NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia CEO

Pewaris Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Mafia
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Dia adalah Black Rose, pembunuh bayaran yang ditakuti dunia bawah tanah.

Dia adalah Adrian Virell, CEO dingin yang diam-diam merupakan pewaris dinasti mafia.

Lima tahun lalu, satu malam mempertemukan mereka tanpa nama dan tanpa janji.

Kini Black Rose kembali bersama seorang anak laki-laki bernama Noah.

Anak yang ternyata memiliki hubungan darah dengan sang CEO.

Namun Noah bukan anak biasa.

Di balik wajah polosnya, tersembunyi identitas lain yang bahkan tidak diketahui kedua orang tuanya.

Ketika masa lalu kembali memburu mereka, mampukah sang CEO melindungi pewaris yang selama lima tahun tidak pernah diketahuinya?

Dan sebenarnya...

siapa Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA ALTHEA

Beberapa minggu kemudian, di sebuah apartemen kecil yang jauh dari kemewahan gedung-gedung kaca kota, jauh juga dari fasilitas tersembunyi tempat dia dibesarkan, Althea duduk sendirian di tepi ranjang sempit, menatap hasil tes yang ada di tangannya sampai kata-kata di sana kehilangan makna karena terlalu lama dia baca berulang-ulang.

Hamil.

Dunia yang selama bertahun-tahun dia kendalikan dengan sempurna, dunia yang dia bangun di atas kedisiplinan tanpa celah dan perhitungan yang tidak pernah meleset, tiba-tiba terasa seperti runtuh dalam satu kata itu. Tangannya, yang tidak pernah gemetar bahkan ketika menghadapi ujung senjata musuh, gemetar sekarang saat memegang alat tes sederhana itu.

Dia duduk di sana untuk waktu yang lama, membiarkan pikirannya berputar melewati setiap kemungkinan, setiap skenario, seperti yang selalu dia lakukan sebelum sebuah misi. Tapi kali ini tidak ada protokol yang bisa dia ikuti, tidak ada pelatihan yang mempersiapkannya untuk momen seperti ini.

Dia tahu persis apa yang akan terjadi jika Obsidian Order mengetahui hal ini. Dia sudah menyaksikan cukup banyak untuk mengerti bagaimana organisasi itu bekerja. Anak itu tidak akan pernah dianggap sebagai anak dalam arti yang sebenarnya. Anak itu akan dianggap sebagai aset, sesuatu yang bisa digunakan untuk mengikatnya, mengendalikannya, memastikan Black Rose tidak pernah lagi memiliki pikiran untuk berhenti bekerja untuk mereka. Dia teringat Jonah, anak laki-laki yang pernah menjadi temannya bertahun-tahun lalu, dan bagaimana organisasi memperlakukan siapa pun yang berani memiliki sesuatu untuk dicintai.

Dia tidak akan membiarkan hal yang sama terjadi pada anak ini.

Malam itu, Althea berjalan ke jendela apartemennya, menatap lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di kejauhan, mencoba menenangkan pikirannya yang biasanya begitu tertata rapi namun sekarang terasa kacau. Ada dua pilihan di hadapannya, sesederhana itu, meski konsekuensi dari masing-masing pilihan jauh dari sederhana.

Kembali, melapor sesuai protokol yang seharusnya dia ikuti, dan menyerahkan hidupnya, serta kehidupan anak yang belum lahir itu, sepenuhnya kepada organisasi yang telah membentuknya sejak dia berusia tujuh tahun.

Atau menghilang, meninggalkan satu-satunya dunia yang pernah dia kenal, dan mempertaruhkan segalanya untuk sesuatu yang bahkan belum pernah dia lihat wajahnya, seseorang yang bahkan belum dia ketahui apakah akan menjadi laki-laki atau perempuan.

Althea, yang selama ini tidak pernah membiarkan perasaan mengambil alih keputusannya, yang dilatih untuk selalu memilih opsi yang paling logis dan paling aman, untuk pertama kalinya membiarkan sesuatu selain logika dingin menentukan langkahnya. Dia meletakkan tangannya di perutnya yang masih datar, belum menunjukkan tanda apa pun secara fisik, dan merasakan sesuatu yang asing namun begitu kuat bergerak di dadanya.

