NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5_tato itu...?

" Lo kenapa? Dari tadi kelihatan seperti orang sedang banyak masalah, Lo juga kelihatan lagi marah sama gw. Gara gara kemaren?" tanya Alaska.

Siang ini, tumben sekali kevin mengajak Alaska Untuk makan siang bersama. Dan yang membuat Alaska semakin bingung adalah sikap Kevin yang terlihat tidak seperti biasanya.

Wajahnya datar dan bicaranya sedikit. dia seperti seseorang yang sedang marah atau sedang banyak masalah.

" Lo masih nggak mau cerita?" tanya Kevin dingin. Bahkan dia menatap datar Alaska tidak seperti biasanya.

" cerita apa? Tentang kemaren?" tanya Alaska.

Kevin tidak menjawab, namun tatapan jelas mengatakan iya dan mendesak Alaska untuk segera bercerita.

" oke oke, gw cerita sekarang " putus Alaska. Lagian untuk apa terus di rahasiakan kan? Cepat atau lambat Kevin pasti akan tahu.

" iyaa, tebakan Lo emang benar" ujar Alaska

Deg!

Jantung Kevin berdetak sangat kencang, bahkan tangan nya ikut bergetar. Ada rasa nyeri di dadanya entah karena apa. Karena Kevin yang menipu nya atau karena Rania yang lebih memilih membohongi nya dengan cara seperti ini.

" lo..." suara Kevin tertahan di tenggorokan nya. Rasanya seperti tercekik oleh tangan yang tak kasat mata.

" iyaa, gw udah jatuh cinta sekarang. Sebenarnya udah lama sih, tapi gw belum berani kasih tahu Lo" lanjut Alaska

Semakin sesak dada Kevin, jangan kan untuk mengeluarkan suara, untuk bernapas saja terasa berat. Kenapa ? Kenapa mereka bisa Setega ini? Apa ini karma untuknya karena dia sudah mengabaikan Rania dulu?

" nanti malam Lo ada waktu? Gw mau memperkenalkan Lo sama Haruna" ujar Alaska

" Haruna?" ulang kevin bertanya

" iyaa, Haruna. Lo pernah denger nama itu? Mungkin Lo udah kenal "

Bisa aja kan? Siapa tahu Kevin emang udah kenal sama Haruna dari dulu tapi Alaska tidak mengetahuinya.

" nggak " jawab Kevin emang nggak kenal.

Tapi... Kenapa namanya Haruna? Apa dia salah paham? Apa wanita itu bukan Rania? Apa lagi cara Alaska berbicara terlihat begitu santai tanpa rasa bersalah.

" ooh, tapi nanti Lo jangan kaget pas lihat Haruna, dia emang agak mirip dengan rania" ujar Alaska seolah sedang menjawab semua isi hati Kevin.

jadi benar? Wanita itu bukan Rania? Entah Kevin harus senang apa sedih. dengan begini berarti Rania benar benar tiada. Padahal sudah 3 tahun tapi dia masih saja berharap ada keajaiban.

Kevin menghela nafas kecewa. bukanya lega hatinya malah merasa kecewa. Kecewa pada kenyataan yang tak sesuai dengan bayangan nya. Seperti nya Kevin memang sudah gila.

brugh!!

" ah! maaf Tante, saya tidak sengaja"

kepala Kevin refleks menoleh saat telinga nya mendengar suara yang sangat familiar baginya. Suara yang sudah lama tidak dia dengar, suara yang sangat dia rindukan.

jantung Kevin berdegup kencang mencari sosok Rania di restoran yang cukup ramai itu. Tapi matanya tidak kunjung menemukan wajah yang familiar.

" tidak papa nak, saya juga tidak hati hati"

" kalo gitu kami pergi dulu ya Tante"

" tato itu...?" gumam Kevin saat tidak sengaja melihat tato yang familiar di tangan seorang wanita. wanita yang memiliki suara mirip dengan rania.

" Rania!" panggil Kevin bangkit dari duduknya hendak mengejar wanita asing itu yang berjalan keluar dari restoran bersama dengan tema nya.

" mau kemana Lo? " tahan Alaska " jangan aneh aneh kev, Rania udah nggak ada, orang yang sudah meninggal nggak mungkin hidup kembali" ujar Alaska.

Yaa benar, Rania sudah tiada. orang yang sudah meninggal tidak mungkin hidup kembali, tapi entah kenapa dia merasa itu adalah Rania. Tato itu dan suaranya, itu persis sama seperti Rania. Tidak mungkin itu semua kebetulan kan?

" duduk lah, ini di tempat umum. nanti Lo di pikir orang gila karena manggil manggil orang yang sudah meninggal" ujar Alaska menyuruh kevin untuk kembali duduk.

" tapi gw yakin, itu Rania ka. Dia istri gw" ujar Kevin.

" jangan kumat lagi Ken, gw lihat sendiri jenazah Rania. gw juga ikut ke pemakaman dia. Gw saksi dia udah meninggal" ujar Alaska meyakinkan Kevin.

" lagian siapa suruh nggak mau urus jenazah istri sendiri. Giliran gini malah bersikap seperti orang yang benar benar mencintai" sindir Alaska.

Jujur aja, meskipun Kevin adalah sahabatnya Alaska. Dia tetap tidak mendukung sikap Kevin yang dulu. Dulu pun dia sering menasehati nya, tapi Kevin tidak pernah mendengarnya.

malam ini, Kevin dan Alaska serta Haruna bertemu di restoran. Alaska memesan ruangan VIP agar mereka dapat mengobrol lebih aman.

Kevin mengakui, Haruna memang sangat mirip dengan Rania. Senyum nya, bibirnya, hidungnya bahkan matanya sama persis. kecuali suara nya dan bentuk badannya.

" aku Haruna, teman nya Alaska " ujar Haruna memperkenalkan dirinya pada Kevin.

" Kevin" balas Kevin.

Kevin sedari tadi terus memandangi wajah Haruna tanpa kedip, memerhatikan setiap inci wajah tersebut. bukan karena suka, tapi karena itu semua terlalu mirip dengan Rania.

" ekhem!" Alaska berdehem membuat lamunan Kevin langsung buyar seketika. Dia tersadar, tidak seharusnya dia memandangi Haruna seperti itu. Haruna bukan Rania, bukan istrinya, bukan wanitanya dan bukan orang yang dia cintai. tapi sosok wanita yang sangat di cintai oleh sahabatnya.

" ayo kita makan malam " ajak Kevin memalingkan tatapan nya dari Haruna.

Diam diam haruna mengambil ponselnya lalu memotret Kevin secara diam diam lalu mengirimkan nya ke kontak yang di beri nama ***my sister*** pakek emoji gambar hati.

*send a picture*

*dia sangat kurus sekarang, wajahnya juga berantakan, sepertinya dia sudah lama tidak cukuran \_ Haruna*

Yaa, wajah Kevin terlihat berantakan. tidak seperti dulu saat bersama Rania. Kini wajahnya nampak kurus, matanya pun tak lagi berbinar, hanya ada aura kelelahan di sana.

Kumis nya sedikit tebal, brewok nya pun tak pernah di cukup dalam waktu yang lama. tapi meskipun begitu aura ketampanan nya masih tetap ada. masih banyak wanita yang ingin mendekatinya hanya karena hartanya dan wajahnya yang lumayan.

" *jangan mengirimkan ku pesan yang tidak penting, aku sibuk" my sister*

Haruna tersenyum tipis lalu menyimpan ponsel nya kembali dalam tas. Setelah itu dia ikut makan malam bersama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!