NovelToon NovelToon
One Night With The Emperor

One Night With The Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Anak Genius
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reyarui

Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.

Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.

Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.

Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.

"Plot novel sialaaaan!!!"

Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

One Night 05

"Bagaimana ini, duuh saya sungguh tidak sabar ingin bertemu Baginda. Orang mulia yang sangat sulit untuk ditemui."

"Benar, saya tidak menyangka bahwa bisa berada di Istana ini. Meski bukan Istana Matahari (istana utama) tapi setidaknya kita bisa berada di sini."

"Iya Anda benar, sungguh tak sabar bertemu Baginda yang agung."

Para gadis yang tengah duduk di meja makan nampak berbincang ringan. Namun yang dibicarakan adalah ketidak sabaran mereka untuk bertemu pandang dengan penguasa Kallistar.

Disaat para semua gadis itu membuat keributan, hanya satu gadis saja yang tidak melakukannya. Dia duduk dengan tenang sambil menikmati tehnya. Anggun, tenang dan benar-benar menunjukkan bahwa dirinya sangat berkelas.

"Ekhem, Yang Mulia Putr Adelle Mortain, apa Anda tidak penasaran dengan Baginda?"

Salah seorang putri bangsawan yang berasal dari jabatan count membuka pertanyaan lebih dulu.

"Aku, aku sudah pernah melihat Baginda, saar itu aku bersama Ayah datang di acara pesta kemenangan."

Jawaban tenang Adelle membuat para gadis lainnya terdiam. Pasalnya mereka tak bisa datang karena hanya ayah mereka yang bisa.

Setelah mendengar jawaban itu, semuanya terdiam dan kembali duduk tenang. Mereka juga tidak lagi berbisik-bisik.

Cekleeek

Semua putri bangsawan langsung berdiri semua membungkuk memberi hormat kepada orang yang baru saja masuk.

Adelle mengerutkan alisnya, dia yang berdiri paling depan dan dengan pintu bisa melihat bahwa yang datang bukan lah kaisar.

Selain tidak diumumkan kedatangannya, sepatu yang dilihatnya juga bukan sepatu pria. Bahkan ada rok yang menutupinya.

"Angkat kepala Anda semua para Putri, dan silakan duduk. Perkenalkan, saya adalah Countess Elia. Saya merupakan kepala dayang yang melayani Baginda Kaisar. Dan jika Baginda nanti memiliki Permaisuri, saya lah yang akan menjadi dayangnya. Kedatangan saya ke sini adalah untuk menyampaikan bahwa Baginda tidak bisa menghadiri jamuan makan malam. Beliau tengah menyelesaikan pekerjaan yang sangat mendesak. Silakan menikmati makan malam."

Countes Elia langsung melenggang pergi setelah bicara demikian. Kekecewaan langsung tergambar jelas pada para putri bangsawan tersebut. Mereka nampak lesu dan enggan menyentuh makanan yang tersaji.

Namun tidak dengan Adelle, dia dengan tenang mulai makan. Seolah pengumuman yang baru saja dikatakan tidak berati apa-apa untuknya.

"Kenapa Anda masih bisa makan saat situasi seperti ini?"

"Mengapa memangnya, ini sudah waktunya makan. Baginda tidak datang, bukan berati kita tidak makan juga. Lagi pula, kalau kalian memang berniat menjadi calon permaisuri, seharusnya kalian paham juga bahwa seorang kaisar memiliki banyak pekerjaan. Kaisar tak selalu bisa ada di sisi kita karena Kaisar adalah milik rakyat dan negara."

Suasana ruang makan langsung sunyi saat Adelle berkata demikian. Sosok Adelle yang tenang, elegan dan tentunya pintar seolah menunjukkan bahwa dia memang paling pantas menjadi permaisuri. Semua putri di sana merasa terintimidasi setiap kali Adelle berbicara dan bersikap. Karena memang setiap yang dilakukan adalah sebuah tindakan yang benar dan tepat.

Makan malam selesai begitu saja, Adelle lebih dulu masuk ke kamarnya. Sungguh rasanya lelah mendengar para gadis itu berbisik. Baginya pembicaraan yang dilakukan sungguh sangat tidak perlu.

Akan tetapi sebenarnya Adelle juga merasakan kekecewaan atas ketidakhadiran Lucien. Dia ingin sekali melihat Lucien. Namun sebagai putri duke, dia harus bersikap tenang. Memang sudah sepantasnya sebagai wanita bangsawan untuk tidak menujukkan emosinya di depan orang. Mereka harus bisa mengontrol ekspresi wajah.

"Kenapa Baginda sama sekali tidak menyapa kami?" gumamnya lirih.

"Hah percuma juga aku sibuk berpikir begini. Sudahlah, besok pasti akan ada waktunya untuk bertemu dengan beliau," ucapnya lagi.

Pemikiran Adelle tentu memang benar, ini adalah istana kekaisaran, dimana kaisar berada. Dan pastinya mereka akan bertemu dengan sang tuan rumah. Akan tetapi perkataan Adelle malam itu, tak pernah terwujud. Pemilihan permaisuri tak penah dilakukan, dan kaisar juga tak pernah sekalipun datang menemui mereka.

Dua tahun sudah jamuan makan malam itu berlalu, dan hingga sekarang Lucien tak pernah menampilkan wajahnya di depan para putri bangsawan.

Bahkan sebuah titah diturunkan, semua putri bangsawan diminta meninggalkan Istana Mawar untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.

