NovelToon NovelToon
EMBER

EMBER

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Dua hari menjelang pernikahan megahnya, Cinderella Huntington harus menelan kenyataan pahit: sang tunangan mengkhianatinya bersama adik kandungnya sendiri.
Dijatuhi tuduhan tak adil dan selalu dituntut mengalah oleh keluarganya, Cinderella memilih pergi melintasi dinginnya malam untuk meluapkan amarah dan rasa sakitnya hingga mengakhiri hidup.

Namun takdir berkehendak lain. Ia terbangun dalam raga Marcella Ember Vitiello—gadis 18 tahun yang tewas mengakhiri hidup akibat pengabaian orang tuanya.

Di tengah keputusasaan, takdir mempertemukannya kembali dengan Draxler Lutolf Ashford—pemuda 19 tahun berparas tampan yang ia kira hanyalah mahasiswa biasa.

Cinderella bertekad membalas setiap ketidakadilan.

Bisakah ia benar-benar menghapus jejak Draxler dari hidupnya ketika takdir pria muda itu ternyata jauh lebih rumit dari yang pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#6

Sinar matahari pagi menyiram arsitektur megah Universitas California, salah satu kampus elit terbaik di Amerika Serikat.

Bangunan berarsitektur klasik modern berdiri kokoh di atas hamparan rumput hijau yang terawat rapi.

Ratusan mahasiswa dan mahasiswi berlalu-lalang, tenggelam dalam riuk aktivitas kampus—ada yang bersenda gurau di bangku taman, membawa secangkir kopi panas, hingga berdiskusi santai di sepanjang koridor.

Di antara kerumunan itu, sebuah langkah kaki berhimpitan anggun melintasi area pelataran.

Cinderella—dalam raga Marcella Ember Vitiello—melangkah dengan dagu terangkat dan punggung tegak lurus.

Tak ada sedikit pun raut keputusasaan, jejak tangis, apalagi kesan gadis miskin yang baru saja mengakhiri hidupnya.

Gadis berusia 18 tahun yang baru saja menginjak tahun pertama perkuliahan itu berjalan memancarkan aura dingin yang mahal dan karisma pimpinan eksekutif yang tak tergoyahkan.

Penampilannya yang mendadak berubah drastis tak luput dari pandangan pasang mata di sekelilingnya.

Bisik-bisik bisikan racun melayang samar, menerpa indra pendengarannya.

"Lihat dia... bergaya seperti putri saja," bisik seorang mahasiswi dengan nada mencemooh dari balik kacamata hitamnya.

"Cantik sih... tapi sayang, seorang pelac*r," timpal temannya seraya tertawa sinis.

"Isu sugar baby itu kan sudah menyebar ke mana-mana."

Cinderella bahkan tidak menoleh semili meter pun.

Ia tidak akan membuang energi berharganya hanya untuk menanggapi ocehan sampah dari orang-orang yang tidak relevan dalam hidupnya.

Lagipula, dari rekaman ingatan yang ditinggalkan raga ini, Marcella Ember Vitiello memang selalu menerapkan prinsip yang sama: mengabaikan semua orang yang menurutnya tidak penting sama sekali.

Langkah kakinya membawa Cinderella sampai di depan pintu ruang kuliah Pertamanya. Ia mendorong pintu kayu berukir itu, melangkah masuk ke dalam ruang kelas berundak yang luas.

Namun, baru saja dua langkah melangkah di atas lantai ubin, langkah Cinderella mendadak terkunci rapat.

Deg.

Manik matanya membeku.

Di barisan kursi bagian tengah menuju belakang, duduk seorang pemuda tinggi berstruktur wajah tegas dengan garis rahang sempurna.

Draxler Lutolf Ashford.

Sialan! Ingatan gila apa ini?! batin Cinderella berteriak histeris di dalam dadanya.

Seketika itu juga, arus ingatan spesifik milik raga Ember terkelupas dan membanjiri otak Cinderella tanpa ampun.

Jantungnya berdegup kencang tak beraturan—bukan karena jatuh cinta, melainkan karena rasa malu yang luar biasa hebat.

Marcella Ember Vitiello... rupanya menyukai Draxler Lutolf Ashford!

Gadis ini tergila-gila pada Draxler sejak hari pertama melangkah di kampus ini.

Dan alasan Ember menyukainya sungguh absurd di mata Cinderella: hanya karena Draxler adalah sosok pria tampan yang 'berjalan dan bernapas'!

Dag... dig... dug...

Wah, sialan! Mau ditaruh di mana mukaku?! Aku... maksudku, gadis ini segila itu padanya?! batin Cinderella lirih dengan penyesalan mendalam.

Ingatan Ember berputar lambat di benaknya, memperlihatkan betapa barbar dan tak tahu malunya kelakuan gadis ini setiap kali melihat Draxler.

Biasanya, Ember akan menyapa Draxler dengan centil, bergelayut tanpa malu, mengajak berkencan secara terang-terangan di depan umum, bahkan punya tekad bulat setiap hari untuk meruntuhkan kedinginan seorang Draxler Lutolf Ashford!

Perilaku Ember yang sangat barbar, agresif, dan tanpa urat malu itu sungguh berbanding terbalik 180 derajat dengan suasana rumah kecilnya yang sepi dan bertembok ringkih.

Cinderella memejamkan matanya rapat-rapat, meratapi reputasi tingkah laku Ember yang kini terpaksa harus ia tanggung.