Dia memilih menghilang.

Keputusan itu diambil dalam satu malam, tapi pelaksanaannya membutuhkan ketelitian yang jauh lebih rumit daripada misi mana pun yang pernah dia jalankan. Dalam hitungan minggu berikutnya, dengan kecermatan yang sama seperti saat dia merencanakan pembunuhan paling berbahaya sekalipun, Althea mulai merancang kematiannya sendiri.

Dia menghubungi seorang kontak lama, seorang mantan anggota organisasi lain yang sudah lebih dulu berhasil kabur dan hidup dalam bayang-bayang, seseorang yang memiliki akses ke dokumen palsu dan jaringan yang tidak tercatat di mana pun. Dia menyusun sebuah skenario: sebuah misi yang gagal di negara asing, ledakan di sebuah gudang yang menghancurkan bukti apa pun yang bisa mengonfirmasi identitas, saksi mata yang, jika diperlukan, sudah dibayar untuk bersaksi bahwa mereka melihat Black Rose terjebak dalam ledakan tersebut sebelum sempat melarikan diri.

Dia menghabiskan malam-malam terakhirnya sebelum menghilang dengan menghapus setiap jejak yang bisa mengarah kembali kepadanya. Rekening bank yang dia gunakan ditutup dan dana dipindahkan melalui serangkaian transaksi yang mustahil dilacak. Apartemen yang dia sewa dibersihkan hingga tidak menyisakan sidik jari. Bahkan gaya rambut dan warna matanya, yang selama ini dia jaga tetap alami sebagai satu-satunya hal yang benar-benar miliknya, akhirnya dia ubah demi keselamatan yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

Black Rose dinyatakan tewas dalam sebuah insiden yang tidak akan pernah bisa diverifikasi kebenarannya oleh siapa pun, bahkan oleh para petinggi Obsidian Order sekalipun, yang menerima laporan itu dengan sedikit kecurigaan namun tidak cukup bukti untuk membantahnya. Beberapa dari mereka bahkan mengadakan upacara singkat untuk mengenang agen terbaik yang pernah mereka miliki, tanpa pernah mengetahui bahwa wanita yang mereka kenang masih hidup, bersembunyi di suatu tempat yang jauh dari jangkauan mereka.

Althea Ravenna, nama yang bahkan sudah lama dia lupakan cara mengucapkannya dengan bangga, nama yang terakhir kali dia dengar diucapkan oleh orang tuanya sebelum malam kebakaran itu, menghilang bersama identitas Black Rose dalam waktu yang bersamaan.

Dan seorang wanita dengan nama baru, wajah yang secara samar masih sama namun kehidupan yang sepenuhnya berbeda, meninggalkan negara itu dengan sebuah koper kecil dan paspor yang bahkan tidak dia hafal namanya sendiri di awal, membawa serta satu-satunya hal yang benar-benar miliknya sendiri, yang tidak pernah diberikan atau diambil oleh siapa pun, yang tidak pernah menjadi milik Obsidian Order.

Sebuah kehidupan baru, yang baru saja mulai tumbuh di dalam dirinya.

Di pesawat yang membawanya menjauh dari kota yang menyimpan begitu banyak kenangan, baik maupun buruk, Althea duduk di dekat jendela, menatap awan yang membentang di bawahnya. Dia mengeluarkan kalung mawar hitam yang selama ini dia simpan, kembaran dari yang dia tinggalkan di meja samping ranjang pria itu malam itu, dan menggenggamnya erat di telapak tangan.

Dia tidak tahu wajah pria itu akan menghantuinya selama bertahun-tahun ke depan. Dia tidak tahu bahwa anak yang tumbuh di dalam dirinya akan mewarisi lebih dari sekadar wajah ayahnya. Yang dia tahu, saat itu, hanyalah bahwa untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia memilih sesuatu bukan karena perintah, bukan karena logika dingin yang ditanamkan sejak kecil, tetapi karena sesuatu yang jauh lebih sederhana dan jauh lebih kuat dari itu semua.

Dia memilih untuk menjadi seorang ibu.

1
rifatin jihan
Thor aku mohon banyak kin episode nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!