke samping. "Kiara sedang berada di pusat perbelanjaan. Dia baru saja memakai kartu kreditku. Kali ini, jumlahnya lebih besar dari yang kemarin"
Leo sempat menahan napas, bersiap menerima perintah untuk menyelidiki atau membatasi pengeluaran, karena sejak awal pernikahan mereka, Dante tidak pernah memberikan sepeserpun uang kepada sang istri, dia amat sangat tahu bagaimana perlakuan sang tuan terhadap istrinya selama satu bulan mereka menjalani pernikahan.
"Apakah Anda ingin saya membatasinya, Tuan?"
"Tidak," potong Dante cepat, suaranya berat namun tegas. Ia membuka laci mejanya, mengambil sebuah kotak beludru hitam kecil berisi tiga kartu berlogo platinum khusus, tanpa batas limit. "Kirimkan lebih banyak black card ini ke butik tempat dia berada sekarang. Pastikan semua kartu ini ada di dalam dompetnya sebelum dia selesai berbelanja. Katakan padanya untuk membeli apa pun yang dia inginkan. Tokonya sekalian jika dia mau."
Leo mengerjapkan mata, berusaha menyembunyikan keterkejutannya. Perubahan sikap tuannya yang drastis terhadap Nyonya Kiara akhir-akhir ini selalu membuatnya tak habis pikir. Namun sebagai bawahan yang setia, ia hanya menunduk hormat.
"Baik, Tuan. Akan segera saya laksanakan."
Setelah Leo keluar, Dante kembali menatap layar ponselnya yang kembali berdenting menerima notifikasi belanjaan Kiara yang lain. Dante terkekeh pelan.
"Habiskan saja semuanya, Sayang. Bahkan nyawaku pun milikmu."
...----------------...
Sementara itu, di dalam ruang VIP butik termewah di pusat kota, Kiara sedang duduk anggun sambil menyesap teh chamomile-nya. Hari ini, dia mendatangi butik yang berbeda dari yang dia datangi kemarin. Di hadapannya, belasan pelayan butik sibuk membungkus gaun-gaun rancangan desainer ternama, tas kulit edisi terbatas, dan perhiasan berkilau yang baru saja ia tunjuk.
Di balik wajahnya yang tenang dan senyumnya yang menawan, sepasang mata Kiara memancarkan kilat kepuasan.
'Rasakan itu, Dante.' Batin Kiara sengit, mengingat notifikasi tagihan yang pasti sedang membanjiri ponsel suaminya.
"Jika dikehidupan yang lalu kamu begitu kejam. Maka di kehidupan kali ini, biarkan aku bertindak sesuai keinginanku. Setelah semuanya cukup, aku baru akan menjalankan misi selanjutnya. Pergi jauh dari kehidupan monster mengerikan sepertimu, Dante Belmont"
Kiara sama sekali tidak tahu bahwa Dante yang dihadapinya saat ini bukan lagi Dante yang kejam dari masa lalu. Ia mengira suaminya belum berubah, dan ia hanya sedang memanfaatkan posisi Dante sebagai suaminya.
Pintu ruang VIP terbuka, dan manajer butik masuk dengan wajah memerah akibat terlalu bersemangat, diikuti oleh Leo yang membawa sebuah kotak beludru.
"Nyonya Belmont," panggil manajer butik dengan suara gemetar karena hormat. " Asisten Tuan Belmont baru saja datang mengantarkan ini untuk Anda."
Leo melangkah maju dan membuka kotak beludru tersebut di atas meja kaca di depan Kiara. Tiga buah Black Card berkilau mewah di bawah cahaya lampu.
"Tuan Dante menyampaikan pesan," ucap Leo dengan sopan. "Beliau meminta Anda untuk tidak ragu menggunakan kartu-kartu ini. Beliau berkata, jika Anda menginginkannya, Anda bahkan bisa membeli seluruh gedung butik ini hari ini juga. Beliau sangat senang melihat Anda menikmati waktu belanja Anda."
Kiara tertegun. Cangkir teh di tangannya hampir saja terguncang. Ia menatap tiga kartu hitam itu, lalu beralih menatap wajah Leo yang tampak sangat serius.
Apa-apaan ini? pikir Kiara, dadanya bergemuruh bingung sekaligus kesal. Kenapa dia tidak marah?
"Aku sudah memancing amarahnya sejak kemarin, memastikan bahwa sikap lunaknya akhir-akhir ini adalah sebagian dari rencananya untuk menyiksaku lebih sakit lagi"
Kenapa mafia kejam itu malah mengirimkan lebih banyak kartu hitam bukannya datang dan mencekikku karena menghabiskan uangnya?
Kiara mengepalkan tangannya di bawah meja, mencoba bersikap setenang mungkin.
...----------------...
Braaak!!!
Ruangan Kerja disalah satu gedung perusahaan tekstil ternama sore itu sungguh kacau. Barang- barang berserakan, robekan kertas dan pecahan kaca berhamburan di setiap sudut lantai.
"Dante Belmont!!! Kau sungguh ba*ingan!"
"Bi*atang!!!"
"Bastard!!"
Umpatan-umpatan itu terus bergaung dari mulut pria paruh baya tersebut. Nafasnya tersengal-sengal akibat emosi yang meluap. Kairo Daichi, begitu frustasi. perusahaan yang dia bangun susah payah dari nol mengalami kebangkrutan, gaji karyawan menunggak selama satu bulan. satu persatu investor menarik semua sahamnya, setelah mengetahui jika Belmont Development menarik semua saham dan memutus kerjasama dengan Daichi Textile Industry.
Sejak pagi, media bermunculan dengan berita 'Daichi Textile Industry' mengalami kemunduran, saham perusahaan turun drastis, para dewan direksi terus menuntut penjelasan, media internet dibanjiri tagar #Daichitextileindustryterancambangkrut #SahamDaichitextileindustrimelemah #DetikdetiklumpuhnyaDTI #DTIbangkrut. Tagar-tagar ini terus naik menduduki puncak teratas pencarian di interntet.
Diluar gedung para awak media, sudah menunggu, siap dengan berbagai pertanyaan yang akan memberondong Kairo Daichi dengan berbagai pertanyaan.
Drrttt... Drrtt... Drrtt...
Satu nama muncul di layar handphone nya yang retak
'Istriku'
Kairo dengan terpaksa mengangkat panggilan tersebut setelah dering ke 5
"Ada apa?! Jika tidak ada berita penting, jangan hubungi aku!"
"Kau kemana saja, sejak tadi aku menghubungimu! Di rumah ada pihak bank yang akan menyita rumah kita. Cepat pulang KAIRO!!"
Tut... Tut... Tut...
Sambungan diputus begitu saja oleh Natasha, istrinya.
mendengar itu, tubuh Kairo limbung dan terduduk diatas kursi kerjanya.
"Apa lagi ini?" Lirihnya pilu.
Sudah satu bulan semenjak pemutusan kerja sama antara perusahaannya dan perusahaan Dante, semuanya berjalan begitu sulit.
Satu persatu masalah berdatangan dan tidak dapat dia selesaikan
menurut kalian, siapa lagi yang bisa menghancurkan Perusahaan textile ternama sekelas Daichi Textile Industry?