Namun, di saat ia mencoba menetralkan keterkejutannya, telinganya menangkap percakapan di area meja Draxler yang terletak tak jauh dari posisinya.

"Dia mati tepat di kamarku, sialan!" ucap Draxler Lutolf Ashford dengan suara bernada rendah dan lelah dari arah ujung barisan.

"Dan aku langsung menelpon polisi secepatnya."

Dua pria tampan yang duduk di sebelah Draxler—Brave dan Kal El, sahabat terdekatnya—tersedak minuman masing-masing.

"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana angker kamarmu sekarang, Draxler," sahut Brave seraya menggelengkan kepala dengan raut kaget.

"Apalagi dia tertembak mengenaskan begitu."

"Kau benar-benar ketiban sial," tambah Kal El. "Bagaimana bisa wanita itu menemukan pistol di lemarimu?"

Draxler memijat pelipisnya, helaan napas berat meluncur dari dadanya.

"Aku akan tinggal di mansion keluargaku untuk beberapa hari setelah kasus bunuh diri itu. Garis polisi masih dipasang di penthouse-ku. Aku... aku benar-benar teringat bagaimana dia terlihat baik-baik saja saat aku meninggalkannya sebentar."

Suasana di meja mereka mendadak hening sejenak, memproses kejahatan takdir yang baru saja terjadi semalam.

Namun tiba-tiba, Brave menyenggol lengan Draxler seraya menunjuk ke arah pintu depan ruang kelas.

"Tumben dia tidak menyapamu?"

Kal El ikut menoleh, menatap heran ke arah Cinderella yang kini berjalan tenang memilih kursi di barisan paling depan—posisi duduk yang sama sekali tidak biasanya diambil oleh seorang Marcella Ember Vitiello.

"Iya, aneh sekali," gumam Kal El heran.

"Biasanya gadis berisik itu akan duduk tepat di sekitarmu. Dia akan menggoda, mengejar-ngejarmu, mengajakmu berkencan, atau bahkan secara terang-terangan memanggilmu 'Pria Uang'."

Draxler tidak menjawab sepatah kata pun atas ucapan konyol kawan-kawannya.

Matanya justru terfokus penuh pada layar ponsel pintar di tangannya yang terus bergetar tanpa henti.

Ia sibuk membaca puluhan pesan beruntun dari grup keluarga besarnya.

Keluarga besar Ashford sedang gempar, menuding dan menuduh bahwa wanita yang bunuh diri di penthouse semalam adalah kekasih rahasia Draxler.

Draxler membantah hebat hal itu dalam ketikan pesannya.

Apalagi, berita utama pagi ini telah menggoncangkan publik kelas atas Amerika Serikat: identitas wanita yang tewas semalam resmi terungkap sebagai Cinderella Huntington.

Putri sulung keluarga Huntington itu tewas bunuh diri akibat patah hati dan pengabaian mendalam atas pernikahan mantan tunangannya dengan adik kandungnya sendiri yang tinggal dua hari lagi.

Sementara itu, di barisan kursi depan, Cinderella menghembuskan napas pelan seraya membuang pandangan ke luar jendela kelas.

Demi Tuhan... Cinderella mengutuk ingatan dan memori konyol milik Ember dari dalam hatinya.

Bisa-bisanya gadis 18 tahun ini secara terang-terangan menyukai pria seperti Draxler yang bahkan sama sekali tidak pernah melirik ke arahnya?

Namun, Cinderella menarik ukiran senyum tipis yang dingin.

Hari ini, Marcella Ember Vitiello yang lama telah mati bersama Cinderella Huntington.

Mulai detik ini, tak akan ada lagi gadis berisik yang mengejar Draxler, dan tak akan ada lagi wanita lemah yang menangisi pengkhianatan di dunia ini.

1
Agus Tina
Bagus sekali ceritanya thor, sukaaaaa 🤍🤍🤍🤍
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶 sehat selalu 😍
total 1 replies
Agus Tina
Setepah kematian Cinderela aku berharap perusahaan ayahnya gulung tikar, kebenaran bahwa Cinderelalah itak dibalik kesuksesan perusahaan mereka terkuak ke publik ...
Yusry Ajay
semangat berkarya Thor 🤗🤗
Yusry Ajay
mkasih uda up Thor 🤗🤗
Rosdianah 🌷: terimakasih kak readers 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu.... menegangkan thor...
Asriani Rini
Bagus banget ceritan aku suka sekali
Yusry Ajay
lanjut Thor kurang up nya...
Asriani Rini
Lanjut Thor
Heni Utami
sangat best
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Anonim
kereen abis
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Si penny end,, ember nya crazy up please,, 🤭
Rosdianah 🌷: besok mulai double bab kak🙏🏻
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita keluarga ashford emang gak pernahh gagal,di tunggu cerita nya Dominic thor🤭
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
masih nyimak Thor 🤔🤔🤔
Yusry Ajay
pkoknya semangat selalu Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: sehat selalu ya kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kak
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪
Yusry Ajay
kyknya ada yg mulai jatuh cinta nih🤗🤗
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat menata hidup kembali ember💪💪
Debu Nakal
typo kah thor
Debu Nakal
typo kah thor
Rosdianah 🌷: tidak kak.. First time Author buat novel Transmigrasi 🙏🏻
Cinderella Dan Ember itu satu🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!