"Dasar brengsek!"

Duke Ramos mengumpat keras saat Adelle kembali ke rumah. Dia tidak menyangka bahwa Lucien akan memulangkan para wanita ini.

Dua tahun lamanya, apa yang diusahakannya menjadi sia-sia. Setiap kali akan meminta audiensi, Lucien selalu menolak. Setiap kali diadakan acara yang melibatkan para putri bangsawan, Lucien selalu pergi dengan berbagai banyak alasan pekerjaan.

"Ayah tenanglah."

Meski berkata demikian, sebenarnya Adelle memendam kekecewaan yang dalam. Bagaimana tidak, dia sangat ingin melihat kembali Lucien.

Pandangannya waktu itu langsung terkunci saat melihat ketampanan dan kewibawaan Lucien. Harapan Adelle begitu besar akan pertemuannya dengan sang kaisar.

Dua tahun menunggu, tapi ternyata semuanya sia-sia belaka. Lucien tak pernah menampakkan wajahnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan pria itu? Kenapa begitu banyak wanita yang ada di istana, tak ada satu pun yang membuanya tertarik. Putriku yang paling cantik diantara semuanya pun tak mampu membuatnya melirik. Adelle, apa kamu tak melakukan apapun!"

"Aku harus melakukan apa, Ayah? Bahkan sekalipun selama dua tahun ini, Baginda tak pernah menemui kami."

Argh!!!

Duke Ramos Mortain berteriak marah. Dia sungguh tidak bisa mengerti mengapa Lucien seperti ini.

"Tidak bisa, kau harus bertemu dengannya. Ini sudah keterlaluan."

Duke Ramos melenggang pergi. Dengan membawa kemarahannya, dia datang ke Istana.

Meski tahu bahwa permintaan audiensi akan ditolak karena dadakan, tapi Duke Ramos tak peduli. Saat ini dia tidak sabar ingin bertanya perihal pengabaian yang dilakukan Lucien kepada para putri bangsawan.

"Maaf, Yang Mulia Duke, Baginda tidak ada di tempat. Beliau pergi sejak tadi pagi."

Penjaga pintu yang ada di depan ruang kerja kaisar memberi tahu ketidak beradaan Lucien. Tentu saja Duke Ramos tak serta merta percaya. Dia bahkan ingin masuk paksa.

"Yang Mulia Duke, Baginda tidak ada di tempat," ucap penjaga lagi.

"Minggir, berani kamu menghalangi seorang Duke!"

"Tapi~"

"Maaf, ada apa ini Duke Ramos Mortain?"

Duke Ramos Mortain membuang nafasnya kasar, rahangnya masih terlihat mengeras.

"Count Erson, Baginda ada di dalam kan?"

"Tidak ada Duke, Baginda sedang melakukan penaklukan suku barbar di wilayah barat. Tadi pagi Beliau berangkat dan tidak tahu kapan kembalinya."

Grrrrrrt

Duke Ramos mengeratkan gigi-giginya sampai terdengar bunyinya dengan jelas.

"Jika Anda ingin meminta audiensi seharusnya Anda meminta lebih dulu, dan bukannya seperti ini. Anda seorang Duke, seharusnya Anda lebih memahami hal-hal sekecil ini."

"Sialan!"

Hanya itu yang Duke Ramos katakan. Dia berlalu begitu saja tanpa lagi berbicara apapun.

"Haaah Baginda, kenapa selalu meninggalkan pekerjaan yang merepotkan?" gerutu Erson pelan.

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aku yakin itu caty cucumu
GiZaNyA
nahhh jangan2 Catty ada hubungannya d3ngan Duke Winter yaa...
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂🙏🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waah kita tunggu saja ap yg cocok
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru bgtu ajh dah malu gmn NNT KLO tau km cm mimpi
GiZaNyA
hohoho... sekarang semua orang tau kan kalo Adelle cuma ngibul... 🤣🤣
GiZaNyA
yaampuuunnn... pedeee kebangeten yaaa si Adelle sama Bapakke.... ckckck.... coba cari kaca dulu sana... udah bikin gosip deket sama Kaisar lhaaa malah cewe gak dibolehin masuk... keki gak tuhhh..? 🤣🤣🤣
Pa Muhsid
kok melempem katanya ketua sekaligus pelatih beladiri tapi mental anak mamih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahaha 🤣🤣🤣🤣 mng enk di usir secara g lngsng
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh,sayangnya g akan mungkin pede sekali anda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ya ya akan tiba waktunya km malu semalu malu ny
Pelangi Jingga
kurang bnyk tor 😂
GiZaNyA
hahahaha ngarep beneerrr si Adelle ini... ckckck.... keep manaaaa ngirinyaaaa dia pas tau Sang Kaisar udah punya Permaisuri ples Putra Mahkota... serius kalah langkah sangaaatttt jauh si Adelle... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
🤣🤣🤣🤣🤣mimpimu ketingian awas jatuh sakit loh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mengundang kali ka,typo itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
yang pasti 22nya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
km loh penyebab shock ny catty
Wahyuningsih
thor klau up jgn lma2 tk iiinaaak menunggu upnya yg buanyk thor n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
GiZaNyA
heh Lucien.. kamu kan terkenal sebagai kaisar sadeesssss... ya jelas takut lah si Cattleya... ada2 aja...
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
trauma terbesar ternyata kamu loh lucien
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!